Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Dosa karena Sombong Sulit Diampuni, KH. Muhyidin Zeni Ungkap Perbedaannya

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • visibility 303
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Wakil Rais Syuriyah PWNU Gorontalo, KH. Muhyidin Zeni, menegaskan bahwa dosa yang bersumber dari kesombongan memiliki dampak spiritual yang jauh lebih berbahaya dibanding dosa yang lahir dari dorongan syahwat.

Hal ini disampaikan dalam pengajian rutin yang tayang di Nutizen TV, yang disadur dari Kitab Nashoihul Ibad karya Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani yang berisi nasihat nasihat penting bagi umat Islam, sangat populer di kalangan pelajar dan santri.

Pengasuh Majelis Dzikir dan Doa Tombo ‘Ati Gorontalo tersebut menjelaskan bahwa Islam membedakan akar maksiat manusia. Tidak semua dosa berada pada tingkat yang sama dalam pandangan Allah SWT.

“Maksiat yang timbul dari rasa ingin dan syahwat masih dapat diharapkan ampunan-Nya. Tetapi maksiat yang ditimbulkan dari rasa kibir dan sombong, itu yang paling berat,” ujar KH. Muhyidin.

Iblis dan Maksiat karena Kesombongan

Kiai Muhyidin menguraikan bahwa contoh paling jelas dari maksiat karena sombong adalah kisah Iblis. Ketika Allah SWT memerintahkan malaikat untuk bersujud sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Adam AS, seluruh malaikat patuh kecuali Iblis.

Penolakan tersebut bukan karena ketidaktahuan, tetapi karena perasaan lebih mulia. Iblis menganggap dirinya lebih tinggi derajatnya karena diciptakan dari api, sedangkan Adam diciptakan dari tanah.

“Iblis berkata, ‘Aku lebih baik darinya.’ Dari sinilah kesombongan itu lahir dan menjerumuskan Iblis dalam kekafiran,” jelasnya.

Menurut KH. Muhyidin, kesombongan membuat seseorang sulit mengakui kesalahan, bahkan menolak perintah Allah. Inilah yang menjadikan dosa karena sombong sulit mendapatkan ampunan.

Nabi Adam dan Maksiat karena Keinginan

Berbeda dengan Iblis, kesalahan Nabi Adam AS tidak didasari kesombongan. Nabi Adam tergelincir karena dorongan keinginan setelah digoda setan untuk mendekati buah terlarang dengan janji kehidupan kekal di surga.

Namun, ketika menyadari kesalahannya, Nabi Adam tidak membela diri. Ia justru mengakui dosa dan memohon ampun kepada Allah SWT dengan penuh kerendahan hati.

“Nabi Adam bertobat dengan sungguh-sungguh. Karena itulah Allah menerima tobatnya,” tutur KH. Muhyidin.

Kiai Muhyidin mengingatkan bahwa sikap sombong sering kali tidak disadari. Merasa paling benar, menolak nasihat, dan meremehkan orang lain merupakan tanda-tanda kesombongan yang dapat menggerus keikhlasan beragama.

Dalam konteks kehidupan umat, khususnya di Gorontalo yang menjunjung nilai adat bersendikan syara’, syara’ bersendikan Kitabullah, sikap rendah hati menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis.

“Kalau kita melakukan dosa, segeralah bertobat. Jangan biarkan kesombongan menutup pintu ampunan Allah,” pesannya.

Pengajian ini menjadi refleksi penting bahwa besar kecilnya dosa tidak hanya diukur dari perbuatannya, tetapi juga dari sikap hati pelakunya. Kesombongan adalah penyakit batin yang berbahaya, sementara kerendahan hati dan tobat adalah jalan keselamatan.

 

KLIK DUKUNG TIM NULONDALO DENGAN BERDONASI SEIKHLASNYA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekonom UNUSIA: Kesuksesan KDKMP Sangat Ditentukan Pertimbangan Antropologi dan Sosiologi

    Ekonom UNUSIA: Kesuksesan KDKMP Sangat Ditentukan Pertimbangan Antropologi dan Sosiologi

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang menjadi salah satu agenda prioritas Presiden dalam RAPBN 2026 dinilai berpotensi menjadi tonggak kemandirian ekonomi rakyat. Namun menurut Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak, Ekonom dan Ketua Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), kesuksesan program ini sangat ditentukan oleh pertimbangan antropologi dan sosiologi dalam tata kelolanya. Dalam […]

  • Dubes RI untuk Filipina Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo Meninggal Dunia

    Dubes RI untuk Filipina Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo Meninggal Dunia

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 196
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Filipina, Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo, meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Ahad (8/2/2026) pukul 20.15 WIB. Kabar duka tersebut beredar melalui pesan singkat keluarga. Dalam pesan itu disampaikan, “Innalillahi wainnailaihi rajiun… Telah berpulang ke rahmatullah pada Minggu, 8 […]

  • Dari Gorontalo untuk Ketahanan Pangan Nasional

    Dari Gorontalo untuk Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 225
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gorontalo kembali mendapat angin segar bagi penguatan sektor pertanian dan peternakan. Provinsi yang dikenal dengan potensi jagungnya ini resmi masuk dalam 13 provinsi tahap pertama pelaksanaan program hilirisasi ayam terintegrasi nasional. Program strategis ini menjadi harapan baru bagi kemandirian pangan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kabar tersebut disampaikan Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Hendra […]

  • Rakorev Pemkot Gorontalo, Adhan Dambea: Lurah Diprioritaskan dari IPDN

    Rakorev Pemkot Gorontalo, Adhan Dambea: Lurah Diprioritaskan dari IPDN

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 288
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pemerintah Kota Gorontalo kembali menggelar rapat koordinasi dan evaluasi (Rakorev) penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, Selasa (13/1/2026), bertempat di Bandhayo Lo Yiladia (BLY). Rakorev tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, didampingi Wakil Wali Kota Indra Gobel dan Sekretaris Daerah Ismail Madjid, serta dihadiri para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan […]

  • Dampak Kerusakan Ekologis Batang Toru, Direktur APPRI: Bencana Ini Bukan Kebetulan

    Dampak Kerusakan Ekologis Batang Toru, Direktur APPRI: Bencana Ini Bukan Kebetulan

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Banjir bandang dan longsor kembali meluluhlantakkan Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan. Sungai Batang Toru — nadi kehidupan masyarakat Tapanuli dan habitat terakhir orangutan Tapanuli — meluap luar biasa, membawa batu-batu besar dan gelondongan kayu raksasa dari hulu. Hal tersebut mendapat perhatian khusus dengan perspektif yang berbeda oleh Direktur Aliansi Pemuda Peduli Rakyat Indonesia […]

  • Karhutla Kalimantan Membara, Sakti dari Maros Desak Negara Perkuat Perlindungan Hutan dan Usut Tuntas Penyebab Kebakaran

    Karhutla Kalimantan Membara, Sakti dari Maros Desak Negara Perkuat Perlindungan Hutan dan Usut Tuntas Penyebab Kebakaran

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com, MAROS — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda sejumlah wilayah Kalimantan menjadi perhatian publik, termasuk dari Sulawesi Selatan. Bukan semata karena luas wilayah yang terdampak, tetapi juga karena ancamannya terhadap lingkungan, satwa, masyarakat, kesehatan, dan kualitas udara. Sakti, seorang warga asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, turut menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Ia […]

expand_less