Breaking News
light_mode
Trending Tags

Setelah Khamenei Wafat, Nama Hassan Rouhani Kembali Menguat dalam Politik Iran

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 72
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Kematian Ali Khamenei memicu dinamika baru dalam politik Iran. Di tengah spekulasi mengenai siapa yang akan menjadi pemimpin tertinggi berikutnya, nama Hassan Rouhani kembali mencuat dan mulai diperbincangkan di kalangan elite politik maupun pengamat internasional.

Rouhani dikenal sebagai salah satu tokoh moderat dalam struktur Republik Islam Iran. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Iran selama dua periode, dari 2013 hingga 2021, dan dikenal luas karena pendekatan diplomatiknya dalam menghadapi tekanan internasional terhadap program nuklir Iran.

Kembalinya nama Rouhani dalam pembicaraan mengenai suksesi kepemimpinan Iran tidak lepas dari rekam jejak panjangnya di jantung kekuasaan negara tersebut. Selain pernah menjadi presiden, ia juga lama menjabat sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan menjadi anggota Assembly of Experts—lembaga yang memiliki kewenangan memilih pemimpin tertinggi Iran.

Selama masa kepresidenannya, Rouhani berperan penting dalam tercapainya kesepakatan nuklir Iran dengan negara-negara besar dunia pada 2015. Perjanjian yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) itu membatasi program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sebagian sanksi internasional.

Kesepakatan tersebut sempat dipandang sebagai terobosan diplomatik besar bagi Iran, meskipun kemudian menghadapi berbagai tantangan setelah Donald Trump menarik Amerika Serikat keluar dari perjanjian itu pada 2018.

Meski memiliki reputasi internasional yang kuat, posisi Rouhani di dalam negeri tidak selalu stabil. Pada akhir masa jabatannya, ia menghadapi kritik dari kelompok garis keras yang menilai pendekatannya terlalu lunak terhadap Barat.

Setelah meninggalkan kursi presiden pada 2021, pengaruh politik Rouhani sempat meredup. Ia bahkan didiskualifikasi dari pencalonan anggota Assembly of Experts pada 2024 oleh lembaga pengawas pemilu Iran, langkah yang dianggap sebagai upaya membatasi ruang politik kelompok moderat.

Namun wafatnya Khamenei mengubah lanskap politik secara drastis. Proses suksesi kini berada di tangan Assembly of Experts yang bertugas memilih pemimpin tertinggi baru bagi Republik Islam Iran.

Di tengah situasi geopolitik yang tegang dan konflik regional yang terus meningkat, sebagian pengamat menilai Iran mungkin membutuhkan figur yang memiliki pengalaman diplomasi luas serta jaringan kuat di dalam sistem politik.

Dalam konteks itulah nama Rouhani kembali muncul. Dengan pengalaman panjang di pemerintahan serta citra sebagai ulama yang pragmatis, ia dipandang oleh sebagian kalangan sebagai salah satu figur yang berpotensi menjembatani kepentingan kelompok moderat dan konservatif dalam politik Iran.

Meski demikian, peluang Rouhani untuk benar-benar menjadi pemimpin tertinggi masih bergantung pada dinamika internal elite Iran. Banyak pengamat menilai kandidat dari kalangan konservatif atau figur yang lebih dekat dengan struktur keamanan negara masih memiliki peluang lebih besar.

Proses suksesi ini diperkirakan akan menjadi salah satu momen paling menentukan dalam sejarah politik Republik Islam Iran sejak revolusi 1979. Nama Rouhani mungkin bukan satu-satunya yang muncul, tetapi kemunculannya kembali menandakan bahwa persaingan menuju kursi pemimpin tertinggi Iran masih terbuka.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Dorong Kemandirian Umat Lewat Ekonomi Syariah

    PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Dorong Kemandirian Umat Lewat Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo resmi menggelar Pekan Ekonomi Syariah, Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini berlangsung di pelataran Kantor PWNU Gorontalo, Jalan Samratulangi, Kelurahan Limba U1, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo. Acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Pintraco, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) SulutGo, KNEX, Bank Indonesia, serta Pemerintah Provinsi Gorontalo […]

  • Elite Dorong Pilkada Lewat DPRD, Kritik Soal Penyempitan Hak Rakyat Menguat

    Elite Dorong Pilkada Lewat DPRD, Kritik Soal Penyempitan Hak Rakyat Menguat

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wacana mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali menguat di kalangan elite politik nasional. Usulan ini memantik perdebatan luas karena dinilai berpotensi menyempitkan hak politik rakyat dan menandai kemunduran demokrasi pasca-Reformasi. Lebih dari dua dekade setelah Reformasi 1998 dan hampir 20 tahun sejak pilkada langsung pertama kali digelar […]

  • Ketika Karamah dan Budaya Menyatu: Menelusuri Jejak Spiritualitas Islam Gorontalo Lewat Sosok Bapu Paci Nurjana

    Ketika Karamah dan Budaya Menyatu: Menelusuri Jejak Spiritualitas Islam Gorontalo Lewat Sosok Bapu Paci Nurjana

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle M. Fadhil Hadju
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Di tanah Gorontalo, Islam tidak hanya dipeluk dalam syariat, tetapi juga dirawat dalam budaya. Dalam ritus seperti modikili, tahlilan, maulidan, dan doa arwah, agama dan adat saling menyatu. Di antara masyarakat yang memegang teguh warisan ini, terdapat satu nama yang tetap harum hingga hari ini: KH Yahya Podungge, atau yang lebih dikenal dengan Bapu Paci […]

  • Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga (poto: Istimewah)

    Wagub Sulbar Salim S Mengga Wafat, Ini Kronologi Lengkapnya

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kabar duka menyelimuti Sulawesi Barat. Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjen TNI (Purn) Salim S Mengga, meninggal dunia pada Sabtu, 31 Januari 2026, sekitar pukul 06.40 Wita. Salim S Mengga mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Siloam Makassar. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan bahwa almarhum wafat akibat sakit, tanpa merinci […]

  • Menanti Dakwah Keagamaan Nahdlatul Ulama dalam Pelestarian Lingkungan

    Menanti Dakwah Keagamaan Nahdlatul Ulama dalam Pelestarian Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2019
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Plastik telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Sifatnya yang ringan, kuat, dan praktis menjadikannya pilihan utama dalam berbagai aktivitas manusia. Namun di balik kemudahan tersebut, sampah plastik justru menyimpan ancaman serius bagi kesehatan manusia dan keseimbangan lingkungan. Sampah plastik membutuhkan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk dapat terurai secara alami. Sebagai negara […]

  • GUSDURian Makassar Wakili GUSDURian Peduli, Serahkan Tali Asih pada Keluarga Dandi

    GUSDURian Makassar Wakili GUSDURian Peduli, Serahkan Tali Asih pada Keluarga Dandi

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Di bawah langit Makassar yang terik, lorong sempit di Kelurahan Karampuang, Kecamatan Panakukang, menjadi saksi bisu langkah-langkah penuh empati. Sejumlah penggerak inti GUSDURian Makassar menyusuri lorong itu, bukan sekadar berkunjung, melainkan membawa dukungan kemanusiaan ke sebuah rumah yang kini menyimpan kenangan tentang Rusdamdiansyah (Dandi), pemuda yang gugur dalam gelombang demonstrasi di Jalan Urip Sumoharjo, Jumat, […]

expand_less