Breaking News
light_mode
Trending Tags

Penggunaan Atribut Organisasi Terlarang pada Aksi Bela Palestina, Ini Sikap PWNU Gorontalo

  • account_circle Redaksi Nulondalo
  • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
  • visibility 83
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo – Aksi Damai Bela Palestina serentak digelar di sejumlah Kota di Indonesia, Ahad (2/2/2025). Di Gorontalo sendiri ratusan orang berkumpul di Bundaran Telaga, Gorontalo.

Dalam aksi damai tersebut mereka membentangkan spanduk bertuliskan khilafah dan membawa bendera yang identik dengan organisasi yang telah dilarang pemerintah, yakni Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Sejumlah kalangan menyayangkan aksi damai Bela Palestina yang mengatasnamakan Santri Peduli Palestina itu dimanfaatkan untuk mengkampanyekan Negara Islam.

Dengan adanya aksi tersebut, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo menyatakan sikap atas munculnya Simbol organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia pada aksi damai bela palestina tersebut.

Surat Pernyataan bernomor : 15/PW.01.A.II.07.63/27/02/2025 itu ditandatangani Rais Syuriah dr. KH. Burhanudin Umar, Katib PWNU Gorontalo, Dr. H. Mansur Basir, Ketua Tanfidziyah Drs. Ibrahim T. Sore dan Wakil Sekretaris Arkan Karim, S.Pd.

Berikut pernyataan Sikap Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Gorontalo:

Dengan senantiasa mengharap ridha Allah SWT, serta dalam rangka menjaga komitmen kebangsaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kami, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU)Gorontalo, dengan ini menyampaikan pernyataan sikap terhadap aksi damai Bela Palestina pada tanggal 2 Februari 2025 yang diduga kuat ditunggangi eks organisasi terlarang bertempat di Kota Gorontalo antara lain sebagai berikut :

  1. PWNU Gorontalo mendukung penuh solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina dalam menghadapi agresi dan penjajahan yang dilakukan oleh Zionis Israel. Dukungan ini selaras dengan prinsip kemanusiaan, keadilan, dan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin;
  2. PWNU Gorontalo menyayangkan munculnya simbol-simbol organisasi terlarang, khususnya yang berafiliasi dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), dalam aksi Bela Palestina. Keberadaan simbol-simbol tersebut dapat mencederai semangat perjuangan kemanusiaan yang seharusnya dilakukan dengan niat ikhlas dan murni tanpa tendensi politik tertentu.
  3. PWNU Gorontalo menyayangkan jika aksi bela Palestina ditunggangi propaganda Khilafah ala HTI, yang bertentangan dengan prinsip Islam Ahlussunnah wal Jama’ah (al-wafa bi al-mu’ahadah al-wathaniyah) dan Pancasila sebagai dasar negara.
  4. PWNU Gorontalo meminta pemerintah untuk bertindak tegas dalam menangani kemunculan kembali simbol-simbol organisasi terlarang, guna menjaga stabilitas nasional dan daerah, serta menghindari penyalahgunaan momentum aksi solidaritas demi kepentingan kelompok tertentu.
  5. PWNU Gorontalo mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi keagamaan, masyarakat sipil, dan aparat negara, untuk bersama-sama mengukuhkan komitmen kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
  6. PWNU Gorontalo mengajak seluruh umat Islam, khususnya di Gorontalo, untuk tetap berada dalam koridor perjuangan yang sah dan konstitusional, serta menghindari keterlibatan dalam agenda kelompok-kelompok yang bertentangan dengan NKRI dan nilai-nilai keislaman yang moderat.

Demikian pernyataan ini kami buat sebagai bentuk tanggung jawab moral dan keagamaan dalam menjaga persatuan umat dan keutuhan bangsa. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan dan keberkahan bagi kita semua

  • Penulis: Redaksi Nulondalo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa yang Tersisa dari Ied Al-Fitr untuk Kita Perjuangkan?

    Apa yang Tersisa dari Ied Al-Fitr untuk Kita Perjuangkan?

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 181
    • 0Komentar

    1 Syawal Hijriyah/31 Maret 2025 Masehi menjadi penanda berpisahnya kita dengan Ramadan dan menyambut hari baru. Hari ini kita berlebaran. Kumandang takbir yang agung bersahut-sahutan. Ada perasaan haru kembali ke fitr (suci); namun pada saat yang, ada perasaan tidak kuat menahan kepergian Ramadan yang berlalu begitu cepat. Sebab Ramadan, bagaimana pun juga, adalah bulan yang agung. Farid […]

  • Kunjungan ke Maros, Mendes PDTT Serahkan Penghargaan Tokoh Peduli Desa kepada 8 Bupati

    Kunjungan ke Maros, Mendes PDTT Serahkan Penghargaan Tokoh Peduli Desa kepada 8 Bupati

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 142
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros – Komitmen pemerintah daerah dalam membangun dan memberdayakan desa kembali mendapat apresiasi di tingkat nasional. Sebanyak delapan bupati, termasuk Bupati Maros Chaidir Syam, menerima penghargaan Tokoh Peduli Desa dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDTT), Yandri Susanto, pada kegiatan Saba Desa […]

  • Petuah yang Disangka Mantra

    Petuah yang Disangka Mantra

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Saya masih ingat betul suasana Kongres Kedua Rakyat Mandar di Assamalebuang, Majene, sekitar tahun 2002 silam. Di tengah ruangan yang hening, budayawan Mandar; Muis Mandra yang kala itu tampil sebagai pembicara menyampaikan sebuah pasang (petuah). Dengan suara yang menggelegar, ia melafalkan petuah leluhur Mandar yang terdengar begitu sakral hingga membuat para peserta terpesona. Petuah itu […]

  • Menyambut Tahun Baru Masehi dengan Dzikir Sunyi, Pesan KH. Abdul Ghofur Nawawi Sebelum Wafat Play Button

    Menyambut Tahun Baru Masehi dengan Dzikir Sunyi, Pesan KH. Abdul Ghofur Nawawi Sebelum Wafat

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 217
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pergantian tahun Masehi kerap identik dengan hiruk-pikuk perayaan, kembang api, dan berbagai euforia yang melibatkan keramaian. Namun, dalam sebuah pengajian penuh makna, almaghfurlah KH. Abdul Ghofur Nawawi justru mengajak jamaah untuk menyambut pergantian tahun dengan cara yang berbeda: dzikir sederhana, sunyi, dan penuh kesadaran spiritual. Kiai Ghofur mengisahkan bahwa amalan ini merupakan ijazah […]

  • Pendataan Guru Ngaji Dirapikan, Semoga Kali Ini Benar-Benar Rapi

    Pendataan Guru Ngaji Dirapikan, Semoga Kali Ini Benar-Benar Rapi

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 105
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo menggelar silaturahmi bersama para imam masjid serta guru ngaji TPA/TPQ se-Kota Gorontalo di Bandhayo Lo Yiladia, Rabu (3/12/2025). Dalam pertemuan itu, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, memaparkan sejumlah langkah pembenahan yang saat ini tengah dilakukan pemerintah, terutama terkait penataan ulang data guru ngaji dan imam. Dalam arahannya, Wali Kota Adhan […]

  • Transmigrasi Patriot Didatangkan dari Jawa: Pengakuan Gagalnya Pendidikan di Mamuju?

    Transmigrasi Patriot Didatangkan dari Jawa: Pengakuan Gagalnya Pendidikan di Mamuju?

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Misbahuddin Yamin
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Program Transmigrasi Patriot yang digagas Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara dengan mengirim mahasiswa dari tujuh kampus elite seperti UI, UGM, ITB, IPB, ITS, Unpad, dan Undip ke Mamuju, secara sekilas tampak progresif. Narasi yang dibangun adalah kolaborasi, sinergi, dan pembangunan ekonomi inklusif. Namun, jika dibaca secara lebih jernih dan struktural, kebijakan ini menyimpan persoalan […]

expand_less