Breaking News
dark_mode
Trending Tags

“Syariatisasi” Yang Tidak Seimbang

  • account_circle Abdullah Aniq Nawawi
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • visibility 439
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saya sangat bersyukur beberapa hari terkahir ini jagat maya cukup sesak dengan diskusi fikih terkait kurban presiden. Ini menarik bagi saya, karena daripada beranda medsos penuh dengan gosip murahan, lebih baik dipenuhi dengan adu argumen fikih.

Salah satu yang cukup menarik perhatian publik adalah pertanyaan “apakah APBN bisa disamakan dengan Baitul Mal?” Hemat saya jawabannya tidak akan tunggal. Karena, baik pihak yang sepakat menyamakan keduanya, maupun yang tidak sepakat, memiliki argumennya masing-masing.

Yang cukup menggelisahkan bagi saya bukan soal apakah APBN bisa disamakan dengan Baitul Mal atau tidak. Yang menggelisahkan adalah upaya kita untuk mensyariatisasi lembaga. Bukan perilaku.

Kita sibuk mengklaim “APBN adalah Baitul Mal”. “Presiden adalah Khalifah”, “bentuk negara kita adalah negara islami”, “BSI adalah bank syariah”, dan sebagainya. Kita masih sibuk memoles lembaga agar terkesan syar’i. Tapi kita jarang mensyariatisasi perilaku. Kita jarang menyesuaikan perilaku kita agar sesuai dengan norma agama.

Misalkan, apakah tata kelola zakat di masa kini sudah sesuai dengan prinsip maqasidus syariah dari zakat? Apakah zakat betul-betul telah disalurkan dengan semangat menjadikan mustahiq (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat) suatu saat nanti? Ataukah penyaluran zakat lebih sering disesuaikan dengan kehendak politik penguasa? Jadi, bukan soal baznas sudah sah disebut amil atau belum. Itu urusan mudah. tapi memastikan perilaku pengelolaannya sesuai dengan standar syariah, ini yang sulit. Dan ini yang tidak digarap dengan serius.

Karena itu, soal APBN apakah baitul mal atau tidak, itu urusan mudah, tinggal kita cari teks yang mengindikasikan kesamaan antara keduanya saja. Selesai. Tapi masa fikih hanya digunakan sebatas untuk stempel?

Jika fikih ada untuk kemaslahatan, maka nalar fikih harus diarahkan untuk mencari tahu apakah pengelolaan APBN sudah sesuai dengan prinsip syariat atau belum! Kalau pajak banyak disalahgunakan, mau seratus dalil pun yang mengatakan APBN sama dengan Baitul Mal, tidak ada gunanya!

Karena itu, yang lebih menarik bukan soal apakah presiden/gubernur/bupati sah disebut khalifah atau tidak. Itu sudah selesai. Yang patut kita tanyakan adalah, apakah ciri-ciri khalifah dalam al-quran telah benar-benar nampak pada para pemimpin kita?

Apakah pengelolaan SDA sudah sesuai dengan prinsip Islam? Apakah kebijakan anggaran sudah sesuai dengan prinsip Islam? Apakah kelestarian lingkungan yang diperintahkan agama sudah terwujudkan? Apakah prinsip taysir (memudahkan) sudah dirasakan oleh nasabah yang meminjam di BSI? Atau jangan-jangan para petani lebih nyaman pinjam dari bank konvensional? Perilaku kita lah yang lebih penting untuk disyariatisasi. Bukan sekedar lembaga!

Wallahu a’alam bis shawab

Penulis : Mantan Ketua Tanfidziyah dan Rais Syuriyah PCNU Maroko dan Pengurus LBM PBNU

  • Penulis: Abdullah Aniq Nawawi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gorontalo Targetkan 155 Titik Dapur MBG

    Gorontalo Targetkan 155 Titik Dapur MBG

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Pemerintah Provinsi Gorontalo menargetkan pembangunan 155 titik Sentra Produksi Pangan dan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Target tersebut dibahas dalam Rapat Evaluasi Pelaksanaan MBG yang dibuka Sekretaris Daerah Sofian Ibrahim di Ruang Rapat Dinas Ketahanan Pangan, Kamis (4/9/2025). Sofian menyampaikan, hingga saat ini baru 15 titik yang beroperasi dan akan bertambah […]

  • Perempuan Berhenti Bekerja: Pengorbanan atau Investasi?

    Perempuan Berhenti Bekerja: Pengorbanan atau Investasi?

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Sutanti Idris
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Di tengah semakin banyak perempuan yang memilih berhenti bekerja setelah menikah atau memiliki anak, muncul pertanyaan yang sering kali memicu perdebatan: apakah keputusan tersebut merupakan sebuah pengorbanan atau justru investasi? Bagi saya, jawabannya bergantung pada alasan dan cara perempuan memaknai keputusan itu. Berhenti bekerja bukanlah tanda menyerah, bukan pula bukti bahwa perempuan kehilangan kemampuan. Sebaliknya, […]

  • Misteri di Balik Energi Salat Berjamaah

    Misteri di Balik Energi Salat Berjamaah

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Hamzah Durisa
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Senja turun perlahan di pesisir Mandar bukanlah perkara jarang ditemukan. Langit memerah di atas laut, dan perahu-perahu nelayan kembali dengan layar yang mulai dilipat merupakan penghias keseharian hidup orang Mandar. Di sela desir angin laut, terdengar adzan Magrib memanggil dari masjid kampung. Suaranya lembut, tetapi tegas—seperti panggilan yang sudah akrab sejak kecil. Orang-orang berhenti sejenak. […]

  • Pengurus Ansor Sulsel: Pekerja Praktis Vs Pekerja Keras

    Pengurus Ansor Sulsel: Pekerja Praktis Vs Pekerja Keras

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Dr. Mahmud Suyuti
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Konferensi Wilayah ke-16 Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Selatan menjadi ajang penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan. Dari 22 pemilik suara PC kabupaten/kota se-Sulsel, pertarungan berlangsung ketat antara dua kandidat utama: Ridwan Yusuf dan Salman. Dalam suasana penuh dinamika, Ridwan akhirnya terpilih sebagai Ketua GP Ansor Sulsel periode 2026–2030 dengan perolehan 12 suara, unggul […]

  • Petani Bukan Beban, Mereka Jantung Pembangunan

    Petani Bukan Beban, Mereka Jantung Pembangunan

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Di momentum Hari Tani Nasional, Ketua Tani Merdeka Indonesia Provinsi Gorontalo, Rian Uno, menyoroti persoalan investasi perkebunan dan pertambangan di Gorontalo yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat petani. Menurutnya, kondisi ini bertolak belakang dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa petani harus bangga menjadi tulang punggung bangsa. “Saya melihat petani di Gorontalo masih menghadapi […]

  • Shalat Tarawih, Emile Durkheim dan Solidaritas Organik

    Shalat Tarawih, Emile Durkheim dan Solidaritas Organik

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Shalat Tarawih merupakan salah satu ibadah penting dalam tradisi Islam, khususnya selama bulan Ramadan. Ibadah ini dilakukan setelah shalat Isya dan merupakan sunnah yang sangat dianjurkan. Shalat Tarawih bukan hanya sekedar ritual, tetapi juga merupakan sarana spiritual yang mendalam bagi umat Muslim. Melalui ibadah ini, individu memiliki kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan, […]

expand_less