Breaking News
light_mode
Trending Tags

Laporan Langit

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 48
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ramadhan selalu menghadirkan audit tahunan yang paling jujur: audit hati. Bedanya dengan audit laporan keuangan, auditor Ramadhan tidak bisa diajak negosiasi, tidak bisa diundang buka puasa bersama, dan tidak mengenal istilah “koreksi minor”. Ia langsung tembus ke niat. Dalam bahasa akuntansi, Ramadhan mengajarkan kita satu sistem pencatatan paling canggih: double entry dunia–akhirat.

Dalam akuntansi modern, kita mengenal prinsip double entry bookkeeping yang dipopulerkan oleh Luca Pacioli. Setiap transaksi harus memiliki dua sisi: debit dan kredit. Tidak ada transaksi tunggal yang berdiri sendiri. Jika kas berkurang, maka ada aset atau beban yang bertambah. Dunia ini rupanya juga berjalan dengan prinsip yang sama. Bedanya, satu sisi tercatat di laporan keuangan, sisi lainnya tercatat di “laporan langit”.

Ketika kita membayar zakat, infak, dan sedekah, di laporan dunia kas berkurang. Namun di laporan akhirat, aset bertambah. Ketika kita menahan amarah saat antre takjil, mungkin harga diri terasa “didebit”, tetapi pahala “dikredit” berlipat. Maka orang beriman sejati adalah akuntan yang sadar bahwa neraca hidupnya tidak berhenti pada 31 Desember, melainkan berlanjut hingga hari pembalasan.

Humor ala Nahdlatul Ulama mengajarkan bahwa hidup jangan terlalu tegang. Gus Dur pernah memberi teladan bahwa agama itu membahagiakan, bukan menakut-nakuti. Kalau semua dicatat malaikat, kita ini seperti perusahaan publik yang diawasi OJK langit. Bedanya, laporan kita tidak bisa direkayasa dengan creative accounting. Malaikat tidak menerima opini “Wajar Dengan Pengecualian”. Yang ada hanya: lurus atau melenceng.

Ramadhan sebenarnya adalah periode tutup buku sementara. Kita diminta menghitung ulang persediaan sabar, mengevaluasi utang sosial, dan mencadangkan penyisihan piutang dosa. Dalam akuntansi, ada istilah accrual basis—pendapatan diakui saat diperoleh, bukan saat kas diterima. Dalam spiritualitas, pahala sering kali bersifat accrual. Kita mungkin belum melihat hasilnya hari ini, tetapi ia sudah tercatat.

Masalahnya, banyak dari kita terjebak pada sistem pencatatan tunggal: single entry dunia saja. Yang penting saldo rekening bertambah, jabatan naik, proyek cair. Soal saldo akhirat? “Nanti saja diatur.” Padahal dalam logika akuntansi, laporan yang hanya mencatat satu sisi pasti tidak seimbang. Neraca hidup pun bisa timpang: aset dunia menumpuk, tetapi liabilitas moral menggunung.

Di bulan puasa, fenomena menarik sering terjadi. Harga naik, konsumsi melonjak, kartu kredit bekerja lembur. Secara ekonomi, permintaan meningkat. Secara spiritual, pengendalian diri diuji. Di sinilah konsep double entry dunia–akhirat relevan. Setiap keputusan konsumsi bukan hanya soal daya beli, tetapi juga soal daya kendali. Apakah kita membeli karena kebutuhan, atau karena nafsu diskon “Ramadhan Sale”?

Dalam perspektif akuntansi syariah, tujuan akhir bukan sekadar profit, melainkan keberkahan. Laporan laba rugi dunia mungkin menunjukkan surplus, tetapi kalau diperoleh dengan manipulasi timbangan, maka di laporan akhirat ia berubah menjadi defisit. Prinsip keadilan dan kejujuran bukan hanya etika tambahan; ia adalah fondasi pencatatan kosmik.

Humor ala Gus Dur mengingatkan: jangan merasa paling suci hanya karena laporan lahiriah rapi. Ada orang yang rajin tarawih, tetapi pelit pada tetangga. Ada yang khusyuk membaca Al-Qur’an, tetapi karyawan belum digaji tepat waktu. Ini seperti perusahaan yang gedungnya megah, tetapi arus kasnya seret dan utangnya di mana-mana. Secara tampilan impresif, tetapi secara substansi bermasalah.

Ramadhan mengajarkan integrasi laporan. Dunia dan akhirat bukan dua entitas terpisah. Ia seperti laporan konsolidasi antara anak perusahaan (dunia) dan induk perusahaan (akhirat). Jika anak perusahaan rugi karena korupsi nilai, induk perusahaan pasti terdampak. Maka hidup yang sehat adalah hidup yang terintegrasi.

Kita juga perlu memahami konsep amortisasi dosa dan depresiasi ego. Setiap sujud yang tulus adalah pengurangan nilai kesombongan. Setiap sedekah adalah investasi jangka panjang. Setiap maaf yang diberikan adalah restrukturisasi utang batin. Akuntansi ternyata bukan sekadar angka; ia adalah metafora kehidupan.

Sebagai ekonom yang belajar dari tradisi keilmuan dan kearifan pesantren, saya melihat Ramadhan sebagai momentum rekonsiliasi neraca. Jangan sampai kita sibuk menghitung THR tetapi lupa menghitung Taqwa. Jangan sampai kita rajin menyusun anggaran buka puasa bersama, tetapi malas menyusun anggaran berbagi.

Akhirnya, double entry dunia–akhirat mengajarkan keseimbangan. Ketika tangan memberi, hati menerima. Ketika harta berkurang, nilai bertambah. Ketika kita menahan diri, kita justru merdeka. Jika laporan dunia kita baik dan laporan akhirat kita selamat, itulah opini audit terbaik: “Wajar Tanpa Pengecualian, insyaAllah.”

Selamat menutup buku Ramadhan. Semoga neraca kita seimbang, arus kas amal lancar, dan tidak ada temuan material saat audit abadi kelak.

Penulis : Intelektual Muda Nahdatul Ulama

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konten Kreator Gorontalo Ditetapkan Tersangka, Kasus Ini Jadi Pengingat Etika Bermedia Sosial Menurut Islam

    Konten Kreator Gorontalo Ditetapkan Tersangka, Kasus Ini Jadi Pengingat Etika Bermedia Sosial Menurut Islam

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 191
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Setelah melalui proses penyidikan yang cukup panjang, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Gorontalo resmi menetapkan konten kreator ZH alias Ka Kuhu sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran hak cipta. Penetapan tersangka tersebut diketahui berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang diterima oleh pihak pelapor. Kuasa hukum pelapor, Rongki Ali Gobel, membenarkan […]

  • DPR Soroti Ketidakjelasan Status Kayu Gelondongan Pascabanjir di Aceh

    DPR Soroti Ketidakjelasan Status Kayu Gelondongan Pascabanjir di Aceh

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 148
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Ketua DPR RI Koordinator Industri dan Pembangunan (Korinbang) Saan Mustopa menyoroti ketidakjelasan status hukum kayu gelondongan yang terbawa banjir dan hingga kini masih menumpuk di sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh. Kondisi tersebut dinilai menghambat upaya pemulihan pascabencana karena pemerintah daerah dan masyarakat tidak berani menangani atau memanfaatkan kayu-kayu tersebut. Hal itu disampaikan […]

  • Tuhan itu Maha Pengampun, yang tidak Manusia

    Tuhan itu Maha Pengampun, yang tidak Manusia

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Orang NU kalau melihat bencana biasanya langsung bilang, “Ini bukan murka Tuhan, tapi kelalaian manusia.” Gus Dur malah lebih tajam: “Tuhan itu Maha Pengampun, yang tidak pengampun itu manusia”terutama kalau sudah pegang izin tambang. Di Aceh dan Sumatera, izin usaha ekstraktif tumbuh lebih subur daripada pohon mahoni. Bedanya, mahoni menahan air, izin tambang menahan akal […]

  • Pemerintah Jelaskan Penurunan Kuota Bansos Akibat Efisiensi

    Pemerintah Jelaskan Penurunan Kuota Bansos Akibat Efisiensi

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menjelaskan bahwa kuota penerima Bantuan Langsung Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo (BLP3G) pada tahun 2025 mengalami penyesuaian signifikan. Kebijakan ini diambil sebagai imbas dari efisiensi anggaran yang harus diterapkan oleh seluruh pemerintah daerah, termasuk di Provinsi Gorontalo. Hal ini disampaikan Wagub Idah saat menyerahkan bantuan BLP3G di dua kecamatan […]

  • Lewat Voting Terbuka, Pemuda Majannang Percayakan Karang Taruna ke Tangan Sakti

    Lewat Voting Terbuka, Pemuda Majannang Percayakan Karang Taruna ke Tangan Sakti

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros –  Karang Taruna Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, sukses menggelar Temu Karya sekaligus Pembentukan Pengurus Baru yang dirangkaikan dengan pemilihan Ketua Umum, Jumat (9/1/2026), bertempat di Kantor Desa Majannang. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh PJ Kepala Desa Majannang, Syamsir, S.S, Ketua Karang Taruna Kecamatan Maros Baru Syawir, Sekretaris Karang Taruna Kecamatan […]

  • Ketua PJI Sulsel Murka: Oknum Polisi Maros Diduga Aniaya Warga, Citra Polri Tercoreng!

    Ketua PJI Sulsel Murka: Oknum Polisi Maros Diduga Aniaya Warga, Citra Polri Tercoreng!

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Jurnalis Indonesia (DPD PJI) Sulawesi Selatan, Akbar Hasan, S. Sos,Mengecam, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota kepolisian terhadap seorang warga sipil Berinisial A. Peristiwa tersebut diduga terjadi pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2025.di Bantai Tak Berombak (PTB) Maros,yang di lakukan Oknum Kepolisian yang bertugas di […]

expand_less