Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Pesantren Kilat Ramadhan The Nusa Institute Tekankan Iman, Akhlak, dan Kesadaran Ekologis Generasi Muda

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
  • visibility 234
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Lembaga riset dan pengembangan keislaman The Nusa Institute menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H pada 6–8 Maret 2026 di Aula PKUMI kawasan Masjid Istiqlal. Kegiatan ini mengusung tema “Iman Naik, Akhlak Baik, Lingkungan Asri”, sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan spiritual, akhlak, serta kesadaran ekologis bagi generasi muda Muslim.

Pesantren kilat ini diikuti oleh 30 peserta (santri) yang dibagi ke dalam dua kelas pembelajaran, yaitu Kelas A dan Kelas B. Selama tiga hari kegiatan, para peserta mendapatkan berbagai materi keislaman yang mencakup penguatan iman, praktik ibadah Ramadhan, pembinaan akhlak, serta refleksi tentang tanggung jawab umat Islam dalam menjaga lingkungan.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Direktur The Nusa Institute, Saifuddin Zuhri. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pesantren kilat Ramadhan menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai spiritual sekaligus membangun karakter generasi muda yang berakhlak dan peduli terhadap lingkungan sosial.

“Ramadhan bukan hanya momentum peningkatan ibadah, tetapi juga proses pendidikan karakter. Melalui Pesantren Kilat (Sanlat) ini, kami berharap para santri dapat memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, serta memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan sebagai bagian dari amanah keagamaan. The Nusa Institute konsisten menyelenggarakan Sanlat setiap bulan Ramadhan,” ujarnya pada 6 Maret 2026.

Peserta Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H mengikuti sesi pembelajaran yang diselenggarakan The Nusa Institute di Aula PKUMI kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah ulama, akademisi, dan praktisi dakwah sebagai narasumber. Di antaranya adalah Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, kemudian Faried F. Saenong, Helmi Halimatul Udhmah, Mulhori, Ahmad Zaky, Naif Adnan, Mas’ud Halimin, Abd. Muid N., Ismail Nur, Zainal Abidin Husain, Mulawarman Hannase, serta Syahrullah Iskandar. Para narasumber memberikan materi yang beragam mulai dari penguatan pemahaman keislaman, pengembangan akhlak, hingga refleksi nilai-nilai Ramadhan dalam kehidupan sosial.

Penyelenggaraan Pesantren Kilat ini juga melibatkan dukungan berbagai lembaga yang tercantum dalam kegiatan, antara lain Istiqlal Global Fund, PKUMI, dan Nasaruddin Umar Office.

Melalui kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H ini, The Nusa Institute berharap dapat menghadirkan ruang pembelajaran Islam yang inklusif, inspiratif, dan relevan dengan tantangan zaman. Dengan demikian, Ramadhan tidak hanya menjadi bulan ibadah ritual, tetapi juga momentum pembentukan karakter, kepedulian sosial, serta tanggung jawab menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jamaah sebagai Akar, Jamiyah sebagai Mesin: Teori Kekuasaan Versi NU

    Jamaah sebagai Akar, Jamiyah sebagai Mesin: Teori Kekuasaan Versi NU

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 232
    • 0Komentar

    NU tidak membangun kekuasaan dengan cara merebut pusat. Ia tidak lahir dari istana, parlemen, atau kantor administrasi. NU lahir dari pinggir—dari desa, dari surau kecil, dari pesantren kampung yang jauh dari kota, dari obrolan yang tidak pernah berniat menjadi wacana besar. Karena itu, teori kekuasaan NU sejak awal berlawanan dengan logika kekuasaan modern yang bertumpu […]

  • Arqam, Sang Pemilik Rumah Legendaris (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #7)

    Arqam, Sang Pemilik Rumah Legendaris (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #7)

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Bagi kader Muhammadiyah, istilah Darul Arqam tentu sudah akrab. Darul Arqam adalah sebutan untuk jenjang pengkaderan yang menjadi bagian penting dalam pembinaan anggota dan kader Muhammadiyah. Secara harfiah, Darul Arqam berarti “rumah Arqam”, merujuk pada sahabat Nabi Muhammad SAW, Arqam, yang rumahnya menjadi tempat berkumpul dan belajar para sahabat Muslim pertama. Dari sinilah prinsip pengkaderan dan pembinaan […]

  • Membaca Indonesia dari Pinggiran: Catatan atas Buku Reset Indonesia

    Membaca Indonesia dari Pinggiran: Catatan atas Buku Reset Indonesia

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Fadhil Hadju
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Indonesia terlalu besar untuk didiskusikan, diurus, dan diperhatikan. Tapi bukannya mustahil. Bangsa yang lahir dari rahim para pemikir ini harus kita diskusikan, harus kita urus, dan harus kita perhatikan. Farid Gaban, Dhandy Laksono, dan kawan-kawan merupakan salah satu orang-orang yang getol menyuarakan persoalan ke-Indonesia-an. Ada beragam cara mereka bersuara. Melalui film dokumenter, dan buku. Salah […]

  • Papua selalu menjadi Hidangan dalam meja Kekuasaan

    Papua selalu menjadi Hidangan dalam meja Kekuasaan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Tulisan ini dipantik dari bedah film dokumenter terbaru Dandhy Laksono berjudul Pesta Babi. Seperti karya-karyanya yang lain, film ini kembali menghadirkan gaya khas: provokatif, mengusik, dan sengaja menampar kenyamanan penonton terhadap cara negara bekerja. Ia memancing emosi, membuka luka lama, dan memaksa kita menatap sesuatu yang sering sengaja disamarkan oleh bahasa resmi pembangunan. Meski bagi […]

  • Abu Ayyub Al-Ansari: Ketika Unta Nabi Memilih Rumahnya (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #27)

    Abu Ayyub Al-Ansari: Ketika Unta Nabi Memilih Rumahnya (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #27)

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Peristiwa hijrah Nabi Muhammad ke Yasrib—yang kemudian dikenal sebagai Madinah—adalah salah satu momen paling membahagiakan dalam sejarah Islam. Ketika Nabi tiba di kota itu, penduduk Madinah menyambut beliau dengan penuh kegembiraan. Mereka keluar dari rumah-rumah mereka, memenuhi jalan-jalan, bahkan anak-anak dan para perempuan turut bersukacita. Dalam tradisi yang kemudian terkenal, penduduk Madinah menyanyikan syair “Ṭala‘al-badru ‘alaynā…”, […]

  • KH Abdul Ghofir Nawawi Wafat, Warga NU Gorontalo Berduka

    KH Abdul Ghofir Nawawi Wafat, Warga NU Gorontalo Berduka

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2019
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 126
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Warga Nahdlatul Ulama Provinsi Gorontalo berduka atas wafatnya KH Abdul Ghofir Nawawi, Rais Syuriyah PWNU Gorontalo. Kabar wafatnya almarhum beredar luas di sejumlah grup WhatsApp dan pesan singkat yang diterima redaksi nulondalo online. Dalam pesan tersebut disampaikan bahwa KH Abdul Ghofir Nawawi mengembuskan napas terakhir pada pukul 13.25 […]

expand_less