Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Tahun Baru Hijriyah dan Ilusi Kebangkitan

  • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A.
  • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
  • visibility 252
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Setiap tahun, obor dinyalakan. Spanduk dibentangkan. Mimbar-mimbar dipenuhi ceramah tentang hijrah. Tahun Baru Hijriyah datang seperti tamu lama yang selalu disambut dengan hangat. Tetapi, ada satu pertanyaan yang jarang diajukan, setelah semua perayaan itu terlaksana, apa yang sesungguhnya berubah?

Kita selalu menyaksikan perayaan itu, dan kita sadar bahwa sejatinya waktu terus bergerak. Kalender berganti. Namun, meski demikian, sering kali manusia tetap tinggal di tempat yang sama.

Barangkali, persoalan terbesar umat Islam hari ini bukan karena kita kekurangan momentum untuk berubah. Justru sebaliknya, kita terlalu kaya akan momentum, tetapi sayangnya kita miskin transformasi. Kita memiliki Ramadan setiap tahun, Idul Fitri setiap tahun, Idul Adha setiap tahun. Dan kini, Tahun Baru Hijriyah di depan mata. Tetapi, lagi-lagi kita tidak berani untuk bercermin memandang kesalahan kita yang terus berulang.

Muharram, sejatinya bukan sekadar pergantian angka. Ia adalah undangan untuk meninjau kembali perjalanan sejarah kita sebagai individu maupun sebagai bangsa.

Di sinilah pemikiran Muhammad Thahir Ibn Asyur menjadi relevan. Dalam Ushul al-Nidham al-Ijtima’i fi al-Islam, ia menegaskan bahwa reformasi sosial tidak mungkin lahir tanpa reformasi individu. Masyarakat hanyalah kumpulan manusia. Jika manusia-manusianya rusak, mustahil masyarakatnya sehat.

Jauh beberapa abad sebelumnya, Ibnu Khaldun dalam karya monumentalnya, al-Ibar, yang dikenal juga sebagai Muqaddimah, mengemukakan teori yang hingga kini masih dianggap sebagai salah satu fondasi sosiologi modern. Ia menjelaskan bahwa bangkit dan runtuhnya sebuah peradaban tidak terutama ditentukan oleh kekayaan alam, luas wilayah, atau jumlah penduduk, melainkan oleh kualitas moral dan solidaritas sosial yang disebutnya ‘ashabiyah.

Menurut Ibnu Khaldun, setiap peradaban lahir dari semangat kolektif yang kuat. Orang-orang rela berkorban demi kepentingan bersama. Mereka bekerja keras, hidup sederhana, dan memiliki tujuan yang melampaui kepentingan pribadi. Dari situlah akan lahir kekuatan politik, kemajuan ekonomi, dan kejayaan ilmu pengetahuan.

Tetapi, ketika kemewahan mulai menggantikan pengorbanan, ketika jabatan berubah menjadi alat mencari keuntungan pribadi, dan ketika masyarakat kehilangan ikatan moral yang menyatukan mereka, maka proses keruntuhan sesungguhnya telah dimulai, bahkan ketika gedung-gedung megah masih berdiri.

Peradaban, kata Ibnu Khaldun, sering kali mati bukan karena serangan dari luar, melainkan karena pembusukan dari dalam. Kalimat itu terasa begitu aktual dan relevan dengan keadaan dunia saat ini.

  • Penulis: Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah 2025: Perkuat Ekonomi Umat Menuju Kemandirian

    PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah 2025: Perkuat Ekonomi Umat Menuju Kemandirian

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo akan menggelar Pekan Ekonomi Syariah (PES) 2025 pada 28–30 Oktober 2025. Agenda besar ini mengusung tema “Memperkuat Peran Ekonomi Syariah untuk Kesejahteraan dan Kemandirian Umat.” PES 2025 menjadi wadah kolaborasi antara PWNU Gorontalo dengan berbagai lembaga keuangan, regulator, serta pelaku ekonomi syariah nasional. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat literasi […]

  • Mencari Jalan Keluar dari Krisis Representasi Politik Indonesia

    Mencari Jalan Keluar dari Krisis Representasi Politik Indonesia

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Dalam krisis yang sedang dihadapi Indonesia Ini, penting untuk selalu Bertanya namun Substansi pertanyaan hari ini bukanlah siapa yang akan menjadi presiden berikutnya, partai mana yang akan menang pemilu, atau koalisi apa yang akan terbentuk setelah pemilihan. Pertanyaan yang jauh lebih mendasar adalah: siapa yang mampu mengorganisasi kekuatan sosial untuk menandingi dominasi uang dalam politik? […]

  • Mojtaba Khamenei Ditunjuk Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Gantikan Ayahnya di Tengah Konflik Timur Tengah

    Mojtaba Khamenei Ditunjuk Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Gantikan Ayahnya di Tengah Konflik Timur Tengah

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 379
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Iran resmi menunjuk Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru Republik Islam Iran, menggantikan ayahnya Ayatollah Ali Khamenei yang dilaporkan meninggal dunia setelah serangan militer yang terjadi di tengah eskalasi konflik kawasan Timur Tengah. Keputusan tersebut diumumkan oleh Majelis Ahli Iran pada Minggu, 8 Maret 2026. Lembaga yang berwenang memilih pemimpin […]

  • Dari Kairo untuk Indonesia: FEB UNUSIA dan IKAKAS Mesir Merajut Jembatan Ilmu Lintas Negara

    Dari Kairo untuk Indonesia: FEB UNUSIA dan IKAKAS Mesir Merajut Jembatan Ilmu Lintas Negara

    • calendar_month Minggu, 1 Nov 2026
    • account_circle Faisal Husuna
    • visibility 92
    • 0Komentar

    KAIRO, NULONDALO.COM – Di sebuah sekretariat sederhana di Kairo, Mesir, Sabtu (31/10/2026), sebuah pertemuan berlangsung dengan membawa harapan yang melampaui batas geografis. Pertemuan antara Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (FEB UNUSIA) dan Ikatan Alumni dan Keluarga As’adiyah Mesir (IKAKAS-Mesir) bukan sekadar agenda penandatanganan dokumen kerja sama. Di dalamnya tersimpan semangat mempertemukan pengalaman […]

  • Tiga Jet Tempur AS Ditembak Jatuh di Kuwait, Enam Awak Selamat

    Tiga Jet Tempur AS Ditembak Jatuh di Kuwait, Enam Awak Selamat

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 279
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Tiga jet tempur Amerika Serikat jenis F-15E Strike Eagle ditembak jatuh secara tidak sengaja oleh sistem pertahanan udara Kuwait saat operasi tempur aktif di kawasan tersebut, Senin (2/3/2026). Seluruh enam awak pesawat dilaporkan selamat dan dalam kondisi stabil. Insiden itu terjadi di tengah ofensif gabungan Washington bersama Israel terhadap Iran yang telah memasuki […]

  • Antrean Solar Subsidi Dan Atrian penggunaan jalan,Menjadi tanda tanya Besar Ada apa dengan BBM?

    Antrean Solar Subsidi Dan Atrian penggunaan jalan,Menjadi tanda tanya Besar Ada apa dengan BBM?

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Nulondalo.com,Maros – Sudah berbulan bulan masyarakat menyaksikan antrean panjang truk di hampir setiap SPBU Pertamina,  contonhnya di SPBU Pettuadae Kabupaten maros  Pemandangan ini seolah menjadi hal yang biasa, padahal dampaknya sangat nyata. Truk-truk yang mengantri hingga memakan badan jalan menyebabkan kemacetan panjang, mengganggu aktivitas masyarakat, dan menghambat kelancaran transportasi. Pertanyaannya, apa sebenarnya yang sedang terjadi? Apakah stok […]

expand_less