Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bendera dan Gugatan Nasionalisme

  • account_circle Redaksi Nulondalo
  • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
  • visibility 86
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ada pemandangan tak biasa menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Bendera bergambar tengkorak tersenyum, bertopi jerami berkibar di berbagai penjuru. Rumah-rumah memasangnya. Di tembok ada gambarnya. Truk, mobil dan motor memansangnya, sementara anak muda dengan bangga memajang di media sosialnya. Bendera yang dikenal sebagai Jolly Roger itupun berkibar di angkasa dan medsos. Gambar tengkorak tersenyum itu seakan mengancam sekaligus mengejek kekuasaan yang berdiri angkuh.

Fenomena ini tidak betul betul baru. Sebelumnya pencinta anime One Piece, yg mengenal baik karakter Mongkey D Lutfy , sering menginlbarkan Jolly Roger dalam berbagai even. Tetapi maraknya menjelang hari kemerdekaan yg disakrakkan itu jelas mencuri perhatian. Reaksi beragam menguar di jagat maya dan dunia nyata. Yang tenang menanggapinya santai; “itu hanya kreativitas, kritik yg satir karena situasi yg getir.” Tetapi yg reaksioner kebakaran jenggot. Dibilangnya itu pelecehan simbol negara. Mengapa ia berkibar saat merah putih yang seharusnya mengangkasa? Kekuasaan segera pasang kuda kuda, jika perlu tindakan represif.

Lantas muncullah tanya, gejala apa ini? Tidakah itu menunjukkan mereka yang mengibarkan bendera tersebut sedang menghianati nasionalisme? Tetapi nasionaisme yang mana dulu? Apakah seperti yg disebut Miichael Billig, banal nationalism, yg setiap senin upacara bendera atau di tiap acara instansi di hotel menyanyi lagu Indonesia raya? Ataukah nasionalisme yang selalu bicara soal kedaulatan, cinta tanah air, tetapi dibelakang bersekutu dengan negara adikuasa di luar sana tanpa peduli menyulitkan rakyat atau tidak.
Jika nasionalisme itu yang dimaksud, maka justru yang mengibarkan bendera one peace itu tegah mengekspresikan simbol perlawanan, kedaulatan dan pembebasan. Bukankah Jolly Roger, si kelompok Topi Jerami, memang simbol identitas bagi karakter-karakter yang menolak tunduk pada tirani. Monkey D. Luffy dan kawan-kawannya berlayar bukan untuk menaklukkan dunia, melainkan membebaskan (diri sendiri dan orang lain) dari belenggu ketidakadilan.

Sering kali memang negara cenderung memaksakan nasionalisme yang dinginkannya. State-led nationalism, begitu istilahnya. Nasionalisme ini dikonstruksi dan digerakkan secara aktif oleh negara melalui berbagai institusi resmi, media, pendidikan, dan kebijakan publik. Tujuannya adalah untuk membentuk identitas nasional yang seragam, mendukung legitimasi kekuasaan, serta mengarahkan loyalitas warga kepada negara atau tepatnya rezim berkuasa, dengan simbol-simbol resminya. Berani menyempal dari simbol simbol itu, Anda bisa dituduh macam macam, dari penghianat negara, tidak cinta tanah air, bahkan bisa dituduh makar .

Padahal seturut kata Pierre Bourdieu simbol memang punya kuasa, tetapi kuasa itu tak selalu abadi. Ketika simbol nasional dipaksakan secara kaku dan tak memberi ruang bagi ekspresi kultural baru, maka yang terjadi adalah alienasi, bukan menggerakkan cinta tanah air. Mereka yang mengibarkan bendera One Piece tidak otomatis anti-Indonesia, melainkan mereka yang menuntut bentuk nasionalisme yang lebih inklusif, lentur, dan menyenangkan.

Nasionalisme abad 21, tidak bisa lagi terjebak dalam kebanggaan simbol. Dalam Lessons for the 21st Century, Yuval Noah Harari menekankan nasionalisme harus bergeser dari simbol menuju solidaritas pada nilai. Jika tidak, ia akan terjebak dalam chauvinisme yang rentan melahirkan represi.
Karena itu saat bendera One Piece dipersoalkan, yang pasang bendera direpresi, namun diam pada pengrusakan lingkungan, ketimpangan sosial, atau kekerasan negara, maka yang dibela bukanlah nasionalisme, melainkan simbol kosong tanpa keadilan

Last but not least, daripada menanggapi fenomena bendera One Piece dengan kemarahan dan paranoia, mengapa tidak kita anggap saja sebagai bagian dari karnaval kemerdekaan yang kaya warna? Ingatlah ketika Gus Dur menyikapi pengibaran bendera bintang kejora pada masa pemerintahannya dengan santai, “Tidak usah risau, bila bendera merah putih masih berkibar lebih tinggi, anggap saja bendera lainnya umbul umbul.

Indonesia Negeri Tercinta, Merah Putih Kebanggaan kita (*)

Penulis memiliki nama lengkap Dr. Syamsurijal Adhan, S.Ag., M.Si adalah Peneliti Khazanah Agama dan Peradaban di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

  • Penulis: Redaksi Nulondalo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Secara Resmi, Imam Nahrawi ditetapkan Sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA 

    Secara Resmi, Imam Nahrawi ditetapkan Sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA 

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Santripreneur Nusantara (DPP GENINUSA) mengadakan rapat pengurus yang menghasilkan keputusan penting dalam struktur kepengurusan organisasi pada tanggal 21 februari 2025, hotel gred said Jakarta. Pada rapat DPP GENINUSA itu secara resmi menetapkan Bapak Imam Nahrowi (mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia periode 2014-2019) sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GENINUSA. Ketum […]

  • MUI Sambut Rencana Pembangunan Gedung Baru di Bundaran HI, Presiden Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter

    MUI Sambut Rencana Pembangunan Gedung Baru di Bundaran HI, Presiden Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 124
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyambut baik rencana Presiden RI Prabowo Subianto yang akan membangunkan gedung baru bagi MUI di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana, Nusron Wahid, mengatakan pihaknya mendukung gagasan tersebut sebagai upaya memperkuat konsolidasi umat Islam. Hal itu disampaikan Nusron kepada MUI Digital usai acara […]

  • Menhub RI Tinjau langsung Lokasi ATR 42-500, Beri Apresiasi Langsung untuk Tim SAR

    Menhub RI Tinjau langsung Lokasi ATR 42-500, Beri Apresiasi Langsung untuk Tim SAR

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, PANGKEP — Pemerintah pusat memberikan apresiasi tinggi kepada Basarnas dan seluruh Tim SAR gabungan atas kerja keras dan dedikasi mereka dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Apresiasi itu disampaikan langsung oleh Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, saat meninjau posko […]

  • Tuhan itu Maha Pengampun, yang tidak Manusia

    Tuhan itu Maha Pengampun, yang tidak Manusia

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Orang NU kalau melihat bencana biasanya langsung bilang, “Ini bukan murka Tuhan, tapi kelalaian manusia.” Gus Dur malah lebih tajam: “Tuhan itu Maha Pengampun, yang tidak pengampun itu manusia”terutama kalau sudah pegang izin tambang. Di Aceh dan Sumatera, izin usaha ekstraktif tumbuh lebih subur daripada pohon mahoni. Bedanya, mahoni menahan air, izin tambang menahan akal […]

  • Arqam, Sang Pemilik Rumah Legendaris (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #7)

    Arqam, Sang Pemilik Rumah Legendaris (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #7)

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Bagi kader Muhammadiyah, istilah Darul Arqam tentu sudah akrab. Darul Arqam adalah sebutan untuk jenjang pengkaderan yang menjadi bagian penting dalam pembinaan anggota dan kader Muhammadiyah. Secara harfiah, Darul Arqam berarti “rumah Arqam”, merujuk pada sahabat Nabi Muhammad SAW, Arqam, yang rumahnya menjadi tempat berkumpul dan belajar para sahabat Muslim pertama. Dari sinilah prinsip pengkaderan dan pembinaan […]

  • McDonalisasi PMII…..!!!

    McDonalisasi PMII…..!!!

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Sahabat Senior: ente tahu tanggal 17 April torang akan merayakan HARLAH PMII? Sahabat Yunior: Jelas taulah (sambil tersenyum)…! PMII itu kan singkatan dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, ya? Ada apa senior? Sahabat Senior: Iya, butul! Harlah ini bukan hanya sekadar perayaan, tapi juga momen untuk refleksi atas perjuangan dan kontribusi PMII dalam pengembangan kader dan […]

expand_less