Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Tokoh Moral Itu Telah Pergi

  • account_circle Ilham Sopu
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • visibility 260
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pagi 31 Januari 2026, saat saya sedang mengikuti sertifikasi dai yang diselenggarakan PB DDI di Hotel UIN Alauddin Makassar, kabar duka itu datang tiba-tiba: Bapak Salim S. Mengga mengembuskan napas terakhir setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit di Makassar. Informasi itu saya baca lewat grup WhatsApp. Kaget, saya terdiam sejenak, menundukkan kepala, lalu membacakan Al-Fatihah untuk beliau.
Sosok Pak Salim S. Mengga adalah figur yang langka. Tidak mudah menemukan pribadi seperti beliau di tengah lanskap politik kita hari ini. Mungkin terasa terlalu cepat beliau dipanggil menghadap Tuhan, terlebih saat baru memulai kiprah strategisnya dalam menata Sulawesi Barat agar tumbuh sebagai daerah yang maju sekaligus bermoral. Namun, boleh jadi Tuhan memiliki rencana lain: memanggil orang-orang baik untuk kembali lebih awal, setelah menunaikan pesan moral yang harus dititipkan kepada generasi yang ditinggalkan.
Jauh sebelum menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayjen (Purn.) Salim S. Mengga telah lebih dulu memberi teladan kepada masyarakat. Sejak awal berdirinya Sulawesi Barat, bahkan sejak perhelatan pemilihan gubernur pertama, beliau tampil memberikan pendidikan politik yang beretika: mengedepankan nilai-nilai agama, moralitas, keteladanan, serta pesan-pesan yang menyejukkan dan mencerdaskan. Beliau konsisten menyampaikan pentingnya nilai religius sebagai fondasi kehidupan sosial dan politik.
Dalam rentang waktu sejak berdirinya Sulawesi Barat hingga wafatnya, baik sebelum maupun saat menjabat Wakil Gubernur, Pak Salim tak pernah lelah memikirkan bagaimana melihat masyarakat Sulbar tumbuh sebagai masyarakat yang maju dan *mala’bi’*—bermartabat secara moral dan budaya. Gagasan itu ia terjemahkan dalam pidato-pidato, ceramah-ceramah, dan pernyataan-pernyataannya yang sarat dengan nilai kejujuran, kebenaran, dan etika publik. Nilai-nilai itulah yang nyaris selalu hadir dalam setiap forum yang ia ikuti.
Ucapan kebenaran seakan menjadi wirid hariannya. Ia menyampaikannya di mana pun berada, bukan hanya di hadapan masyarakat biasa, tetapi juga di hadapan para pejabat. Sebagai Wakil Gubernur yang baru lebih dari setahun menjabat, ia telah menunjukkan komitmen moral dalam kepemimpinan bersama Gubernur Suhardi Duka.
Keduanya adalah dua sosok yang saling melengkapi. Suhardi Duka berpengalaman panjang di bidang pemerintahan—dua periode sebagai Bupati Mamuju serta pengalaman legislatif di DPR. Sementara Pak Salim membawa latar belakang militer yang identik dengan ketegasan dan disiplin. Pengalaman beliau sebagai anggota DPR RI turut memperkaya perspektifnya dalam membaca persoalan-persoalan pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Perpaduan pengalaman sipil dan militer inilah yang menjadikan kepemimpinan mereka relatif solid.
Pak Salim Mengga adalah figur langka di negeri ini. Berlatar belakang militer, beliau dikenal tegas dan disiplin. Namun, ada kelebihan yang jarang dimiliki oleh banyak koleganya: kefasihan beliau dalam membahas tema-tema keagamaan dengan bahasa yang mudah dicerna. Retorikanya akrab dengan realitas sosial masyarakat. Cara bertuturnya pas dengan kebutuhan audiens yang dihadapi—sebuah kemampuan dakwah kultural yang tidak semua orang miliki.
Lebih dari sekadar kepiawaian bertutur, kekuatan utama Pak Salim terletak pada karakter moralnya. Ia aktif mengampanyekan pentingnya kekuatan moral sebagai fondasi perubahan. Bagi beliau, perubahan paling mendasar dimulai dari akhlak. Di tengah kemerosotan moral yang kita saksikan hari ini, sebagaimana diungkapkan Prof. Quraish Shihab bahwa yang hilang dari kita adalah “akhlak”, pesan Pak Salim terasa kian relevan dan mendesak.
Warisan terpenting Pak Salim Mengga bagi masyarakat Sulawesi Barat bukan semata jabatan atau kebijakan, melainkan teladan moral. Warisan inilah yang semestinya dijadikan simbol dan kompas untuk menjaga eksistensi Sulawesi Barat sebagai provinsi yang bertumpu pada nilai-nilai moral dan kemanusiaan. Pak Salim telah memberi contoh; kini, tanggung jawab kitalah untuk melanjutkannya.
(Kota Daeng, 31 Januari 2026)
  • Penulis: Ilham Sopu

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu Keluarkan Pernyataan Sikap Atas Meninggalnya Mahasiswa UNG dalam Diksar Mapala Butoiyo Nusa

    Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu Keluarkan Pernyataan Sikap Atas Meninggalnya Mahasiswa UNG dalam Diksar Mapala Butoiyo Nusa

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 132
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dunia pendidikan Gorontalo berduka setelah meninggalnya salah seorang mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG), almarhum Muhammad Jeksen, dalam kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Mapala Butoiyo Nusa. Menanggapi peristiwa ini, Yayasan Pendidikan Nulondalo Lipuu mengeluarkan pernyataan sikap resmi yang disampaikan langsung oleh Ketua Yayasan, Abdul Kadir Lawero. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Peristiwa ini bukan hanya […]

  • Tradisi Ketupat, Wahdah Islamiyah Gorontalo dan Tuduhan tak Berdasar

    Tradisi Ketupat, Wahdah Islamiyah Gorontalo dan Tuduhan tak Berdasar

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2022
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Baru siang tadi, beredar flyer podcast dengan judul “Meluruskan Tradisi Perayaan Ketupatan” yang diselenggarakan oleh Mimoza Podcast Gorontalo via Whatsapp. Podcast itu menghadirkan Ust. Ishak Bakari, ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Gorontalo sebagai narasumber kunci dan dimoderatori langsung oleh Nurhadi Taha. Ketika melihatnya saya kaget bukan main. Judul podcast ini provokatif: kata awal […]

  • pesawat ATR

    Badan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Gunung Bulusaraung, Evakuasi Lewat Jalur Pendakian

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 322
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Tim SAR gabungan menemukan badan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan. Saat ini, petugas memfokuskan upaya pada persiapan jalur evakuasi dengan mempertimbangkan medan yang berat dan berisiko. Kepala Seksi Operasi Basarnas, Andi Sultan, mengatakan jalur pendakian dipilih sebagai opsi terbaik […]

  • Bentrokan Demonstran Pro-Iran dan Aparat Pecah di Karachi, Puluhan Tewas dan Terluka

    Bentrokan Demonstran Pro-Iran dan Aparat Pecah di Karachi, Puluhan Tewas dan Terluka

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 208
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Bentrokan antara demonstran anti-Amerika Serikat dan pasukan keamanan pecah di Karachi, Pakistan, menyusul kabar dugaan serangan AS yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Aksi massa yang awalnya berupa unjuk rasa solidaritas terhadap Iran berubah ricuh ketika aparat berupaya membubarkan kerumunan. Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan polisi antihuru-hara menembakkan gas […]

  • Perempuan dan Financial Freedom di Era Digital

    Perempuan dan Financial Freedom di Era Digital

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Sutanti Idris
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Di era digital, perempuan memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk mencapai financial freedom. Kemajuan teknologi telah mengubah cara bekerja, berbisnis, berinvestasi, hingga mengelola keuangan. Kesempatan yang dahulu hanya dimiliki segelintir orang, kini terbuka bagi siapa saja yang mau belajar dan beradaptasi. Namun, kemudahan teknologi juga membawa tantangan. Akses belanja yang semakin praktis, maraknya pinjaman […]

  • Masjid Istiqlal Luncurkan Wakaf 100.000 Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa pada Peringatan Nuzulul Qur’an

    Masjid Istiqlal Luncurkan Wakaf 100.000 Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa pada Peringatan Nuzulul Qur’an

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 232
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Masjid Istiqlal akan meluncurkan program Wakaf 100.000 Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa dalam rangkaian peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah yang mengusung tema “Jembatan Harmoni Peradaban.” Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 9 Maret 2026, sebagai bagian dari rangkaian acara yang digelar bersama Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Kementerian Agama serta Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI). Program […]

expand_less