Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Mengharapkan Masjid Ramah Disabilitas di Serambi Madinah

  • account_circle Fadhil Hadju
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 277
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Rasulullah pernah bersabda, “dijadikannya kesenanganku dari dunia berupa wanita dan minyak wangi. Dan dijadikan lah penyejuk hatiku dalam ibadah shalat”. Hadis riwayat An-Nasa’i dan Ahmad.

Hadis di atas seolah menyadarkan kepada kita, bahwa ibadah shalat menjadi penenang dan penyejuk, bagi hati Nabi Muhammad SAW. Tentu saja, hadis ini berlaku bagi umatnya juga. Shalat menjadi media penenang jiwa. Namun, bagaimana jika dalam mengerjakan ibadah shalat, beberapa orang mengalami sejumlah kesulitan. Seperti yang dialami oleh warga disabilitas.

Hak untuk beribadah dengan nyaman adalah milik semua. Termasuk bagi warga disabilitas. Meski demikian, di Gorontalo, daerah dengan julukan Serambi Madinah belum memenuhi hak kenyamanan beribadah mereka.

Salah satu teman saya, Ibrahim, seorang warga disabilitas mengeluhkan kehadiran masjid ramah disabilitas di Kota Gorontalo, yang sebagan besar bisa dibilang hampir nihil fasilitas. Menurutnya, masjid, yang merupakan tempat beribadah harus ramah bagi semua kalangan.

Beberapa kendala yang sering ia temui saat ingin shalat di masjid di antaranya : tempat wudhu yang belum ramah disabilitas, tangga yang juga belum memenuhi akses disabilitas khususnya bagi penyandang disabilitas fisik. Menurutnya, perlu dibuatkan jalan untuk pengguna kursi roda agar bisa masuk ke masjid dengan aman. “Disabilitas alami kesulitan ketika menggunakan tangga susun,” katanya.

Begitu pun untuk penyandang disabilitas netra. Tidak adanya guiding block (balok penuntun jalan). Baik di luar maupun di dalam masjid. Selain itu, dalam pengalaman saya sendiri, seringkali di masjid-masjid besar juga tidak ada pegangan rambat dari tempat wudhu sampai masuk ke masjid. Tidak adanya parkir khusus disabilitas. Meski demikian, beberapa masjid setidaknya menyediakan kursi tongkat lipat, yang bisa membantu jemaah disabilitas untuk shalat.

Berdasarkan data Sistem Informasi Masjid (Simas) Kementerian Agama (Kemenag), seperti dilansir Tempo (2025), terdapat 703.837 masjid dan musala di Indonesia. Pada awal 2024, Kemenag mencatat hanya 19.169 atau sekitar tiga persen masjid di Indonesia yang tergolong ramah anak dan difabel. Sementara, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dilansir dari DW (2026), per tanggal 27 Agustus 2025, jumlah penyandang disabilitas yang tercatat secara nasional mencapai 15.262.488 orang.

Hal ini telah menjadi perhatian oleh pemerintah, melalui Kementerian Agama. Kemenag telah meluncurkan program 1.000 Masjid Inklusif pada Mei 2025. Program ini bertujuan menjadikan masjid sebagai ruang ibadah yang ramah bagi semua jemaah, termasuk penyandang disabilitas, lansia, serta perempuan dan anak.

  • Penulis: Fadhil Hadju

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • To Build the World Anew: Pesan untuk Kegagalan Tatanan Dunia Modern

    To Build the World Anew: Pesan untuk Kegagalan Tatanan Dunia Modern

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Suryadi R
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Dunia abad ke-21 sering dipromosikan sebagai dunia paling maju dalam sejarah manusia. Teknologi berkembang pesat, konektivitas lintas benua terjadi dalam hitungan detik, dan pengetahuan seolah tak lagi memiliki batas. Tetapi di balik semua itu, dunia justru terasa semakin terbelah. Perang tidak berhenti, ketimpangan melebar, dan rasa saling percaya antarbangsa semakin menipis. Alih-alih membangun dunia baru, […]

  • Menulis Ulang Sejarah; Pentingkah?

    Menulis Ulang Sejarah; Pentingkah?

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    (catatan reflektif untuk gagasan penulisan ulang sejarah Indonesia) Sejarah, pada hakikatnya, tidak pernah beku. Ia adalah aliran waktu yang terus bergerak, terus diinterpretasi ulang. Gagasan untuk menulis ulang sejarah, dalam kondisi tertentu, bukanlah hal yang tabu—bahkan sebaliknya, bisa menjadi langkah penting untuk menyembuhkan luka kolektif, membetulkan narasi yang timpang, dan membuka ruang bagi suara-suara yang […]

  • Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar Seminar Hasil Kajian Pariwisata dan Pendidikan

    Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar Seminar Hasil Kajian Pariwisata dan Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 189
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Gorontalo – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Seminar Hasil Kajian Pariwisata dan Pendidikan yang berlangsung di Resto Onato By Swiss 18, Senin (24/11/2025). Seminar ini memaparkan dua kajian strategis, yakni “Optimalisasi Kebutuhan Ruang Destinasi Pariwisata Unggulan Provinsi Gorontalo” serta “Strategi Penanggulangan Anak Putus Sekolah karena Faktor Sosial Ekonomi Keluarga di Provinsi […]

  • Kalau Sudah Tahu Merugikan, Tapi Masih Nekat Nikah Siri… Ya Sudah

    Kalau Sudah Tahu Merugikan, Tapi Masih Nekat Nikah Siri… Ya Sudah

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 281
    • 0Komentar

    “Nikah siri itu lebih banyak merugikan perempuan. Jadi nikah siri kalau di keputusan MUI sah, tapi itu haram. Kenapa? Nyaktiti orang lain. Membuat perempuan itu kurang sempurna mendapatkan haknya,” tegasnya.

  • Tiga Rumah Terbakar, Warga Desa Buti Gotong Royong Galang Dana untuk Bantu Korban

    Tiga Rumah Terbakar, Warga Desa Buti Gotong Royong Galang Dana untuk Bantu Korban

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 133
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM – Kepala Desa Buti, Jodi Thalib mengungkapkan bahwa, Pemerintah Desa (Pemdes) Buti, BPD, Babinsa, Karang Taruna, dan warga setempat gotong royong melakukan penggalangan dana untuk membantu para korban kebakaran, yang melanda tiga rumah, Minggu (16/8/26) sore. “Hari ini, Pemdes Buti, BPD, Babinsa, Karang Taruna Desa Buti, melakukan penggalangan dana, untuk membantu warga Desa Buti […]

  • Gempa M 7,6 Guncang Malut–Sulut, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

    Gempa M 7,6 Guncang Malut–Sulut, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 186
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan pemutakhiran peringatan dini tsunami menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Maluku Utara (Malut) dan Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (2/4/2026) pagi. Gempa sangat terasa hingga sekitarnya, yakni Gorontalo. Berdasarkan informasi resmi BMKG, gempa terjadi pada pukul 05.48.16 WIB dengan lokasi di koordinat 1,25 Lintang Utara […]

expand_less