Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Tsuwaibah Al Aslamiyah: Ibu Susu Pertama Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #11)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 439
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sebagian besar kita, umat Islam, pasti mengenal nama Halimah al‑Sa’diyyah sebagai pengasuh dan ibu susu Nabi Muhammad. Kisah hidup Nabi pasti tidak akan pernah luput dari nama Halimah al-Sa’diyah. Namun, sebenarnya ada seorang perempuan yang menjadi ibu susu pertama Nabi sebelum diserahkan kepada Halimah al-Sa’diyah. Namanya Tsuwaibah.

Tsuwaibah al-Aslamiyah adalah seorang budak perempuan milik Abu Lahab bin Abdul Muttalib, paman Nabi yang kelak dikenal sebagai salah satu penentang dakwah beliau. Di tengah struktur sosial Makkah yang menempatkan budak pada lapisan paling bawah, Tsuwaibah hidup sebagai bagian dari rumah tangga tuannya, menjalani peran-peran domestik yang sunyi dan nyaris tak tercatat. Ketika bayi Muhammad lahir, dialah yang menyampaikan kabar itu kepada Abu Lahab. Riwayat-riwayat sirah menggambarkan bagaimana kabar kelahiran itu disambut dengan kegembiraan; Abu Lahab bersuka cita atas lahirnya keponakan dari darah keluarganya sendiri. Dalam suasana gembira itu, Tsuwaibah memperoleh kebebasannya sebagai hadiah.

Setelah dibebaskan, Tsuwaibah al-Aslamiyah menyusui bayi Muhammad dan menjadi ibu susu beliau untuk beberapa hari. Dalam masa yang singkat itu, ia merawat dan menyusui beliau hingga akhirnya Nabi  diserahkan untuk diasuh lebih lama oleh Halimah al-Sa’diyyah. Meski hanya sebentar, Tsuwaibah tetap tercatat sebagai perempuan yang pertama kali menjadi ibu susu Nabi.

Melalui persusuan dengan Tsuwaibah al-Aslamiyah, Nabi terikat sebagai saudara sepersusuan dengan beberapa anak lain, di antaranya Hamzah ibn Abdul-Muttalib, paman beliau yang kelak dikenal sebagai “Singa Allah”, juga Masruh, putra Tsuwaibah sendiri, dan dalam sejumlah riwayat disebut pula Abu Salamah ibn Abd al-Asad.

Meskipun masa penyusuan bersama Tsuwaibah berlangsung singkat, Nabi tetap memuliakannya sepanjang hidup. Ia memperhatikan kesejahteraannya, menjaga hubungan, dan menghormatinya bahkan setelah mencapai masa kenabian. Hal ini menunjukkan satu etika kenabian yang halus: tidak ada jasa yang dianggap kecil, tidak ada relasi yang dihapus hanya karena status sosialnya rendah. Seorang budak perempuan, dengan tindakan sederhana, memiliki peran penting dalam sejarah kehidupan Nabi.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot–BPSDM Gorontalo Gelar Pelatihan PBJ Pemerintah

    Pemkot–BPSDM Gorontalo Gelar Pelatihan PBJ Pemerintah

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota Gorontalo bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Gorontalo memulai Pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemerintah. Kegiatan ini berlangsung di Kelas NKRI BPSDM Provinsi Gorontalo ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas aparatur dalam memahami dan mengimplementasikan proses pengadaan barang dan jasa secara profesional, transparan, dan akuntabel. “Pada hari […]

  • GUSDURian Mamasa Gelar Kegiatan “Jaga Jagat Kita” untuk Edukasi Ekologi Generasi Muda

    GUSDURian Mamasa Gelar Kegiatan “Jaga Jagat Kita” untuk Edukasi Ekologi Generasi Muda

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Guswandri
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Komunitas GUSDURian Mamasa kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan bertajuk “Jaga Jagat Kita”, yang dilaksanakan pada Jumat, 8 Agustus 2025 di Gereja Toraja Mamasa Jemaat Buntu Tanete. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Sekolah Jagat GUSDURian, yang sebelumnya diikuti oleh beberapa penggerak komunitas. Dalam sambutannya, Febry, perwakilan GUSDURian dan alumni Sekolah Jagat, menekankan […]

  • Dana Peliputan Media MTQ Maros Disorot, Diduga Ada Ketidaksesuaian Pembayaran dan Nama ASN dalam Daftar Penerima

    Dana Peliputan Media MTQ Maros Disorot, Diduga Ada Ketidaksesuaian Pembayaran dan Nama ASN dalam Daftar Penerima

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com, MAROS — Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Maros telah berlalu. Namun, penggunaan anggaran untuk peliputan media dalam kegiatan tersebut kini menjadi sorotan dan memunculkan pertanyaan terkait transparansi realisasi anggaran serta laporan pertanggungjawaban (LPJ). Informasi yang dihimpun menyebutkan, anggaran peliputan media dalam kegiatan MTQ diduga mencapai sekitar Rp30 juta, dengan keterlibatan kurang lebih 30 […]

  • Kopra Institute Desak Bupati dan BKD Periksa Sekda Morotai Soal Dugaan Judol

    Kopra Institute Desak Bupati dan BKD Periksa Sekda Morotai Soal Dugaan Judol

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maluku Utara – Dugaan kasus yang menyeret Sekretaris Daerah (Sekda) Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, terus menguat. Komite Perjuangan Rakyat (Kopra Institute) meminta Bupati dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tidak tinggal diam. Direktur Kopra Institute, Faisal Habeba, menegaskan bahwa dugaan yang mencuat, khususnya terkait praktik judi online (judol), harus segera ditindaklanjuti secara serius. “Ini […]

  • Yudi Latif Soroti Sengkarut Pendidikan Nasional: Negara Dinilai Kehilangan Arah Besar Pendidikan

    Yudi Latif Soroti Sengkarut Pendidikan Nasional: Negara Dinilai Kehilangan Arah Besar Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 216
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Cendekiawan dan budayawan Yudi Latif menyoroti berbagai persoalan mendasar dalam tata kelola pendidikan nasional yang dinilainya semakin kehilangan arah peradaban. Dalam tulisannya berjudul “Sengkarut Dunia Pendidikan” yang dimuat di Kompas pada Kamis (21/5/2026), Yudi menilai problem utama pendidikan Indonesia terletak pada kesenjangan antara apa yang disuarakan pemerintah dan kebijakan yang benar-benar dipilih. Menurutnya, […]

  • Menertawakan Kekuasaan

    Menertawakan Kekuasaan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Orang kecil itu sebenarnya tidak bodoh. Mereka cuma capek. Capek mendengar janji, capek membaca berita korupsi, capek melihat pejabat miskin di LHKPN tapi kaya di pesta pernikahan anaknya. Maka jangan heran kalau rakyat akhirnya memilih tertawa. Karena kalau tidak tertawa, bisa-bisa marah. Dan kalau marah terus, tekanan darah naik, sementara kebijakan tidak pernah turun. Dalam […]

expand_less