Breaking News
dark_mode
Trending Tags

PCNU Pohuwato Ingatkan PT Pani Gold Project, PWNU Gorontalo Siap Kawal dengan Kajian yang Matang

  • account_circle Rivaldi Bulilingo
  • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
  • visibility 134
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Gelombang sorotan terhadap aktivitas perusahaan tambang PT Pani Gold Project kembali menguat setelah berbagai kelompok masyarakat dan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di Kabupaten Pohuwato.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pohuwato ikut angkat suara. Melalui Sekretarisnya, Risman Ibrahim, PCNU menegaskan bahwa perusahaan tambang harus menyadari posisinya sebagai “tamu” di tanah Pohuwato dan wajib menyelesaikan berbagai masalah yang muncul agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.

Risman menyebutkan sejumlah persoalan yang masih menjadi keluhan masyarakat, antara lain konflik lahan, pembayaran tali asih yang belum tuntas, pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, penutupan akses jalan yang mengganggu aktivitas warga, hingga janji alih profesi bagi masyarakat sekitar tambang yang sampai saat ini belum direalisasikan.

“Berdasarkan data yang kami peroleh, ada lebih dari 400 warga yang belum menerima ganti rugi lahan. Jumlah ini sangat jauh berbeda dengan klaim perusahaan yang menyebutkan bahwa hampir seluruh lahan telah diselesaikan. Fakta di lapangan justru menunjukkan masih banyak warga yang merasa dirugikan,” ungkap Risman.

Ia juga mengkritik program sembako yang dijalankan perusahaan sebagai bagian dari program sosial. Menurutnya, bantuan sembako tidak sebanding dengan hilangnya mata pencaharian masyarakat akibat aktivitas tambang. “Sembako bukanlah solusi jangka panjang. Warga kehilangan pekerjaan, kehilangan lahan, kehilangan akses, itu masalah besar yang tidak bisa ditutup dengan beras lima kilogram,” tegasnya.

PCNU Pohuwato berkomitmen untuk terus mengawal persoalan ini hingga ke level organisasi yang lebih tinggi. Risman menyatakan bahwa pihaknya akan menyampaikan laporan resmi ke PWNU Gorontalo bahkan ke PBNU agar permasalahan ini tidak dianggap remeh. “Perusahaan jangan pongah. Segera jawab tuntutan masyarakat agar konflik tidak terulang. Kehadiran tambang seharusnya membawa maslahat, bukan mudarat,” pungkasnya.

PWNU Gorontalo: Aspirasi PCNU Akan Dikaji dengan Serius

Menanggapi pernyataan PCNU Pohuwato, Ketua Tanfidziyah PWNU Gorontalo, Drs. H. Ibrahim T. Sore, memberikan tanggapan yang lebih menyejukkan. Ia menegaskan bahwa PWNU Gorontalo senantiasa terbuka terhadap aspirasi dari seluruh PCNU di wilayahnya.

“PWNU Gorontalo menghargai setiap masukan, aspirasi, maupun tuntutan yang disampaikan oleh PCNU. Jika ada hal-hal yang dianggap tidak adil dalam pelaksanaan aktivitas pertambangan, tentu kita harus mendengarkan dengan serius,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (25/9/2025).

Namun Ibrahim menambahkan, langkah yang akan diambil PWNU harus didasarkan pada kajian yang matang. Ia menekankan pentingnya verifikasi data, dialog dengan semua pihak, serta mencari solusi yang adil bagi masyarakat maupun perusahaan.

“Kami menunggu laporan resmi dari PCNU Pohuwato. Jika laporan tersebut lengkap dan memang ada indikasi ketidakadilan, tentu PWNU akan menindaklanjutinya sesuai mekanisme organisasi. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan kita teruskan ke PBNU agar persoalan ini mendapat perhatian secara nasional,” jelas Ibrahim.

Lebih lanjut, Ibrahim berharap agar penyelesaian persoalan tambang di Pohuwato dapat dilakukan secara dialogis, dengan mengedepankan kepentingan masyarakat. “Kami ingin semua pihak bisa duduk bersama. Perusahaan juga harus melihat masyarakat bukan sekadar objek, tetapi mitra yang perlu dilibatkan. InsyaAllah dengan komunikasi yang baik, masalah ini bisa dicari jalan keluarnya,” tutupnya dengan penuh harap.

  • Penulis: Rivaldi Bulilingo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Ramadan, Pemuda Desa Buti Gotong Royong Bangun Pagar Masjid Al-Ikhlas Secara Swadaya photo_camera 2

    Jelang Ramadan, Pemuda Desa Buti Gotong Royong Bangun Pagar Masjid Al-Ikhlas Secara Swadaya

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Faisal Husuna
    • visibility 298
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Di bawah cahaya lampu seadanya, sekelompok pemuda di Desa Buti, Kecamatan Mananggu masih bertahan di halaman Masjid Al-Ikhlas. Mereka mengayunkan sekop, mendorong gerobak, dan merapikan tumpukan batu yang perlahan disusun menjadi pagar masjid. Tak ada aba-aba resmi, tak pula jadwal ketat. Usai menyelesaikan aktivitas masing-masing, mereka datang satu per satu, lalu bekerja bersama. […]

  • DPP Geninusa Bidang pendidikan dan ekonomi Soroti Uang komite/SPP Di SMA Negeri Sumatra Utara

    DPP Geninusa Bidang pendidikan dan ekonomi Soroti Uang komite/SPP Di SMA Negeri Sumatra Utara

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Dugaan pungutan liar (pungli) di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Sumatera Utara kembali mencuat. Hal ini disampaikan oleh Nirwan Pumah Siregar, pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GENINUSA bidang pendidikan dan ekonomi, yang menyoroti praktik pungutan yang berkedok sukarela namun bersifat wajib. “Pendidikan gratis di sekolah negeri sudah diatur dalam Peraturan Daerah dan Peraturan Gubernur, […]

  • Ketua Soa Matapure ajak seluruh orang Bobawa Sukseskan Tobo-tobo Safar 2025

    Ketua Soa Matapure ajak seluruh orang Bobawa Sukseskan Tobo-tobo Safar 2025

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Gaung persiapan Tobo-tobo Safar 2025 mulai menggema di Desa Bobawa, Makian Barat, Halmahera Selatan. Tradisi besar yang selalu ditunggu masyarakat ini akan digelar pada 15–20 Agustus 2025 dengan rangkaian acara adat dan budaya yang sarat makna. Ketua Soa Matapure, Mubin Hi Samsi, menegaskan pentingnya kehadiran seluruh masyarakat Bobawa dalam perayaan tahun ini. Baginya, Tobo-tobo Safar […]

  • Bayangkan Jika Anda Seorang LGBT: Sebuah Eksperimen Imajinasi dan Refleksi Sosial-Religius

    Bayangkan Jika Anda Seorang LGBT: Sebuah Eksperimen Imajinasi dan Refleksi Sosial-Religius

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Fanridhal Engo
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Bayangkan Jika Anda adalah Seorang Waria atau bagian dari Komunitas LGBT. Ya, saya tahu mungkin terdengar janggal untuk dibayangkan. Namun, saya mengajak Anda sejenak menanggalkan posisi normatif Anda, dan merenungkan situasi ini dengan empati. Apa yang Anda rasakan? Marah, resah, atau merasa didiskriminasi oleh dunia yang tampak semakin modern, namun masih sangat konservatif terhadap keberadaan […]

  • PB PMII Laporkan Kasus Perusakan Sekretariat ke Polisi

    PB PMII Laporkan Kasus Perusakan Sekretariat ke Polisi

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 191
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) resmi membawa kasus perusakan sekretariat organisasi ke ranah hukum. Laporan tersebut diajukan ke Polres Metro Jakarta Pusat setelah insiden yang terjadi pada Selasa malam, 10 Februari 2026. Laporan itu disampaikan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PB PMII dan teregister dengan Nomor LP/B/446/II/2026/SPKT/Polres Metro Jakpus/Polda Metro Jaya […]

  • Migrasi, Geopolitik, dan Bayang-Bayang Instabilitas Asia Tenggara

    Migrasi, Geopolitik, dan Bayang-Bayang Instabilitas Asia Tenggara

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Suko Wahyudi
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Perubahan demografi global akibat migrasi pada hakikatnya tidak berdiri sebagai peristiwa sosial yang otonom. Ia merupakan pantulan dari dinamika geopolitik dunia yang terus bergerak dalam irama tarik-menarik kepentingan. Konflik di Timur Tengah dan ketegangan di Selat Hormuz menghadirkan kenyataan bahwa arus manusia lintas batas bukan sekadar fenomena kemanusiaan, melainkan konsekuensi historis dari perebutan pengaruh global […]

expand_less