Breaking News
light_mode
Trending Tags

Mens Rea, Panji, dan Kegagalan Tawa: Komedi sebagai Medan Pertarungan Ideologi Kontemporer

  • account_circle Pepi al-Bayqunie
  • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
  • visibility 292
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Apa yang terjadi dengan Panji, terutama melalui apa yang disebut sebagai panggung mens rea-nya, bukanlah sekadar polemik tentang kebebasan berekspresi atau batas kelucuan. Ia adalah simptom. Sebuah penanda diskursif bahwa komedi, dalam konfigurasi sosial-politik kontemporer, telah kehilangan kepolosannya. Komedi tidak lagi bekerja sebagai ruang relaksasi makna, melainkan sebagai arena serius tempat subjek, memori, dan kuasa saling berkelindan.

Komedi sejak lama dipahami sebagai ruang kritik yang paling lentur. Ia memungkinkan ujaran kritis beroperasi tanpa harus menyatakan diri sebagai kritik. Di dalamnya selalu tersedia mekanisme penyangkalan: alibi subjek. “Ini hanya bercanda” bukan sekadar strategi retoris individual, melainkan modus nalar yang dilembagakan—sebuah cara bagaimana ideologi mengucapkan dirinya tanpa harus mengaku sebagai ideologi.

Namun, peristiwa komedi juga tidak berdiri di ruang kosong. Ia selalu diucapkan oleh subjek tertentu, dari posisi tertentu, dan dalam medan historis tertentu. Panji tidak hadir sebagai subjek abstrak dan netral. Ia membawa sejarah posisi: pernah menjadi pendukung Anies, pernah menempatkan diri secara eksplisit dalam kontestasi politik. Ketika kemudian, dalam materi komedinya, ia “menyentuh” tubuh Gibran—baik sebagai gestur simbolik maupun perangkat humor—peristiwa itu segera ditarik ke dalam jaringan memori politik.

Di titik ini, kerja memori menjadi determinan. Lelucon tidak dibaca sebagai peristiwa singular, tetapi sebagai fragmen dari rangkaian diskursif yang lebih panjang. Yang bekerja bukan niat subjektif, melainkan arsip.

Michel Foucault memberi kita perangkat analitis yang presisi untuk membaca situasi ini. Dalam kerangka Foucauldian, kuasa tidak beroperasi terutama melalui represi, melainkan melalui produksi diskursus. Tubuh adalah lokasi strategis di mana diskursus itu dilekatkan. Tubuh politik—seperti tubuh Gibran—bukan tubuh biologis semata, melainkan tubuh yang telah diproduksi oleh relasi kuasa, simbol negara, genealogi kekuasaan, dan narasi legitimasi.

Maka, menyentuh tubuh tersebut, bahkan dalam bentuk lelucon, adalah praktik diskursif. Ia mengaktifkan relasi kuasa yang telah ada, bukan menciptakan makna dari nol. Dalam masyarakat yang beroperasi melalui arsip, gestur tidak pernah netral; ia selalu mengulang, menggeser, atau mengganggu diskursus yang telah mapan.

Di sinilah komedi mengalami pergeseran epistemologis. Dalam pengertian klasik, komedi adalah ruang tertawa, dengan hati yang tenang. Namun dalam rezim diskursif kontemporer, ruang ini kehilangan tempat. Ia dikendalikan oleh jejaring kuasa. Baik kuasa politik, maupun kuasa ekonomi yang bertepuk tangan atas setiap kontroversi. Dan, komedia adalah ruang membincang kontroversi dan produksi kontroversi yang paling aktif.

Slavoj Žižek memperdalam analisis ini dengan menunjukkan bahwa humor adalah bentuk ideologi yang paling efektif justru karena ia bekerja melalui kenikmatan. Lelucon memungkinkan subjek menikmati makna sekaligus menjaga jarak darinya. “Saya tidak serius” adalah mekanisme fantasi ideologis yang memungkinkan ujaran ideologis beredar tanpa harus dipertanggungjawabkan secara penuh.

Namun tidak semua makna bisa disublimasikan menjadi tawa. Komedi Panji menyisakan residu—sesuatu yang tidak sepenuhnya bisa ditertawakan. Residu ini adalah apa yang oleh Žižek, melalui Lacan, disebut sebagai the Real: elemen yang gagal disimbolkan, yang terus kembali dan mengganggu kenikmatan. Dalam konteks ini, residu itu bersifat politis—ia lahir dari sejarah posisi, bukan dari isi lelucon semata.

Media sosial berfungsi sebagai akselerator kegagalan simbolisasi ini. Jika post-strukturalisme pernah mengumumkan kematian subjek, dunia digital justru memproduksi subjek yang tidak pernah bisa mati. Subjek hari ini hadir sebagai entitas yang terus diinterpelasi, dipanggil ulang oleh arsip digital, dan diposisikan sebagai tersangka permanen. Dalam bahasa Foucault, media sosial adalah arsip hidup—ruang di mana diskursus tidak pernah selesai, hanya berganti konteks.

Karena itu, kriminalisasi komedi—misalnya melalui pelaporan ke polisi—memang tampak konyol. Ia adalah bentuk over-identification kuasa. Negara harus melindungi bagian ini. Namun, mengklaim bahwa komedi sepenuhnya bebas dari konsekuensi politik adalah ilusi yang sama problematiknya.

Apa yang kita saksikan bukanlah matinya komedi, melainkan transformasi medan kerjanya. Komedi kini beroperasi dalam ruang yang jenuh memori, penuh arsip, dan sarat relasi kuasa. Tawa tidak lagi menjadi akhir, melainkan awal dari konflik makna.

Dalam konfigurasi ini, komedi tidak bisa lagi berpura-pura polos. Ia telah menjadi praktik diskursif yang sepenuhnya politis—bukan karena niatnya, tetapi karena kondisi kemungkinan yang memungkinkannya untuk diucapkan.

Komedi hari ini tidak gagal karena terlalu serius.

Ia menjadi serius karena dunia telah berhenti memberi ruang yang bebas bagi lelucon.

Penulis adalah Jamaah di Gusdurian, Seorang pecinta kebudayaan lokal di Sulawesi Selatan yang belajar menulis novel secara otodidak. Ia lahir dengan nama Saprillah

  • Penulis: Pepi al-Bayqunie
  • Editor: Pepi al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asyiknya Sensus Burung Air di Danau Limboto

    Asyiknya Sensus Burung Air di Danau Limboto

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Moloneo Az
    • visibility 99
    • 0Komentar

    NULONDALO.com  – Ratusan individu burung air residen (penetap) dan jenis migran (pendatang) di Danau Limboto tercatat dalam pengamatan dan sensus burung-air Asia (Asian Waterbird Census) pada Sabtu, 7 Februari 2026. Jenis burung-burung tersebut antara lain blekok sawah (Ardeola speciosa), kuntul kecil (Egretta garzetta), kuntul kerbau (Bubulcus ibis), cangak merah (Ardea purpurea), gagang bayam (Himantopus himantopus), […]

  • Gus Yaqut Diperiksa KPK 4,5 Jam, Bantah Isu Kuota Haji Khusus untuk Maktour Travel

    Gus Yaqut Diperiksa KPK 4,5 Jam, Bantah Isu Kuota Haji Khusus untuk Maktour Travel

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 129
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Mantan Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut), menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama sekitar 4,5 jam pada Jumat (30/1/2026). Pemeriksaan tersebut terkait penyidikan dugaan korupsi dalam penetapan kuota haji. Gus Yaqut tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, sekitar pukul 13.15 WIB dan meninggalkan lokasi pemeriksaan pada […]

  • Komitmen Negara untuk Buruh; Refleksi Atas Pernyataan Mensestneg

    Komitmen Negara untuk Buruh; Refleksi Atas Pernyataan Mensestneg

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Nurmawan Pakaya
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Setiap 1 Mei, jalan-jalan ibu kota terasa berbeda. Bukan karena kemacetan, tapi karena gema suara buruh yang menggema dari segala penjuru. Mereka datang bukan hanya membawa spanduk dan bendera serikat pekerja sebagai simbol solidaritas, tapi juga harapan yang terus menyala meski kadang redup oleh kenyataan. Hari Buruh Internasional selalu menjadi cermin tentang siapa kita sebagai […]

  • PCINU Jerman Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

    PCINU Jerman Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 106
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Jerman menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Dengan demikian, ibadah puasa dimulai pada hari tersebut dan salat Tarawih pertama dilaksanakan Rabu malam, 18 Februari 2026. Pengumuman itu disampaikan melalui akun Instagram resmi PCINU Jerman dan dikutip nulondalo.com, Selasa (17/2/2026). Ketua PCINU Jerman, Miftah […]

  • Wali Kota Palu Tinjau Titik Banjir di Tawaeli, Instruksikan Penanganan Menyeluruh

    Wali Kota Palu Tinjau Titik Banjir di Tawaeli, Instruksikan Penanganan Menyeluruh

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 173
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, S.E., didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, meninjau langsung sejumlah titik banjir di wilayah Kecamatan Tawaeli, Minggu malam (11/1/2026). Peninjauan tersebut merupakan bentuk respons cepat Pemerintah Kota Palu terhadap dampak banjir yang merendam beberapa kawasan permukiman warga akibat curah hujan tinggi. Adapun lokasi yang dikunjungi […]

  • Jaringan Gusdurian Tolak Board of Peace Gagasan Trump, Desak Indonesia Mundur

    Jaringan Gusdurian Tolak Board of Peace Gagasan Trump, Desak Indonesia Mundur

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 405
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Jaringan Gusdurian Indonesia secara tegas menolak inisiatif internasional Board of Peace yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Penolakan tersebut disampaikan melalui Pernyataan Sikap yang dikeluarkan di Yogyakarta, 2 Februari 2026. Board of Peace diluncurkan Donald Trump pada 22 Januari 2026 di sela Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) di Davos, Swiss. Inisiatif […]

expand_less