Breaking News
dark_mode
Trending Tags

PCNU Pohuwato Ingatkan PT Pani Gold Project, PWNU Gorontalo Siap Kawal dengan Kajian yang Matang

  • account_circle Rivaldi Bulilingo
  • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
  • visibility 179
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Gelombang sorotan terhadap aktivitas perusahaan tambang PT Pani Gold Project kembali menguat setelah berbagai kelompok masyarakat dan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di Kabupaten Pohuwato.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pohuwato ikut angkat suara. Melalui Sekretarisnya, Risman Ibrahim, PCNU menegaskan bahwa perusahaan tambang harus menyadari posisinya sebagai “tamu” di tanah Pohuwato dan wajib menyelesaikan berbagai masalah yang muncul agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.

Risman menyebutkan sejumlah persoalan yang masih menjadi keluhan masyarakat, antara lain konflik lahan, pembayaran tali asih yang belum tuntas, pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, penutupan akses jalan yang mengganggu aktivitas warga, hingga janji alih profesi bagi masyarakat sekitar tambang yang sampai saat ini belum direalisasikan.

“Berdasarkan data yang kami peroleh, ada lebih dari 400 warga yang belum menerima ganti rugi lahan. Jumlah ini sangat jauh berbeda dengan klaim perusahaan yang menyebutkan bahwa hampir seluruh lahan telah diselesaikan. Fakta di lapangan justru menunjukkan masih banyak warga yang merasa dirugikan,” ungkap Risman.

Ia juga mengkritik program sembako yang dijalankan perusahaan sebagai bagian dari program sosial. Menurutnya, bantuan sembako tidak sebanding dengan hilangnya mata pencaharian masyarakat akibat aktivitas tambang. “Sembako bukanlah solusi jangka panjang. Warga kehilangan pekerjaan, kehilangan lahan, kehilangan akses, itu masalah besar yang tidak bisa ditutup dengan beras lima kilogram,” tegasnya.

PCNU Pohuwato berkomitmen untuk terus mengawal persoalan ini hingga ke level organisasi yang lebih tinggi. Risman menyatakan bahwa pihaknya akan menyampaikan laporan resmi ke PWNU Gorontalo bahkan ke PBNU agar permasalahan ini tidak dianggap remeh. “Perusahaan jangan pongah. Segera jawab tuntutan masyarakat agar konflik tidak terulang. Kehadiran tambang seharusnya membawa maslahat, bukan mudarat,” pungkasnya.

PWNU Gorontalo: Aspirasi PCNU Akan Dikaji dengan Serius

Menanggapi pernyataan PCNU Pohuwato, Ketua Tanfidziyah PWNU Gorontalo, Drs. H. Ibrahim T. Sore, memberikan tanggapan yang lebih menyejukkan. Ia menegaskan bahwa PWNU Gorontalo senantiasa terbuka terhadap aspirasi dari seluruh PCNU di wilayahnya.

“PWNU Gorontalo menghargai setiap masukan, aspirasi, maupun tuntutan yang disampaikan oleh PCNU. Jika ada hal-hal yang dianggap tidak adil dalam pelaksanaan aktivitas pertambangan, tentu kita harus mendengarkan dengan serius,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (25/9/2025).

Namun Ibrahim menambahkan, langkah yang akan diambil PWNU harus didasarkan pada kajian yang matang. Ia menekankan pentingnya verifikasi data, dialog dengan semua pihak, serta mencari solusi yang adil bagi masyarakat maupun perusahaan.

“Kami menunggu laporan resmi dari PCNU Pohuwato. Jika laporan tersebut lengkap dan memang ada indikasi ketidakadilan, tentu PWNU akan menindaklanjutinya sesuai mekanisme organisasi. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan kita teruskan ke PBNU agar persoalan ini mendapat perhatian secara nasional,” jelas Ibrahim.

Lebih lanjut, Ibrahim berharap agar penyelesaian persoalan tambang di Pohuwato dapat dilakukan secara dialogis, dengan mengedepankan kepentingan masyarakat. “Kami ingin semua pihak bisa duduk bersama. Perusahaan juga harus melihat masyarakat bukan sekadar objek, tetapi mitra yang perlu dilibatkan. InsyaAllah dengan komunikasi yang baik, masalah ini bisa dicari jalan keluarnya,” tutupnya dengan penuh harap.

  • Penulis: Rivaldi Bulilingo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral! Turis Italia Sebut Diancam Dibunuh Setelah Rekam Dugaan Praktik Wisata Hiu Paus di Gorontalo

    Viral! Turis Italia Sebut Diancam Dibunuh Setelah Rekam Dugaan Praktik Wisata Hiu Paus di Gorontalo

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 960
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Gorontalo – Unggahan seorang turis asal Italia yang menetap di Australia, Agnese Fontana, viral di media sosial setelah mengaku mendapat ancaman pembunuhan usai merekam dugaan praktik wisata hiu paus (whale shark tourism) yang dinilainya tidak etis di Gorontalo. Melalui akun Instagram pribadinya, Agnese menceritakan pengalaman yang dialaminya saat berkunjung ke Gorontalo. Ia mengaku awalnya datang […]

  • Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Dimakamkan di Gorontalo

    Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Dimakamkan di Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 181
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kabar duka datang dari dunia politik Indonesia. Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, H. Rachmat Gobel, meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) dini hari di Jakarta. Informasi wafatnya Rachmat Gobel dibenarkan oleh Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya. Menurutnya, almarhum mengembuskan napas terakhir pada pukul 03.20 WIB. “Turut berduka cita. Innalillahi wa inna ilaihi […]

  • Sekali lagi, Tentang Tudingan Ijazah Palsu

    Sekali lagi, Tentang Tudingan Ijazah Palsu

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Roy Suryo sejak awal bersuara lantang soal dugaan kejanggalan dalam ijazah mantan presiden Joko Widodo. Ia bahkan menyatakan bahwa foto dalam ijazah tersebut bukanlah Jokowi, melainkan sepupunya. Sebelumnya ada Bambang Tri Mulyono, ada Rismon Sianipar, ada Dr Tifa sebagai pihak yang terus memperkarakan keaslian ijazah Jokowi. Mereka yakin betul sedang memperjuangkan “kebenaran”—bukan hanya soal selembar […]

  • Transparansi atau Sekadar Formalitas? Catatan Kritis atas Laporan Keuangan Pemerintah

    Transparansi atau Sekadar Formalitas? Catatan Kritis atas Laporan Keuangan Pemerintah

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Fatikha Nurul Hikmah
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Salah satu berita yang cukup ramai dibahas belakangan ini adalah penyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2025 yang masih berstatus unaudited oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia kepada Badan Pemeriksa Keuangan. Secara umum, langkah ini sering dipresentasikan sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Di atas kertas, memang terlihat rapi, laporan disusun, […]

  • 31 Kontingen Rampungkan Registrasi, PPSN VI Kian Semarak

    31 Kontingen Rampungkan Registrasi, PPSN VI Kian Semarak

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Nulondalo, Malang – Suasana Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” Bululawang, Kabupaten Malang, kian semarak menjelang pembukaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI. Hingga Rabu (30/9/2026) pukul 15.19 WIB, sebanyak 31 kontingen putra dan putri telah menyelesaikan proses registrasi ulang. Jumlah tersebut terdiri atas 30 kontingen tingkat provinsi dan satu kontingen tuan rumah dari Pondok Pesantren […]

  • Zakat Salah Catat

    Zakat Salah Catat

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu datang dengan dua agenda besar: membersihkan hati dan membersihkan pembukuan. Yang pertama urusan langit, yang kedua sering kali urusan auditor. Di sinilah zakat menemukan relevansinya, bukan hanya sebagai rukun Islam, tetapi juga sebagai “rukun akuntansi sosial”. Sebab, zakat itu jangan sampai salah niat, apalagi salah catat. Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, humor bukan untuk […]

expand_less