Abd al-Rahman bin Abu Bakr Anak Yang Pernah Berhadapan dengan Sang Ayah di Medan Perang
- account_circle Pepi Al-Bayqunie
- calendar_month Senin, 9 Mar 2026
- visibility 128
- print Cetak

Ilustrasi suasana Perang Badar yang memperlihatkan momen dramatis ketika Abdurrahman bin Abu Bakar berada di pihak Quraisy berhadapan dengan ayahnya Abu Bakar Ash-Shiddiq, menggambarkan konflik keyakinan dalam keluarga pada masa awal dakwah Islam.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Beberapa tahun kemudian, setelah Perjanjian Hudaybiyyah, suasana politik dan keagamaan di Jazirah Arab mulai berubah. Pada masa inilah Abdurrahman akhirnya memeluk Islam. Ia datang kepada Nabi Muhammad dan menyatakan keimanannya. Sejak saat itu ia menjadi bagian dari komunitas Muslim dan ikut terlibat dalam berbagai peristiwa penting setelahnya.
Suatu hari, Abdurrahman mengisahkan kembali pengalaman di Badar kepada ayahnya. Ia berkata, “Pada hari Badar, aku melihatmu di medan pertempuran, tetapi aku berpaling darimu—aku tidak menyerangmu.” Abu Bakar menanggapi dengan kalimat yang terkenal tegas: “Jika engkau berada dalam jangkauanku pada saat itu, aku tidak akan berpaling darimu.”
Setelah masuk Islam, Abdurrahman dikenal sebagai Muslim yang berani dan setia. Ia turut serta dalam sejumlah peperangan penting pada masa Nabi dan setelahnya, termasuk Perang Yarmuk, salah satu pertempuran besar yang membuka jalan bagi kemenangan kaum Muslim di wilayah Syam. Dalam berbagai riwayat, ia digambarkan sebagai pejuang yang tangguh di medan perang.
Kisah Abdurrahman bin Abu Bakar menunjukkan bahwa iman tidak selalu datang bersamaan dalam sebuah keluarga. Ia pernah berdiri di sisi yang berlawanan dengan ayahnya sendiri, tetapi perjalanan hidup dan pengalaman akhirnya membawanya kembali ke jalan yang sama. Dari seorang pemuda Quraisy yang menentang dakwah Nabi, ia berubah menjadi Muslim yang teguh.
- Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Saat ini belum ada komentar