Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Keutamaan Hari Asyura: Hari Besar Penuh Hikmah dan Pelajaran

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
  • visibility 176
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam kalender Hijriyah, bulan Muharram dikenal sebagai salah satu bulan suci yang dimuliakan oleh Allah SWT. Di antara hari-hari di bulan ini, terdapat satu hari yang memiliki keutamaan luar biasa, yaitu Hari Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Asyura bukan hanya sekadar penanda waktu, namun ia sarat dengan nilai sejarah, spiritualitas, dan pelajaran moral yang mendalam bagi umat Islam.

Hari Asyura dirayakan dan dimuliakan oleh umat Islam dari berbagai mazhab, meskipun dengan pendekatan yang berbeda. Bagi Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Hari Asyura diperingati dengan amalan sunnah seperti berpuasa, bersedekah, serta memperluas nafkah kepada keluarga. Sementara bagi Syiah, hari ini merupakan momen duka mendalam atas kesyahidan Sayyidina Husain bin Ali RA di Padang Karbala.

Namun, secara umum, Asyura tetap merupakan hari istimewa yang diakui kemuliaannya sejak zaman Nabi Musa AS hingga Rasulullah Muhammad SAW.

Makna dan Sejarah Asyura

  1. Asyura dan Nabi Musa AS

Salah satu peristiwa besar yang terjadi pada tanggal 10 Muharram adalah diselamatkannya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun dan bala tentaranya. Dalam hadits sahih disebutkan bahwa Rasulullah SAW mendapati kaum Yahudi Madinah berpuasa pada hari Asyura karena mengenang peristiwa ini.

“Hari ini adalah hari yang agung, hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya, serta menenggelamkan Firaun dan kaumnya. Maka Musa pun berpuasa pada hari itu sebagai rasa syukur kepada Allah.” – (HR. Muslim)

Rasulullah SAW pun bersabda:

“Aku lebih berhak atas Musa daripada kalian.” Maka beliau berpuasa pada hari itu dan menganjurkan umatnya untuk ikut berpuasa. (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Asyura dan Kesyahidan Husain bin Ali RA

Hari Asyura juga dikenang sebagai hari kesyahidan cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Sayyidina Husain bin Ali RA, di Karbala, Irak, pada tahun 61 H. Peristiwa ini menjadi tragedi besar dalam sejarah Islam dan dikenang dengan penuh duka oleh umat Muslim, khususnya kalangan Syiah. Namun, bagi umat Islam secara umum, peristiwa ini menjadi pengingat tentang keteguhan, keberanian, dan pengorbanan dalam mempertahankan kebenaran.

Keutamaan Hari Asyura dalam Hadits-Hadits Shahih

Hari Asyura memiliki banyak keutamaan yang ditegaskan dalam hadits-hadits shahih. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Puasa Asyura Menghapus Dosa Setahun yang Lalu

Dari Abu Qatadah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapuskan dosa setahun yang telah lalu.” – (HR. Muslim)

Ini menunjukkan bahwa puasa Asyura adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan, bahkan nilainya sangat besar di sisi Allah SWT.

  1. Disunnahkan Berpuasa pada Hari Tasu’a dan Asyura

Rasulullah SAW juga bertekad untuk membedakan ibadah puasa umat Islam dengan kaum Yahudi, sehingga beliau menganjurkan untuk juga berpuasa pada hari sebelumnya, yaitu tanggal 9 Muharram (Tasu’a).

“Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari ke-9 (Tasu’a).”- (HR. Muslim)

Berpuasa dua hari ini (9 dan 10 Muharram) menjadi amalan yang sangat dianjurkan oleh para ulama.

Amalan-Amalan Sunnah di Hari Asyura

Hari Asyura tidak hanya dimuliakan dengan puasa saja, tetapi juga berbagai bentuk ibadah lainnya yang mencerminkan kebaikan dan rasa syukur. Beberapa amalan sunnah yang dianjurkan di hari ini antara lain:

  1. Memperbanyak Sedekah dan Amal Saleh

Banyak ulama salaf yang memperbanyak sedekah di hari Asyura, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas nikmat dan keselamatan yang diberikan.

  1. Meluaskan Nafkah Kepada Keluarga

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang melapangkan (nafkah) kepada keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan melapangkannya sepanjang tahun.” – (HR. Al-Baihaqi, sanad hasan menurut sebagian ulama)

  1. Menjaga Shalat, Membaca Al-Qur’an dan Dzikir

Hari Asyura adalah momen untuk memperbanyak dzikir, istighfar, dan membaca Al-Qur’an. Memperbanyak amal ini menjadi bentuk peningkatan spiritualitas di bulan yang suci.

  1. Mengenang Perjuangan dan Keteladanan Para Nabi dan Syuhada

Hari ini juga bisa dijadikan refleksi untuk mengambil pelajaran dari perjuangan Nabi Musa, kesabaran Nabi Nuh, dan pengorbanan Sayyidina Husain RA.

Menjadikan Asyura Sebagai Momentum Hijrah Spiritual

Hari Asyura bukanlah hari yang kosong dari makna. Ia merupakan momentum besar untuk hijrah spiritual, untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperkuat rasa syukur, meneladani para nabi dan syuhada, serta memperbanyak amal kebaikan. Dalam suasana keheningan Muharram, Asyura hadir sebagai cahaya untuk menyinari hati, memperbaharui iman, dan menanamkan keberanian dalam menegakkan kebenaran.

Marilah kita manfaatkan hari istimewa ini dengan memperbanyak ibadah dan amal saleh, serta mempererat hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa.

“Sesungguhnya dalam kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal…”- (QS. Yusuf: 111)

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kalau Punya Empat Orang Tua, Siapa yang Harus Dibakti? Begini Jawaban Menyejukkan Gus Aniq Play Button

    Kalau Punya Empat Orang Tua, Siapa yang Harus Dibakti? Begini Jawaban Menyejukkan Gus Aniq

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 339
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketika keluarga berubah bentuk, orang tua bercerai, lalu masing-masing menikah lagi yang sering kebingungan bukan hanya orang dewasa, tetapi juga anak. Mereka tumbuh dengan ayah kandung, ibu kandung, sekaligus ayah tiri dan ibu tiri. Lalu pertanyaan muncul: bagaimana cara berbakti dalam keluarga seperti itu? Pertanyaan itulah yang dibahas KH. Abdullah Aniq Nawawi, MA […]

  • Pasar Masuk Angin

    Pasar Masuk Angin

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle  Dr. Muhammad Aras Prabowo
    • visibility 529
    • 0Komentar

    Di negeri yang katanya ramah, religius, dan gemar musyawarah ini, ekonomi ternyata juga punya perasaan. Ia bisa senang, bisa sedih, dan rupanya juga bisa kaget sampai masuk angin. Buktinya, ketika keponakan Presiden Prabowo Subianto, Thomas Djiwandono, resmi ditunjuk sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), pasar langsung demam. Rupiah menggigil, IHSG meriang, dan investor asing mendadak […]

  • DPR Soroti Ketidakjelasan Status Kayu Gelondongan Pascabanjir di Aceh

    DPR Soroti Ketidakjelasan Status Kayu Gelondongan Pascabanjir di Aceh

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 256
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Ketua DPR RI Koordinator Industri dan Pembangunan (Korinbang) Saan Mustopa menyoroti ketidakjelasan status hukum kayu gelondongan yang terbawa banjir dan hingga kini masih menumpuk di sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh. Kondisi tersebut dinilai menghambat upaya pemulihan pascabencana karena pemerintah daerah dan masyarakat tidak berani menangani atau memanfaatkan kayu-kayu tersebut. Hal itu disampaikan […]

  • Puasa Melahirkan Persaudaran Kemanusiaan

    Puasa Melahirkan Persaudaran Kemanusiaan

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2024
    • account_circle Dr. Mansur Basir
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Di jantung setiap agama (In the heart of religion), terdapat salah satu doktrin yang memiliki sisi persamaan yakni misi kesucian/fitrah (holistic). Kesuciaan Ini kemudian melahirkan cintakasih (love to other) dan cinta melahirkan persaudaraan sejati yang pada level ini mempersepsi manusia secara egaliter dan equal tanpa memandang warna kulit dan status sosial. Doktrin ini sebenarnya mampu melahirkan kedamaian di mana […]

  • Menag Ingatkan Pentingnya Iman di Dunia Industri

    Menag Ingatkan Pentingnya Iman di Dunia Industri

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Mawardi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Pangkep – Di tengah gemuruh mesin industri dan laju transformasi perusahaan yang terus bergerak maju, ada satu hal yang diingatkan agar tidak pernah ditinggalkan: iman. Pesan itu mengemuka dalam Tabligh Akbar Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 PT Semen Tonasa yang menghadirkan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, di Auditorium Kantor Pusat […]

  • Bappeda Gorontalo Gelar Kajian Dampak Sistem Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring

    Bappeda Gorontalo Gelar Kajian Dampak Sistem Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Wahyudin A. Katili membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Kajian dan Dampak Sistem Usaha Tani Konservasi Jagung di Lahan Miring”, Selasa (4/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan sejumlah peneliti, di antaranya Zulham Sirajudin, Ph.D, Ferdiansyah Hasan, SP, M.Si, Ivana Butolo, SE, MP, serta Gema Putra Baculu, ST, M.PA. Turut diundang pula Staf […]

expand_less