Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Fasilitas Umum Diduga Dipakai untuk Kepentingan Privat, Kepala Desa Tellumpoccoe Disorot Warga

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 123
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, MAROS — Dugaan penyalahgunaan aliran listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) di Desa Tellumpoccoe, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, kembali menuai sorotan warga. Kali ini, masyarakat mempertanyakan sikap pemerintah desa yang dinilai lamban dan terkesan membiarkan persoalan tersebut berlangsung bertahun-tahun tanpa penindakan tegas.

Warga dari Dusun Palisi, Dusun Matana, dan Dusun Bontoulu menilai persoalan ini bukan lagi sekadar gangguan teknis, melainkan sudah menyangkut tata kelola fasilitas publik dan dugaan pemanfaatan aset negara untuk kepentingan privat.

Sebelumnya, masyarakat kerap mengeluhkan lampu jalan yang sering padam akibat beban listrik berlebih. Namun belakangan, kondisi PJU disebut sudah kembali normal dan jarang mengalami pemadaman. Meski demikian, warga menduga aliran listrik perumahan masih tetap menumpang pada jaringan listrik PJU hingga saat ini.

“Dulu lampu jalan sering mati karena bebannya berat. Sekarang memang sudah normal, tapi aliran listrik rumah masih diduga nyantol di jaringan PJU. Anehnya, sampai sekarang belum ada penertiban. Masyarakat jadi bertanya-tanya, sebenarnya pemerintah desa serius atau tidak menyikapi ini,” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa.

Situasi tersebut memunculkan kritik keras terhadap pemerintah desa, termasuk Kepala Desa Tellumpoccoe, yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret untuk memastikan fasilitas umum tidak disalahgunakan.

Warga menilai penggunaan satu jaringan listrik untuk kepentingan publik dan privat berpotensi merugikan negara serta mencederai rasa keadilan masyarakat. Mereka juga menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah desa terhadap dugaan praktik yang telah berlangsung cukup lama tersebut.

Di sisi lain, pihak pengelola perumahan disebut mengklaim bahwa pemasangan dan penambahan daya listrik telah dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah setempat. Namun pernyataan itu justru dibantah langsung oleh Kepala Desa Tellumpoccoe bersama para kepala dusun yang menegaskan tidak pernah memberikan izin ataupun menjalin kerja sama resmi terkait penggunaan jaringan listrik PJU untuk kebutuhan perumahan.

Perbedaan keterangan antara pihak perumahan dan pemerintah desa semakin memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Warga mempertanyakan bagaimana dugaan pemanfaatan jaringan listrik fasilitas umum itu bisa berlangsung lama tanpa adanya tindakan nyata dari pihak berwenang.

“Kalau memang pemerintah desa tidak pernah memberi izin, lalu kenapa praktik ini bisa terus berjalan? Siapa yang mengawasi? Kenapa tidak ada tindakan sejak awal?” ungkap warga lainnya.

Masyarakat kini mendesak pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta instansi teknis terkait untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap jaringan listrik PJU di wilayah tersebut. Warga juga meminta pihak PLN turun langsung melakukan pemeriksaan lapangan guna memastikan seluruh perumahan menggunakan meteran listrik mandiri dan tidak lagi memanfaatkan fasilitas umum.

Warga berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam terhadap polemik ini. Sebab jika terus dibiarkan, dugaan penyalahgunaan listrik fasilitas umum tersebut dinilai dapat menjadi preseden buruk dalam pengelolaan aset publik di tingkat desa.

Kini publik menanti sikap tegas pemerintah: apakah akan membenahi dugaan pelanggaran tersebut demi kepentingan masyarakat, atau justru membiarkan polemik ini terus menjadi tanda tanya tanpa penyelesaian yang jelas.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPR Dorong Sinergi Pusat–Daerah Demi Jaminan Kesehatan Warga Kurang Mampu

    DPR Dorong Sinergi Pusat–Daerah Demi Jaminan Kesehatan Warga Kurang Mampu

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 232
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene mendorong penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna memastikan jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu tetap terlayani secara optimal dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan Kunjungan Kerja Reses Komisi IX DPR RI bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Kantor Gubernur, Makassar, Jumat (20/2/2026). […]

  • Kolaborasi Peneliti, Warga Pesisir, dan Pemerintah Pulihkan Terumbu Karang Botutonuo

    Kolaborasi Peneliti, Warga Pesisir, dan Pemerintah Pulihkan Terumbu Karang Botutonuo

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Kerusakan terumbu karang menjadi ancaman nyata bagi ekosistem laut, Salah satunya di dasar laut yang berada di Desa Botutonuo, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Barrier Reef (karang penghalang) yang berada disana sudah menjadi patahan karang mati yang kehilangan fungsinya sebagai rumah bagi ribuan biota laut. Kerusakan ini akibat aktivitas manusia, pencemaran, dan perubahan […]

  • Filsafat di Tengah Badai Teknologi, Pesantren Khatamun Nabiyyin Gelar Stadium Generale Bahas Krisis Kemanusiaan

    Filsafat di Tengah Badai Teknologi, Pesantren Khatamun Nabiyyin Gelar Stadium Generale Bahas Krisis Kemanusiaan

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Asep Alfarizi
    • visibility 320
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pesantren Khatamun Nabiyyin bersama Khatam Institute menggelar Stadium Generale bertajuk “Peran Filsafat dalam Kehidupan Kontemporer: Antara Kemajuan Teknologi dan Krisis Kemanusiaan” pada Rabu, 13 Mei 2026, di Auditorium Khatamun Nabiyyin, Condet, Jakarta Timur. Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. Amsal Bakhtiar sebagai narasumber utama dan dipandu oleh Muh. Agus Salim selaku moderator. Dalam pemaparannya, […]

  • Tunis Tidak Pernah Usai

    Tunis Tidak Pernah Usai

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Di sebuah pagi yang bergerak perlahan di jantung Jakarta, Aula Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal tidak sekadar menjadi aula pertemuan. Ia berubah menjadi semacam ruang ingatan—tempat waktu tidak berjalan lurus, melainkan berputar, mempertemukan yang dulu pernah berangkat dengan yang baru saja pulang ke tanah air. Ahad, 12 April 2026, sekitar 80 orang berkumpul di aula […]

  • Budak Ambisi

    Budak Ambisi

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 380
    • 0Komentar

    Ada begitu banyak manusia meniti karier, namun tanpa sadar, mereka bukan lagi tuan atas dirinya, melainkan budak dari ambisi yang mereka pelihara. Khalid Bin Salih Al-Munif pernah mengingatkan, manusia bisa tenggelam dalam pekerjaan, entah mengumpulkan ilmu atau harta, tetapi tetap saja terjerat sebagai tawanan dari ambisi mereka sendiri. Ambisi yang tak terkendali ibarat api. Ia […]

  • Jurnal Penutup

    Jurnal Penutup

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu datang seperti auditor independen yang tak bisa diajak kompromi. Ia hadir tanpa perlu diundang, membawa kertas kerja bernama “puasa”, dan langsung bertanya: “Sudahkah Anda melakukan penyesuaian?” Maka, sebagaimana lazimnya dalam akuntansi, kita pun terpaksa membuka buku besar kehidupan—yang kadang lebih besar dosanya daripada asetnya. Dalam tradisi akuntansi, ada yang disebut jurnal penutup. Ia […]

expand_less