Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Bukan Sekadar Tradisi, Ini Makna Al-Barzanji Menurut KH. Abdul Rasyid Kamaru

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
  • visibility 632
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Qadi Kota Gorontalo sekaligus Wakil Rais Syuriyah PWNU Gorontalo, KH. Abdul Rasyid Kamaru, menyampaikan pengajian mendalam mengenai kitab Al-Barzanji dalam rangkaian majelis rutin di Masjid Agung Baiturrahim, Kota Gorontalo. Pada pertemuan ketujuh ini, beliau masih memfokuskan pembahasan pada bagian mukadimah (ibtidā’ul imlā’) sebelum memasuki bab inti.

Dalam pengajiannya, KH. Abdul Rasyid menegaskan bahwa Kitab Al-Barzanji karya Sayyid Ja’far al-Barzanji (1128 H/1716 M), bukan sekadar kitab puji-pujian atau bacaan seremonial, melainkan karya ilmiah-keagamaan yang disusun dengan kehati-hatian tinggi untuk menjaga keotentikan sejarah hidup Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wasallam.

Kitab ini ditulis oleh Syekh Ja‘far bin Hasan Al-Barzanji dengan metodologi yang matang agar riwayat Nabi tidak tercampur dengan kekeliruan, baik yang disengaja maupun tidak.

Menurut beliau, pemilihan kata ibtidā’ dalam mukadimah Al-Barzanji bukan tanpa maksud. Istilah tersebut mencerminkan sikap tawadhu‘, kehati-hatian, dan permohonan ridha Allah sebelum menuliskan sejarah Rasulullah. Hal ini menunjukkan adab keilmuan yang tinggi, sebagaimana tradisi ulama Ahlussunnah wal Jama‘ah dalam menjaga kesucian ilmu.

Riwayat Nabi Harus Dijaga dari Kekeliruan

Kiai Rasyid mengibaratkan penulisan riwayat Rasulullah seperti penyusunan daftar riwayat hidup (DRH) dalam dunia modern. Jika riwayat hidup manusia biasa saja harus ditulis secara akurat, maka penulisan sejarah Nabi jauh lebih wajib dijaga dari kesalahan.

Karena itu, para ulama salaf selalu menutup karya-karya mereka dengan permohonan ampun kepada Allah, sebagai bentuk kerendahan hati jika terdapat kekhilafan dalam penulisan. Sikap ini, menurutnya, adalah bagian dari akhlak ilmiah yang mulai jarang diperhatikan di masa kini.

Beliau juga menegaskan bahwa Rasulullah tidak boleh diukur dengan standar manusia biasa. Walaupun Nabi Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wasallam adalah manusia, beliau bukan manusia pada umumnya. Seluruh akhlak, tutur kata, perilaku, hingga cara hidup beliau merupakan teladan sempurna (uswatun ḥasanah), sebagaimana ditegaskan Allah dalam Al-Qur’an:

“Wa innaka la‘alā khuluqin ‘aẓīm.”
(QS. Al-Qalam: 4)

Bahasa, Adab, dan Akhlak dalam Tradisi Keilmuan

Dalam kesempatan tersebut, KH. Abdul Rasyid juga mengulas keindahan bahasa Arab serta kaidah nahwu dan balaghah yang terkandung dalam Al-Barzanji. Ia mengingatkan bahwa pemahaman teks keagamaan tidak boleh serampangan, sebab satu kata dalam bahasa Arab bisa memiliki banyak makna.

Beliau mengaitkan hal ini dengan tradisi orang tua Gorontalo tempo dulu yang sangat menjaga adab dalam menyebut nama Rasulullah, termasuk kehati-hatian menuliskan lafaz-lafaz suci. Menurutnya, tradisi tersebut bukan budaya kosong, melainkan warisan akhlak Islam yang mencerminkan kecintaan mendalam kepada Nabi Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wasallam.

Al-Barzanji sebagai Media Dakwah dan Penyejuk Hati

Kiai Abdul Rasyid menegaskan bahwa pembacaan Al-Barzanji tidak boleh dipahami sebagai ritual tanpa makna. Kitab ini adalah media dakwah, sarana menumbuhkan cinta kepada Rasulullah, serta penyejuk hati umat. Kisah-kisah Nabi yang disampaikan dengan jujur dan penuh ketulusan mampu melembutkan hati dan memperbaiki akhlak.

Ia juga mengingatkan bahwa para ulama menulis manaqib dan sirah Nabi bukan untuk kepentingan duniawi, melainkan semata-mata mengharap ridha Allah dan syafaat Rasulullah.

Menutup pengajiannya, KH. Abdul Rasyid Kamaru mengajak jamaah untuk terus menjaga tradisi keilmuan, adab, dan akhlak dalam mempelajari sejarah Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wasallam. Ia berharap, waktu yang tersisa sebelum pergantian tahun dapat dimanfaatkan untuk muhasabah diri dan memperdalam ilmu agama.

“Jika dalam penyampaian ini terdapat kekurangan, mohon kiranya ditutupi dan dimaafkan,” tutup beliau diakhir pengajian menjelang Salat Jumat pada 2021‘.

Pengajian ini menjadi pengingat bahwa mencintai Rasulullah bukan hanya dengan shalawat, tetapi juga dengan menjaga keaslian ajaran, adab, dan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

KLIK DUKUNGAN TIM NULONDALO DENGAN DONASI SEIKHLASNYA

Embed HTML not available.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PP Gentuma Bina Wajib Retribusi Kepelabuhanan dan Kesyahbandaraan

    PP Gentuma Bina Wajib Retribusi Kepelabuhanan dan Kesyahbandaraan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kepatuhan pengguna jasa terhadap kewajiban retribusi, Unit Pelaksana Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pelabuhan Perikanan (PP) Gentuma menyelenggarakan Pembinaan Wajib Retribusi Jasa Kepelabuhanan dan Optimalisasi Pelayanan Kesyahbandaraan, Kamis (3/7/2025). Plt. Kepala PP Gentuma Sitti Sabariah Machmud menegaskan pentingnya pemahaman bersama tentang retribusi dalam sambutannya. Sabariah menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan […]

  • Gorontalo Menyalakan Api Revolusi Lebih Dini: Pendang Kalengkongan dan Sejarah yang Terlupakan

    Gorontalo Menyalakan Api Revolusi Lebih Dini: Pendang Kalengkongan dan Sejarah yang Terlupakan

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 1.180
    • 0Komentar

    Sejarah, sebagaimana ia ditulis dan diwariskan, tak selalu adil pada semua tokoh yang turut membentuknya. Ada nama-nama yang diabadikan, dipatungkan, dan diajarkan dari generasi ke generasi. Namun ada pula yang perlahan menghilang—bukan karena perannya kecil, melainkan karena narasi tak selalu ramah pada mereka yang bekerja dalam diam. Di Gorontalo, ada satu tanggal yang setiap tahun […]

  • Negara Hukum atau Negara Kuasa? Menguji Integritas Penegakan Hukum Indonesia

    Negara Hukum atau Negara Kuasa? Menguji Integritas Penegakan Hukum Indonesia

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Zulkifli
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Sebelum Indonesia mengenal sistem hukum kolonial Belanda, masyarakat Nusantara telah hidup dengan tatanan hukum sendiri, yakni hukum adat. Nilai-nilai ini tumbuh dari kearifan lokal dan mengakar kuat dalam kehidupan sosial. Salah satu komunitas yang hingga kini masih menjaga hukum adat adalah Suku Kajang di Kabupaten Bulukumba. Mereka bahkan mendapat pengakuan internasional; The Washington Post menempatkan […]

  • Mekanisme Pengangkatan Kapolri Digugat ke MK, Pemohon Soroti Ketiadaan Batas Masa Jabatan

    Mekanisme Pengangkatan Kapolri Digugat ke MK, Pemohon Soroti Ketiadaan Batas Masa Jabatan

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 250
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Konstitusionalitas mekanisme pengangkatan dan pemberhentian Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) kembali diuji di Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini, permohonan diajukan oleh seorang warga negara sekaligus mahasiswa, Tri Prasetio Putra Mumpuni. Dalam Sidang Pemeriksaan Pendahuluan Perkara Nomor 77/PUU-XXIV/2026 yang dipimpin Ketua MK Suhartoyo di Ruang Sidang Pleno Gedung 1 MK, Senin (2/3/2026), Pemohon […]

  • Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar FGD: Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi sebagai Strategi Akselerasi Pembangunan Regional

    Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar FGD: Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi sebagai Strategi Akselerasi Pembangunan Regional

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Urgensi Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi: Sebuah Strategi Akselerasi Pembangunan Regional, Pemerataan, dan Peningkatan Kinerja Central Place”. Kegiatan berlangsung di Aula Prof. Kadir Abdussamad, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo, Kamis (6/11/2025). Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Wahyudin A. Katili, yang hadir mewakili Gubernur Provinsi […]

  • Aktivis Muda Kalumbatan Kecam Kelalaian MBG: “Ini Program Presiden, Bukan Main-main”

    Aktivis Muda Kalumbatan Kecam Kelalaian MBG: “Ini Program Presiden, Bukan Main-main”

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Tragedi keracunan massal yang menimpa 200-an lebih siswa di Kota Salakan usai mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terus menuai sorotan. Kali ini kritik keras datang dari Kevin Lapendos, aktivis muda asal Desa Kalumbatan, Kecamatan Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan. Kevin menilai insiden tersebut bukanlah persoalan biasa, melainkan sebuah kelalaian serius yang mencoreng […]

expand_less