Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ramadhan Yang Robek

  • account_circle Asrul G.H. Lasapa
  • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
  • visibility 231
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Asrul G.H. Lasapa – (Pegiat Dakwah Gorontalo)

Puasa merupakan kawah candradimuka yang menjadi tempat melatih dan menggembleng seseorang agar memiliki mental spiritual yang agung dan mulia.

Ritual puasa tidak hanya sekedar penampakan simbolitas permukaan yang nyata berupa tidak makan, minum dan hubungan seksual semata, tetapi puasa adalah kemampuan pengendalian jiwa dari keterpurukan emosional.

Banyak definisi yang dikemukakan oleh para Psikolog tentang emosi. Tapi pada intinya emosi dipahami sebagai suatu perasaan yang muncul sebagai respons terhadap situasi atau orang tertentu.

Kecenderungan emosi sangat tergantung dengan situasi batin seseorang. Emosi yang muncul dari positive thinking melahirkan rasa cinta, kasih, simpati dan empati. Sebaliknya, emosi yang muncul dari negative thinking akan melahirkan rasa curiga, marah dan benci.

Problematika kejiwaan yang paling sulit dirasakan oleh setiap orang adalah kemampuannya memproteksi diri dari emosi negatif yang berpotensi besar merusak batin dan bahkan berpotensi merusak diri sendiri dan orang lain.

Ada sebuah pernyataan yang sering disampaikan orang bahwa ketidakmampuan mengendalikan emosi akan melahirkan penyesalan yang tiada akhir. Benar. Memang begitu realitanya.

Luapan emosi negatif akan dialami oleh siapa saja. Emosi tidak memandang kasta. Anak, orang tua, guru, murid, para buruh, rakyat, bawahan, majikan, pimpinan, orang awam, tidak terkecuali orang alim sekalipun disasar oleh sifat kejiwaan yang buruk ini. Dalam riwayat keislaman, sosok pribadi sekelas Abubakar Ashiddiq yang dikenal dengan kelembutan dan keteduhan jiwanya pernah melampiaskan amarahnya yang sangat besar ketika beliau dicaci oleh seseorang yang menyebabkan Nabi SAW menghindar dan menjauh darinya.

Oleh karena itu, dalam konteks ini, puasa menjadi momen penting menguji ketahanan jiwa dalam mengendalikan emosi. Seorang yang tempramental alias sumbu pendek akan menjadi pribadi yang memiliki kendali diri yang benar-benar teruji jika selama sebulan puasa tidak ada sama sekali luapan ataupun hanya sekedar letupan emosi terhadap kondisi sekitarnya. Sukses sebulan penuh mengendalikan emosi atau melewati hari-hari puasa tanpa marah menjadi bagian terpenting bagi kualitas nilai Ramadhan yang dijalani.

Secara pribadi saya memiliki pengalaman pahit sepahit empedu dalam hal pengendalian emosi ini. Saya biasa dipanggil Pak Haji atau Pak Ustadz, bahkan terkadang dipanggil Pak Kiyai. Gelar kehormatan yang diberi oleh masyarakat ini memiliki konsekuensi yang sangat berat. Pribadi yang dipanggil haji, ustadz dan kiyai dianggap telah memiliki semua atribut lahir batin dalam wilayah agama. Pribadinya menjadi barometer kemampuan dan kekuatan pemahaman, penghayatan dan pengamalan nilai-nilai agama. Ternyata status mulia pemberian masyarakat ini tidak kemudian membuat saya menjadi pribadi yang paripurna yang semestinya menjadi teladan yang baik.

Di saat seharusnya saya mempraktikkan hidup di Ramadhan tanpa marah dan di saat saya harus menyampaikan nasehat tentang puasa sebagai wadah pengendalian emosi, malahan saya yang terperangkap dalam emosi yang tidak terkendali.

Hari itu, di saat puasa telah berada di puncak hari, saya melampiaskan emosi dengan mengungkapkan kata-kata kemarahan kepada seseorang sebagai bentuk ketidaksukaan atas situasi yang terjadi. Tidak penting mengisahkan peristiwanya, karena intinya adalah marah besar di saat puasa.

Padahal saya sudah berkomitmen untuk tidak marah sedikit pun dalam hal apa pun dan dalam situasi apa pun selama Ramadhan. Ternyata saya gagal 1000%. Target menjadikan Ramadhan tahun ini lebih baik dari Ramadhan tahun lalu menjadi sebuah impian yang belum bisa diwujudkan. Entahlah jika Tuhan masih mengizinkan untuk mendapatkan bulan mulia ini pada tahun yang akan datang. Hanya bisa berharap lewat doa.

Setelah melampiaskan kemarahan dan kembali ke ruang kerja. Seluruh badan terasa lemah, persendian rasanya putus semua. Ada penyesalan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Ingin rasanya memutar waktu untuk mensetting kembali peristiwa yang dijalani. Dalam batin ini ada “rasa” tidak khusyu’ lagi menjalani rutinitas amaliah Ramadhan karena selalu dibayangi oleh setitik noda yang ditorehkan di momen termulia ini.

Saya membayangkan bahwa hari itu para pembesar setan datang dari lapisan bumi paling dalam atau dari petala langit terjauh yang ditugaskan khusus membawa misi merasuk dan merusak hati seorang haji, Ustadz, Kiyai yang tidak pantas dipanggil kiyai dan memang tidak pantas.

Hari ini, kertas putih Ramadhan yang yang berisikan tulisan indah keimanan, pengabdian, dan keikhlasan itu telah robek di bagian sudutnya atau di bagian tengahnya dengan robekan yang merusak kebeningan warnanya. Hari ini Ramadhan saya benar-benar cacat.

Satu hal lagi yang saya tidak bisa memaafkan diri saya sendiri adalah saya telah memiliki andil besar dalam merobek Ramadhan orang lain yang telah dia jaga berhari-hari. 😭

Astaghfirullahal ‘Azhiim

Gorontalo, 04 Ramadhan 1446 H / 04 Maret 2025 M

  • Penulis: Asrul G.H. Lasapa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RSUD Camba Resmi Beroperasi, Janji Politik Bupati Maros Mulai Terwujud

    RSUD Camba Resmi Beroperasi, Janji Politik Bupati Maros Mulai Terwujud

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Setelah melalui proses pembangunan sejak 2021, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Camba di Kabupaten Maros akhirnya resmi beroperasi penuh mulai 29 Desember 2025. Kehadiran fasilitas kesehatan ini menjadi salah satu realisasi janji politik Bupati Maros, Chaidir Syam, sekaligus menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di wilayah dataran tinggi. Peresmian operasional RSUD Camba disambut […]

  • PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Ibrahim: Demi NU Agar Berdaya di Bidang Ekonomi

    PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah, Ibrahim: Demi NU Agar Berdaya di Bidang Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo secara resmi menggelar Pekan Ekonomi Syariah (PES) di Kantor PWNU Gorontalo, Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini menjadi ajang penting dalam mendorong kemandirian ekonomi umat melalui penguatan ekosistem ekonomi syariah di daerah. Ketua PWNU Gorontalo, H. Ibrahim Sore, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai, Pekan Ekonomi […]

  • Menuju Moderasi Beragama Progresif

    Menuju Moderasi Beragama Progresif

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Oleh: Pepi Albayqunie – (Jamaah GUSDURian tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Tulisan ini merupakan refleksi dari pengalaman mengelola program moderasi beragama, selama 3-5 tahun belakangan. Saya mengamati Dan merasakan gerakan moderasi beragama telah menemukan momentum yang tepat tetapi membutuhkan varian gerakan yang lebih progressif. Gerakan Moderasi Beragama di Indonesia telah berkembang melalui berbagai diskusi, […]

  • Gus Yaqut Bantah Nikmati Dana Korupsi Kuota Haji

    Gus Yaqut Bantah Nikmati Dana Korupsi Kuota Haji

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 170
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas membantah tudingan bahwa dirinya menikmati dana dalam kasus dugaan korupsi kuota haji yang tengah ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pernyataan tersebut disampaikan Yaqut kepada awak media setelah keluar dari ruang pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (12/3/2025). Saat itu, ia terlihat telah mengenakan rompi oranye khas […]

  • Komisi II DPRD Maros Minta Pemkab Optimalkan Capaian PBB-P2 Yang Dinilai Masih Rendah

    Komisi II DPRD Maros Minta Pemkab Optimalkan Capaian PBB-P2 Yang Dinilai Masih Rendah

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros — Menjelang berakhirnya tahun anggaran 2025, anggota Komisi II DPRD Maros, Arie Anugrah, mendesak Pemerintah Kabupaten Maros untuk lebih serius menggenjot pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Saat ini, realisasi pembayaran masih berada pada angka 84 persen, sementara waktu yang tersisa untuk menutup tahun hanya tinggal hitungan pekan. Arie menyebut […]

  • Meong Palo Karellae dalam Pusaran Modernisasi

    Meong Palo Karellae dalam Pusaran Modernisasi

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Muh. Akbar
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Masyarakat Sulawesi Selatan memiliki cerita rakyat yang cukup terkenal. Cerita rakyat ini termuat dalam salah satu episode dalam sureq La Galigo. Cerita rakyat tersebut dikenal oleh masyarakat Sulawesi Selatan dengan sebutan Meong Palo Karellae, kisah yang mengandung nilai moral, kesabaran, keikhlasan, dan penghormatan. Meong Palo Karellae mengisahkan seekor kucing belang tiga yang menemani Sangiangseri (Dewi […]

expand_less