Hari Ketiga Operasi Roaring Lion, Israel-AS Klaim Kuasai Udara Iran
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 59
- print Cetak

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pernyataan terkait Operasi Roaring Lion dalam sebuah rekaman video yang disebut diambil di lokasi serangan di Teheran, saat eskalasi konflik dengan Iran memasuki hari ketiga.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Operasi militer gabungan Israel dan Amerika Serikat yang diberi nama Operasi Roaring Lion memasuki hari ketiga pada Senin (3/3/2026).
Pemerintah Israel menyatakan operasi tersebut bertujuan menangkal ancaman nuklir dan balistik Iran, sekaligus melumpuhkan struktur kepemimpinan militer Teheran.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tampil dalam sebuah video pidato yang direkam di lokasi yang disebut sebagai titik serangan di Teheran. Dalam pernyataannya, Netanyahu menekankan perbedaan sasaran antara kedua pihak.
“Iran menargetkan warga sipil. Kami menargetkan para pemimpin teror,” ujarnya, seraya menyebut operasi tersebut sebagai langkah defensif demi keamanan Israel dan sekutunya.
Di pihak Amerika Serikat, operasi ini disebut sebagai Epic Fury. Washington mengklaim telah menjatuhkan sekitar 2.000 bom pada hari kedua operasi, serta menyatakan telah mencapai “supremasi udara” di atas wilayah Iran.
Pejabat pertahanan AS menyebut target utama meliputi fasilitas militer strategis, instalasi rudal balistik, dan infrastruktur yang diduga terkait program nuklir.
Pemerintah Israel juga secara terbuka menyatakan bahwa operasi ini bertujuan melemahkan struktur kekuasaan Ayatollah di Iran, yang mereka anggap sebagai sumber ancaman jangka panjang bagi stabilitas kawasan dan keamanan global.
Respons Iran
Iran merespons dengan meluncurkan rudal ke sejumlah wilayah Israel, negara-negara Teluk, serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan “balasan proporsional” terhadap serangan yang lebih dahulu dilakukan Israel dan AS.
Teheran membantah tudingan bahwa mereka menargetkan warga sipil secara sengaja, dan menegaskan bahwa serangan diarahkan pada instalasi militer serta fasilitas strategis.
Reaksi Global
Eskalasi konflik ini memicu respons beragam di media sosial, khususnya di platform X. Sebagian pengguna menyuarakan dukungan kuat terhadap Israel dan menyebut operasi tersebut sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman nuklir Iran. Di sisi lain, banyak pula yang mengkritik eskalasi militer ini sebagai tindakan yang berisiko memicu perang regional berskala besar.
Sejumlah pengamat memperingatkan bahwa keterlibatan langsung Amerika Serikat dan serangan balasan Iran terhadap negara-negara Teluk berpotensi memperluas konflik di Timur Tengah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban sipil secara menyeluruh, sementara situasi di kawasan dilaporkan masih sangat tegang.
Komunitas internasional mendesak semua pihak menahan diri dan membuka jalur diplomasi guna mencegah konflik yang lebih luas.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar