Ketua BP2NU Gorontalo: Mahasiswa KKN Harus Jadi Fasilitator Perubahan Sosial
- account_circle Rivaldi Bulilingo
- calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
- visibility 63
- print Cetak

Pembukaan KKN-PAR Universitas Nahdatul Ulama Gorontalo, Senin (20/10/2025), bertempat di Aula Yiladia, Kota Gorontalo.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ketua Badan Pelaksana Pengelola Universitas Nahdlatul Ulama (BP2NU) Gorontalo, Drs. H. Ibrahim T. Sore, menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis Partisipatori Action Riset (PAR) Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo (UNUGO) tahun ini.
Dalam sambutannya pada acara pembukaan KKN-PAR, Ibrahim Sore menyampaikan bahwa model partisipatori ini menempatkan mahasiswa tidak hanya sebagai pelaksana pengabdian, tetapi juga sebagai peneliti dan fasilitator yang mendorong masyarakat untuk berdaya.
“Mahasiswa tidak hanya datang untuk memberi, tapi juga belajar bersama masyarakat. Kita hadir bukan untuk menggantikan peran masyarakat, tetapi untuk menguatkan kapasitas lokal, mendampingi mereka mengidentifikasi masalah, merancang solusi, dan mengambil tindakan bersama,” ujarnya, Senin (20/10/2025), bertempat di Aula Yiladia, Kota Gorontalo.
Menurutnya, pendekatan PAR merupakan langkah progresif dalam pelaksanaan KKN karena menekankan pada keterlibatan aktif masyarakat sebagai subjek pembangunan. Dengan begitu, hasil pengabdian tidak berhenti pada proyek sesaat, tetapi membangun kesadaran dan kemampuan kolektif di tingkat desa.
Lebih lanjut, Ibrahim berharap melalui program ini mahasiswa UNUGO dapat mengembangkan kemampuan riset lapangan berbasis kebutuhan masyarakat, meningkatkan kepekaan sosial, memperkuat empati, serta mengasah kemampuan komunikasi lintas budaya dan lintas sektor.
“KKN-PAR ini diharapkan melahirkan mahasiswa yang menjadi agen perubahan dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam setiap langkah pengabdiannya,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen pembimbing lapangan atas dedikasinya dalam membimbing mahasiswa, serta mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah dan pemerintah desa yang telah membuka ruang kolaborasi bagi kegiatan KKN ini.
Menutup sambutannya, Ibrahim berpesan kepada para mahasiswa agar menjadikan KKN sebagai proses pembelajaran yang sesungguhnya.
“Belajarlah dari kehidupan masyarakat dan tantangan nyata di lapangan. Jaga nama baik almamater, jaga etika, dan jadilah representasi UNUGO yang membanggakan,” pungkas Ibrahim, yang juga menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU Gorontalo.
Acara pembukaan KKN-PAR UNUGO tersebut dihadiri oleh Rektor UNUGO, para wakil rektor, dekan, dosen pembimbing lapangan, serta perwakilan pemerintah daerah dan desa lokasi KKN.
Dengan mengusung semangat Unggul, Mandiri, dan Berkarakter, kegiatan KKN-PAR tahun ini diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa UNUGO untuk menerapkan ilmu pengetahuan secara nyata, sekaligus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat desa.
- Penulis: Rivaldi Bulilingo

Saat ini belum ada komentar