Maulid, Haul Masyayikh hingga Tasyakuran Muktamar NU ke-35 Warnai Kebersamaan Nahdliyin Kabupaten Gorontalo
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 52
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABUPATEN GORONTALO, NULONDALO.COM – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Gorontalo menggelar Ta’dim Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Haul Masyayikh Thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah Mujaddadiyah serta tasyakuran suksesnya Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin, Sidomukti, Kecamatan Mootilango, Kabupaten Gorontalo, Selasa malam (9/9/2026).
Ta’dim Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dihadiri Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Gorontalo, KH Ahmad Masduki Al-Jabalani, yang juga merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin.
Turut hadir Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Gorontalo, Ariyanto Mopangga, S.Ag, didampingi jajaran pengurus harian PCNU Kabupaten Gorontalo, badan otonom, serta lembaga-lembaga NU.
Hadir pula Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Gorontalo, Ketua PC Pergunu Kabupaten Gorontalo, Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Gorontalo, serta Ketua Pengurus Wilayah Pergunu Provinsi Gorontalo, Dr. H. Dikson Yanin, MHI. Kapolsek Mootilango juga turut hadir mewakili unsur pemerintah dan aparat keamanan.
Dalam sambutannya, KH Ahmad Masduki Al-Jabalani menekankan pentingnya umat Islam, khususnya warga Nahdlatul Ulama, untuk senantiasa meneladani Nabi Muhammad SAW dalam seluruh aspek kehidupan.Menurutnya, keteladanan Rasulullah merupakan jalan keselamatan, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.
Selain meneladani Rasulullah, warga Nahdlatul Ulama juga penting mengikuti jalan para ulama dan masyayikh, para sesepuh serta guru-guru mulia dalam menjalankan kehidupan beragama dan berjam’iyah.“Setiap orang NU yang mengikuti thoriqoh jam’iyah Nahdliyah, meneladani para ulama dan masyayikh serta para sesepuh dan guru-guru mulia sebagai jalan atau thoriqah, sangatlah penting dalam ber-NU,” ujar KH Ahmad Masduki.
Pentingnya Haul Masyayikh
KH Ahmad Masduki mengatakan, pelaksanaan Haul Masyayikh Thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah Mujaddadiyah memiliki makna penting dalam penguatan amaliah Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah.
Menurutnya, Thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah Mujaddadiyah merupakan salah satu thoriqoh mu’tabarah yang memiliki pengaruh besar terhadap penguatan tradisi dan amaliah warga Nahdlatul Ulama.
“Haul Masyayikh Thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah Mujaddadiyah ini merupakan haul yang sangat penting karena thoriqoh ini merupakan salah satu thoriqoh mu’tabarah yang menurut NU mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap amaliah Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, KH Ahmad Masduki juga menyinggung suksesnya pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang berlangsung pada 28–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Ia mengajak seluruh warga Nahdliyin, khususnya di Kabupaten Gorontalo, untuk menghormati seluruh hasil keputusan Muktamar dengan hati yang lapang.
Selain itu, ia berharap seluruh perbedaan pendapat yang muncul selama proses Muktamar dapat diakhiri demi menjaga persatuan dan kebersamaan warga Nahdlatul Ulama.
“Terkait Muktamar NU, saya mengajak kepada seluruh jamaah Nahdliyin di Kabupaten Gorontalo untuk menghormati seluruh hasil keputusan Muktamar dengan hati lapang dan mengakhiri perbedaan-perbedaan pendapat yang ada di lingkungan NU,” imbau KH Ahmad Masduki.
Perpaduan Tradisi Gorontalo dan Jawa
Penyelenggaraan Ta’dim Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin juga memiliki nilai lebih. Tidak hanya menghadirkan prosesi keagamaan, kegiatan tersebut turut memperlihatkan akulturasi budaya melalui perpaduan tradisi Walimah Gorontalo dengan sajian makanan khas tradisi Jawa.
Dua tradisi tersebut menyatu dalam momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sekaligus mencerminkan keberagaman dan persatuan masyarakat Kabupaten Gorontalo.
NU, dalam konteks tersebut, menjadi perekat dalam memperkokoh ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah sebagaimana nilai yang diwariskan para muassis dan ulama pendahulu Nahdlatul Ulama.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Khithab Iftitah oleh Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Gorontalo yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin.
Selanjutnya, jamaah mengikuti pembacaan tahlil, pembacaan Sholawat Diba’, serta Mahallul Qiyam Marhaban yang diiringi alunan musik hadrah.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Usai acara seremonial, seluruh jamaah melanjutkan kegiatan dengan silaturahmi dan diskusi lepas seputar perkembangan ke-NU-an di Kabupaten Gorontalo.
- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar