Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Tahun Baru Hijriyah dan Ilusi Kebangkitan

  • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A.
  • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
  • visibility 129
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Setiap tahun, obor dinyalakan. Spanduk dibentangkan. Mimbar-mimbar dipenuhi ceramah tentang hijrah. Tahun Baru Hijriyah datang seperti tamu lama yang selalu disambut dengan hangat. Tetapi, ada satu pertanyaan yang jarang diajukan, setelah semua perayaan itu terlaksana, apa yang sesungguhnya berubah?

Kita selalu menyaksikan perayaan itu, dan kita sadar bahwa sejatinya waktu terus bergerak. Kalender berganti. Namun, meski demikian, sering kali manusia tetap tinggal di tempat yang sama.

Barangkali, persoalan terbesar umat Islam hari ini bukan karena kita kekurangan momentum untuk berubah. Justru sebaliknya, kita terlalu kaya akan momentum, tetapi sayangnya kita miskin transformasi. Kita memiliki Ramadan setiap tahun, Idul Fitri setiap tahun, Idul Adha setiap tahun. Dan kini, Tahun Baru Hijriyah di depan mata. Tetapi, lagi-lagi kita tidak berani untuk bercermin memandang kesalahan kita yang terus berulang.

Muharram, sejatinya bukan sekadar pergantian angka. Ia adalah undangan untuk meninjau kembali perjalanan sejarah kita sebagai individu maupun sebagai bangsa.

Di sinilah pemikiran Muhammad Thahir Ibn Asyur menjadi relevan. Dalam Ushul al-Nidham al-Ijtima’i fi al-Islam, ia menegaskan bahwa reformasi sosial tidak mungkin lahir tanpa reformasi individu. Masyarakat hanyalah kumpulan manusia. Jika manusia-manusianya rusak, mustahil masyarakatnya sehat.

Jauh beberapa abad sebelumnya, Ibnu Khaldun dalam karya monumentalnya, al-Ibar, yang dikenal juga sebagai Muqaddimah, mengemukakan teori yang hingga kini masih dianggap sebagai salah satu fondasi sosiologi modern. Ia menjelaskan bahwa bangkit dan runtuhnya sebuah peradaban tidak terutama ditentukan oleh kekayaan alam, luas wilayah, atau jumlah penduduk, melainkan oleh kualitas moral dan solidaritas sosial yang disebutnya ‘ashabiyah.

Menurut Ibnu Khaldun, setiap peradaban lahir dari semangat kolektif yang kuat. Orang-orang rela berkorban demi kepentingan bersama. Mereka bekerja keras, hidup sederhana, dan memiliki tujuan yang melampaui kepentingan pribadi. Dari situlah akan lahir kekuatan politik, kemajuan ekonomi, dan kejayaan ilmu pengetahuan.

Tetapi, ketika kemewahan mulai menggantikan pengorbanan, ketika jabatan berubah menjadi alat mencari keuntungan pribadi, dan ketika masyarakat kehilangan ikatan moral yang menyatukan mereka, maka proses keruntuhan sesungguhnya telah dimulai, bahkan ketika gedung-gedung megah masih berdiri.

Peradaban, kata Ibnu Khaldun, sering kali mati bukan karena serangan dari luar, melainkan karena pembusukan dari dalam. Kalimat itu terasa begitu aktual dan relevan dengan keadaan dunia saat ini.

  • Penulis: Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membagun Peradaban Islam yang tak Islami

    Membagun Peradaban Islam yang tak Islami

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2019
    • account_circle Aljunaid Bakari
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Kota Gorontalo sebagai ibu kota provinsi merupakan kota yang terus berkembang. Perkembangannya terbilang cukup masif, terutama sejak resmi memisahkan diri dari Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2002. Sebagaimana kota-kota berkembang pada umumnya, arah pengembangan Kota Gorontalo sangat dipengaruhi oleh sense of place—sebuah imaji kolektif yang menjadi inspirasi pembangunan wilayah. Di banyak kota di Indonesia, sense […]

  • Rekayasa Arus Lalu Lintas Lebaran Ketupat di Gorontalo Diberlakukan, Ini Rute yang Harus Diketahui

    Rekayasa Arus Lalu Lintas Lebaran Ketupat di Gorontalo Diberlakukan, Ini Rute yang Harus Diketahui

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 286
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dalam rangka mengantisipasi kepadatan kendaraan saat perayaan Lebaran Ketupat, pihak berwenang memberlakukan rekayasa arus lalu lintas di sejumlah titik di Gorontalo. Skema ini dibuat untuk memperlancar mobilitas masyarakat yang menuju maupun kembali dari lokasi perayaan. Berdasarkan infografik resmi, arus lalu lintas dibagi menjadi dua, yakni arus keberangkatan menuju lokasi perayaan dan arus balik […]

  • Mahasantri Khatamun Nabiyyin Tebar Dakwah Ramadan Melalui Program SDKN di Palu photo_camera 5

    Mahasantri Khatamun Nabiyyin Tebar Dakwah Ramadan Melalui Program SDKN di Palu

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 263
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dakwah merupakan salah satu ikhtiar penting dalam menghidupkan nilai-nilai Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin, yaitu Islam yang membawa rahmat, kedamaian, dan kebaikan bagi seluruh umat manusia. Oleh karena itu, kegiatan dakwah tidak boleh berhenti hanya pada ruang-ruang tertentu, tetapi harus terus berkembang hingga mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Dakwah juga perlu dilakukan dengan […]

  • Jejak Abadi John Tobing Lewat Lagu Dara Juang

    Jejak Abadi John Tobing Lewat Lagu Dara Juang

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 562
    • 0Komentar

    Nulondalo.com- Di sebuah malam yang bising di kota Yogyakarta, kabar duka menyebar cepat, Johnsony Maharsak Lumban Tobing atau yang akrab disapa John Tobing, dikabarkan telah berpulang pada Rabu, 25 Februari 2026, pukul 20.45 WIB, di Rumah Sakit Akademik UGM. Kabar kepergiannya dikonfirmasi oleh sahabat sekaligus Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni UGM, Arie […]

  • PB PMII Laporkan Kasus Perusakan Sekretariat ke Polisi

    PB PMII Laporkan Kasus Perusakan Sekretariat ke Polisi

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 194
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) resmi membawa kasus perusakan sekretariat organisasi ke ranah hukum. Laporan tersebut diajukan ke Polres Metro Jakarta Pusat setelah insiden yang terjadi pada Selasa malam, 10 Februari 2026. Laporan itu disampaikan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PB PMII dan teregister dengan Nomor LP/B/446/II/2026/SPKT/Polres Metro Jakpus/Polda Metro Jaya […]

  • UII Keluarkan Pernyataan Sikap, Soroti Politik Luar Negeri hingga Kebijakan Dalam Negeri

    UII Keluarkan Pernyataan Sikap, Soroti Politik Luar Negeri hingga Kebijakan Dalam Negeri

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 246
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Universitas Islam Indonesia (UII) menyampaikan pernyataan sikap resmi merespons perkembangan mutakhir praktik berbangsa dananiro, Selasa (3/3/2026). Pernyataan tersebut ditandatangani Rektor UII, Fathul Wahid, atas nama warga kampus. Dalam dokumen yang dirilis di Yogyakarta bertepatan dengan 一级ramadan 1447 H, UII menyesalkan sikap Pemerintah Republik Indonesia yang dinilai belum menunjukkan ketegasan memadai dalam menyikapi serangan […]

expand_less