Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo Gelar Mukerda XII, Ismail Madjid Tekankan Pembinaan Pemuda dan Kebersihan Kota
- account_circle Redaksi Nulondalo
- calendar_month 22 jam yang lalu
- visibility 68
- print Cetak

Sekda Ismail Madjid menyampaikan sejumlah pesan penting kepada Wahdah Islamiyah, khususnya terkait pembinaan generasi muda, kebersihan lingkungan, serta penguatan ekonomi masyarakat. Doc. Humas
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) XII, Ahad (11/1/2025).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid.
Dalam sambutannya, Sekda Ismail Madjid menyampaikan sejumlah pesan penting kepada Wahdah Islamiyah, khususnya terkait pembinaan generasi muda, kebersihan lingkungan, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Ia menekankan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dan keagamaan dalam menjaga generasi muda dari pengaruh negatif, terutama di tengah derasnya arus informasi di era digital.
“Generasi muda ini punya potensi besar, tapi juga punya potensi untuk rusak kalau tidak diwadahi dengan baik,” ujar Ismail Madjid.
Karena itu, ia berharap Wahdah Islamiyah semakin aktif menyasar kalangan pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum melalui program-program pembinaan yang berkelanjutan.
Menurutnya, ruang-ruang pembinaan seperti yang dilakukan Wahdah Islamiyah sangat penting untuk menjaga arah dan karakter generasi penerus Kota Gorontalo.
Selain itu, Sekda Ismail juga menyinggung persoalan pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan di sejumlah titik di Kota Gorontalo. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menetapkan aturan waktu pembuangan sampah, yakni pukul 18.00 hingga 06.00 Wita, agar pada pagi hari kota dalam kondisi bersih.
“Buang sampah itu sudah diatur dari jam enam sore sampai jam enam pagi, supaya pagi hari kota sudah bersih,” katanya.
Namun di lapangan, masih ditemukan warga yang membuang sampah di luar jam tersebut, bahkan ke saluran air. Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, ikut berperan aktif mengedukasi dan mengingatkan warga.
“Tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri. Kesadaran masyarakat itu kuncinya,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Ismail juga menyampaikan kondisi anggaran daerah tahun 2026 yang terdampak pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat. Meski demikian, Pemerintah Kota Gorontalo terus mendorong penguatan usaha mikro sebagai upaya menjaga roda perekonomian masyarakat tetap bergerak.
“Ekonomi masyarakat harus tetap hidup, salah satunya lewat usaha mikro yang kita dorong bersama,” ucapnya.
Ia menyebut, upaya tersebut turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Gorontalo tahun 2025 yang tercatat sekitar 6,16 persen.
Di akhir sambutannya, Sekda Ismail berharap Mukerda XII Wahdah Islamiyah dapat melahirkan program-program yang tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Gorontalo.
- Penulis: Redaksi Nulondalo

Saat ini belum ada komentar