Breaking News
light_mode
Trending Tags

Keutamaan Hari Asyura: Hari Besar Penuh Hikmah dan Pelajaran

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
  • visibility 57
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam kalender Hijriyah, bulan Muharram dikenal sebagai salah satu bulan suci yang dimuliakan oleh Allah SWT. Di antara hari-hari di bulan ini, terdapat satu hari yang memiliki keutamaan luar biasa, yaitu Hari Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Asyura bukan hanya sekadar penanda waktu, namun ia sarat dengan nilai sejarah, spiritualitas, dan pelajaran moral yang mendalam bagi umat Islam.

Hari Asyura dirayakan dan dimuliakan oleh umat Islam dari berbagai mazhab, meskipun dengan pendekatan yang berbeda. Bagi Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Hari Asyura diperingati dengan amalan sunnah seperti berpuasa, bersedekah, serta memperluas nafkah kepada keluarga. Sementara bagi Syiah, hari ini merupakan momen duka mendalam atas kesyahidan Sayyidina Husain bin Ali RA di Padang Karbala.

Namun, secara umum, Asyura tetap merupakan hari istimewa yang diakui kemuliaannya sejak zaman Nabi Musa AS hingga Rasulullah Muhammad SAW.

Makna dan Sejarah Asyura

  1. Asyura dan Nabi Musa AS

Salah satu peristiwa besar yang terjadi pada tanggal 10 Muharram adalah diselamatkannya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun dan bala tentaranya. Dalam hadits sahih disebutkan bahwa Rasulullah SAW mendapati kaum Yahudi Madinah berpuasa pada hari Asyura karena mengenang peristiwa ini.

“Hari ini adalah hari yang agung, hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya, serta menenggelamkan Firaun dan kaumnya. Maka Musa pun berpuasa pada hari itu sebagai rasa syukur kepada Allah.” – (HR. Muslim)

Rasulullah SAW pun bersabda:

“Aku lebih berhak atas Musa daripada kalian.” Maka beliau berpuasa pada hari itu dan menganjurkan umatnya untuk ikut berpuasa. (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Asyura dan Kesyahidan Husain bin Ali RA

Hari Asyura juga dikenang sebagai hari kesyahidan cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Sayyidina Husain bin Ali RA, di Karbala, Irak, pada tahun 61 H. Peristiwa ini menjadi tragedi besar dalam sejarah Islam dan dikenang dengan penuh duka oleh umat Muslim, khususnya kalangan Syiah. Namun, bagi umat Islam secara umum, peristiwa ini menjadi pengingat tentang keteguhan, keberanian, dan pengorbanan dalam mempertahankan kebenaran.

Keutamaan Hari Asyura dalam Hadits-Hadits Shahih

Hari Asyura memiliki banyak keutamaan yang ditegaskan dalam hadits-hadits shahih. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Puasa Asyura Menghapus Dosa Setahun yang Lalu

Dari Abu Qatadah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapuskan dosa setahun yang telah lalu.” – (HR. Muslim)

Ini menunjukkan bahwa puasa Asyura adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan, bahkan nilainya sangat besar di sisi Allah SWT.

  1. Disunnahkan Berpuasa pada Hari Tasu’a dan Asyura

Rasulullah SAW juga bertekad untuk membedakan ibadah puasa umat Islam dengan kaum Yahudi, sehingga beliau menganjurkan untuk juga berpuasa pada hari sebelumnya, yaitu tanggal 9 Muharram (Tasu’a).

“Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari ke-9 (Tasu’a).”- (HR. Muslim)

Berpuasa dua hari ini (9 dan 10 Muharram) menjadi amalan yang sangat dianjurkan oleh para ulama.

Amalan-Amalan Sunnah di Hari Asyura

Hari Asyura tidak hanya dimuliakan dengan puasa saja, tetapi juga berbagai bentuk ibadah lainnya yang mencerminkan kebaikan dan rasa syukur. Beberapa amalan sunnah yang dianjurkan di hari ini antara lain:

  1. Memperbanyak Sedekah dan Amal Saleh

Banyak ulama salaf yang memperbanyak sedekah di hari Asyura, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas nikmat dan keselamatan yang diberikan.

  1. Meluaskan Nafkah Kepada Keluarga

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang melapangkan (nafkah) kepada keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan melapangkannya sepanjang tahun.” – (HR. Al-Baihaqi, sanad hasan menurut sebagian ulama)

  1. Menjaga Shalat, Membaca Al-Qur’an dan Dzikir

Hari Asyura adalah momen untuk memperbanyak dzikir, istighfar, dan membaca Al-Qur’an. Memperbanyak amal ini menjadi bentuk peningkatan spiritualitas di bulan yang suci.

  1. Mengenang Perjuangan dan Keteladanan Para Nabi dan Syuhada

Hari ini juga bisa dijadikan refleksi untuk mengambil pelajaran dari perjuangan Nabi Musa, kesabaran Nabi Nuh, dan pengorbanan Sayyidina Husain RA.

Menjadikan Asyura Sebagai Momentum Hijrah Spiritual

Hari Asyura bukanlah hari yang kosong dari makna. Ia merupakan momentum besar untuk hijrah spiritual, untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperkuat rasa syukur, meneladani para nabi dan syuhada, serta memperbanyak amal kebaikan. Dalam suasana keheningan Muharram, Asyura hadir sebagai cahaya untuk menyinari hati, memperbaharui iman, dan menanamkan keberanian dalam menegakkan kebenaran.

Marilah kita manfaatkan hari istimewa ini dengan memperbanyak ibadah dan amal saleh, serta mempererat hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa.

“Sesungguhnya dalam kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal…”- (QS. Yusuf: 111)

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menyambut Tahun Baru Masehi dengan Dzikir Sunyi, Pesan KH. Abdul Ghofur Nawawi Sebelum Wafat Play Button

    Menyambut Tahun Baru Masehi dengan Dzikir Sunyi, Pesan KH. Abdul Ghofur Nawawi Sebelum Wafat

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 179
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pergantian tahun Masehi kerap identik dengan hiruk-pikuk perayaan, kembang api, dan berbagai euforia yang melibatkan keramaian. Namun, dalam sebuah pengajian penuh makna, almaghfurlah KH. Abdul Ghofur Nawawi justru mengajak jamaah untuk menyambut pergantian tahun dengan cara yang berbeda: dzikir sederhana, sunyi, dan penuh kesadaran spiritual. Kiai Ghofur mengisahkan bahwa amalan ini merupakan ijazah […]

  • Subyek Digital dan Dunia Yang Berubah

    Subyek Digital dan Dunia Yang Berubah

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Beberapa kasus viral berbasis potongan konten—seperti situasi yang terjadi dengan Sekjen Kementerian Agama, Prof Kamarudin Amin baru-baru ini dan beberapa kasus sebelumnya—semakin membuat kita sadar bahwa dunia kita memang sedang berubah, dan kita pun mungkin sedang berubah. Sebuah video berdurasi beberapa detik atau potongan percakapan yang diambil di luar konteks bisa menimbulkan opini publik yang […]

  • Adhan Dambea Tegaskan Siap Tindak Tegas Caffe dan Warung Penjual Miras di Kota Gorontalo

    Adhan Dambea Tegaskan Siap Tindak Tegas Caffe dan Warung Penjual Miras di Kota Gorontalo

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Calon Wali Kota Gorontalo terpilih, Adhan Dambea, menegaskan komitmennya untuk memberantas peredaran minuman keras (miras) di wilayah Kota Gorontalo. Ia menyatakan tidak akan memberi toleransi bagi caffe maupun warung yang kedapatan menjual miras, termasuk menindak tegas oknum yang menjadi backing di balik aktivitas ilegal tersebut. Adhan menuturkan, langkah tegas ini akan langsung ia buktikan setelah […]

  • Bendera dan Gugatan Nasionalisme

    Bendera dan Gugatan Nasionalisme

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Ada pemandangan tak biasa menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Bendera bergambar tengkorak tersenyum, bertopi jerami berkibar di berbagai penjuru. Rumah-rumah memasangnya. Di tembok ada gambarnya. Truk, mobil dan motor memansangnya, sementara anak muda dengan bangga memajang di media sosialnya. Bendera yang dikenal sebagai Jolly Roger itupun berkibar di angkasa dan medsos. Gambar tengkorak tersenyum itu […]

  • Kepemimpinan Ideal al-Ghazālī dan Refleksi PBNU: Belajar dari Keteladanan Gus Dur

    Kepemimpinan Ideal al-Ghazālī dan Refleksi PBNU: Belajar dari Keteladanan Gus Dur

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Nur Shollah Bek
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Dalam khazanah pemikiran Islam klasik, Imam al-Ghazālī menempatkan kepemimpinan sebagai amanah agung yang tidak hanya diukur dari kecakapan administratif atau kekuasaan struktural, melainkan dari kesatuan antara intelektualitas, spiritualitas, dan akhlak. Seorang pemimpin, menurut al-Ghazālī, bukan sekadar pengatur urusan lahiriah, tetapi tabib sosial—yang mampu mengobati kerusakan moral, kegersangan spiritual, dan kehancuran nilai dalam tubuh masyarakat atau […]

  • Julaybib (Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #1)

    Julaybib (Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #1)

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Pada edisi Ramadhan 2026 kali ini, saya ingin mengisinya dengan menceritakan orang-orang yang hidup di zaman Nabi Muhammad SAW, yang kita kenal sebagai sahabat Nabi tetapi sangat sedikit disebut dalam catatan sejarah. Julaybib adalah salah satunya. Siapa di antara kita umat Islam yang mengenal sosok ini. Mungkin ada, tetapi sangat sedikit. Termasuk saya yang baru […]

expand_less