Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Fasilitas Umum Diduga Dipakai untuk Kepentingan Privat, Kepala Desa Tellumpoccoe Disorot Warga

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 146
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, MAROS — Dugaan penyalahgunaan aliran listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) di Desa Tellumpoccoe, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, kembali menuai sorotan warga. Kali ini, masyarakat mempertanyakan sikap pemerintah desa yang dinilai lamban dan terkesan membiarkan persoalan tersebut berlangsung bertahun-tahun tanpa penindakan tegas.

Warga dari Dusun Palisi, Dusun Matana, dan Dusun Bontoulu menilai persoalan ini bukan lagi sekadar gangguan teknis, melainkan sudah menyangkut tata kelola fasilitas publik dan dugaan pemanfaatan aset negara untuk kepentingan privat.

Sebelumnya, masyarakat kerap mengeluhkan lampu jalan yang sering padam akibat beban listrik berlebih. Namun belakangan, kondisi PJU disebut sudah kembali normal dan jarang mengalami pemadaman. Meski demikian, warga menduga aliran listrik perumahan masih tetap menumpang pada jaringan listrik PJU hingga saat ini.

“Dulu lampu jalan sering mati karena bebannya berat. Sekarang memang sudah normal, tapi aliran listrik rumah masih diduga nyantol di jaringan PJU. Anehnya, sampai sekarang belum ada penertiban. Masyarakat jadi bertanya-tanya, sebenarnya pemerintah desa serius atau tidak menyikapi ini,” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa.

Situasi tersebut memunculkan kritik keras terhadap pemerintah desa, termasuk Kepala Desa Tellumpoccoe, yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret untuk memastikan fasilitas umum tidak disalahgunakan.

Warga menilai penggunaan satu jaringan listrik untuk kepentingan publik dan privat berpotensi merugikan negara serta mencederai rasa keadilan masyarakat. Mereka juga menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah desa terhadap dugaan praktik yang telah berlangsung cukup lama tersebut.

Di sisi lain, pihak pengelola perumahan disebut mengklaim bahwa pemasangan dan penambahan daya listrik telah dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah setempat. Namun pernyataan itu justru dibantah langsung oleh Kepala Desa Tellumpoccoe bersama para kepala dusun yang menegaskan tidak pernah memberikan izin ataupun menjalin kerja sama resmi terkait penggunaan jaringan listrik PJU untuk kebutuhan perumahan.

Perbedaan keterangan antara pihak perumahan dan pemerintah desa semakin memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Warga mempertanyakan bagaimana dugaan pemanfaatan jaringan listrik fasilitas umum itu bisa berlangsung lama tanpa adanya tindakan nyata dari pihak berwenang.

“Kalau memang pemerintah desa tidak pernah memberi izin, lalu kenapa praktik ini bisa terus berjalan? Siapa yang mengawasi? Kenapa tidak ada tindakan sejak awal?” ungkap warga lainnya.

Masyarakat kini mendesak pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta instansi teknis terkait untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap jaringan listrik PJU di wilayah tersebut. Warga juga meminta pihak PLN turun langsung melakukan pemeriksaan lapangan guna memastikan seluruh perumahan menggunakan meteran listrik mandiri dan tidak lagi memanfaatkan fasilitas umum.

Warga berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam terhadap polemik ini. Sebab jika terus dibiarkan, dugaan penyalahgunaan listrik fasilitas umum tersebut dinilai dapat menjadi preseden buruk dalam pengelolaan aset publik di tingkat desa.

Kini publik menanti sikap tegas pemerintah: apakah akan membenahi dugaan pelanggaran tersebut demi kepentingan masyarakat, atau justru membiarkan polemik ini terus menjadi tanda tanya tanpa penyelesaian yang jelas.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadhan dan Semangat Temporal Beribadah

    Ramadhan dan Semangat Temporal Beribadah

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 482
    • 0Komentar

    Dalam kajian sosiologi dan studi budaya, sesuatu (tren, budaya, nilai, atau gaya hidup) yang datang kembali setelah lama pergi akan disambut dengan nostalgia atau perayaan. Teori ini selaras dengan bulan Ramadhan yang merupakan bahagian dari tatanan nilai dan momen suci yang datang kembali setelah lama pergi. Euforia penyambutannya terlihat jelas dari perilaku sosial dan perilaku […]

  • Disaksikan Presiden Prabowo, MUI Kukuhkan Pengurus Baru. Berikut Susunannya

    Disaksikan Presiden Prabowo, MUI Kukuhkan Pengurus Baru. Berikut Susunannya

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 329
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi mengukuhkan susunan pengurus masa khidmah 2025–2030 dalam sebuah prosesi di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026). Pengukuhan dipimpin langsung Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan disaksikan Presiden RI Prabowo Subianto bersama sejumlah tokoh nasional. Acara yang dirangkaikan dengan kegiatan “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa” itu dihadiri […]

  • Pesantren Kilat Ramadhan The Nusa Institute Tekankan Iman, Akhlak, dan Kesadaran Ekologis Generasi Muda

    Pesantren Kilat Ramadhan The Nusa Institute Tekankan Iman, Akhlak, dan Kesadaran Ekologis Generasi Muda

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 309
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Lembaga riset dan pengembangan keislaman The Nusa Institute menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H pada 6–8 Maret 2026 di Aula PKUMI kawasan Masjid Istiqlal. Kegiatan ini mengusung tema “Iman Naik, Akhlak Baik, Lingkungan Asri”, sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan spiritual, akhlak, serta kesadaran ekologis bagi generasi muda Muslim. Pesantren kilat ini […]

  • Tak Tunggu Air Naik: Camat Maros Baru, KSB, dan Relawan Bergerak Cepat Pantau Wilayah Rawan

    Tak Tunggu Air Naik: Camat Maros Baru, KSB, dan Relawan Bergerak Cepat Pantau Wilayah Rawan

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros – Kecamatan Maros Baru resmi menetapkan status Siaga 1 Banjir menyusul meningkatnya intensitas hujan dan naiknya debit air di sejumlah titik rawan. Menyikapi kondisi tersebut, Camat Maros Baru menunjukkan respons cepat dengan turun langsung ke lapangan melakukan patroli dan pemantauan wilayah, bersama unsur relawan dan masyarakat. Patroli tersebut melibatkan Ketua Kampung Siaga Bencana […]

  • Gus Aniq Nawawi Sayangkan Aksi Bela Palestina di Gorontalo Gunakan Simbol Hizbut Tahrir

    Gus Aniq Nawawi Sayangkan Aksi Bela Palestina di Gorontalo Gunakan Simbol Hizbut Tahrir

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 166
    • 0Komentar

    nulondalo.com  – Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Randangan, Gorontalo Gus Aniq Nawawi (KH. Abdullah Aniq Nawawi) menyayangkan munculnya simbol-simbol organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada aksi damai bela palestina oleh ratusan orang yang mengatasnamakan Santri Peduli Palestina pada Ahad, (2/2/2025), kemarin. Ratusan massa aksi tersebut menggunakan atribut bertuliskan Khilafah dan juga bendera yang identik […]

  • Halal Bihalal: Antara Simbolisme, Spiritualitas, dan Transformasi Diri

    Halal Bihalal: Antara Simbolisme, Spiritualitas, dan Transformasi Diri

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Amsar A. Dulmanan
    • visibility 709
    • 0Komentar

    Dalam lanskap kebudayaan Islam Indonesia, Halal Bihalal merupakan satu tradisi yang unik dan khas, karena tidak ditemukan secara formal dalam teks-teks normatif Islam klasik, tetapi justru tumbuh dari dialektika antara nilai-nilai keislaman dan konteks sosial-budaya masyarakat Indonesia. Tradisi yang dilaksanakan setelah Hari Raya Idulfitri merupakan momentum untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, serta memperbarui hubungan sosial […]

expand_less