nulondalo.com – Lembaga riset dan pengembangan keislaman The Nusa Institute menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H pada 6–8 Maret 2026 di Aula PKUMI kawasan Masjid Istiqlal. Kegiatan ini mengusung tema “Iman Naik, Akhlak Baik, Lingkungan Asri”, sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan spiritual, akhlak, serta kesadaran ekologis bagi generasi muda Muslim.
Pesantren kilat ini diikuti oleh 30 peserta (santri) yang dibagi ke dalam dua kelas pembelajaran, yaitu Kelas A dan Kelas B. Selama tiga hari kegiatan, para peserta mendapatkan berbagai materi keislaman yang mencakup penguatan iman, praktik ibadah Ramadhan, pembinaan akhlak, serta refleksi tentang tanggung jawab umat Islam dalam menjaga lingkungan.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Direktur The Nusa Institute, Saifuddin Zuhri. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pesantren kilat Ramadhan menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai spiritual sekaligus membangun karakter generasi muda yang berakhlak dan peduli terhadap lingkungan sosial.
“Ramadhan bukan hanya momentum peningkatan ibadah, tetapi juga proses pendidikan karakter. Melalui Pesantren Kilat (Sanlat) ini, kami berharap para santri dapat memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, serta memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan sebagai bagian dari amanah keagamaan. The Nusa Institute konsisten menyelenggarakan Sanlat setiap bulan Ramadhan,” ujarnya pada 6 Maret 2026.

Peserta Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H mengikuti sesi pembelajaran yang diselenggarakan The Nusa Institute di Aula PKUMI kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah ulama, akademisi, dan praktisi dakwah sebagai narasumber. Di antaranya adalah Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, kemudian Faried F. Saenong, Helmi Halimatul Udhmah, Mulhori, Ahmad Zaky, Naif Adnan, Mas’ud Halimin, Abd. Muid N., Ismail Nur, Zainal Abidin Husain, Mulawarman Hannase, serta Syahrullah Iskandar. Para narasumber memberikan materi yang beragam mulai dari penguatan pemahaman keislaman, pengembangan akhlak, hingga refleksi nilai-nilai Ramadhan dalam kehidupan sosial.
Penyelenggaraan Pesantren Kilat ini juga melibatkan dukungan berbagai lembaga yang tercantum dalam kegiatan, antara lain Istiqlal Global Fund, PKUMI, dan Nasaruddin Umar Office.
Melalui kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H ini, The Nusa Institute berharap dapat menghadirkan ruang pembelajaran Islam yang inklusif, inspiratif, dan relevan dengan tantangan zaman. Dengan demikian, Ramadhan tidak hanya menjadi bulan ibadah ritual, tetapi juga momentum pembentukan karakter, kepedulian sosial, serta tanggung jawab menjaga lingkungan secara berkelanjutan.


Saat ini belum ada komentar