Studi Ungkap “Jam Kematian Sel”: Ukuran Nukleolus Bisa Prediksi Penuaan
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 18
- print Cetak

Ilustrasi proses penuaan sel yang menunjukkan perubahan ukuran nukleolus di dalam inti sel. Nukleolus yang semakin membesar berkaitan dengan meningkatnya ketidakstabilan DNA dan menandai mendekatnya akhir masa hidup sel.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kesalahan tersebut dapat memicu berbagai masalah genetika seperti penghapusan, duplikasi, hingga ketidakstabilan genom—kondisi yang diketahui meningkat seiring bertambahnya usia.
“Penuaan adalah faktor risiko tertinggi untuk berbagai penyakit,” ujar ilmuwan Jessica Tyler dari Weill Cornell Medicine, seperti dikutip dari SciTech Daily.
Nukleolus Membesar Saat Sel Menua
Para peneliti telah lama mengamati bahwa nukleolus cenderung membesar pada sel yang menua. Sebaliknya, nukleolus berukuran kecil sering ditemukan pada sel yang berumur panjang atau pada organisme yang mengalami intervensi anti-penuaan seperti pembatasan kalori.
Namun, hingga kini belum jelas apakah pembesaran nukleolus hanya sekadar korelasi atau benar-benar menjadi penyebab percepatan penuaan sel.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, para ilmuwan melakukan eksperimen menggunakan sel ragi. Organisme ini dipilih karena sel ragi induk memiliki jumlah pembelahan terbatas sebelum akhirnya berhenti berkembang.
- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar