Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Perdagangan Gas Dunia Terhenti, Asia Terancam Krisis Energi

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 264
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Perdagangan gas alam cair (LNG) global mengalami gangguan serius menyusul meningkatnya konflik di Timur Tengah, dengan jalur vital Selat Hormuz praktis terhenti. Situasi ini memicu kekhawatiran krisis energi baru, terutama di kawasan Asia yang sangat bergantung pada pasokan dari Teluk.

Data pelacakan kapal menunjukkan sejumlah tanker LNG menghentikan perjalanan dari dan menuju Qatar guna menghindari Selat Hormuz, jalur sempit yang menjadi lintasan sekitar 20 persen ekspor LNG dunia. Setidaknya 11 kapal dilaporkan menunda pelayaran dalam beberapa hari terakhir.

Qatar, eksportir LNG terbesar kedua dunia, memasok lebih dari 80 persen produksinya ke pasar Asia. China menjadi pembeli terbesar LNG Qatar, disusul India dan Jepang. Para importir di kawasan tersebut kini menghubungi pemasok lain untuk mencari alternatif pasokan di tengah ketidakpastian pengiriman.

Gangguan ini berpotensi mendorong lonjakan harga gas global. Kontrak LNG jangka panjang di Asia umumnya dikaitkan dengan harga minyak mentah Brent, sehingga kenaikan harga minyak akibat ketegangan geopolitik akan turut mengerek harga gas bagi konsumen.

Analis energi memperingatkan bahwa jika konflik berlanjut dan jalur pelayaran tetap terganggu, risiko pemotongan produksi LNG dapat meningkat. Produksi LNG membutuhkan arus ekspor yang stabil; gangguan berkepanjangan dapat memaksa fasilitas produksi mengurangi output.

Eropa dinilai relatif lebih siap karena memiliki cadangan gas, namun tetap berisiko terdampak jika pengalihan pasokan lebih banyak diarahkan ke Asia. Sementara itu, negara-negara seperti Turki dan Mesir juga menghadapi tekanan tambahan akibat ketergantungan pada pasokan gas dari kawasan yang kini tidak stabil.

Kondisi ini mengingatkan pasar pada gejolak energi 2022 ketika invasi Rusia ke Ukraina memicu lonjakan harga gas ke level tertinggi dalam sejarah di Eropa dan berbagai belahan dunia.

Pelaku pasar kini memantau ketat perkembangan keamanan di Selat Hormuz dan kebijakan eksportir utama di Teluk. Jika ketegangan tidak segera mereda, Asia berpotensi menghadapi tekanan pasokan dan kenaikan biaya energi yang signifikan dalam waktu dekat.

Data Harga Energi Terbaru

  • Harga LNG Asia: Pada akhir 2025, harga LNG spot untuk pasar Asia tercatat turun tipis di sekitar USD 10,60 per MMBtu meskipun permintaan tetap kuat di region lain, seiring bertambahnya pasokan dari Amerika Serikat.

  • Harga Gas Global: Laporan gas global menunjukkan rata-rata harga LNG Asia (Platts JKM) bergerak dalam kisaran USD 9–11/MMBtu pada akhir 2025, meskipun potensi gangguan pasokan bisa mendorong harga naik di masa depan.

  • Harga Minyak Dunia: Konflik juga mendorong harga minyak naik, dengan Brent diperkirakan bisa menyentuh USD 100–120 per barel jika eskalasi berkepanjangan

Dampak ke Indonesia

Indonesia sebagai negara importir energi masih merasakan gejolak harga global:

  • Kenaikan harga minyak dunia secara tidak langsung menekan biaya energi domestik dan berpotensi mendorong inflasi harga BBM serta energi transportasi. Data menunjukkan harga minyak Brent sudah berada di kisaran USD 70–73 per barel dan berpotensi naik lebih tinggi jika konflik memburuk.

  • Biaya logistik energi naik hingga potensi ±12 %, yang bisa memicu kenaikan harga barang dan biaya produksi di Indonesia karena nilai impor energi yang besar terkait biaya distribusi global.

  • Ketergantungan Indonesia terhadap sumber LNG domestik dan impor membuat pasar energi lokal rawan terhadap gejolak global, terutama jika harga LNG benchmark dunia terus naik. Menurut data historis, harga LNG di pasar Indonesia biasanya berada dalam kisaran USD 9–14/MMBtu dalam beberapa tahun terakhir.

Analisis Pasar Energi Global

Para analis pasar energi global mencatat bahwa konflik Timur Tengah memperkuat volatilitas harga energi yang pernah terjadi pada krisis energi 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina. Harga LNG dan gas alam di berbagai pasar dunia diketahui sangat dipengaruhi oleh faktor geopolitik serta aliran ekspor global:

  • Ketidakpastian pasokan karena risiko Selat Hormuz dapat mendorong harga LNG dan gas alam ke level yang lebih tinggi, terutama jika jalur perdagangan utama terganggu.

  • Sementara itu, tekanan harga juga datang dari permintaan kuat di Eropa yang meningkatkan impor LNG dan cadangan yang relatif rendah di sejumlah negara produsen energi.

  • Di sisi lain, pertumbuhan pasokan dari Amerika Serikat membantu menstabilkan pasar jangka pendek, namun ketegangan geopolitik bisa membalik tren tersebut secara cepat jika konflik berkepanjangan.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aliansi Pemuda Kalumbatan Soroti Lemahnya Pengawasan Proyek Kampung Nelayan Merah Putih

    Aliansi Pemuda Kalumbatan Soroti Lemahnya Pengawasan Proyek Kampung Nelayan Merah Putih

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 240
    • 0Komentar

    nulondalo.com, BANGGAI KEPULAUAN – Koordinator Aliansi Pemuda Kalumbatan, Kevin Lapendos, kembali menyoroti pelaksanaan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Kalumbatan. Kali ini, kritik diarahkan pada lemahnya pengawasan proyek yang dinilai tidak mencerminkan standar pelaksanaan proyek strategis nasional. Kevin mengatakan proyek yang dibiayai melalui anggaran negara semestinya menjadi contoh penerapan tata kelola pembangunan yang […]

  • Firman Soebagyo Usulkan Konsep Baru Swasembada Pangan, Anggaran Cetak Sawah Dialihkan untuk Beli Lahan Produktif

    Firman Soebagyo Usulkan Konsep Baru Swasembada Pangan, Anggaran Cetak Sawah Dialihkan untuk Beli Lahan Produktif

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 207
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, mengusulkan konsep baru dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional. Usulan tersebut muncul setelah ia mencermati pernyataan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, terkait masifnya alih fungsi lahan sawah di Indonesia. Firman menyoroti data Kementerian ATR/BPN yang mencatat alih fungsi lahan pertanian mencapai […]

  • Salat Id Lebih Awal di Depok, Warga Ikuti Rukyatul Hilal Global

    Salat Id Lebih Awal di Depok, Warga Ikuti Rukyatul Hilal Global

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 500
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sejumlah warga Muslim di Depok melaksanakan salat Idulfitri lebih awal pada Kamis (19/3/2026) pagi. Pelaksanaan ini dilakukan berdasarkan rujukan rukyatul hilal global yang dilaporkan terlihat di Afghanistan. Kegiatan salat Id tersebut berlangsung di lapangan terbuka di depan sebuah restoran dan diikuti oleh jamaah dalam jumlah terbatas. Momen ini juga sempat dibagikan melalui video […]

  • Subyek Digital dan Dunia Yang Berubah

    Subyek Digital dan Dunia Yang Berubah

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Beberapa kasus viral berbasis potongan konten—seperti situasi yang terjadi dengan Sekjen Kementerian Agama, Prof Kamarudin Amin baru-baru ini dan beberapa kasus sebelumnya—semakin membuat kita sadar bahwa dunia kita memang sedang berubah, dan kita pun mungkin sedang berubah. Sebuah video berdurasi beberapa detik atau potongan percakapan yang diambil di luar konteks bisa menimbulkan opini publik yang […]

  • Merayakan Krisis Kendali di Kampus: Kekerasan Seksual dalam Peradaban Layar

    Merayakan Krisis Kendali di Kampus: Kekerasan Seksual dalam Peradaban Layar

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Ada yang perlu diluruskan sejak awal: kekerasan seksual di kampus bukan sekadar “penyimpangan individu” atau soal moral personal yang kebetulan meleset. Ia tumbuh dari ekosistem yang lebih luas—dari cara kita memproduksi relasi kuasa, memaknai tubuh, hingga bagaimana teknologi membentuk cara kita melihat dan memperlakukan orang lain. Di tengah apa yang bisa disebut sebagai “peradaban layar […]

  • EKO-AKUNTA-NESIA Diluncurkan, Akademisi Indonesia-Malaysia Dorong Paradigma Ekonomi Berkeadilan

    EKO-AKUNTA-NESIA Diluncurkan, Akademisi Indonesia-Malaysia Dorong Paradigma Ekonomi Berkeadilan

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 174
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Peluncuran buku EKO-AKUNTA-NESIA: Teori, Konsep dan Konteks karya Muhammad Aras Prabowo bersama Meutia, Windu Mulyasari, dan Agus Sholikhan Yulianto mendapat perhatian luas dari kalangan akademisi Indonesia dan Malaysia. Buku yang diterbitkan oleh UNUSIA Press itu dinilai menghadirkan tawaran paradigma baru ekonomi dan akuntansi yang berakar pada keadilan sosial, keberlanjutan ekologis, dan nilai-nilai kerakyatan […]

expand_less