Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Dari Mandulnya Intelektual hingga Salah Paham Membaca Dunia

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
  • visibility 279
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kita sedang terbiasa menilai tanpa benar-benar memahami. Dunia dibaca dari permukaan, sementara fondasinya diabaikan. Kita bicara tentang kemajuan China tanpa menyentuh Marxism-nya, dan mengomentari Iran tanpa mengerti Syiah-nya. Di situlah letak masalahnya: pengetahuan tidak lagi dipakai untuk membongkar, tapi sekadar untuk ikut berbicara, itulah mengapa kebenaran sering kalah cepat dari hal yang sekadar menarik. Di media sosial, yang paling ramai bukan yang paling tepat, tapi yang paling bikin emosi naik—marah, takut, atau merasa paling benar. Pengetahuan jadi seperti barang dagangan: dikemas supaya laku, bukan supaya akurat.

Akibatnya, ilmu yang seharusnya tajam dan membebaskan justru jadi jinak—aman, netral, dan akhirnya tidak banyak berguna di kehidupan nyata.

Yang lebih mengkhawatirkan, para intelektual yang seharusnya jadi penuntun arah sering kali tidak benar-benar hadir. Kampus tetap ramai, riset tetap jalan, tapi suaranya jarang terdengar jelas ketika publik sedang butuh penjelasan yang jujur. Banyak yang memilih hati-hati, sebagian terlalu dekat dengan kekuasaan, dan tidak sedikit yang akhirnya diam. Bukan karena tidak tahu, tapi karena ada yang dipertaruhkan: posisi, relasi, atau akses.

Di situ masalahnya. Pengetahuan jadi kehilangan keberpihakan. Ia tidak lagi berdiri untuk membongkar realitas, tapi sering kali hanya dipakai untuk merapikan penjelasan agar sesuatu yang bermasalah terlihat masuk akal. Ada yang terlibat dalam proyek-proyek tanpa banyak bertanya dampaknya, ada yang masuk ke lingkaran birokrasi dan perlahan kehilangan jarak kritis, dan ada juga yang memilih tidak bersuara sama sekali.

Kalau kita tarik benang dari kegelisahan ini, sebenarnya ada satu hal yang sering kita lewatkan: kita ingin memahami sebuah negara hanya dari hasil akhirnya, tapi malas menyentuh fondasi ideologinya.

Padahal, sulit—kalau bukan mustahil—memahami kemajuan China tanpa masuk ke dalam cara mereka membaca dunia melalui Marxism yang mereka olah sendiri. Begitu juga, kita tidak akan benar-benar mengerti ketahanan dan keberanian Iran tanpa memahami bagaimana Syiah membentuk cara mereka melihat kekuasaan, perlawanan, dan sejarah. Masalah kita hari ini justru di situ: kita ingin menilai tanpa mau memahami.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tersesat di Antara Makna: Tanggapan terhadap Donald Tungkagi soal Makuta Ilmu sebagai Paradigma Epistemologi UIN Smart

    Tersesat di Antara Makna: Tanggapan terhadap Donald Tungkagi soal Makuta Ilmu sebagai Paradigma Epistemologi UIN Smart

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 1.426
    • 0Komentar

    Sebagai seorang alumni, ketika mendengar kabar baik bahwa IAIN Sultan Amai Gorontalo sedikit lagi menjadi UIN Sultan Amai Gorontalo (selanjutnya: UIN Smart), saya kegirangan minta ampun. Saya tahu prosesnya amat lama, melibatkan banyak sekali pihak, dan pekerjaan yang tidak mudah. Pada 17 Oktober 2025, alhasil terbit surat MenPAN-RB kepada presiden tentang Permohonan Izin Prakarsa Penyusunan […]

  • Andi Nur Hidayat Nahkodai GenPi Maros, Dorong Organisasi Lebih Harmonis dan Transparan

    Andi Nur Hidayat Nahkodai GenPi Maros, Dorong Organisasi Lebih Harmonis dan Transparan

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Musyawarah Generasi Pesona Indonesia (GenPi) Kabupaten Maros berlangsung penuh semangat kebersamaan dan demokrasi di Gedung PKK Kabupaten Maros, Minggu (10/05/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Menguatkan Integritas, Mempererat Solidaritas Menuju GenPi Maros yang Lebih Berkualitas.” Musyawarah ini menjadi momentum penting bagi organisasi kepemudaan dan pariwisata tersebut dalam menentukan arah kepemimpinan baru GenPi Maros […]

  • Prodi S2 Pendidikan IPA UNG Jalin Kolaborasi Strategis dengan UNIMA dan Pemda Gorontalo

    Prodi S2 Pendidikan IPA UNG Jalin Kolaborasi Strategis dengan UNIMA dan Pemda Gorontalo

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Faisal
    • visibility 159
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Program Studi (Prodi) S2 Pendidikan IPA Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan kegiatan penandatanganan implementasi kerja sama dengan Program Studi S2 Pendidikan IPA Universitas Negeri Manado (UNIMA), Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Gorontalo, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo, Kamis (30/04/2026). Dr. Tirtawaty Abdjul, M. Pd, seorang Dosen Prodi S2 Pendidikan IPA […]

  • Pemkab Bone Bolango Lakukan Rotasi Besar-Besaran Pejabat Eselon II, 24 JPT Pratama Dilantik

    Pemkab Bone Bolango Lakukan Rotasi Besar-Besaran Pejabat Eselon II, 24 JPT Pratama Dilantik

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 177
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango kembali melakukan rotasi besar-besaran terhadap Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Daerah. Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bone Bolango Nomor 821.2/KEP/BUP-BB/12/233/X/2025 tertanggal 14 Oktober 2025, sebanyak 24 pejabat eselon II resmi dilantik dan dirotasi. Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan tersebut berlangsung di Ruang Lupa Lelah, Kantor Bupati Bone […]

  • Pemkot–BPSDM Gorontalo Gelar Pelatihan PBJ Pemerintah

    Pemkot–BPSDM Gorontalo Gelar Pelatihan PBJ Pemerintah

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota Gorontalo bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Gorontalo memulai Pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemerintah. Kegiatan ini berlangsung di Kelas NKRI BPSDM Provinsi Gorontalo ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas aparatur dalam memahami dan mengimplementasikan proses pengadaan barang dan jasa secara profesional, transparan, dan akuntabel. “Pada hari […]

  • Paradigma yang Berkembang: Menempatkan “Mahkota Ilmu” sebagai Proses Dialektis-Epistemologis

    Paradigma yang Berkembang: Menempatkan “Mahkota Ilmu” sebagai Proses Dialektis-Epistemologis

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Donald Qomaidiasyah Tungkagi
    • visibility 819
    • 0Komentar

    Pengantar Tulisan ini merupakan respon atas kritik Tarmizi Abbas terhadap sanggahan saya sebelumnya. Ia menulis sangat baik, “Tak Ada Yang Integratif Dari ‘Epistemologi Integratif’ dalam Paradigma Makuta Ilmu: Itu Kesesatannya” (10 Januari 2026) di nulondalo.com. Saya tetap mengapresiasi, serta belajar banyak hal dari kritik tersebut. Sebelumnya, diskursus melalui beberapa tulisan dengan Tarmizi Abbas, dipantik dari […]

expand_less