Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Iran Tunjuk Ayatollah Alireza Arafi Jadi Anggota Dewan Kepemimpinan Sementara Pasca Kematian Khamenei

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 180
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com –  Pemerintah Iran secara resmi menunjuk Ayatollah Alireza Arafi sebagai anggota Dewan Kepemimpinan sementara negara itu, sehari setelah kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara yang menghantam ibu kota Teheran.

Penunjukan Arafi diumumkan oleh juru bicara Majelis Penelaahan Kepentingan (Expediency Discernment Council), Mohsen Dehnavi, melalui sebuah unggahan di platform X pada Minggu (1/3/2026). Arafi dipilih sebagai perwakilan ulama dalam dewan sementara yang dibentuk berdasarkan ketentuan konstitusi Iran setelah kekosongan kekuasaan di posisi pemimpin tertinggi.

Dewan Kepemimpinan sementara akan dipimpin secara kolektif sampai Majelis Ahli (Assembly of Experts) memilih pengganti tetap bagi pemimpin tertinggi. Selain Arafi, dua anggota dewan tersebut adalah Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, serta Ketua Mahkamah Agung, Gholamhossein Mohseni Ejei.

Arafi, yang juga merupakan anggota Dewan Penjaga (Guardian Council), dipandang sebagai tokoh senior di jajaran ulama dan birokrasi negara, memiliki pengalaman panjang dalam struktur kekuasaan Republik Islam Iran.

Pembentukan Dewan Kepemimpinan sementara ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan regional setelah serangan udara yang menewaskan Khamenei, peristiwa yang telah mengguncang struktur politik dan stabilitas keamanan di kawasan.

Proses pemilihan pemimpin tertinggi baru akan dilanjutkan oleh Majelis Ahli, sebuah badan yang bertanggung jawab memilih figur tertinggi negara sesuai konstitusi Iran, meskipun mekanisme dan waktunya belum diumumkan secara resmi.

Sebelumnya, Netanyahu mengatakan ada “banyak tanda” yang menunjukkan bahwa kompleks kediaman dan markas besar Khamenei di Teheran hancur dan bahwa pemimpin berusia 86 tahun itu kemungkinan tewas bersama sejumlah pejabat tinggi Iran lainnya.

Presiden AS, Donald Trump, juga menyampaikan klaim serupa. Ia menyebut kematian Khamenei sebagai bentuk “keadilan” terhadap sosok yang selama ini dituduh sejumlah pihak sebagai aktor penting di balik berbagai konflik regional.

Dilansir dari Al Jazeera, media pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi kabar tersebut pada dini hari Minggu. Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Khamenei wafat dalam serangan gabungan AS–Israel yang menghantam kompleksnya pada Sabtu pagi.

“Diumumkan kepada rakyat Iran bahwa Yang Mulia Grand Ayatollah Imam Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam, telah menjadi syahid dalam serangan gabungan yang dilancarkan oleh Amerika dan rezim Zionis pada pagi hari Sabtu, 28 Februari,” demikian laporan Tasnim. Media pemerintah Iran juga menyebutkan bahwa putri, menantu, dan cucu Khamenei turut menjadi korban.

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa Khamenei dan sejumlah pejabat Iran “tidak bisa lolos dari intelijen AS dan sistem pelacakan canggih.”

Khamenei memegang tampuk kepemimpinan Iran sejak 1989, menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini, tokoh revolusi Islam yang menggulingkan monarki Dinasti Pahlavi satu dekade sebelumnya.

Jika Khomeini dikenal sebagai kekuatan ideologis di balik Revolusi Islam, Khamenei dinilai sebagai figur yang membentuk dan memperkuat aparatus militer serta paramiliter Iran. Struktur tersebut tidak hanya memperkuat pertahanan negara, tetapi juga memperluas pengaruh Teheran di kawasan Timur Tengah.

Sebelum menjadi pemimpin tertinggi, Khamenei menjabat sebagai presiden Iran dan memimpin negara itu dalam perang panjang melawan Irak pada dekade 1980-an. Konflik berdarah tersebut, ditambah dukungan sejumlah negara Barat kepada Presiden Irak saat itu, Saddam Hussein, memperdalam ketidakpercayaan Khamenei terhadap Barat, khususnya Amerika Serikat, sebagaimana dinilai sejumlah analis.

Perkembangan situasi di kawasan masih dinamis dan berpotensi memicu eskalasi lebih luas, mengingat posisi strategis Iran dalam geopolitik Timur Tengah.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Instruksi Bupati Maros, Ayah Hadir di Sekolah Dampingi Anak Terima Rapor

    Instruksi Bupati Maros, Ayah Hadir di Sekolah Dampingi Anak Terima Rapor

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 176
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros — Instruksi Bupati Maros melalui Program GEMAR (Gerakan Ayah Mengambil Rapor) mulai diimplementasikan di satuan pendidikan. Di UPTD SDN 66 Kanjitongan, Kabupaten Maros, sejumlah ayah tampak hadir langsung mendampingi anak-anak mereka saat penerimaan laporan hasil belajar (rapor), Sabtu (20/12/2025). Kehadiran para ayah tersebut menjadi bentuk nyata tindak lanjut arahan Pemerintah Kabupaten Maros yang […]

  • Administrasi yang Menelan Manusia: Ketika Birokrasi Kehilangan Jiwa Pelayanan

    Administrasi yang Menelan Manusia: Ketika Birokrasi Kehilangan Jiwa Pelayanan

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Tidak ada negara modern tanpa birokrasi. Ia lahir sebagai jawaban atas kebutuhan akan ketertiban, efisiensi, dan kepastian hukum. Max Weber bahkan menyebut birokrasi sebagai bentuk organisasi paling rasional yang pernah diciptakan manusia. Dengan pembagian kerja yang jelas, aturan yang baku, serta pengangkatan berdasarkan kompetensi, birokrasi diharapkan mampu menghindarkan negara dari praktik kekuasaan yang sewenang-wenang. Namun, […]

  • Dari Pesantren untuk Masa Depan Khatamun Nabiyyin dan BSI Bersinergi Tingkatkan Literasi Keuangan serta Investasi Emas Syariah

    Dari Pesantren untuk Masa Depan Khatamun Nabiyyin dan BSI Bersinergi Tingkatkan Literasi Keuangan serta Investasi Emas Syariah

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Asep Alfarizi
    • visibility 398
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Suasana pagi itu berbeda dari biasanya di Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin, Condet, Jakarta Timur. Deretan santri dan pengurus duduk rapi di auditorium pesantren, bukan untuk mengaji kitab kuning seperti hari-hari sebelumnya, melainkan untuk menyimak sesuatu yang selama ini jarang menjadi pembahasan di lingkungan pesantren: literasi keuangan syariah. Pada Sabtu, 9 Mei 2025, Bank […]

  • Ukhuwah Dimulai dari Dalam: Sindiran Gus Mus dan Cermin bagi NU Hari Ini

    Ukhuwah Dimulai dari Dalam: Sindiran Gus Mus dan Cermin bagi NU Hari Ini

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 212
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Salah satu pesan mendalam yang pernah disampaikan KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) kembali relevan untuk direnungkan hari ini. Dengan gaya khasnya yang lembut, puitis, namun tajam, Gus Mus mengingatkan bahwa ukhuwah tidak bisa dibangun dengan teriakan, melainkan dengan keteladanan dan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pesan itu sederhana, tetapi menggelitik: bagaimana mungkin […]

  • KWIP Instruksikan Wartawan Tahan Diri Sikapi Dugaan Penghinaan Makmun Serbaguna

    KWIP Instruksikan Wartawan Tahan Diri Sikapi Dugaan Penghinaan Makmun Serbaguna

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    TULANG BAWANG, NULONDALO.COM – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Komite Wartawan Indonesia Perjuangan (KWIP), Deferi Zan, menginstruksikan seluruh pengurus dan anggota KWIP menahan diri dalam menyikapi kasus dugaan penghinaan yang diduga dilakukan oknum TikToker Makmun Serbaguna asal Tulang Bawang. Imbauan tersebut disampaikan Deferi Zan pada Selasa, 9 Desember 2026, menyusul ramainya pro dan kontra di kalangan […]

  • RUU Polri Jadi Sorotan, Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Muda Sampaikan Kajian ke Komisi III

    RUU Polri Jadi Sorotan, Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Muda Sampaikan Kajian ke Komisi III

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Asep Alfarizi
    • visibility 265
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gedung Nusantara DPR RI kembali menjadi ruang perdebatan gagasan antara kalangan aktivis muda dan para legislator. Merespons wacana revisi Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia (RUU Polri), tiga organisasi yang tergabung dalam “Trisula Pergerakan” yakni Pemuda Nusantara Ilmiah (PENSIL), Badan Riset Intelektual Mahasantri (BRIM), dan Koalisi Aktivis Muda Indonesia (KAMI) menggelar audiensi dengan Komisi […]

expand_less