Breaking News
light_mode
Trending Tags

DPR Buka Suara: Lemahnya Propam Jadi Biang Turunnya Kepercayaan Publik

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • visibility 107
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.comDewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyoroti serius lemahnya pengawasan internal di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Anggota Komisi III DPR RI, Martin Tumbelaka, menilai ketidaktegasan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) menjadi salah satu faktor utama menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Pernyataan tersebut disampaikan Martin dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panitia Kerja Reformasi Polri di Gedung Nusantara II, DPR RI, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Menurutnya, wacana reformasi Polri selama ini kerap terjebak pada perombakan struktur organisasi, padahal secara kelembagaan struktur Polri sudah sangat lengkap, baik dari sisi pengawasan internal maupun eksternal.

“Struktur Polri itu sebenarnya sudah sangat lengkap. Yang menjadi persoalan justru pada kultur dan efektivitas pengawasan internalnya,” ujar Martin.

Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menegaskan bahwa penguatan Divisi Propam harus menjadi prioritas utama dalam agenda reformasi Polri. Propam, kata dia, memiliki posisi strategis sebagai penjaga marwah dan integritas institusi.

Ia mengungkapkan, banyak kasus pelanggaran yang terjadi di daerah berkembang tanpa kendali karena lemahnya peran Propam dalam menindak anggota yang bermasalah sejak awal. Kondisi tersebut berdampak langsung pada menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

“Banyak kasus di daerah yang berkembang liar dan akhirnya merusak citra Polri. Ini karena Propam tidak tegas sejak awal,” tegasnya.

Martin menilai, tanpa pengawasan internal yang kuat dan berwibawa, upaya reformasi Polri hanya akan berhenti pada tataran slogan dan tidak menyentuh akar persoalan.

“Kalau Propamnya tegas, masyarakat akan melihat bahwa Polri benar-benar membersihkan internalnya. Dari situ kepercayaan publik bisa tumbuh kembali,” katanya.

Ia pun mendorong adanya formulasi baru dalam memperkuat kewenangan dan independensi Propam agar mampu bertindak cepat, transparan, dan tanpa kompromi terhadap pelanggaran yang dilakukan anggota kepolisian.

“Reformasi Polri bukan soal ganti struktur, tapi membersihkan kultur dan menegakkan disiplin dari dalam,” pungkas Martin.

Sebelumnya,Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan institusi kepolisian yang bersih, tangguh, unggul, dan benar-benar hadir di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa Polri harus berpihak kepada rakyat kecil serta melindungi mereka yang paling lemah dan tertindas.

Penegasan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan amanat dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (1/7/2025).

“Karena itulah, negara dan bangsa kita memerlukan suatu kepolisian yang tangguh, kepolisian yang unggul, kepolisian yang bersih, kepolisian yang dicintai rakyat, kepolisian rakyat, selalu di tengah-tengah rakyat, selalu membela rakyat, selalu melindungi rakyat, terutama mereka-mereka yang paling lemah, yang paling tertindas, dan yang paling miskin,” ujar Prabowo.

Presiden menegaskan, keberadaan Polri bukan semata sebagai aparat penegak hukum, tetapi sebagai institusi negara yang menjadi sandaran rasa aman dan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Pernyataan Prabowo tersebut sekaligus menjadi penegasan arah reformasi kepolisian yang berorientasi pada integritas, profesionalisme, dan keberpihakan kepada rakyat. Dalam berbagai kesempatan, Prabowo juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum melalui keteladanan dan penegakan disiplin internal.

Pesan Presiden ini dinilai sejalan dengan tuntutan publik agar Polri terus berbenah, tidak hanya dari sisi kinerja, tetapi juga dari aspek moral dan etika, sehingga benar-benar menjadi institusi yang dipercaya dan dicintai rakyat.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ASPETI Resmi Ajukan Keberatan Administratif ke Menteri ESDM Terkait Tarif Denda Pertambangan

    ASPETI Resmi Ajukan Keberatan Administratif ke Menteri ESDM Terkait Tarif Denda Pertambangan

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Jakarta – Perkumpulan Asosiasi Penambang Tanah Pertiwi (ASPETI) secara resmi melayangkan surat keberatan administratif kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia pada 5 Januari 2026. Langkah hukum ini diambil sebagai respon terhadap terbitnya Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 391.K/MB.01/MEM.B/2025 yang mengatur tarif denda administratif pelanggaran kegiatan usaha pertambangan di kawasan hutan. […]

  • UNUSIA Berikan Masukan di Forum Investor Daily

    UNUSIA Berikan Masukan di Forum Investor Daily

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) turut ambil bagian dalam Forum Investor Daily Indonesia yang mengusung tema Environmental, Social, and Governance (ESG): Bersama Membangun Keberlanjutan, diselenggarakan pada Kamis, 20 November 2025 di Ballroom 1 Hotel Mulia Senayan. Forum ini mempertemukan akademisi, regulator, dan pelaku industri untuk membahas strategi keberlanjutan dan tata kelola perusahaan yang semakin relevan […]

  • To Build the World Anew: Pesan untuk Kegagalan Tatanan Dunia Modern

    To Build the World Anew: Pesan untuk Kegagalan Tatanan Dunia Modern

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Suryadi R
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Dunia abad ke-21 sering dipromosikan sebagai dunia paling maju dalam sejarah manusia. Teknologi berkembang pesat, konektivitas lintas benua terjadi dalam hitungan detik, dan pengetahuan seolah tak lagi memiliki batas. Tetapi di balik semua itu, dunia justru terasa semakin terbelah. Perang tidak berhenti, ketimpangan melebar, dan rasa saling percaya antarbangsa semakin menipis. Alih-alih membangun dunia baru, […]

  • Gorontalo Menyalakan Api Revolusi Lebih Dini: Pendang Kalengkongan dan Sejarah yang Terlupakan

    Gorontalo Menyalakan Api Revolusi Lebih Dini: Pendang Kalengkongan dan Sejarah yang Terlupakan

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 651
    • 0Komentar

    Sejarah, sebagaimana ia ditulis dan diwariskan, tak selalu adil pada semua tokoh yang turut membentuknya. Ada nama-nama yang diabadikan, dipatungkan, dan diajarkan dari generasi ke generasi. Namun ada pula yang perlahan menghilang—bukan karena perannya kecil, melainkan karena narasi tak selalu ramah pada mereka yang bekerja dalam diam. Di Gorontalo, ada satu tanggal yang setiap tahun […]

  • Diduga Ada Keterlibatan Oknum Pejabat Imigrasi Kota Medan Soal TPPO, APPRI Gelar Demo di Depan Kementrian Imigrasi dan Mabes Polri 

    Diduga Ada Keterlibatan Oknum Pejabat Imigrasi Kota Medan Soal TPPO, APPRI Gelar Demo di Depan Kementrian Imigrasi dan Mabes Polri 

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Aliansi pemuda peduli rakyat Indonesia (APPRI) gelar aksi demonstrasi soal tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di depan kementrian imigrasi dan mabes polri pada Jum’at, 22 Agustus 2025. APPRI mendesak kepada Kapolri dan menteri imigrasi agar melakukan pemeriksaan terhadap oknum pejabat imigrasi Sumatera Utara dan imigrasi kota Medan karena diduga terlibat dalam tindak pidana perdagangan orang. […]

  • Dugaan Kriminalisasi Warga di Kasus Tambang Banggai Tuai Kritik Aktivis Lingkungan

    Dugaan Kriminalisasi Warga di Kasus Tambang Banggai Tuai Kritik Aktivis Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 187
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Aktivitas pertambangan yang dilakukan PT Pantas Indomining di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, kembali menuai sorotan publik. Kali ini, isu dugaan kriminalisasi terhadap warga yang memprotes aktivitas tambang memicu kritik dari kalangan aktivis lingkungan. Aliansi Pemuda Peduli Lingkungan (APPLI) Sulawesi Tengah melalui ketuanya, Aulia Hakim, menyampaikan bahwa masyarakat setempat sejak awal telah […]

expand_less