Breaking News
light_mode
Trending Tags

Panas Bumi vs Panas Hati

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • visibility 208
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di negeri +62 ini, kadang yang panas bukan cuma bumi, tapi juga hati rakyat. Apalagi kalau yang panas itu proyek panas bumi, lalu terdengar kabar bahwa yang mengelola adalah perusahaan yang terafiliasi dengan Israel. Waduh. Ini bukan sekadar energi terbarukan, ini energi perdebatan.

Sebagai bangsa yang sejak dulu tegas mendukung Palestina, kita ini unik. Secara diplomatik tidak punya hubungan dengan Israel, tapi dunia bisnis global itu seperti warung kopi 24 jam: semua orang bisa nongkrong, asal punya modal. Nah, di sinilah mulai muncul kegelisahan kolektif. Rakyat bertanya, “Lho, ini bagaimana ceritanya? Kita tidak punya hubungan diplomatik, tapi kok ada izin usaha?”

Kalau Gus Dur masih ada, mungkin beliau akan bilang, “Ini bukan soal panas bumi, ini soal bumi yang kepanasan karena kita kurang komunikasi.” Humor beliau selalu sederhana tapi kena. Karena dalam politik, yang paling mahal itu bukan investasi, melainkan kepercayaan.

Sebagai ekonom yang kebetulan lahir dari rahim tradisi Nahdlatul Ulama, saya melihat persoalan ini bukan sekadar hitung-hitungan dolar dan megawatt. Ini soal rasa. Dalam kultur NU, rasa itu penting. Orang bisa salah hitung, tapi jangan sampai salah rasa.

Secara teknis, energi panas bumi itu baik. Ramah lingkungan. Mendukung agenda ekonomi hijau Presiden Prabowo. Kita memang butuh transisi energi. Tidak mungkin selamanya mengandalkan batu bara sambil berharap langit tetap biru. Tapi begini, kalau proyeknya membuat sebagian rakyat merasa “kok agak aneh ya?”, maka tugas pemerintah adalah menjelaskan, bukan sekadar menjalankan.

Rakyat Indonesia ini cerdas. Kadang saking cerdasnya, sebelum dijelaskan sudah menyimpulkan duluan. Maka kalau tidak ada transparansi, imajinasi publik bisa lebih liar dari sumur geotermal.

Isu Palestina bagi masyarakat Indonesia bukan isu luar negeri biasa. Ini sudah seperti urusan keluarga jauh yang selalu kita doakan tiap khutbah Jumat. Maka ketika ada kabar perusahaan yang punya afiliasi Israel masuk mengelola proyek strategis, reaksi emosional itu bisa dimaklumi.

Pertanyaannya, apakah ini otomatis salah? Belum tentu. Dunia bisnis itu ruwet. Saham bisa dimiliki lintas negara. Perusahaan bisa beroperasi independen dari politik negaranya. Tapi dalam politik, persepsi sering kali lebih kuat daripada struktur kepemilikan.

Nah, di sinilah tantangan Presiden Prabowo. Beliau dikenal tegas mendukung kemerdekaan Palestina di berbagai forum internasional. Komitmen itu sudah jelas. Tapi rakyat juga ingin melihat konsistensi dalam kebijakan ekonomi. Jangan sampai yang hijau di sektor energi malah bikin wajah rakyat memerah karena bingung.

Dalam tradisi NU, ada prinsip tawazun (keseimbangan). Politik boleh jalan, ekonomi boleh tumbuh, tapi jangan sampai akal sehat dan rasa keadilan tertinggal. Energi hijau itu penting, tapi legitimasi sosial lebih penting lagi. Kalau proyek berjalan tapi rakyat tidak nyaman, itu seperti makan sate tanpa sambal: technically bisa dimakan, tapi ada yang kurang.

Stabilitas politik juga bukan cuma soal tidak ada demo. Stabilitas itu soal kepercayaan. Kalau rakyat merasa diajak bicara, dijelaskan secara jujur, biasanya masalah bisa selesai. Tapi kalau rakyat merasa hanya jadi penonton, maka panas bumi bisa berubah jadi panas opini.

Sebagai ekonom, saya melihat ini sebagai ujian kedewasaan kebijakan publik kita. Apakah kita mampu menjelaskan secara terbuka struktur kepemilikan perusahaan, mekanisme kerja sama, dan batas-batas relasi politiknya? Kalau memang tidak ada hubungan langsung dengan negara Israel, katakan secara terang. Kalau ada keterkaitan, jelaskan juga secara jujur. Kejujuran itu lebih menenangkan daripada klarifikasi setengah-setengah.

Indonesia selama ini dikenal konsisten dalam diplomasi kemanusiaan. Itu modal besar. Jangan sampai modal moral itu tergerus hanya karena kurang komunikasi. Kita ini bangsa yang mudah memaafkan, asal merasa dihargai.

Humor ala Gus Dur selalu mengajarkan bahwa bangsa ini jangan terlalu tegang. Tapi bukan berarti tidak serius. Kita bisa tertawa sambil tetap kritis. Kita bisa mendukung energi hijau sambil tetap menjaga solidaritas terhadap Palestina.

Jangan sampai nanti rakyat berkata, “Kita dukung Palestina di mimbar, tapi bingung di meteran listrik.” Itu bisa jadi bahan stand-up comedy nasional.

Saya percaya Presiden Prabowo punya niat baik membangun ekonomi hijau dan memperkuat ketahanan energi nasional. Itu visi yang strategis. Namun visi besar perlu komunikasi besar pula. Jangan biarkan panas bumi menguapkan kepercayaan rakyat.

Karena dalam negara demokrasi, yang paling berbahaya bukan energi fosil atau energi nuklir, melainkan energi kecurigaan. Kalau itu meledak, tidak ada teknologi yang bisa meredamnya.

Maka mari kita jaga keseimbangan. Energi hijau tetap jalan, solidaritas kemanusiaan tetap tegak, dan kepercayaan publik tetap utuh. Kalau semua bisa diseimbangkan, insyaAllah yang panas hanya bumi, bukan hubungan antara pemerintah dan rakyatnya.

Penulis : Dosen/Ekonom Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudah Dibayar, Tetap Hangus: Aturan Kuota Internet Digugat

    Sudah Dibayar, Tetap Hangus: Aturan Kuota Internet Digugat

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 200
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sepasang suami istri, Didi Supandi dan Wahyu Triana Sari, mengajukan gugatan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait aturan penghangusan sisa kuota internet. Gugatan tersebut terdaftar dengan nomor perkara 273/PUU-XXIII/2025 dan menyasar Pasal 71 angka 2 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja yang mengubah Pasal 28 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 […]

  • Newcastle Tundukkan Manchester United Meski Bermain 10 Pemain, Arsenal Makin Kokoh di Puncak

    Newcastle Tundukkan Manchester United Meski Bermain 10 Pemain, Arsenal Makin Kokoh di Puncak

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 211
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Newcastle United meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Manchester United dalam lanjutan Premier League yang berlangsung pada Rabu, 4 Maret 2026. Bermain di kandang sendiri, Newcastle harus menjalani babak kedua dengan 10 pemain setelah Jacob Ramsey menerima kartu kuning kedua pada menit 45+1 akibat dianggap melakukan diving. Meski dalam kondisi timpang, Newcastle justru mampu […]

  • GUSDURian Makassar Wakili GUSDURian Peduli, Serahkan Tali Asih pada Keluarga Dandi

    GUSDURian Makassar Wakili GUSDURian Peduli, Serahkan Tali Asih pada Keluarga Dandi

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Di bawah langit Makassar yang terik, lorong sempit di Kelurahan Karampuang, Kecamatan Panakukang, menjadi saksi bisu langkah-langkah penuh empati. Sejumlah penggerak inti GUSDURian Makassar menyusuri lorong itu, bukan sekadar berkunjung, melainkan membawa dukungan kemanusiaan ke sebuah rumah yang kini menyimpan kenangan tentang Rusdamdiansyah (Dandi), pemuda yang gugur dalam gelombang demonstrasi di Jalan Urip Sumoharjo, Jumat, […]

  • Bareskrim Tahan Mantan Direktur PT Dana Syariah Indonesia, Penyidikan Terus Berjalan

    Bareskrim Tahan Mantan Direktur PT Dana Syariah Indonesia, Penyidikan Terus Berjalan

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 213
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Proses hukum kasus PT Dana Syariah Indonesia (DSI) terus bergulir. Terbaru, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri (Dittipideksus) melakukan pemeriksaan terhadap tersangka berinisial AS, yang merupakan mantan direktur DSI periode 2018–2024 sekaligus salah satu pendiri perusahaan tersebut. Usai menjalani pemeriksaan intensif, AS langsung ditahan oleh penyidik. Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan […]

  • Hari Keempat Pencarian ATR 42-500, Tim SAR Sisir Tebing Curam Bulusaraung dengan 9 SRU

    Hari Keempat Pencarian ATR 42-500, Tim SAR Sisir Tebing Curam Bulusaraung dengan 9 SRU

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, PANGKEP — Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, memasuki hari keempat, Selasa (20/1/2026). Tim SAR gabungan terus mengintensifkan penyisiran di medan ekstrem dengan mengerahkan sembilan Search and Rescue Unit (SRU). Koordinator Misi SAR Makassar, […]

  • Darah Nabi Mengalir di Iran: Layakkah Kita Membelanya?

    Darah Nabi Mengalir di Iran: Layakkah Kita Membelanya?

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Prof. Dr. KH. Afifuddin Harisah. Lc
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Ketika kita membaca kitab hadits Bukhari dan Muslim di pesantren, pernahkah kita sadar bahwa kedua imam agung itu adalah orang Persia? Bahwa sebagian besar ulama yang mewariskan ilmu Nabi lahir dari tanah yang dulu disebut Persia, kini bernama Iran? Ironisnya, masih ada umat Islam yang meragukan Iran hanya karena perbedaan mazhab atau pengaruh propaganda Barat. […]

expand_less