Breaking News
dark_mode
Trending Tags

TUMBUHKAN KESADARAN LINGKUNGAN SEJAK USIA DINI, MAHASISWA KKN TEMATIK PERUBAHAN IKLIM UNIVERSITAS HASANUDDIN GELAR EDUKASI PEMILAHAN SAMPAH DI DUA SEKOLAH DASAR DESA PAJUKUKANG

  • account_circle Hardiansyah
  • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
  • visibility 118
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com–Maros,Permasalahan sampah masih menjadi salah satu tantangan lingkungan yang dihadapi banyak daerah, termasuk di wilayah pedesaan. Kebiasaan mencampur berbagai jenis sampah dan membuangnya tanpa melalui proses pemilahan menjadi penyebab meningkatnya pencemaran lingkungan serta menghambat proses pengelolaan sampah. Berangkat dari kondisi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin Posko Desa Pajukukang melaksanakan Program Edukasi Pemilahan Sampah di dua sekolah dasar, yaitu SDN 100 Inpres Balosi pada 20 Juli 2026 dan SDN 43 Parrasangan Beru pada 21 Juli 2026. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WITA di masing-masing sekolah dan diikuti oleh siswa-siswi sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini.

Program ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan KKN Tematik Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin yang dibimbing oleh Andi Anissar Dzati Iffah, S.Si., M.Si. selaku Dosen Pendamping Kegiatan. Tim KKN Posko Desa Pajukukang terdiri atas A.M. Fatih Farhat (Teknik Kelautan) selaku Koordinator Desa, Siti Sarah (Akuntansi), Nurfitriani (Peternakan), Magfirah Tahrim (Kesehatan Masyarakat), Siti Nurhaliza (Ilmu Hukum), dan Sulham Enggar Hidayat (Manajemen).

Materi edukasi disusun dengan pendekatan yang sederhana agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Penyampaian diawali dengan pengenalan mengenai pengertian sampah sebagai sisa kegiatan manusia yang apabila tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan. Selanjutnya, mahasiswa menjelaskan klasifikasi sampah berdasarkan jenisnya, yaitu sampah organik, sampah anorganik, dan sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Setiap jenis sampah dijelaskan melalui contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti sisa makanan dan daun kering untuk sampah organik, botol plastik, kertas, dan kaleng untuk sampah anorganik, serta baterai bekas, lampu, dan kemasan bahan kimia rumah tangga sebagai contoh sampah B3.

Selain memperkenalkan jenis-jenis sampah, siswa juga diberikan pemahaman mengenai alasan mengapa sampah perlu dipilah sejak dari sumbernya. Mahasiswa menjelaskan bahwa pemilahan sampah merupakan langkah awal yang menentukan keberhasilan proses pengelolaan sampah. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara sebagian besar sampah anorganik masih memiliki nilai ekonomi apabila didaur ulang. Sebaliknya, apabila seluruh jenis sampah dicampur dalam satu wadah, proses pengolahan menjadi lebih sulit dan berpotensi meningkatkan jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Dalam sesi berikutnya, mahasiswa mengajak siswa memahami dampak yang ditimbulkan apabila sampah tidak dikelola dengan baik. Materi membahas berbagai permasalahan yang sering dijumpai di lingkungan sekitar, seperti saluran drainase yang tersumbat akibat sampah plastik, pencemaran tanah dan perairan, munculnya bau tidak sedap, hingga meningkatnya risiko penyebaran penyakit. Siswa juga diajak mengenali kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta membiasakan memilah sampah di rumah maupun di sekolah.

Untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta, mahasiswa melaksanakan pre-test sebelum penyampaian materi dan post-test setelah kegiatan berakhir. Evaluasi dilakukan menggunakan pernyataan benar dan salah yang disusun berdasarkan materi sosialisasi, sehingga mahasiswa dapat melihat sejauh mana peningkatan pemahaman siswa setelah mengikuti kegiatan edukasi.

Selama pelaksanaan kegiatan, suasana belajar berlangsung interaktif. Mahasiswa membuka ruang diskusi dan mengajak siswa menjawab berbagai pertanyaan mengenai kebiasaan mengelola sampah di lingkungan sekitar. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, serta menceritakan pengalaman sehari-hari mengenai cara membuang sampah di rumah maupun di sekolah. Pendekatan tersebut membuat proses pembelajaran berlangsung lebih komunikatif sekaligus mendorong siswa untuk memahami materi melalui contoh-contoh yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Program Edukasi Pemilahan Sampah ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin dalam memperkuat pendidikan lingkungan di Desa Pajukukang. Melalui pendekatan edukatif di lingkungan sekolah, mahasiswa tidak hanya menyampaikan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga memperkenalkan kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan oleh siswa sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan program ini sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pendidikan lingkungan, Tujuan 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan sejak usia sekolah.

  • Penulis: Hardiansyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengapa Literasi Keuangan Perempuan Menentukan Masa Depan Anak

    Mengapa Literasi Keuangan Perempuan Menentukan Masa Depan Anak

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Sutanti Idris
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Di tengah perubahan ekonomi yang semakin kompleks, perempuan tidak lagi hanya dipandang sebagai pendamping dalam rumah tangga, melainkan sebagai penentu arah masa depan keluarga. Salah satu kekuatan terbesar perempuan modern hari ini bukan hanya pendidikan tinggi atau karier, tetapi kemampuan mengelola keuangan dengan bijak. Literasi keuangan perempuan menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang sehat, […]

  • PMII Barru Soroti Dugaan PHK Sepihak 38 Buruh PT Layar Perkasa Nusantara, Dikonfirmasi Media Perusahaan Bungkam

    PMII Barru Soroti Dugaan PHK Sepihak 38 Buruh PT Layar Perkasa Nusantara, Dikonfirmasi Media Perusahaan Bungkam

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com, BARRU – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Barru menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 38 pekerja oleh PT Layar Perkasa Nusantara yang beroperasi di Desa Batupute, Kabupaten Barru. Informasi tersebut diperoleh PC PMII Barru berdasarkan keterangan serikat buruh dalam forum pertemuan dan dialog yang membahas kondisi […]

  • Presiden Prabowo Lantik Dewan Energi Nasional, Bahlil Tegaskan Babak Baru Kedaulatan Energi

    Presiden Prabowo Lantik Dewan Energi Nasional, Bahlil Tegaskan Babak Baru Kedaulatan Energi

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 299
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik keanggotaan Dewan Energi Nasional (DEN) dari unsur pemerintah dan pemangku kepentingan, Rabu (28/1/2026), di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan ini menandai dimulainya babak baru dalam pengelolaan energi nasional yang lebih terarah, berdaulat, dan berkelanjutan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Harian DEN, Bahlil Lahadalia, menegaskan […]

  • Jangan Pintar Scroll, Tapi Bodoh Mikir

    Jangan Pintar Scroll, Tapi Bodoh Mikir

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Gus Dur pernah berseloroh, “Kalau kamu tidak bisa menjadi orang pintar, jadilah orang yang berguna.” Di era digital hari ini, kalimat itu perlu sedikit dimodifikasi: kalau kamu sudah punya internet cepat, jangan malah mikirnya lambat. Mahasiswa zaman sekarang itu hebat. Jempolnya lincah, notifikasinya ramai, memorinya penuh—meski sering penuh oleh hal-hal yang tidak terlalu penting. Dalam […]

  • Dakwah dengan Akhlak, Bukan Amarah: Pesan KH. Hasyim Asy’ari yang Relevan Hingga Kini Play Button

    Dakwah dengan Akhlak, Bukan Amarah: Pesan KH. Hasyim Asy’ari yang Relevan Hingga Kini

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 462
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Bagaimana seharusnya Islam hadir di tengah masyarakat yang belum sepenuhnya menjalankan syariat? Pertanyaan inilah yang menjadi pokok bahasan dalam sebuah pengajian yang digelar secara mendadak dan disiarkan melalui kanal youtube NUtizen Televisi, pada dua tahun yang lalu. Pengajian tersebut disampaikan oleh KH. Abdullah Aniq Nawawi, MA, Katib Syuriyah PWNU Gorontalo sekaligus Pengurus Lembaga […]

  • Instruksi Bupati Maros, Ayah Hadir di Sekolah Dampingi Anak Terima Rapor

    Instruksi Bupati Maros, Ayah Hadir di Sekolah Dampingi Anak Terima Rapor

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 160
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros — Instruksi Bupati Maros melalui Program GEMAR (Gerakan Ayah Mengambil Rapor) mulai diimplementasikan di satuan pendidikan. Di UPTD SDN 66 Kanjitongan, Kabupaten Maros, sejumlah ayah tampak hadir langsung mendampingi anak-anak mereka saat penerimaan laporan hasil belajar (rapor), Sabtu (20/12/2025). Kehadiran para ayah tersebut menjadi bentuk nyata tindak lanjut arahan Pemerintah Kabupaten Maros yang […]

expand_less