Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Mens Rea, Panji, dan Kegagalan Tawa: Komedi sebagai Medan Pertarungan Ideologi Kontemporer

  • account_circle Pepi al-Bayqunie
  • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
  • visibility 395
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Apa yang terjadi dengan Panji, terutama melalui apa yang disebut sebagai panggung mens rea-nya, bukanlah sekadar polemik tentang kebebasan berekspresi atau batas kelucuan. Ia adalah simptom. Sebuah penanda diskursif bahwa komedi, dalam konfigurasi sosial-politik kontemporer, telah kehilangan kepolosannya. Komedi tidak lagi bekerja sebagai ruang relaksasi makna, melainkan sebagai arena serius tempat subjek, memori, dan kuasa saling berkelindan.

Komedi sejak lama dipahami sebagai ruang kritik yang paling lentur. Ia memungkinkan ujaran kritis beroperasi tanpa harus menyatakan diri sebagai kritik. Di dalamnya selalu tersedia mekanisme penyangkalan: alibi subjek. “Ini hanya bercanda” bukan sekadar strategi retoris individual, melainkan modus nalar yang dilembagakan—sebuah cara bagaimana ideologi mengucapkan dirinya tanpa harus mengaku sebagai ideologi.

Namun, peristiwa komedi juga tidak berdiri di ruang kosong. Ia selalu diucapkan oleh subjek tertentu, dari posisi tertentu, dan dalam medan historis tertentu. Panji tidak hadir sebagai subjek abstrak dan netral. Ia membawa sejarah posisi: pernah menjadi pendukung Anies, pernah menempatkan diri secara eksplisit dalam kontestasi politik. Ketika kemudian, dalam materi komedinya, ia “menyentuh” tubuh Gibran—baik sebagai gestur simbolik maupun perangkat humor—peristiwa itu segera ditarik ke dalam jaringan memori politik.

Di titik ini, kerja memori menjadi determinan. Lelucon tidak dibaca sebagai peristiwa singular, tetapi sebagai fragmen dari rangkaian diskursif yang lebih panjang. Yang bekerja bukan niat subjektif, melainkan arsip.

Michel Foucault memberi kita perangkat analitis yang presisi untuk membaca situasi ini. Dalam kerangka Foucauldian, kuasa tidak beroperasi terutama melalui represi, melainkan melalui produksi diskursus. Tubuh adalah lokasi strategis di mana diskursus itu dilekatkan. Tubuh politik—seperti tubuh Gibran—bukan tubuh biologis semata, melainkan tubuh yang telah diproduksi oleh relasi kuasa, simbol negara, genealogi kekuasaan, dan narasi legitimasi.

Maka, menyentuh tubuh tersebut, bahkan dalam bentuk lelucon, adalah praktik diskursif. Ia mengaktifkan relasi kuasa yang telah ada, bukan menciptakan makna dari nol. Dalam masyarakat yang beroperasi melalui arsip, gestur tidak pernah netral; ia selalu mengulang, menggeser, atau mengganggu diskursus yang telah mapan.

Di sinilah komedi mengalami pergeseran epistemologis. Dalam pengertian klasik, komedi adalah ruang tertawa, dengan hati yang tenang. Namun dalam rezim diskursif kontemporer, ruang ini kehilangan tempat. Ia dikendalikan oleh jejaring kuasa. Baik kuasa politik, maupun kuasa ekonomi yang bertepuk tangan atas setiap kontroversi. Dan, komedia adalah ruang membincang kontroversi dan produksi kontroversi yang paling aktif.

Slavoj Žižek memperdalam analisis ini dengan menunjukkan bahwa humor adalah bentuk ideologi yang paling efektif justru karena ia bekerja melalui kenikmatan. Lelucon memungkinkan subjek menikmati makna sekaligus menjaga jarak darinya. “Saya tidak serius” adalah mekanisme fantasi ideologis yang memungkinkan ujaran ideologis beredar tanpa harus dipertanggungjawabkan secara penuh.

Namun tidak semua makna bisa disublimasikan menjadi tawa. Komedi Panji menyisakan residu—sesuatu yang tidak sepenuhnya bisa ditertawakan. Residu ini adalah apa yang oleh Žižek, melalui Lacan, disebut sebagai the Real: elemen yang gagal disimbolkan, yang terus kembali dan mengganggu kenikmatan. Dalam konteks ini, residu itu bersifat politis—ia lahir dari sejarah posisi, bukan dari isi lelucon semata.

Media sosial berfungsi sebagai akselerator kegagalan simbolisasi ini. Jika post-strukturalisme pernah mengumumkan kematian subjek, dunia digital justru memproduksi subjek yang tidak pernah bisa mati. Subjek hari ini hadir sebagai entitas yang terus diinterpelasi, dipanggil ulang oleh arsip digital, dan diposisikan sebagai tersangka permanen. Dalam bahasa Foucault, media sosial adalah arsip hidup—ruang di mana diskursus tidak pernah selesai, hanya berganti konteks.

Karena itu, kriminalisasi komedi—misalnya melalui pelaporan ke polisi—memang tampak konyol. Ia adalah bentuk over-identification kuasa. Negara harus melindungi bagian ini. Namun, mengklaim bahwa komedi sepenuhnya bebas dari konsekuensi politik adalah ilusi yang sama problematiknya.

Apa yang kita saksikan bukanlah matinya komedi, melainkan transformasi medan kerjanya. Komedi kini beroperasi dalam ruang yang jenuh memori, penuh arsip, dan sarat relasi kuasa. Tawa tidak lagi menjadi akhir, melainkan awal dari konflik makna.

Dalam konfigurasi ini, komedi tidak bisa lagi berpura-pura polos. Ia telah menjadi praktik diskursif yang sepenuhnya politis—bukan karena niatnya, tetapi karena kondisi kemungkinan yang memungkinkannya untuk diucapkan.

Komedi hari ini tidak gagal karena terlalu serius.

Ia menjadi serius karena dunia telah berhenti memberi ruang yang bebas bagi lelucon.

Penulis adalah Jamaah di Gusdurian, Seorang pecinta kebudayaan lokal di Sulawesi Selatan yang belajar menulis novel secara otodidak. Ia lahir dengan nama Saprillah



DUKUNG TIM NULONDALO DENGAN DONASI SEIKHLASNYA

  • Penulis: Pepi al-Bayqunie
  • Editor: Pepi al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polda Kalsel Bongkar Jaringan Pemalsu STNK dan BPKB, Enam Tersangka Ditangkap

    Polda Kalsel Bongkar Jaringan Pemalsu STNK dan BPKB, Enam Tersangka Ditangkap

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 217
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Selatan menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus jaringan pemalsuan dokumen kendaraan bermotor, Kamis (19/2/2026) pagi. Kegiatan berlangsung di Lobby Mapolda Kalsel, Banjarbaru, dipimpin langsung Kapolda Kalsel didampingi Irwasda, Dir Reskrimum, Dir Lantas, dan Kabid Humas. Kabid Humas Polda Kalsel, Adam Erwindi, menyampaikan bahwa Kapolda Kalsel, Rosyanto […]

  • KIBR Desak KPK Adili Ade Irawan, Dirut PT Halmahera Sukses Mineral Atas Dugaan Penyuapan WIUP

    KIBR Desak KPK Adili Ade Irawan, Dirut PT Halmahera Sukses Mineral Atas Dugaan Penyuapan WIUP

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Koalisi Independet Bersama Rakyat (KIBR) Gelar aksi demonstrasi di Kantor PT Halmahera Sukses Mineral dan KPK RI menyoroti persoalan di Maluku Utara Terkait Penyuapan Kepada Eks Gubernur Maluku Utara, almarhum Abdhul Gani Kasuba. Dalam Kasus Tersebut, diduga keterlibatan Direktur Uatama PT Halmahera Sukses Mineral Ade Irawan, Sebagai salah satu pihak yang ikut menyuap AGK. Jakarta, […]

  • LBH PB PMII saat berada di ruang sidang untuk mengajukan permohonan penangguhan penahanan.

    Ibu dan Bayi 7 Bulan Mendekam di Balik Jeruji Besi, LBH PB PMII Nilai Keadilan Masih Setengah Hati

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 451
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, JAKARTA – Potret buram penegakan hukum di Indonesia kembali mencuat. Seorang ibu yang terjerat kasus dugaan penggelapan terpaksa membawa bayinya yang baru berusia 7 bulan ke dalam sel tahanan berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara (Jakut) yang dibacakan pada, Kamis (2/4/2026). Meski upaya hukum telah dilakukan, jeritan bayi di balik terali besi seolah tak […]

  • Melayani Tamu Allah; Kisah di Balik Terminal Fast Track Haji

    Melayani Tamu Allah; Kisah di Balik Terminal Fast Track Haji

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Nurmawan Pakaya
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Pagi itu, langit di atas Bandara Soekarno-Hatta cerah tak biasa. Terminal 2F yang biasanya menjadi tempat pertemuan pesawat dan penumpang, hari itu menjelma menjadi panggung sejarah baru. Presiden Prabowo Subianto meresmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah—simbol transformasi besar pelayanan ibadah di Indonesia, lengkap dengan sistem fast track imigrasi Arab Saudi. Namun, di balik kemegahan acara […]

  • 1.512 SPPG Program MBG Dihentikan Sementara, BGN Temukan Masalah Sanitasi hingga IPAL

    1.512 SPPG Program MBG Dihentikan Sementara, BGN Temukan Masalah Sanitasi hingga IPAL

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 211
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 1.512 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah II. Kebijakan ini diambil sebagai tindak lanjut evaluasi terhadap pemenuhan standar operasional serta kelengkapan sarana dan prasarana layanan. Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari penataan layanan dalam Program […]

  • Rajab dan Kepulangan yang Sunyi: Bayi, Pohon, dan Rahmat Tuhan Play Button

    Rajab dan Kepulangan yang Sunyi: Bayi, Pohon, dan Rahmat Tuhan

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Afidatul Asmar
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Rajab selalu datang dengan sunyi yang disengaja. Ia tidak meminta sorak, hanya ruang untuk merenung. Di bulan inilah sebuah budaya tentang kematian bayi di Toraja yang belum tumbuh gigi dan “dipulangkan” ke pohon mengajak kita menimbang ulang makna hidup, iman, dan kemanusiaan. Rajab adalah bulan yang tidak riuh. Ia berdiri tenang di antara kalender hijriah, […]

expand_less