Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Rekonsiliasi Langit

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
  • visibility 566
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ramadhan selalu datang dengan dua jenis laporan keuangan: laporan kas dan laporan ikhlas. Laporan kas bisa kita cek di mobile banking. Laporan ikhlas? Nah, itu yang biasanya belum diaudit. Di sinilah saya menyebut Ramadhan sebagai momentum “rekonsiliasi langit”—proses mencocokkan saldo amal kita dengan catatan Ilahi, sebelum nanti benar-benar diaudit tanpa SP2DK, tanpa tax amnesty, dan tanpa diskon denda.

Dalam akuntansi, rekonsiliasi adalah mencocokkan dua catatan yang berbeda agar tidak terjadi selisih. Biasanya antara catatan perusahaan dan rekening bank. Dalam kehidupan, kita sering rajin merekonsiliasi rekening koran, tetapi lupa merekonsiliasi niat. Padahal bisa jadi saldo sedekah tercatat besar di bumi, tapi di langit statusnya masih “pending approval” karena niatnya ingin dipuji tetangga.

Humor ala Nahdlatul Ulama mengajarkan kita satu hal: agama jangan dibuat tegang seperti audit investigatif. Santai saja, tapi tetap serius. Gus Dur pernah mengajarkan bahwa agama itu membahagiakan, bukan menakut-nakuti. Maka Ramadhan bukan bulan stres akuntansi spiritual, melainkan bulan penertiban pembukuan batin.

Bayangkan begini. Kita ini seperti entitas syariah yang setiap tahun menyusun “Laporan Posisi Keimanan”. Asetnya apa? Iman, sabar, syukur. Liabilitasnya? Utang janji, cicilan amarah, dan kewajiban minta maaf yang jatuh tempo sejak Lebaran dua tahun lalu. Ekuitasnya? Taqwa—selisih antara kesungguhan dan pencitraan.

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Annaungguru Haji Baharuddin (Niaga yang Menyemai Cahaya)

    Annaungguru Haji Baharuddin (Niaga yang Menyemai Cahaya)

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Hamzah Durisa
    • visibility 658
    • 0Komentar

    Di sebuah lekuk perbukitan yang bernama Buttu, yang lebih familiar dengan Buttu Da’ala,  pada tahun 1953, lahirlah seorang anak lelaki dari rahim perempuan sederhana bernama Ruhana. Anak itu diberi nama Baharuddin. Kelak, orang-orang akan mengenalnya sebagai AGH. Baharuddin bin Ta’nang bin Shahir, seorang guru yang tidak sekadar mengajar, tetapi menanam masa depan. Buttu adalah kampung […]

  • Julaybib (Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #1)

    Julaybib (Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #1)

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Pada edisi Ramadhan 2026 kali ini, saya ingin mengisinya dengan menceritakan orang-orang yang hidup di zaman Nabi Muhammad SAW, yang kita kenal sebagai sahabat Nabi tetapi sangat sedikit disebut dalam catatan sejarah. Julaybib adalah salah satunya. Siapa di antara kita umat Islam yang mengenal sosok ini. Mungkin ada, tetapi sangat sedikit. Termasuk saya yang baru […]

  • Perempuan Berhenti Bekerja: Pengorbanan atau Investasi?

    Perempuan Berhenti Bekerja: Pengorbanan atau Investasi?

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Sutanti Idris
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Di tengah semakin banyak perempuan yang memilih berhenti bekerja setelah menikah atau memiliki anak, muncul pertanyaan yang sering kali memicu perdebatan: apakah keputusan tersebut merupakan sebuah pengorbanan atau justru investasi? Bagi saya, jawabannya bergantung pada alasan dan cara perempuan memaknai keputusan itu. Berhenti bekerja bukanlah tanda menyerah, bukan pula bukti bahwa perempuan kehilangan kemampuan. Sebaliknya, […]

  • Abdul Kadir Diko/FOTO: Istimewa Play Button photo_camera 14

    Gorontalo Green School: Langkah Kecil Menahan Krisis Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Abdullah K. Diko
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Kerusakan lingkungan tidak pernah hadir sebagai peristiwa tunggal. Ia tumbuh perlahan—dari tanah yang kehilangan kesuburan, sungai yang kian tercemar, hingga bencana alam yang makin sering dan sulit diprediksi. Dalam banyak kasus, respons kita justru terjebak pada solusi jangka pendek: proyek cepat, jargon hijau, dan seremoni tanam pohon. Padahal, di balik krisis itu terdapat persoalan yang […]

  • Dari Tanah Bugis ke Kairo: Tudang Sipulung Merawat Persaudaraan Diaspora Indonesia

    Dari Tanah Bugis ke Kairo: Tudang Sipulung Merawat Persaudaraan Diaspora Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 31 Okt 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 63
    • 0Komentar

    KAIRO, NULONDALO.COM – Jauh dari tanah air, kerinduan terhadap kampung halaman sering kali hadir melalui hal-hal sederhana. Mulai dari percakapan dengan sesama perantau, cerita tentang keluarga, ingatan pada tradisi, hingga kebiasaan berkumpul yang diwariskan dari generasi ke generasi. Suasana itulah yang terasa dalam Silaturahmi Tudang Sipulung yang mempertemukan Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI), Fakultas […]

  • Kesya: Bagaimana Staw, Bagaimana Staw

    Kesya: Bagaimana Staw, Bagaimana Staw

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Viral dan sangat viral……ungkapan “Bagaimana Staw, Bagaimana Staw,” yang diucapkan oleh Kesya kepada temannya saat live TikTok dapat dianalisis secara semiotika untuk memahami makna dan implikasi yang terkandung di dalamnya. Saya mengamati dan menonton sampai habis video tersebut yang tidak hanya viral di TikTok tapi juga di Facebook. Saya mencoba memahami ungkapan “Bagaimana staw” tersebut […]

expand_less