TUMBUHKAN KESADARAN LINGKUNGAN SEJAK USIA DINI, MAHASISWA KKN TEMATIK PERUBAHAN IKLIM UNIVERSITAS HASANUDDIN GELAR EDUKASI PEMILAHAN SAMPAH DI DUA SEKOLAH DASAR DESA PAJUKUKANG
- account_circle Hardiansyah
- calendar_month 19 jam yang lalu
- visibility 21
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Nulondalo.com–Maros,Permasalahan sampah masih menjadi salah satu tantangan lingkungan yang dihadapi banyak daerah, termasuk di wilayah pedesaan. Kebiasaan mencampur berbagai jenis sampah dan membuangnya tanpa melalui proses pemilahan menjadi penyebab meningkatnya pencemaran lingkungan serta menghambat proses pengelolaan sampah. Berangkat dari kondisi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin Posko Desa Pajukukang melaksanakan Program Edukasi Pemilahan Sampah di dua sekolah dasar, yaitu SDN 100 Inpres Balosi pada 20 Juli 2026 dan SDN 43 Parrasangan Beru pada 21 Juli 2026. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WITA di masing-masing sekolah dan diikuti oleh siswa-siswi sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini.
Program ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan KKN Tematik Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin yang dibimbing oleh Andi Anissar Dzati Iffah, S.Si., M.Si. selaku Dosen Pendamping Kegiatan. Tim KKN Posko Desa Pajukukang terdiri atas A.M. Fatih Farhat (Teknik Kelautan) selaku Koordinator Desa, Siti Sarah (Akuntansi), Nurfitriani (Peternakan), Magfirah Tahrim (Kesehatan Masyarakat), Siti Nurhaliza (Ilmu Hukum), dan Sulham Enggar Hidayat (Manajemen).
Materi edukasi disusun dengan pendekatan yang sederhana agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Penyampaian diawali dengan pengenalan mengenai pengertian sampah sebagai sisa kegiatan manusia yang apabila tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan. Selanjutnya, mahasiswa menjelaskan klasifikasi sampah berdasarkan jenisnya, yaitu sampah organik, sampah anorganik, dan sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Setiap jenis sampah dijelaskan melalui contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti sisa makanan dan daun kering untuk sampah organik, botol plastik, kertas, dan kaleng untuk sampah anorganik, serta baterai bekas, lampu, dan kemasan bahan kimia rumah tangga sebagai contoh sampah B3.
Selain memperkenalkan jenis-jenis sampah, siswa juga diberikan pemahaman mengenai alasan mengapa sampah perlu dipilah sejak dari sumbernya. Mahasiswa menjelaskan bahwa pemilahan sampah merupakan langkah awal yang menentukan keberhasilan proses pengelolaan sampah. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara sebagian besar sampah anorganik masih memiliki nilai ekonomi apabila didaur ulang. Sebaliknya, apabila seluruh jenis sampah dicampur dalam satu wadah, proses pengolahan menjadi lebih sulit dan berpotensi meningkatkan jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Dalam sesi berikutnya, mahasiswa mengajak siswa memahami dampak yang ditimbulkan apabila sampah tidak dikelola dengan baik. Materi membahas berbagai permasalahan yang sering dijumpai di lingkungan sekitar, seperti saluran drainase yang tersumbat akibat sampah plastik, pencemaran tanah dan perairan, munculnya bau tidak sedap, hingga meningkatnya risiko penyebaran penyakit. Siswa juga diajak mengenali kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta membiasakan memilah sampah di rumah maupun di sekolah.
Untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta, mahasiswa melaksanakan pre-test sebelum penyampaian materi dan post-test setelah kegiatan berakhir. Evaluasi dilakukan menggunakan pernyataan benar dan salah yang disusun berdasarkan materi sosialisasi, sehingga mahasiswa dapat melihat sejauh mana peningkatan pemahaman siswa setelah mengikuti kegiatan edukasi.
Selama pelaksanaan kegiatan, suasana belajar berlangsung interaktif. Mahasiswa membuka ruang diskusi dan mengajak siswa menjawab berbagai pertanyaan mengenai kebiasaan mengelola sampah di lingkungan sekitar. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, serta menceritakan pengalaman sehari-hari mengenai cara membuang sampah di rumah maupun di sekolah. Pendekatan tersebut membuat proses pembelajaran berlangsung lebih komunikatif sekaligus mendorong siswa untuk memahami materi melalui contoh-contoh yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Program Edukasi Pemilahan Sampah ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin dalam memperkuat pendidikan lingkungan di Desa Pajukukang. Melalui pendekatan edukatif di lingkungan sekolah, mahasiswa tidak hanya menyampaikan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga memperkenalkan kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan oleh siswa sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan program ini sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pendidikan lingkungan, Tujuan 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan sejak usia sekolah.
- Penulis: Hardiansyah

Saat ini belum ada komentar