Abu Sa’id al-Khudri dan Surah Al-Fatihah (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #24)
- account_circle Pepi Al-Bayqunie
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 23
- print Cetak

Ilustrasi suasana perkampungan Arab pada masa awal Islam ketika Abu Sa’id al-Khudri membacakan Surah Al-Fatihah sebagai ruqyah untuk menyembuhkan seorang kepala suku yang tersengat binatang berbisa, disaksikan para sahabat dan penduduk setempat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Nama lengkapnya Sa‘d bin Malik bin Sinan bin ‘Ubayd bin Tha‘labah al-Khazraji al-Anshari. Ia berasal dari suku Khazraj, salah satu dari dua suku besar Anshar di Madinah bersama suku Aus. Karena berasal dari keluarga Bani Khudrah di lingkungan Khazraj, ia dikenal dengan nisbah al-Khudri.
Abu Sa’id lahir di Madinah sebelum kedatangan Nabi. Ayahnya, Malik bin Sinan, termasuk generasi awal kaum Anshar yang memeluk Islam setelah peristiwa Perjanjian Aqabah. Dengan demikian, Abu Sa’id tumbuh di lingkungan keluarga Muslim sejak masa awal terbentuknya komunitas Islam di Madinah. Ia masih sangat muda ketika Nabi berhijrah dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 M, sehingga masa pertumbuhannya berlangsung dalam kedekatan langsung dengan kehidupan Nabi dan komunitas sahabat.
Dalam literatur biografi sahabat, seperti al-Isti‘ab karya Ibn Abd al-Barr dan Usud al-Ghabah karya Ibn al-Athir, Abu Sa’id disebut sebagai sahabat yang mulai aktif meriwayatkan hadis setelah masa remaja. Kedekatannya dengan Nabi membuatnya menyimpan banyak ingatan tentang perkataan dan praktik Rasulullah. Karena itu, dalam tradisi ilmu hadis ia dikenal sebagai salah satu sahabat yang cukup banyak meriwayatkan hadis—sekitar 1.170 hadis menurut perhitungan para ulama. Riwayat-riwayatnya kemudian tercatat dalam kitab-kitab hadis utama, termasuk Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim, banyak di antaranya berkaitan dengan ibadah, etika sosial, dan berbagai peristiwa dalam kehidupan Nabi.
- Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Saat ini belum ada komentar