Breaking News
light_mode
Trending Tags

Laporan Langit

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 183
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Masalahnya, banyak dari kita terjebak pada sistem pencatatan tunggal: single entry dunia saja. Yang penting saldo rekening bertambah, jabatan naik, proyek cair. Soal saldo akhirat? “Nanti saja diatur.” Padahal dalam logika akuntansi, laporan yang hanya mencatat satu sisi pasti tidak seimbang. Neraca hidup pun bisa timpang: aset dunia menumpuk, tetapi liabilitas moral menggunung.

Di bulan puasa, fenomena menarik sering terjadi. Harga naik, konsumsi melonjak, kartu kredit bekerja lembur. Secara ekonomi, permintaan meningkat. Secara spiritual, pengendalian diri diuji. Di sinilah konsep double entry dunia–akhirat relevan. Setiap keputusan konsumsi bukan hanya soal daya beli, tetapi juga soal daya kendali. Apakah kita membeli karena kebutuhan, atau karena nafsu diskon “Ramadhan Sale”?

Dalam perspektif akuntansi syariah, tujuan akhir bukan sekadar profit, melainkan keberkahan. Laporan laba rugi dunia mungkin menunjukkan surplus, tetapi kalau diperoleh dengan manipulasi timbangan, maka di laporan akhirat ia berubah menjadi defisit. Prinsip keadilan dan kejujuran bukan hanya etika tambahan; ia adalah fondasi pencatatan kosmik.

Humor ala Gus Dur mengingatkan: jangan merasa paling suci hanya karena laporan lahiriah rapi. Ada orang yang rajin tarawih, tetapi pelit pada tetangga. Ada yang khusyuk membaca Al-Qur’an, tetapi karyawan belum digaji tepat waktu. Ini seperti perusahaan yang gedungnya megah, tetapi arus kasnya seret dan utangnya di mana-mana. Secara tampilan impresif, tetapi secara substansi bermasalah.

Ramadhan mengajarkan integrasi laporan. Dunia dan akhirat bukan dua entitas terpisah. Ia seperti laporan konsolidasi antara anak perusahaan (dunia) dan induk perusahaan (akhirat). Jika anak perusahaan rugi karena korupsi nilai, induk perusahaan pasti terdampak. Maka hidup yang sehat adalah hidup yang terintegrasi.

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NU Gorontalo Bersatu Tolak Simbol dan Gagasan Khilafah oleh Eks-HTI

    NU Gorontalo Bersatu Tolak Simbol dan Gagasan Khilafah oleh Eks-HTI

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Gerakan para eks Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Gorontalo dinilai telah memanfaat momentum Isu Palestina untuk mengkampanyekan pendirian Negara Islam. Gerakan politisasi isu Palestina oleh eks HTI  juga terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Di Gorontalo sendiri  ratusan orang mengatasnamakan Santri Peduli Palestina menggelar aksi damai peduli Palestina. Pasalnya aksi tersebut dinilai memanfaatkan isu Palestina untuk […]

  • Takjil Transparan, Anggaran Samar

    Takjil Transparan, Anggaran Samar

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Secara teori, Ramadhan adalah bulan pengendalian diri. Dalam perspektif akuntansi manajemen, ini momentum penguatan budgeting dan pengendalian internal. Namun praktiknya sering terbalik: masjid mengumumkan laporan infak dengan rapi dan transparan, sementara laporan pengeluaran pribadi hanya tersimpan di notifikasi mobile banking yang kita abaikan. Ada ironi yang jenaka sekaligus getir. Takjil di depan masjid gratis dan […]

  • Penulis yang Hidup dan Mati di Era AI

    Penulis yang Hidup dan Mati di Era AI

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Dunia penulisan sedang mengalami turbulensi seiring dengan munculnya Artificial Intelligence (AI). Penulis-penulis baru berbasis AI bermunculan. Para penulis konvensional mulai merasakan ruang yang dulu mereka kuasai tak lagi eksklusif. Dunia yang sebelumnya otentik dan terbentuk melalui proses panjang kini  ditantang dengan hadirnya tulisan-tulisan yang lahir dari mesin. Lebih cepat secara proses, lebih rapi secara struktur, dan lebih massif […]

  • Pendapatan Langit

    Pendapatan Langit

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Humor ala Nahdlatul Ulama sering mengajarkan bahwa hidup ini jangan terlalu tegang. Seperti dawuh almarhum Gus Dur, “Tuhan tidak perlu dibela.” Maka dalam konteks pendapatan langit, Tuhan juga tidak perlu diaudit. Justru kitalah yang sedang diaudit—setiap detik, setiap niat. Ramadhan menggeser orientasi kita dari profit oriented menjadi barakah oriented. Di bulan biasa, kita sibuk menghitung […]

  • Pelantikan Massal IKA PMII se-Gorontalo Usung Tema “Sahabat Pangan”

    Pelantikan Massal IKA PMII se-Gorontalo Usung Tema “Sahabat Pangan”

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan  Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII), Drs. H. Fathan Subhi, M.AP., melantik pengurus cabang IKA PMII se-Provinsi Gorontalo. Acara tersebut dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, para kepala daerah kabupaten/kota, Rektor Universitas Gorontalo, Ketua PWNU Gorontalo, serta anggota DPRD Provinsi, Senin (11/8/2025), Aston Hotel. Ketua Pengurus Wilayah IKA PMII […]

  • Pengangguran, Ketimpangan, dan Ruang Hidup yang Kian Menyempit

    Pengangguran, Ketimpangan, dan Ruang Hidup yang Kian Menyempit

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Kalau diperhatikan, kondisi itu terasa dekat dengan situasi hari ini. Perusahaan lebih nyaman merekrut pekerja kontrak dibanding pekerja tetap. Outsourcing diperluas. Anak muda diminta fleksibel, adaptif, dan kreatif, tetapi pada saat yang sama mereka dipaksa menerima ketidakpastian sebagai hal yang wajar. Bahkan sekarang muncul glorifikasi terhadap hustle culture—seolah kelelahan adalah tanda kesuksesan, dan bekerja tanpa […]

expand_less