Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ramadhan Yang Robek

  • account_circle Asrul G.H. Lasapa
  • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
  • visibility 299
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Asrul G.H. Lasapa – (Pegiat Dakwah Gorontalo)

Puasa merupakan kawah candradimuka yang menjadi tempat melatih dan menggembleng seseorang agar memiliki mental spiritual yang agung dan mulia.

Ritual puasa tidak hanya sekedar penampakan simbolitas permukaan yang nyata berupa tidak makan, minum dan hubungan seksual semata, tetapi puasa adalah kemampuan pengendalian jiwa dari keterpurukan emosional.

Banyak definisi yang dikemukakan oleh para Psikolog tentang emosi. Tapi pada intinya emosi dipahami sebagai suatu perasaan yang muncul sebagai respons terhadap situasi atau orang tertentu.

Kecenderungan emosi sangat tergantung dengan situasi batin seseorang. Emosi yang muncul dari positive thinking melahirkan rasa cinta, kasih, simpati dan empati. Sebaliknya, emosi yang muncul dari negative thinking akan melahirkan rasa curiga, marah dan benci.

Problematika kejiwaan yang paling sulit dirasakan oleh setiap orang adalah kemampuannya memproteksi diri dari emosi negatif yang berpotensi besar merusak batin dan bahkan berpotensi merusak diri sendiri dan orang lain.

Ada sebuah pernyataan yang sering disampaikan orang bahwa ketidakmampuan mengendalikan emosi akan melahirkan penyesalan yang tiada akhir. Benar. Memang begitu realitanya.

Luapan emosi negatif akan dialami oleh siapa saja. Emosi tidak memandang kasta. Anak, orang tua, guru, murid, para buruh, rakyat, bawahan, majikan, pimpinan, orang awam, tidak terkecuali orang alim sekalipun disasar oleh sifat kejiwaan yang buruk ini. Dalam riwayat keislaman, sosok pribadi sekelas Abubakar Ashiddiq yang dikenal dengan kelembutan dan keteduhan jiwanya pernah melampiaskan amarahnya yang sangat besar ketika beliau dicaci oleh seseorang yang menyebabkan Nabi SAW menghindar dan menjauh darinya.

Oleh karena itu, dalam konteks ini, puasa menjadi momen penting menguji ketahanan jiwa dalam mengendalikan emosi. Seorang yang tempramental alias sumbu pendek akan menjadi pribadi yang memiliki kendali diri yang benar-benar teruji jika selama sebulan puasa tidak ada sama sekali luapan ataupun hanya sekedar letupan emosi terhadap kondisi sekitarnya. Sukses sebulan penuh mengendalikan emosi atau melewati hari-hari puasa tanpa marah menjadi bagian terpenting bagi kualitas nilai Ramadhan yang dijalani.

Secara pribadi saya memiliki pengalaman pahit sepahit empedu dalam hal pengendalian emosi ini. Saya biasa dipanggil Pak Haji atau Pak Ustadz, bahkan terkadang dipanggil Pak Kiyai. Gelar kehormatan yang diberi oleh masyarakat ini memiliki konsekuensi yang sangat berat. Pribadi yang dipanggil haji, ustadz dan kiyai dianggap telah memiliki semua atribut lahir batin dalam wilayah agama. Pribadinya menjadi barometer kemampuan dan kekuatan pemahaman, penghayatan dan pengamalan nilai-nilai agama. Ternyata status mulia pemberian masyarakat ini tidak kemudian membuat saya menjadi pribadi yang paripurna yang semestinya menjadi teladan yang baik.

Di saat seharusnya saya mempraktikkan hidup di Ramadhan tanpa marah dan di saat saya harus menyampaikan nasehat tentang puasa sebagai wadah pengendalian emosi, malahan saya yang terperangkap dalam emosi yang tidak terkendali.

Hari itu, di saat puasa telah berada di puncak hari, saya melampiaskan emosi dengan mengungkapkan kata-kata kemarahan kepada seseorang sebagai bentuk ketidaksukaan atas situasi yang terjadi. Tidak penting mengisahkan peristiwanya, karena intinya adalah marah besar di saat puasa.

Padahal saya sudah berkomitmen untuk tidak marah sedikit pun dalam hal apa pun dan dalam situasi apa pun selama Ramadhan. Ternyata saya gagal 1000%. Target menjadikan Ramadhan tahun ini lebih baik dari Ramadhan tahun lalu menjadi sebuah impian yang belum bisa diwujudkan. Entahlah jika Tuhan masih mengizinkan untuk mendapatkan bulan mulia ini pada tahun yang akan datang. Hanya bisa berharap lewat doa.

Setelah melampiaskan kemarahan dan kembali ke ruang kerja. Seluruh badan terasa lemah, persendian rasanya putus semua. Ada penyesalan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Ingin rasanya memutar waktu untuk mensetting kembali peristiwa yang dijalani. Dalam batin ini ada “rasa” tidak khusyu’ lagi menjalani rutinitas amaliah Ramadhan karena selalu dibayangi oleh setitik noda yang ditorehkan di momen termulia ini.

Saya membayangkan bahwa hari itu para pembesar setan datang dari lapisan bumi paling dalam atau dari petala langit terjauh yang ditugaskan khusus membawa misi merasuk dan merusak hati seorang haji, Ustadz, Kiyai yang tidak pantas dipanggil kiyai dan memang tidak pantas.

Hari ini, kertas putih Ramadhan yang yang berisikan tulisan indah keimanan, pengabdian, dan keikhlasan itu telah robek di bagian sudutnya atau di bagian tengahnya dengan robekan yang merusak kebeningan warnanya. Hari ini Ramadhan saya benar-benar cacat.

Satu hal lagi yang saya tidak bisa memaafkan diri saya sendiri adalah saya telah memiliki andil besar dalam merobek Ramadhan orang lain yang telah dia jaga berhari-hari. 😭

Astaghfirullahal ‘Azhiim

Gorontalo, 04 Ramadhan 1446 H / 04 Maret 2025 M

  • Penulis: Asrul G.H. Lasapa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadis Pendidikan Maros Resmikan SDN 215 Inpres Taipa, Sekolah Berbasis Karakter dan Life Skill

    Kadis Pendidikan Maros Resmikan SDN 215 Inpres Taipa, Sekolah Berbasis Karakter dan Life Skill

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti SDN 215 Inpres Taipa, Dusun Taipa, Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, saat bangunan sekolah yang telah lama dinantikan akhirnya diresmikan, baru-baru ini. Peresmian tersebut langsung dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, Andi Wandi Bangsawan Putra Patabai, S.STP., MM, disaksikan para guru se-Kecamatan Maros Baru, jajaran Dinas […]

  • Sang Imam Favorit di Musim Ramadhan

    Sang Imam Favorit di Musim Ramadhan

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle Dr. Momy Hunowu, M.Si
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Paci Haru tak muda lagi. Penglihatannya sudah mulai kabur (ma pula-pulawuwolo). Volume suaranya tak sekencang dulu (malo poyo’o). Meski usianya sudah sepuh, perannya di Masjid kampung itu setara dengan profesor emeritus di kampus terkenal. Paci Haru selalu berada di depan, memimpin jamaah masjid lintas generasi. Meski hanya alumni TPA Mokadamu, Dia dikukuhkan menjadi imam sejak […]

  • Belum Genap Sebulan Menjabat, Hakim MK Adies Kadir digugat 21 Guru Besar ke MKMK

    Belum Genap Sebulan Menjabat, Hakim MK Adies Kadir digugat 21 Guru Besar ke MKMK

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 352
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sebanyak 21 guru besar, dosen, hingga praktisi hukum yang tergabung dalam Constitutional and Administrative Law Society (CALS) melaporkan Hakim Konstitusi Adies Kadir ke Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK). Laporan tersebut diajukan setelah Adies resmi mengucap sumpah jabatan sebagai hakim MK pada Kamis (5/2/2026). Perwakilan CALS, Yance Arizona, mengatakan pelaporan dilakukan untuk menjaga keluhuran […]

  • Sedekah Tanpa Batas: Menag Dorong Filantropi Islam Universal

    Sedekah Tanpa Batas: Menag Dorong Filantropi Islam Universal

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Nulondalo.com- Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberikan penekanan khusus mengenai optimalisasi filantropi Islam dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah pada 24 Februari 2026. Menag mengajak umat Islam, khususnya kelompok kaya (aghniya), untuk tidak terjebak pada pemenuhan standar minimal kewajiban agama dalam pembayaran zakat, tapi memperluas kontribusinya melalui instrumen sedekah, infak, hibah, dan wakaf. Hal itu disampaikan […]

  • Abdul Kadir Diko/FOTO: Istimewa Play Button photo_camera 14

    Gorontalo Green School: Langkah Kecil Menahan Krisis Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Abdullah K. Diko
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Kerusakan lingkungan tidak pernah hadir sebagai peristiwa tunggal. Ia tumbuh perlahan—dari tanah yang kehilangan kesuburan, sungai yang kian tercemar, hingga bencana alam yang makin sering dan sulit diprediksi. Dalam banyak kasus, respons kita justru terjebak pada solusi jangka pendek: proyek cepat, jargon hijau, dan seremoni tanam pohon. Padahal, di balik krisis itu terdapat persoalan yang […]

  • Ada Apa di Balik Pertemuan Prabowo dan Lukashenko? Ternyata Ini Hasilnya

    Ada Apa di Balik Pertemuan Prabowo dan Lukashenko? Ternyata Ini Hasilnya

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 328
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026), menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang menandai semakin eratnya hubungan bilateral kedua negara. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Lukashenko menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu mitra penting Belarus di kawasan Asia Tenggara. Ia menyebut hubungan kedua negara terus […]

expand_less