Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Salat Jenazah Ternyata Rumit, KH. Abdul Muin Ungkap Kesalahan yang Sering Terjadi

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 551
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Salat jenazah yang selama ini dianggap sederhana ternyata menyimpan banyak rincian hukum yang kerap luput dari perhatian jamaah. Hal ini diungkapkan oleh KH. Abdul Muin Mooduto, Ketua MUI Kota Gorontalo sekaligus Wakil Rais Syuriyah PWNU Gorontalo, dalam pengajian menjelang Salat Jumat yang digelar di salah satu masjid di Kota Gorontalo pada 2021.

Dalam pengajian bertajuk; Salat Ghaib, KH. Abdul Muin menegaskan bahwa kesalahan paling sering terjadi dalam salat jenazah bukan pada gerakan, melainkan pada niat, khususnya terkait jenis kelamin jenazah dan jumlah mayit yang disalatkan.

“Salat jenazah ini sering kita lakukan, tapi kendalanya ternyata di niat. Niat untuk satu mayit laki-laki berbeda dengan perempuan. Kalau keliru di sini, salatnya bisa bermasalah,” ujar KH. Abdul Muin di hadapan jamaah Masjid Agung Baiturahim Kota Gorontalo.

Perbedaan Niat Laki-laki dan Perempuan

Abdul Muin menjelaskan bahwa dalam mazhab Syafi’i, lafaz niat harus disesuaikan dengan status jenazah. Untuk jenazah laki-laki digunakan lafaz al-mayyiti, sedangkan untuk perempuan menggunakan al-mayyitati. Kesalahan menyebutkan dhomir (kata ganti) ini kerap terjadi, terutama ketika jamaah tidak diberi informasi jelas tentang jenazah yang disalatkan.

“Harus diberitahu, ini jenazah laki-laki atau perempuan. Jangan sampai niatnya laki-laki, padahal yang meninggal perempuan. Ini sering dianggap sepele,” tegasnya.

Ia juga meluruskan anggapan bahwa kata mayit hanya digunakan untuk hewan. Menurutnya, dalam kaidah bahasa Arab, kata mayit sah digunakan untuk manusia yang telah wafat, sebagaimana termaktub dalam kitab-kitab fikih klasik.

Kasus Dua Jenazah, Jamaah Sering Bingung

Dalam pengajiannya, KH. Abdul Muin turut membagikan pengalaman langka yang pernah ia alami puluhan tahun lalu di Gorontalo, ketika dua orang saudara kandung meninggal dalam waktu berdekatan dan disalatkan secara bersamaan.

Menurutnya, kasus seperti ini menuntut pemahaman lebih dalam tentang penggunaan lafaz mutsanna (dua orang) dalam niat salat jenazah, baik untuk dua laki-laki, dua perempuan, maupun kombinasi keduanya.

“Kalau dua jenazah perempuan, niatnya juga harus pakai bentuk dua perempuan. Tidak bisa digabung sembarangan. Di sinilah pentingnya ilmu,” jelasnya.

Salat Jenazah Gaib dan Mazhab Syafi’i

Abdul Muin juga menyinggung persoalan salat jenazah gaib, yang kerap menimbulkan perbedaan pendapat di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa dalam mazhab Syafi’i, salat gaib memiliki dasar kuat dari hadis Nabi Muhammad SAW ketika mensalatkan Raja Najasyi dari Habasyah.

Namun, ia mengingatkan bahwa salat gaib memiliki syarat, di antaranya jenazah telah dimandikan dan umat yang melaksanakan salat berada dalam keadaan suci.

Menutup pengajian, KH. Abdul Muin menekankan pentingnya majelis ilmu dan pembelajaran fikih secara tertulis. Ia mengaku telah lama menyusun buku panduan berbagai jenis salat, termasuk salat jenazah, agar masyarakat tidak terus-menerus kebingungan.

“Kalau hanya dengar ceramah, kadang cepat lupa. Tapi kalau ada tulisan, orang bisa baca ulang. Apalagi usia kita bertambah, daya ingat juga menurun,” tuturnya dengan nada reflektif.

Pengajian ini menjadi pengingat bahwa ibadah yang tampak sederhana ternyata memerlukan ketelitian dan ilmu. Di tengah tradisi keagamaan masyarakat Gorontalo yang kuat, pemahaman fikih yang benar menjadi kunci agar setiap ibadah benar-benar sah dan bernilai di sisi Allah SWT.


Klik Donasi Untuk Penulis Seikhlasnya

Embed HTML not available.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perempuan Berhenti Bekerja: Pengorbanan atau Investasi?

    Perempuan Berhenti Bekerja: Pengorbanan atau Investasi?

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Sutanti Idris
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Di tengah semakin banyak perempuan yang memilih berhenti bekerja setelah menikah atau memiliki anak, muncul pertanyaan yang sering kali memicu perdebatan: apakah keputusan tersebut merupakan sebuah pengorbanan atau justru investasi? Bagi saya, jawabannya bergantung pada alasan dan cara perempuan memaknai keputusan itu. Berhenti bekerja bukanlah tanda menyerah, bukan pula bukti bahwa perempuan kehilangan kemampuan. Sebaliknya, […]

  • Aktivis Gorontalo Kevin Lapendos Bantah Fitnah Oknum Asosiasi Nelayan: “Saya Punya Bukti Kuat”

    Aktivis Gorontalo Kevin Lapendos Bantah Fitnah Oknum Asosiasi Nelayan: “Saya Punya Bukti Kuat”

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Aktivis muda Gorontalo, Kevin Lapendos, yang dikenal aktif dalam aksi Unjuk Rasa, akhirnya angkat bicara terkait fitnah yang diarahkan kepadanya oleh oknum dalam Ketua Asosiasi Nelayan Gorontalo. Kevin menegaskan bahwa tuduhan-tuduhan tersebut sama sekali tidak benar, dan merupakan upaya untuk membungkam serta mengaburkan perjuangan Advokasinya yang tengah ia lakukan. Kevin selama ini aktif menyoroti dugaan […]

  • (Korupsi) Bisnis Paling Rasional

    (Korupsi) Bisnis Paling Rasional

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Di negeri ini, senjata api diawasi ketat. Mau punya pistol saja izinnya panjang, bisa lebih panjang dari antrean sembako. Tapi laporan keuangan? Bebas berkeliaran, rapi, wangi, dan sering dielu-elukan, padahal isinya bisa bikin rakyat miskin seumur hidup. Gus Dur mungkin akan bilang, “Senjata itu membunuh orang. Laporan keuangan bisa membunuh akal sehat.” Korupsi pejabat publik […]

  • IKAMI Sulsel Gelar Sarasehan Ramadan di Istiqlal, Perkuat Solidaritas Diaspora Bugis-Makassar photo_camera 2

    IKAMI Sulsel Gelar Sarasehan Ramadan di Istiqlal, Perkuat Solidaritas Diaspora Bugis-Makassar

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 372
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Jakarta-Suasana Ramadan yang penuh berkah terasa hangat di Aula PKUMI, Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Lebih dari 200 peserta yang terdiri dari politisi, akademisi, pengusaha, ulama, serta mahasiswa asal Sulawesi Selatan di DKI Jakarta berkumpul dalam kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar IKAMI Sulsel. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan santunan kepada […]

  • Fatherless: Ayah Hilang di Neraca

    Fatherless: Ayah Hilang di Neraca

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 436
    • 0Komentar

    Di banyak keluarga Indonesia, ayah itu ibarat “aset tetap”. Kalau ada, sering tidak disadari nilainya. Kalau tidak ada, barulah neraca keuangan keluarga terasa jomplang. Fenomena fatherless, baik ayah pergi secara fisik, emosional, maupun spiritual, bukan cuma soal anak kehilangan figur panutan, tetapi juga soal neraca keluarga yang tiba-tiba timpang sebelah. Dalam bahasa akuntansi NU: ini […]

  • Praperadilan Kandas, Yaqut Cholil Qoumas Langsung Ditahan KPK dalam Kasus Kuota Haji Rp622 Miliar

    Praperadilan Kandas, Yaqut Cholil Qoumas Langsung Ditahan KPK dalam Kasus Kuota Haji Rp622 Miliar

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 383
    • 0Komentar

    nulondalo.com- Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (12/3/2026) malam usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan kuota haji tambahan periode 2023–2024. Penahanan dilakukan tidak lama setelah gugatan praperadilan yang diajukan Yaqut ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (11/3/2026). Hakim menyatakan […]

expand_less