Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Tahun Baru Hijriyah dan Ilusi Kebangkitan

  • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A.
  • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
  • visibility 185
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Setiap tahun, obor dinyalakan. Spanduk dibentangkan. Mimbar-mimbar dipenuhi ceramah tentang hijrah. Tahun Baru Hijriyah datang seperti tamu lama yang selalu disambut dengan hangat. Tetapi, ada satu pertanyaan yang jarang diajukan, setelah semua perayaan itu terlaksana, apa yang sesungguhnya berubah?

Kita selalu menyaksikan perayaan itu, dan kita sadar bahwa sejatinya waktu terus bergerak. Kalender berganti. Namun, meski demikian, sering kali manusia tetap tinggal di tempat yang sama.

Barangkali, persoalan terbesar umat Islam hari ini bukan karena kita kekurangan momentum untuk berubah. Justru sebaliknya, kita terlalu kaya akan momentum, tetapi sayangnya kita miskin transformasi. Kita memiliki Ramadan setiap tahun, Idul Fitri setiap tahun, Idul Adha setiap tahun. Dan kini, Tahun Baru Hijriyah di depan mata. Tetapi, lagi-lagi kita tidak berani untuk bercermin memandang kesalahan kita yang terus berulang.

Muharram, sejatinya bukan sekadar pergantian angka. Ia adalah undangan untuk meninjau kembali perjalanan sejarah kita sebagai individu maupun sebagai bangsa.

Di sinilah pemikiran Muhammad Thahir Ibn Asyur menjadi relevan. Dalam Ushul al-Nidham al-Ijtima’i fi al-Islam, ia menegaskan bahwa reformasi sosial tidak mungkin lahir tanpa reformasi individu. Masyarakat hanyalah kumpulan manusia. Jika manusia-manusianya rusak, mustahil masyarakatnya sehat.

Jauh beberapa abad sebelumnya, Ibnu Khaldun dalam karya monumentalnya, al-Ibar, yang dikenal juga sebagai Muqaddimah, mengemukakan teori yang hingga kini masih dianggap sebagai salah satu fondasi sosiologi modern. Ia menjelaskan bahwa bangkit dan runtuhnya sebuah peradaban tidak terutama ditentukan oleh kekayaan alam, luas wilayah, atau jumlah penduduk, melainkan oleh kualitas moral dan solidaritas sosial yang disebutnya ‘ashabiyah.

Menurut Ibnu Khaldun, setiap peradaban lahir dari semangat kolektif yang kuat. Orang-orang rela berkorban demi kepentingan bersama. Mereka bekerja keras, hidup sederhana, dan memiliki tujuan yang melampaui kepentingan pribadi. Dari situlah akan lahir kekuatan politik, kemajuan ekonomi, dan kejayaan ilmu pengetahuan.

Tetapi, ketika kemewahan mulai menggantikan pengorbanan, ketika jabatan berubah menjadi alat mencari keuntungan pribadi, dan ketika masyarakat kehilangan ikatan moral yang menyatukan mereka, maka proses keruntuhan sesungguhnya telah dimulai, bahkan ketika gedung-gedung megah masih berdiri.

Peradaban, kata Ibnu Khaldun, sering kali mati bukan karena serangan dari luar, melainkan karena pembusukan dari dalam. Kalimat itu terasa begitu aktual dan relevan dengan keadaan dunia saat ini.

  • Penulis: Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pegadaian Kanwil IX Dorong Pelaku Usaha Lewat Promo Cashback Pinjaman Hingga RP 5 Juta

    Pegadaian Kanwil IX Dorong Pelaku Usaha Lewat Promo Cashback Pinjaman Hingga RP 5 Juta

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 150
    • 0Komentar

    PT Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta 2 bersama Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (FORSEPSI) gelar agenda Konsolidasi Offline Bank Sampah sebagai langkah penguatan sinergi dan evaluasi program lingkungan berbasis komunitas. Kamis, 7 Agustus 2025. Dihadiri oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Drs. Arifin, M.A.P, serta jajaran manajemen PT Pegadaian. Agenda konsolidasi ini menjadi salah […]

  • Darah Nabi Mengalir di Iran: Layakkah Kita Membelanya?

    Darah Nabi Mengalir di Iran: Layakkah Kita Membelanya?

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Prof. Dr. KH. Afifuddin Harisah. Lc
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Ketika kita membaca kitab hadits Bukhari dan Muslim di pesantren, pernahkah kita sadar bahwa kedua imam agung itu adalah orang Persia? Bahwa sebagian besar ulama yang mewariskan ilmu Nabi lahir dari tanah yang dulu disebut Persia, kini bernama Iran? Ironisnya, masih ada umat Islam yang meragukan Iran hanya karena perbedaan mazhab atau pengaruh propaganda Barat. […]

  • Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan, Ribuan Calon Jemaah Terdampak

    Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan, Ribuan Calon Jemaah Terdampak

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 265
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Republik Indonesia mengimbau jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan menyusul situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang dinilai belum kondusif. Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan langkah tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah demi memastikan keselamatan warga negara Indonesia. “Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah […]

  • Inilah Tuntutan Demo Aliansi Merah Maron

    Inilah Tuntutan Demo Aliansi Merah Maron

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo, dan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Idrus M. Thomas Mopili, menemui aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Bundaran Tugu Saronde, Senin (1/9/2025). Mahasiswa UNG yang tergabung dalam Aliansi Merah Maron menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo, DPRD, […]

  • Curanmor Kilat di Tigaraksa Terekam CCTV, Polisi Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan

    Curanmor Kilat di Tigaraksa Terekam CCTV, Polisi Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 296
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali terjadi di wilayah Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (26/3/2026). Kejadian ini menjadi sorotan setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan aksi cepat para pelaku viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Bolang, Desa Pasir Bolang. Dalam video yang beredar, terlihat dua orang pelaku menjalankan aksi […]

  • Gus Men Kami: Kau Kecam, Kami Bela

    Gus Men Kami: Kau Kecam, Kami Bela

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2022
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Sahabat, karena kau berada di pihak pengecam, maka biarlah ku panggil kau dengan panggilan “Cam”. Assalamu ‘Alaikum Sahabat Cam, Begini Sahabat, Kementerian Agama itu adalah rumah besar bagi kami warga Kementerian Agama. Aku adalah bagian darinya. Di rumah ini aku mengabdi, berbakti sekaligus mengais rezki. He he. Oh ya Cam, perlu kau tahu bahwa kami […]

expand_less