Breaking News
light_mode
Trending Tags

Subyek Digital dan Dunia Yang Berubah

  • account_circle Pepi al-Bayqunie
  • calendar_month 14 jam yang lalu
  • visibility 47
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Beberapa kasus viral berbasis potongan konten—seperti situasi yang terjadi dengan Sekjen Kementerian Agama, Prof Kamarudin Amin baru-baru ini dan beberapa kasus sebelumnya—semakin membuat kita sadar bahwa dunia kita memang sedang berubah, dan kita pun mungkin sedang berubah.

Sebuah video berdurasi beberapa detik atau potongan percakapan yang diambil di luar konteks bisa menimbulkan opini publik yang meledak.  Fenomena ini menunjukkan bahwa kita sedang hidup di dunia hyper-reality—dunia yang melipatgandakan realitas, di mana realitas kedua terasa lebih realistic ketimbang realitas pertama. Realitas asli sering kali kalah oleh representasi digitalnya sendiri. Inilah dunia kita, saat ini.

Dunia hyper-reality ini menantang kita untuk memikirkan ulang konsep kebenaran, kepercayaan, dan interaksi manusia. Di satu sisi, potongan digital memungkinkan informasi menyebar cepat, memobilisasi opini publik, dan memberi suara bagi mereka yang sebelumnya tak terdengar. Pesan yang singkat, video berdurasi beberapa detik, atau potongan teks dapat memunculkan empati, solidaritas, bahkan aksi kolektif yang nyata—sesuatu yang sulit dicapai melalui komunikasi tradisional.

Di sisi lain, dunia digital menciptakan ruang di mana kesalahan interpretasi, manipulasi, dan distorsi menjadi mudah tersebar, dan sering kali lebih berdampak daripada fakta itu sendiri. Algoritma memperkuat konten yang menimbulkan reaksi emosional, sehingga yang dramatis sering kali lebih didengar daripada yang benar. Sebuah potongan informasi bisa menimbulkan persepsi publik yang salah, memecah opini, atau memprovokasi konflik—meski kenyataannya jauh berbeda. Dalam konteks ini, kebenaran tidak lagi bersifat absolut, melainkan dipengaruhi oleh ritme viralitas, kekuatan representasi, dan persepsi kolektif.

Fenomena ini memaksa kita, sebagai subjek digital, untuk lebih sadar akan fragmen yang kita konsumsi dan bagikan. Setiap klik, setiap komentar, dan setiap share adalah bagian dari cara kita membentuk realitas bersama. Menjadi subjek digital berarti tidak hanya hadir, tetapi hadir dengan kesadaran—memahami fragmentasi informasi, menyadari bias dan manipulasi, dan tetap berupaya menemukan keseluruhan.

Ini adalah kemampuan untuk tidak sekadar bereaksi, tetapi melihat keseluruhan; tidak sekadar percaya pada viralitas, tetapi mempertanyakan apa yang membentuknya. Subjek digital yang harus menyadari bahwa setiap potongan konten adalah bagian dari narasi yang lebih besar, bahwa setiap opini yang menyebar adalah representasi yang dipilih dan dikurasi, bukan cerminan penuh dari realitas.

Lebih dari itu, dunia digital membentuk identitas kita. Dalam ruang ini, siapa kita bukan hanya apa yang kita lakukan, tetapi juga bagaimana kita diinterpretasikan. Identitas menjadi cair, persepsi menjadi cepat dan luas, dan kita menjadi pemain dalam simulasi kolektif di mana realitas asli dan representasinya saling melengkapi sekaligus bertentangan.

Dunia digital tidak hanya mengubah cara kita berkomunikasi, tetapi juga cara kita berpikir, merasa, dan menilai. Ia membentuk ruang di mana makna, kebenaran, dan realitas tidak lagi linear, tetapi fragmentaris, simultan, dan terdistribusi.

Menjadi subjek digital berarti memahami fragmentasi ini, mampu membaca potongan-potongan informasi yang bertebaran, dan tetap mencari keseluruhan narasi di baliknya. Kapasitas subyek digital yang dibutuhkan: mampu menilai, membedakan, dan menahan diri sebelum bereaksi. Menjadi subjek digital berarti tetap reflektif, kritis, dan manusiawi—tidak larut dalam viralitas instan, tetapi mampu menempatkan diri dalam konteks, memahami niat, dan mempertimbangkan dampak sebelum berbagi atau menilai.

  • Penulis: Pepi al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Koordinator Bidang Pendidikan dan Ekonomi DPP GENINUSA: Efisiensi Anggaran Tidak Harus Mengorbankan Lembaga Strategis

    Koordinator Bidang Pendidikan dan Ekonomi DPP GENINUSA: Efisiensi Anggaran Tidak Harus Mengorbankan Lembaga Strategis

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Presiden Republik Indonesia, pada 22 Januari 2025 yang lalu telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, yang berfokus pada efisiensi belanja dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025. Inpres tersebut menyasar sejumlah kementerian di Kabinet Merah Putih, termasuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan […]

  • Sekolah di Zona Rawan: Mendesak Penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Kota Gorontalo

    Sekolah di Zona Rawan: Mendesak Penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Kota Gorontalo

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Dadang Sudardja
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Tulisan ini diilhami dari diskusi bersama teman-teman WALHI Gorontalo. Kebetulan, penulis menjadi narasumber dan fasilitator dalam kegiatan Diklat Tanggap Darurat Bencana Ekologis. Sebagai pegiat kebencanaan yang juga menaruh perhatian serius pada isu Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), berbagai obrolan dan diskusi tersebut melahirkan satu kegelisahan mendasar: Kota Gorontalo berada pada ancaman gempa bumi dan banjir […]

  • Kritik Pelindo atas Kemacetan Tanjung Priok, Wasekjen PII: Gagal dalam Manajemen Sistem Logistik

    Kritik Pelindo atas Kemacetan Tanjung Priok, Wasekjen PII: Gagal dalam Manajemen Sistem Logistik

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Panji Sukma Nugraha, menyampaikan kritik tajam terhadap manajemen PT Pelindo seiring kemacetan parah yang terjadi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok beberapa hari terakhir. Menurutnya, insiden ini merupakan bentuk nyata dari kegagalan perencanaan dan pengendalian sistem logistik nasional yang semestinya dapat diantisipasi sejak awal. “Ini bukan sekadar kemacetan lalu […]

  • Benarkah Orang Gorontalo sebegitu Bencinya terhadap Yahudi? Tanggapan untuk tulisan Funco Tanipu

    Benarkah Orang Gorontalo sebegitu Bencinya terhadap Yahudi? Tanggapan untuk tulisan Funco Tanipu

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Tulisan Funco Tanipu yang berjudul Yahudi, Sanksi Sosial dan Migrasi yang terbit di kanal bakukabar.id pada 4 April 2025 adalah tulisan yang bagi saya tidak menggambarkan apa-apa, selain menguatkan stigma negatif serta menembakkan tuduhan serius terhadap Yahudi (baik agama maupun komunitas) dengan dalih adat istiadat serta agama, khususnya Islam, di Gorontalo. Tulisan tersebut berangkat dari […]

  • Will Cristiano Ronaldo Play Tonight in Al-Nassr vs Al-Ettifaq Saudi Pro League 2024-25 Match? 12.39 Play Button

    Will Cristiano Ronaldo Play Tonight in Al-Nassr vs Al-Ettifaq Saudi Pro League 2024-25 Match?

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Al Nassr failed to win major title with Cristiano Ronaldo in the squad. The Portuguese superstar has been incredible in front of the goal and led the league in goals scored in both his full seasons. Currently the side at the third position in the Saudi Pro League 2024-25 standings, with just 14 games remaining. […]

  • Ida Fauziyah : Konsolidasi PKB Gorontalo Momentum untuk berkolaborasi bersama Nahdlatul Ulama

    Ida Fauziyah : Konsolidasi PKB Gorontalo Momentum untuk berkolaborasi bersama Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dr. Hj. Ida Fauziyah menyampaikan, bahwa PKB terus berkomitmen menjadi partai yang solid demi memperjuangkan kepentingan rakyat. Hal tersebut disampaikan pada agenda konsolidasi kader PKB se-Gorontalo bertempat di Grand Q Hotel, Kota Gorontalo, Sabtu (15/2/2025), kemarin. “Dalam pertemuan yang penting ini, saya ingin menyampaikan bahwa Gus Ketum […]

expand_less