Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Keutamaan Hari Asyura: Hari Besar Penuh Hikmah dan Pelajaran

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
  • visibility 149
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam kalender Hijriyah, bulan Muharram dikenal sebagai salah satu bulan suci yang dimuliakan oleh Allah SWT. Di antara hari-hari di bulan ini, terdapat satu hari yang memiliki keutamaan luar biasa, yaitu Hari Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Asyura bukan hanya sekadar penanda waktu, namun ia sarat dengan nilai sejarah, spiritualitas, dan pelajaran moral yang mendalam bagi umat Islam.

Hari Asyura dirayakan dan dimuliakan oleh umat Islam dari berbagai mazhab, meskipun dengan pendekatan yang berbeda. Bagi Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Hari Asyura diperingati dengan amalan sunnah seperti berpuasa, bersedekah, serta memperluas nafkah kepada keluarga. Sementara bagi Syiah, hari ini merupakan momen duka mendalam atas kesyahidan Sayyidina Husain bin Ali RA di Padang Karbala.

Namun, secara umum, Asyura tetap merupakan hari istimewa yang diakui kemuliaannya sejak zaman Nabi Musa AS hingga Rasulullah Muhammad SAW.

Makna dan Sejarah Asyura

  1. Asyura dan Nabi Musa AS

Salah satu peristiwa besar yang terjadi pada tanggal 10 Muharram adalah diselamatkannya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun dan bala tentaranya. Dalam hadits sahih disebutkan bahwa Rasulullah SAW mendapati kaum Yahudi Madinah berpuasa pada hari Asyura karena mengenang peristiwa ini.

“Hari ini adalah hari yang agung, hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya, serta menenggelamkan Firaun dan kaumnya. Maka Musa pun berpuasa pada hari itu sebagai rasa syukur kepada Allah.” – (HR. Muslim)

Rasulullah SAW pun bersabda:

“Aku lebih berhak atas Musa daripada kalian.” Maka beliau berpuasa pada hari itu dan menganjurkan umatnya untuk ikut berpuasa. (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Asyura dan Kesyahidan Husain bin Ali RA

Hari Asyura juga dikenang sebagai hari kesyahidan cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Sayyidina Husain bin Ali RA, di Karbala, Irak, pada tahun 61 H. Peristiwa ini menjadi tragedi besar dalam sejarah Islam dan dikenang dengan penuh duka oleh umat Muslim, khususnya kalangan Syiah. Namun, bagi umat Islam secara umum, peristiwa ini menjadi pengingat tentang keteguhan, keberanian, dan pengorbanan dalam mempertahankan kebenaran.

Keutamaan Hari Asyura dalam Hadits-Hadits Shahih

Hari Asyura memiliki banyak keutamaan yang ditegaskan dalam hadits-hadits shahih. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Puasa Asyura Menghapus Dosa Setahun yang Lalu

Dari Abu Qatadah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapuskan dosa setahun yang telah lalu.” – (HR. Muslim)

Ini menunjukkan bahwa puasa Asyura adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan, bahkan nilainya sangat besar di sisi Allah SWT.

  1. Disunnahkan Berpuasa pada Hari Tasu’a dan Asyura

Rasulullah SAW juga bertekad untuk membedakan ibadah puasa umat Islam dengan kaum Yahudi, sehingga beliau menganjurkan untuk juga berpuasa pada hari sebelumnya, yaitu tanggal 9 Muharram (Tasu’a).

“Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari ke-9 (Tasu’a).”- (HR. Muslim)

Berpuasa dua hari ini (9 dan 10 Muharram) menjadi amalan yang sangat dianjurkan oleh para ulama.

Amalan-Amalan Sunnah di Hari Asyura

Hari Asyura tidak hanya dimuliakan dengan puasa saja, tetapi juga berbagai bentuk ibadah lainnya yang mencerminkan kebaikan dan rasa syukur. Beberapa amalan sunnah yang dianjurkan di hari ini antara lain:

  1. Memperbanyak Sedekah dan Amal Saleh

Banyak ulama salaf yang memperbanyak sedekah di hari Asyura, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas nikmat dan keselamatan yang diberikan.

  1. Meluaskan Nafkah Kepada Keluarga

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang melapangkan (nafkah) kepada keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan melapangkannya sepanjang tahun.” – (HR. Al-Baihaqi, sanad hasan menurut sebagian ulama)

  1. Menjaga Shalat, Membaca Al-Qur’an dan Dzikir

Hari Asyura adalah momen untuk memperbanyak dzikir, istighfar, dan membaca Al-Qur’an. Memperbanyak amal ini menjadi bentuk peningkatan spiritualitas di bulan yang suci.

  1. Mengenang Perjuangan dan Keteladanan Para Nabi dan Syuhada

Hari ini juga bisa dijadikan refleksi untuk mengambil pelajaran dari perjuangan Nabi Musa, kesabaran Nabi Nuh, dan pengorbanan Sayyidina Husain RA.

Menjadikan Asyura Sebagai Momentum Hijrah Spiritual

Hari Asyura bukanlah hari yang kosong dari makna. Ia merupakan momentum besar untuk hijrah spiritual, untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperkuat rasa syukur, meneladani para nabi dan syuhada, serta memperbanyak amal kebaikan. Dalam suasana keheningan Muharram, Asyura hadir sebagai cahaya untuk menyinari hati, memperbaharui iman, dan menanamkan keberanian dalam menegakkan kebenaran.

Marilah kita manfaatkan hari istimewa ini dengan memperbanyak ibadah dan amal saleh, serta mempererat hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa.

“Sesungguhnya dalam kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal…”- (QS. Yusuf: 111)

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menghidupkan Kembali Gagasan Gus Dur: Tantangan bagi NU di Daerah

    Menghidupkan Kembali Gagasan Gus Dur: Tantangan bagi NU di Daerah

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2022
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Salah satu agenda penting Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di bawah kepemimpinan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum dan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam adalah menghidupkan kembali pemikiran KH. Abdurrahman Wahid, atau yang akrab dikenal sebagai Gus Dur. Pertanyaannya, seperti apa upaya menghidupkan gagasan tersebut, dan bagaimana implikasinya bagi NU di tingkat daerah? […]

  • Tabrakan Maut di Pringsurat Temanggung, Diduga Sopir Mengantuk, 1 Tewas dan 4 Luka

    Tabrakan Maut di Pringsurat Temanggung, Diduga Sopir Mengantuk, 1 Tewas dan 4 Luka

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 429
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada Kamis (26/3/2026). Insiden tabrakan frontal (head-on) ini melibatkan dua mobil dari arah berlawanan dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia serta empat lainnya mengalami luka-luka. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan diduga dipicu oleh pengemudi mobil berwarna hitam jenis Isuzu Panther yang […]

  • BNPB Bangun Huntara untuk Korban Banjir Aceh Timur, 44 Unit di Pante Rambong Ditarget Rampung Pekan Ini

    BNPB Bangun Huntara untuk Korban Banjir Aceh Timur, 44 Unit di Pante Rambong Ditarget Rampung Pekan Ini

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 229
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Timur pada akhir November 2025 berdampak signifikan terhadap permukiman warga. Di Gampong Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, lebih dari 75 persen wilayah terendam banjir dengan ketinggian muka air mencapai lebih dari tiga meter. Luapan air yang disertai lumpur dan material sampah menyebabkan kerusakan berat pada rumah warga. […]

  • Zakat Salah Catat

    Zakat Salah Catat

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 371
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu datang dengan dua agenda besar: membersihkan hati dan membersihkan pembukuan. Yang pertama urusan langit, yang kedua sering kali urusan auditor. Di sinilah zakat menemukan relevansinya, bukan hanya sebagai rukun Islam, tetapi juga sebagai “rukun akuntansi sosial”. Sebab, zakat itu jangan sampai salah niat, apalagi salah catat. Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, humor bukan untuk […]

  • Nusron Wahid Targetkan Semua Rumah Ibadah Bersertipikat: “Jangan Sampai Ada yang Belum”

    Nusron Wahid Targetkan Semua Rumah Ibadah Bersertipikat: “Jangan Sampai Ada yang Belum”

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 208
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Upaya penyelesaian sertipikasi tanah wakaf dan rumah ibadah di Indonesia terus diperkuat dengan melibatkan peran strategis tokoh-tokoh keagamaan. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menegaskan komitmennya untuk mempercepat sertipikasi aset keagamaan demi memberikan kepastian hukum dan mencegah konflik di masa mendatang. “Karena itu Bapak-bapak sekalian, hari ini kita […]

  • MTQ Imam Masjid II Provinsi Banten Sukses Digelar, Perkuat Peran Imam sebagai Diplomat Perdamaian Menuju IGIC 2026

    MTQ Imam Masjid II Provinsi Banten Sukses Digelar, Perkuat Peran Imam sebagai Diplomat Perdamaian Menuju IGIC 2026

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 175
    • 0Komentar

    nulondalo.com- Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) sukses menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Imam Masjid II Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 di Masjid Raya Baitul Mukhtar, BSD City, Kabupaten Tangerang. Perlombaan berlangsung pada 4 Juli 2026, sementara pengumuman juara dan penyerahan hadiah dilaksanakan pada 5 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bridging to International […]

expand_less