Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Salawat Badar Menggema di Keuskupan Agung Makassar

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • visibility 334
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAKASSAR, KEMENAGSULSEL — Malam itu, Senin 9 Maret 2026, suasana di Gereja Katedral Keuskupan Agung Makassar terasa hangat. Di tengah kegiatan doa bersama dan buka puasa lintas agama yang digelar, sebuah momen yang menyentuh batin perlahan mengalir seperti doa yang dilantunkan dari hati.

Salawat Badar menggema. Nadanya lembut, tetapi kuat menembus ruang dan perasaan. Lantunan pujian kepada Nabi Muhammad itu tidak hanya dinyanyikan oleh umat Muslim, tetapi juga oleh para tokoh dari beragam iman yang berdiri berdampingan, menanggalkan sekat-sekat perbedaan.

Pastor Albert, Ketua Komisi Kerasulan Awam dan Hubungan Antaragama dan Kemasyarakatan, tampak menyatu dalam lantunan itu bersama Pdt. Yohannis Metris, Ketua (PGIW Sulselra), Yonggris, Ketua (Permabudhi) Sulawesi Selatan dan Suaib Prawono (Koordinator Wilayah GUSDURian Wilayah Sulampapua).

Malam itu, salawat menjelma menjadi bahasa yang melampaui agama, nyanyian cinta kepada kemanusiaan, doa bagi persaudaraan, dan harapan akan kedamaian.

Bagi mereka yang hadir, momen itu terasa begitu khusyuk. Di gereja Katedral bersejarah itu, lantunan salawat yang lahir dari tradisi Islam menggema merdu, dinyanyikan oleh suara-suara yang berbeda iman, namun satu dalam kerinduan akan damai. Di sanalah perbedaan tidak lagi terasa sebagai batas. Ia berubah menjadi jembatan.

Kegiatan doa bersama dan buka puasa lintas agama tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan H. Ali Yafid bersama sejumlah tokoh agama dan masyarakat.

Bagi Ali Yafid, kebersamaan yang terjadi malam itu adalah gambaran nyata kehidupan beragama di Sulawesi Selatan yang terus dirawat dalam harmoni.

Ia menyebutkan bahwa kerukunan di daerah ini bukan sekadar wacana. Dengan indeks kerukunan umat beragama mencapai angka 82,3, masyarakat Sulawesi Selatan dinilai berhasil menjaga ruang kebersamaan di tengah perbedaan.

Uskup , Mgr. Fransiskus Nipa, menyampaikan bahwa perjumpaan seperti ini adalah rahmat kebersamaan. Dalam suasana Ramadan, ia mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada umat Muslim seraya mengajak semua pihak terus merawat persaudaraan.

Menurutnya, pertemuan lintas iman bukan hanya tentang duduk bersama, tetapi tentang menumbuhkan kepercayaan, meneguhkan rasa saling menghormati, dan menjaga persatuan yang menjadi napas bangsa Indonesia.

Malam itu, ketika waktu berbuka tiba dan doa-doa dipanjatkan dari hati yang berbeda cara menyebut Tuhan, suasana terasa begitu teduh. Namun yang paling membekas bukan sekadar pertemuan itu sendiri, melainkan ketika Shalawat Badar mengalun di dalam gereja, menggetarkan hati mereka yang mendengarnya. Seolah mengingatkan bahwa di negeri bernama Indonesia, perbedaan bukanlah alasan untuk menjauh. Ia justru adalah jalan pulang menuju persaudaraan.

Sumber: sulsel.kemenag.go.id

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Relevansi Kritik Pendidikan ala Paulo Freire

    Relevansi Kritik Pendidikan ala Paulo Freire

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Multazam. R
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Indikator utama kemajuan sebuah bangsa adalah memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Negara dengan sistem pendidikan yang baik, umumnya memberikan jaminan terhadap mutu proses pembelajaran, masa depan murid, dan menciptakan SDM yang inovatif serta kritis, yang nantinya akan menopang pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sosial. Di tengah himpitan arus globalisasi yang bebas nilai, pendidikan di […]

  • Alissa Wahid: Merawat Indonesia Tidak Cukup Hanya dengan Kata-kata

    Alissa Wahid: Merawat Indonesia Tidak Cukup Hanya dengan Kata-kata

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Yogyakarta- Direktur Jaringan GUSDURian, Alissa Wahid, menyampaikan bahwa merawat Indonesia tidak cukup hanya dengan kata-kata, tetapi juga membutuhkan kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurut Alissa, menjaga dan merawat Indonesia bukanlah pekerjaan mudah seperti menyampaikan pidato di depan umum. Merawat Indonesia berarti harus hadir secara nyata dalam memelihara keberagaman dan kebersamaan di antara […]

  • IKPM-HT Yogyakarta Bedah Riset Transmigrasi Maba Utara Jelang Dialog Publik di UGM

    IKPM-HT Yogyakarta Bedah Riset Transmigrasi Maba Utara Jelang Dialog Publik di UGM

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 489
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Yogyakarta – Ikatan Komunikasi Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur (IKPM-HT) Yogyakarta menggelar diskusi internal untuk membedah riset mendalam mengenai kondisi Transmigrasi di Maba Utara, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, Jum’at (2/1/2026). Agenda pembacaan riset ini merupakan langkah strategis organisasi dalam mematangkan data dan substansi sebelum dibawa ke forum Dialog Publik bersama Pusat Studi Pedesaan […]

  • Dosen S2 Pendidikan IPA Gelar Sosialisasi Penggunaan Media Pembelajaran bagi Guru IPA SMP se-Bone Bolango

    Dosen S2 Pendidikan IPA Gelar Sosialisasi Penggunaan Media Pembelajaran bagi Guru IPA SMP se-Bone Bolango

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Faisal
    • visibility 229
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dosen di lingkungan Program Studi S2 Pendidikan IPA melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran IPA bagi guru-guru IPA SMP se-Kabupaten Bone Bolango. Kegiatan yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Tapa, Kamis, (07/08/2025) itu sedikitnya diikuti oleh perwakilan guru IPA dari 16 sekolah. Adapun 16 sekolah tersebut yakni; […]

  • Gegana Polda Jatim Temukan Black Powder dalam Kasus Ledakan Mercon di Ponorogo

    Gegana Polda Jatim Temukan Black Powder dalam Kasus Ledakan Mercon di Ponorogo

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 320
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Tim Gegana Satuan Brimob Polda Jawa Timur mengungkap temuan bahan peledak jenis low explosive atau black powder dalam penyelidikan kasus ledakan mercon di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (1/3/2026) tersebut menyebabkan seorang pelajar meninggal dunia, sementara dua korban lainnya mengalami luka bakar berat. Sejak Senin (2/3/2026) pagi, […]

  • Paradoks Kelangkaan Air Bersih: Melimpah Tapi Langka

    Paradoks Kelangkaan Air Bersih: Melimpah Tapi Langka

    • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
    • account_circle Muh. Akbar.
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, termasuk juga sumber daya air yang melimpah. Curah hujan yang tinggi, sungai yang banyak, serta keberadaan danau seharusnya menjadi jaminan ketersediaan air bagi seluruh masyarakat. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan hal yang bertolak belakang. Setiap tahun, banyak wilayah di Indonesia mengalami kekeringan, dan krisis air […]

expand_less