Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Gus Aniq Kisahkan Sejarah Lahirnya NU yang Terinspirasi dari Kisah Nabi Musa AS

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • visibility 414
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Di hadapan para Alumni PMII se-Gorontalo, Wakapolres Pohuwato, dan kader organisasi lainnya, KH. Abdullah Aniq Nawawi, MA atau Gus Aniq membuka ceramahnya dengan satu kisah yang jarang disinggung dalam diskursus keislaman kontemporer, yakni lahirnya Nahdlatul Ulama yang terinspirasi melalui kisah Nabi Musa AS.

Kisah ini, menurutnya, bukan dongeng spiritual belaka, melainkan fondasi filosofis NU dalam membaca relasi agama, masyarakat, dan kekuasaan.

Isyarat dari Bangkalan

Gus Aniq menuturkan, jauh sebelum NU resmi berdiri pada 1926, KH. Hasyim Asy’ari telah lama melakukan istikharah atas usulan KH. Wahab Hasbullah agar pesantren memiliki wadah organisasi.

Jawaban istikharah itu, menariknya, tidak datang melalui mimpi, melainkan lewat KH. Kholil Bangkalan. Pada 1924, sang kiai karismatik Madura itu mengutus KH. As’ad Syamsul Arifin ke Tebuireng, membawa tongkat dan pesan berupa Surah Thaha ayat 17, kisah tentang Nabi Musa.

Setahun kemudian, utusan kembali datang, kali ini membawa tasbih dan Asmaul Husna.

“Pertanyaannya,” kata Gus Aniq, “mengapa kisah Nabi Musa yang dipilih sebagai isyarat lahirnya NU?”

Menurut Gus Aniq, kisah Nabi Musa menyimpan pesan penting bagi NU. Nabi Musa tumbuh di istana Fir’aun—lingkungan paling zalim—namun tetap menjadi nabi. Sementara Samiri, yang dalam kisah Israiliyat diasuh malaikat Jibril, justru menyesatkan Bani Israil.

Pesannya jelas: lingkungan tidak menentukan iman.

“Kalau iman kuat, hidup di tengah kemaksiatan pun tidak akan goyah,” ujarnya.

Inilah, menurut Gus Aniq, alasan NU tidak alergi hidup berdampingan dengan realitas sosial yang plural dan tidak ideal.

Pelajaran Kedua: Kebenaran Butuh Organisasi Aniq kemudian menyinggung doa Nabi Musa yang terkenal:

Rabbi ishrah li shadri… waj‘al li wazīran min ahli Hārūn akhī.

Doa ini, kata dia, adalah bukti bahwa Nabi Musa tidak berdakwah sendirian. Ia meminta Harun sebagai pendamping.

“Ini pelajaran besar,” tegas Gus Aniq.
“Kebenaran tanpa organisasi bisa dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir.”

Dari sinilah NU mengambil prinsip bahwa jamaah dan struktur adalah kebutuhan dakwah, bukan sekadar formalitas.

Dakwah dengan Kata Lembut

Allah memerintahkan Musa dan Harun berdakwah kepada Fir’aun, penguasa paling bengis—dengan qaulan layyina, kata-kata yang lembut.

Jika Fir’aun saja diperintah dihadapi dengan kelembutan, Gus Aniq menegaskan, apalagi pemimpin negara yang sah dan bukan tiran.

“Islam tidak mengajarkan dakwah dengan makian,” ujarnya.

Mengutip Imam al-Ghazali, Gus Aniq menjelaskan bahwa agama membutuhkan kekuasaan sebagaimana manusia membutuhkan atap untuk berlindung.

Karena itu, ulama tidak boleh menjauh total dari negara, bukan demi kekuasaan, melainkan untuk mengamankan kemaslahatan umat dan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.

“Inilah mengapa ulama NU hadir di ruang-ruang strategis negara,” jelasnya.

Jihad Terbesar: Melawan Diri Sendiri

Di bagian penutup,  Gus Aniq menekankan makna jihad an-nafs sebagai jihad tertinggi. Mengutip Ibnu Qayyim al-Jauziyah, ia menjelaskan bahwa jihad melawan hawa nafsu adalah fondasi sebelum jihad lainnya.

Ia bahkan mengingatkan agar tidak membawa-bawa nama Allah saat marah, karena yang dibesarkan saat itu bukan Allah, melainkan ego manusia.

Ceramah ini menegaskan bahwa NU tidak lahir dari romantisme sejarah, tetapi dari refleksi mendalam atas Al-Qur’an, sirah nabi, dan realitas sosial.

Kisah Nabi Musa menjadi cermin bahwa iman tidak ditentukan lingkungan, dakwah butuh organisasi, kekuasaan harus didekati dengan hikmah, dan musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri.

Di tengah riuhnya dakwah yang keras dan gemar menghakimi, pesan ini kembali mengingatkan bahwa Islam yang diwariskan para ulama adalah Islam yang tenang, berakar, dan membimbing—bukan menghardik.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Neraca Langit

    Neraca Langit

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Bagi mahasiswa akuntansi, neraca adalah hal yang serius. Di dalamnya ada aset, liabilitas, dan ekuitas yang harus seimbang. Kalau tidak seimbang, dosen biasanya langsung bertanya dengan nada yang membuat mahasiswa berkeringat: “Ini selisihnya ke mana?” Kadang selisihnya cuma seribu rupiah, tetapi mencari asal-usulnya bisa lebih rumit daripada mencari sandal di masjid setelah tarawih. Namun Ramadhan […]

  • Dunia Berkabung: Paus Fransiskus, Simbol Perdamaian Lintas Agama, Telah Wafat

    Dunia Berkabung: Paus Fransiskus, Simbol Perdamaian Lintas Agama, Telah Wafat

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Dunia kembali berselimut duka. Sosok besar yang selama ini menjadi simbol perdamaian dan toleransi lintas agama, Paus Fransiskus, telah berpulang. Kabar wafatnya pemimpin tertinggi Gereja Katolik ini menggema hingga ke seluruh penjuru dunia, meninggalkan jejak haru di hati banyak orang—termasuk Menteri Agama Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Dalam pernyataannya kepada media, Nasaruddin menyampaikan […]

  • Karang Taruna Majannang Bantah Keras Isu Warga Jatuh di Jembatan

    Karang Taruna Majannang Bantah Keras Isu Warga Jatuh di Jembatan

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Pemberitaan yang dimuat oleh Viraltimes.id terkait kondisi jembatan penghubung antara Desa Mattirotasi dan Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, menuai tanggapan tegas dari pihak Karang Taruna Desa Majannang. SAKTI, selaku Formatur Ketua Karang Taruna Desa Majannang, secara resmi membantah keras isi pemberitaan tersebut, khususnya klaim yang menyebutkan bahwa telah terjadi beberapa insiden warga […]

  • BBPOM di Makassar Jalani Reakreditasi ISO/IEC 17025:2017, Perkuat Keandalan Laboratorium Pengawasan Obat dan Makanan

    BBPOM di Makassar Jalani Reakreditasi ISO/IEC 17025:2017, Perkuat Keandalan Laboratorium Pengawasan Obat dan Makanan

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Nulondalo.com Makassar – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar melaksanakan kegiatan reakreditasi SNI ISO/IEC 17025:2017 yang berlangsung pada 17–18 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan Tim Asesor dari Komite Akreditasi Nasional (KAN), yaitu Tri Pratiwi selaku Asesor Kepala bersama Ani Suwitaningsih, Effi Setiawati, Anissa Tiana Sheilayanti, dan Herawati, yang melakukan asesmen dan witness […]

  • Ismail Fahmi: Platform Digital Sudah Bisa Deteksi Usia Tanpa KTP, Indonesia Perlu Adaptasi Teknologi AI

    Ismail Fahmi: Platform Digital Sudah Bisa Deteksi Usia Tanpa KTP, Indonesia Perlu Adaptasi Teknologi AI

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 344
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pakar analisis media sosial sekaligus Founder Drone Emprit, Ismail Fahmi, menilai platform digital saat ini sebenarnya sudah memiliki kemampuan untuk mendeteksi usia pengguna tanpa harus bergantung pada verifikasi identitas seperti KTP. Hal tersebut disampaikan Fahmi merespons rencana pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang akan menerapkan pembatasan akses anak di bawah […]

  • Abu Hurairah: Sahabat yang Namanya Hidup dalam Ribuan Hadis (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #28)

    Abu Hurairah: Sahabat yang Namanya Hidup dalam Ribuan Hadis (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #28)

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Nama Abu Hurairah tentu tidak asing di telinga umat Islam. Namanya sering muncul dalam kitab-kitab hadis, dalam ceramah, bahkan dalam pelajaran agama di sekolah. Ia dikenal sebagai sahabat yang meriwayatkan hadis Nabi dalam jumlah yang sangat banyak. Namun, di balik nama yang begitu sering disebut itu, tidak banyak orang benar-benar mengenal siapa dirinya. Nama asli […]

expand_less