Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Abd al-Rahman bin Abu Bakr Anak Yang Pernah Berhadapan dengan Sang Ayah di Medan Perang

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 366
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Abu Bakar al-Siddiq r.a adalah salah satu sahabat utama dan pemimpin Islam pertama setelah wafatnya Nabi Muhammad. Kedekatannya dengan Nabi bukan hanya dalam perjuangan dakwah, tetapi juga dalam kehidupan keluarganya.

Abu Bakar memiliki enam orang putra-putri: Abdullah bin Abu Bakar, Abdurrahman bin Abu Bakar, Muhammad bin Abu Bakar, Asma binti Abu Bakar, Aisyah binti Abu Bakar, dan Umm Kulsum binti Abu Bakar. Hampir seluruh anak Abu Bakar segera mengikuti jejak ayah mereka memeluk Islam dan menjadi bagian dari lingkaran awal kaum Muslim. Bahkan Aisyah kemudian menjadi istri Nabi dan dikenal sebagai salah satu perawi hadis paling penting dalam sejarah Islam.

Namun di antara anak-anak Abu Bakar, ada satu orang yang memilih jalan berbeda pada masa awal dakwah, yaitu Abdurrahman bin Abu Bakar.

Pada masa ketika Islam masih menghadapi penentangan keras dari Quraisy di Mekah, Abdurrahman tetap mempertahankan kepercayaan lama kaumnya, meski seluruh keluarganya telah memilih Islam. Ia bergabung bersama para pemuka Quraisy yang menentang dakwah Nabi Muhammad. Pilihan ini menempatkannya pada posisi yang kontras dengan ayahnya sendiri, yang justru berdiri di barisan paling depan dalam membela Nabi. Ketika pecah Perang Badar, Abdurrahman berada di pihak Quraisy yang berhadapan langsung dengan kaum Muslim. Di medan perang itu, ayah dan anak berdiri di dua kubu yang saling berlawanan.

Dalam beberapa riwayat sirah disebutkan bahwa Abdurrahman dikenal sebagai pemanah yang terampil. Pada suatu saat dalam pertempuran Badar, ia melihat Abu Bakar berada dalam jangkauan panahnya. Kesempatan itu sebenarnya cukup terbuka untuk menyerang. Namun entah karena dorongan nurani atau rasa hormat sebagai seorang anak, ia memilih berpaling. Ia tidak melepaskan panah ke arah ayahnya. Keputusan kecil di tengah hiruk-pikuk pertempuran itu menjadi isyarat bahwa hubungan darah masih menyisakan ruang di tengah konflik keyakinan yang keras.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga NU Tegaskan Fiqh al-Bi’ah dan Keberpihakan pada Kaum Mustadl’afin photo_camera 10

    Warga NU Tegaskan Fiqh al-Bi’ah dan Keberpihakan pada Kaum Mustadl’afin

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 218
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Di bawah rimbun pepohonan Ciganjur, Jakarta Selatan, Ahad (21/12/2025), suasana kediaman KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kembali menjadi saksi pertemuan penuh makna. Bukan sekadar forum temu warga, Musyawarah Besar Warga Nahdlatul Ulama (NU) kali ini menjelma ruang keprihatinan sekaligus harapan, tempat nilai-nilai jam’iyyah dirawat di tengah polemik PBNU. Dengan mengusung tema “Mengembalikan NU […]

  • Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

    Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 178
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar Selasa sore, 17 Februari 2026, di Jakarta. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa penetapan dilakukan setelah menerima laporan tim pemantauan hilal (rukyatul hilal) dari 96 titik […]

  • Ancaman Infiltrasi Ideologi Terlarang dan Pemberhentian Kepala Daerah

    Ancaman Infiltrasi Ideologi Terlarang dan Pemberhentian Kepala Daerah

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Makmun Rasyid
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Posisi kepala daerah di Indonesia tidak dapat dipahami semata sebagai jabatan administratif. Dalam kerangka negara hukum yang berlandaskan Pancasila, kepala daerah adalah aktor konstitusional yang memikul mandat ganda: menjalankan roda pemerintahan daerah serta menjaga integritas ideologi negara. Loyalitas terhadap konstitusi tidak cukup ditunjukkan melalui sumpah jabatan; ia harus diwujudkan dalam kebijakan, tindakan, dan sikap selektif […]

  • Polemik HTI Gorut Kian Memanas, KNPI Sorot Dugaan Overload hingga Tuntut Evaluasi Manajemen

    Polemik HTI Gorut Kian Memanas, KNPI Sorot Dugaan Overload hingga Tuntut Evaluasi Manajemen

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 426
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Polemik operasional perusahaan HTI di Gorontalo Utara kian memanas. Kritik terhadap aktivitas angkutan kayu yang diduga bermuatan berlebih (overload) memicu sorotan publik, termasuk dari Komite Nasional Pemuda Indonesia Gorontalo. Ketua KNPI Gorontalo Utara, Yowan Sukarna, menilai aktivitas operasional perusahaan tersebut berdampak pada kerusakan infrastruktur jalan dan berpotensi mengancam keselamatan masyarakat. “Ini bukan sekadar […]

  • Kasus Narkoba Kian Marak, Legislator Maros Minta Pencegahan Diperkuat

    Kasus Narkoba Kian Marak, Legislator Maros Minta Pencegahan Diperkuat

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Anggota DPRD Maros, Rahmat Hidayat memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Satuan Reserse Narkoba Polres Maros yang dinilai konsisten dan intens menindak penyalahgunaan narkoba sepanjang tahun 2025. Apresiasi tersebut ia sampaikan langsung saat menghadiri pemusnahan barang bukti narkoba di Mapolres Maros, Jumat (5/12/2025). “Kami sangat mengapresiasi kinerja Polres Maros dan jajarannya atas keberhasilan […]

  • Ceramah Ramadan di Al Markaz: Kakanwil Sulsel Tekankan Akhlak Bertetangga

    Ceramah Ramadan di Al Markaz: Kakanwil Sulsel Tekankan Akhlak Bertetangga

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Nulondalo-Makassar. Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan, Rabu 4 Maret 2026 atau 15 Ramadhan 1447 H, masjid Al Markaz Al Islami Makassar kembali dipadati ribuan jamaah Tarawih. Malam itu terasa istimewa, sebab Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulsel, H. Ali Yafid, didaulat menyampaikan tauziah bertema “Akhlak Bertetangga” sebuah pesan sederhana namun menjadi fondasi kerukunan hidup […]

expand_less