Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Gus Aniq Kisahkan Sejarah Lahirnya NU yang Terinspirasi dari Kisah Nabi Musa AS

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • visibility 475
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Di hadapan para Alumni PMII se-Gorontalo, Wakapolres Pohuwato, dan kader organisasi lainnya, KH. Abdullah Aniq Nawawi, MA atau Gus Aniq membuka ceramahnya dengan satu kisah yang jarang disinggung dalam diskursus keislaman kontemporer, yakni lahirnya Nahdlatul Ulama yang terinspirasi melalui kisah Nabi Musa AS.

Kisah ini, menurutnya, bukan dongeng spiritual belaka, melainkan fondasi filosofis NU dalam membaca relasi agama, masyarakat, dan kekuasaan.

Isyarat dari Bangkalan

Gus Aniq menuturkan, jauh sebelum NU resmi berdiri pada 1926, KH. Hasyim Asy’ari telah lama melakukan istikharah atas usulan KH. Wahab Hasbullah agar pesantren memiliki wadah organisasi.

Jawaban istikharah itu, menariknya, tidak datang melalui mimpi, melainkan lewat KH. Kholil Bangkalan. Pada 1924, sang kiai karismatik Madura itu mengutus KH. As’ad Syamsul Arifin ke Tebuireng, membawa tongkat dan pesan berupa Surah Thaha ayat 17, kisah tentang Nabi Musa.

Setahun kemudian, utusan kembali datang, kali ini membawa tasbih dan Asmaul Husna.

“Pertanyaannya,” kata Gus Aniq, “mengapa kisah Nabi Musa yang dipilih sebagai isyarat lahirnya NU?”

Menurut Gus Aniq, kisah Nabi Musa menyimpan pesan penting bagi NU. Nabi Musa tumbuh di istana Fir’aun—lingkungan paling zalim—namun tetap menjadi nabi. Sementara Samiri, yang dalam kisah Israiliyat diasuh malaikat Jibril, justru menyesatkan Bani Israil.

Pesannya jelas: lingkungan tidak menentukan iman.

“Kalau iman kuat, hidup di tengah kemaksiatan pun tidak akan goyah,” ujarnya.

Inilah, menurut Gus Aniq, alasan NU tidak alergi hidup berdampingan dengan realitas sosial yang plural dan tidak ideal.

Pelajaran Kedua: Kebenaran Butuh Organisasi Aniq kemudian menyinggung doa Nabi Musa yang terkenal:

Rabbi ishrah li shadri… waj‘al li wazīran min ahli Hārūn akhī.

Doa ini, kata dia, adalah bukti bahwa Nabi Musa tidak berdakwah sendirian. Ia meminta Harun sebagai pendamping.

“Ini pelajaran besar,” tegas Gus Aniq.
“Kebenaran tanpa organisasi bisa dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir.”

Dari sinilah NU mengambil prinsip bahwa jamaah dan struktur adalah kebutuhan dakwah, bukan sekadar formalitas.

Dakwah dengan Kata Lembut

Allah memerintahkan Musa dan Harun berdakwah kepada Fir’aun, penguasa paling bengis—dengan qaulan layyina, kata-kata yang lembut.

Jika Fir’aun saja diperintah dihadapi dengan kelembutan, Gus Aniq menegaskan, apalagi pemimpin negara yang sah dan bukan tiran.

“Islam tidak mengajarkan dakwah dengan makian,” ujarnya.

Mengutip Imam al-Ghazali, Gus Aniq menjelaskan bahwa agama membutuhkan kekuasaan sebagaimana manusia membutuhkan atap untuk berlindung.

Karena itu, ulama tidak boleh menjauh total dari negara, bukan demi kekuasaan, melainkan untuk mengamankan kemaslahatan umat dan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.

“Inilah mengapa ulama NU hadir di ruang-ruang strategis negara,” jelasnya.

Jihad Terbesar: Melawan Diri Sendiri

Di bagian penutup,  Gus Aniq menekankan makna jihad an-nafs sebagai jihad tertinggi. Mengutip Ibnu Qayyim al-Jauziyah, ia menjelaskan bahwa jihad melawan hawa nafsu adalah fondasi sebelum jihad lainnya.

Ia bahkan mengingatkan agar tidak membawa-bawa nama Allah saat marah, karena yang dibesarkan saat itu bukan Allah, melainkan ego manusia.

Ceramah ini menegaskan bahwa NU tidak lahir dari romantisme sejarah, tetapi dari refleksi mendalam atas Al-Qur’an, sirah nabi, dan realitas sosial.

Kisah Nabi Musa menjadi cermin bahwa iman tidak ditentukan lingkungan, dakwah butuh organisasi, kekuasaan harus didekati dengan hikmah, dan musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri.

Di tengah riuhnya dakwah yang keras dan gemar menghakimi, pesan ini kembali mengingatkan bahwa Islam yang diwariskan para ulama adalah Islam yang tenang, berakar, dan membimbing—bukan menghardik.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Adhan Dambea Tegaskan Siap Tindak Tegas Caffe dan Warung Penjual Miras di Kota Gorontalo

    Adhan Dambea Tegaskan Siap Tindak Tegas Caffe dan Warung Penjual Miras di Kota Gorontalo

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Calon Wali Kota Gorontalo terpilih, Adhan Dambea, menegaskan komitmennya untuk memberantas peredaran minuman keras (miras) di wilayah Kota Gorontalo. Ia menyatakan tidak akan memberi toleransi bagi caffe maupun warung yang kedapatan menjual miras, termasuk menindak tegas oknum yang menjadi backing di balik aktivitas ilegal tersebut. Adhan menuturkan, langkah tegas ini akan langsung ia buktikan setelah […]

  • Ketum PSI Nusa Tenggara Barat, Resmi Diangkat Sebagai Dewan Pembina DPW GENINUSA NTB

    Ketum PSI Nusa Tenggara Barat, Resmi Diangkat Sebagai Dewan Pembina DPW GENINUSA NTB

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Ahamd Ziadi dinilai layak menjadi dewan pembina Gerakan SantriPreuner Nusantara (GENINUSA) Nusa Tenggara Barat, Ahamd Ziadi adalah tokoh berpengaruh yang saat ini menjabat sebagai ketua umum PSI Nusa tenggara Barat. Keputusan ini diambil dalam Momentum silaturahmi pengurus yang digelar pada Selasa, 20 Mei 2025. Pengangkatan Ahamd Ziadi sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran GENINUSA NTB […]

  • Dari Lailatul Ijtima’ ke Kemandirian: Pesan Hangat KH. Zulfa Musthofa di Gorontalo

    Dari Lailatul Ijtima’ ke Kemandirian: Pesan Hangat KH. Zulfa Musthofa di Gorontalo

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 497
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Zulfa Musthofa, menegaskan pentingnya membangun kemandirian organisasi melalui penguatan tradisi keagamaan Lailatul Ijtima’ sebagai fondasi gerakan Nahdlatul Ulama (NU) di daerah. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor PWNU Gorontalo pada Ahad, 19 April 2026. Acara tersebut dihadiri para ulama, kiai, tokoh […]

  • Piutang Langit

    Piutang Langit

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu menghadirkan fenomena menarik dalam dunia akuntansi rumah tangga. Tiba-tiba grafik sedekah naik, kurva infak menanjak, dan neraca keikhlasan ikut-ikutan surplus. Di sisi lain, daftar belanja takjil dan THR juga ikut meledak. Inilah bulan ketika manusia rajin “mengirim proposal” ke langit. Sebagai akademisi akuntansi, saya sering bercanda kepada mahasiswa: “Kalau di dunia ada piutang […]

  • Membaca Indonesia dari Pinggiran: Catatan atas Buku Reset Indonesia

    Membaca Indonesia dari Pinggiran: Catatan atas Buku Reset Indonesia

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Fadhil Hadju
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Indonesia terlalu besar untuk didiskusikan, diurus, dan diperhatikan. Tapi bukannya mustahil. Bangsa yang lahir dari rahim para pemikir ini harus kita diskusikan, harus kita urus, dan harus kita perhatikan. Farid Gaban, Dhandy Laksono, dan kawan-kawan merupakan salah satu orang-orang yang getol menyuarakan persoalan ke-Indonesia-an. Ada beragam cara mereka bersuara. Melalui film dokumenter, dan buku. Salah […]

  • Lionel Scaloni Ungkap Alasan Messi Minta Dicadangkan Lawan Yordania: Demi Rekan Setim

    Lionel Scaloni Ungkap Alasan Messi Minta Dicadangkan Lawan Yordania: Demi Rekan Setim

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 152
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, mengungkap alasan di balik keputusan mencadangkan Lionel Messi saat menghadapi Yordania pada laga terakhir Grup J Piala Dunia 2026. Ternyata, keputusan tersebut bukan karena masalah kebugaran, melainkan atas permintaan sang kapten sendiri. Argentina menutup fase grup dengan kemenangan 3-1 atas Yordania. Dalam pertandingan itu, Messi tidak tampil sebagai […]

expand_less