Breaking News
light_mode
Trending Tags

Gorontalo Kawal Keberlanjutan Hiu Paus Lewat Program LAUTRA

  • account_circle Redaksi Nulondalo
  • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
  • visibility 48
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sebagai bentuk implementasi Program Oceans for Prosperity Project – Laut untuk Kesejahteraan (LAUTRA), Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar melaksanakan kegiatan monitoring habitat Hiu Paus (Rhincodon typus) di Kawasan Konservasi Wilayah Perairan Teluk Gorontalo pada tahun 2025, Kamis, 3/7/2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program LAUTRA Komponen 1, yang berfokus pada pengembangan infrastruktur dan peningkatan kapasitas pengelolaan kawasan konservasi dan ekosistem terumbu karang. Monitoring habitat dilaksanakan di Perairan Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, yang selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi agregasi Hiu Paus di Indonesia.

Satuan Unit Organisasi Pengelola (SUOP) Kawasan Konservasi Teluk Gorontalo turut mendampingi dan memfasilitasi penyediaan data serta informasi terkait kondisi ekosistem habitat Hiu Paus. Hal ini sejalan dengan kewenangan yang diamanatkan melalui Permen KP Nomor 31 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Kawasan Konservasi.

Plt. Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut dan PSDKP Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo Hartaty Isima menyampaikan bahwa upaya konservasi sumber daya ikan merupakan langkah penting untuk menjamin keberadaan, ketersediaan, dan kesinambungan pemanfaatan sumber daya perikanan.

“Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2007, konservasi sumber daya ikan mencakup perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan secara berkelanjutan, termasuk perlindungan biota perairan yang terancam punah,” kata Hartaty Isima.

Hartaty menambahkan, sejak tahun 2013, status perlindungan penuh terhadap Hiu Paus telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2013. “Ini merupakan salah satu langkah konkret menjaga spesies ini dari ancaman kepunahan,” katanya.

Dalam pengelolaan jenis ikan dilindungi, efektivitas menjadi indikator keberhasilan yang utama.

“Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Nomor 11 Tahun 2021, keberhasilan pengelolaan diukur dari efektivitas yang mencakup penyediaan data potensi dan status sumber daya ikan target konservasi,” jelas Hartaty lebih lanjut.

Salah satu tahap penting pengelolaan kawasan konservasi adalah pemantauan dan survei kondisi populasi sumber daya ikan.

“Pemantauan rutin menjadi dasar evaluasi kinerja implementasi program pengelolaan, sehingga siklus perbaikan pengelolaan dapat dilakukan secara berkelanjutan,” tutup Hartaty.

Tim monitoring habitat Hiu Paus yang bertugas terdiri dari berbagai unsur, yaitu BPSPL Makassar (2 orang), BPSPL Makassar Wilker Gorontalo (3 orang), BPSPL Makassar Wilker Manado (1 orang), SUOP Kawasan Konservasi Perairan Teluk Gorontalo (2 orang), dan Universitas Negeri Gorontalo (2 orang).

PIC Monitoring Habitat Hiu Paus BPSPL Makassar, Abdullah, menjelaskan bahwa kolaborasi multipihak ini menjadi kunci penyediaan data akurat dan upaya perlindungan populasi Hiu Paus secara lebih terencana dan terpadu di masa mendatang.

Program konservasi perairan laut ini merupakan bagain dari misi Agromaritim yang menjadi program Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wagub Idah Syahidah.

  • Penulis: Redaksi Nulondalo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Abu Lubabah, Kisah Pengkhianatan dan Pertobatan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #10)

    Abu Lubabah, Kisah Pengkhianatan dan Pertobatan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #10)

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Abu Lubabah bin Abd al-Mundzhir adalah sahabat Nabi Muhammad SAW dari kalangan Anshar, berasal dari suku Aws di Madinah. Nama aslinya Basyir bin ‘Abd al-Mundhir. Ia termasuk Muslim awal di Madinah dan terlibat dalam fase-fase penting komunitas setelah hijrah. Dalam Perang Badr, ia ditugaskan menjaga Madinah sehingga tidak hadir di medan tempur, tetapi tetap dihitung […]

  • Mahasiswa KKN Desa Boidu Edukasi Masyarakat tentang Teknologi Climate Smart Agriculture

    Mahasiswa KKN Desa Boidu Edukasi Masyarakat tentang Teknologi Climate Smart Agriculture

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Mahasiswa KKN Tematik Tahap II Desa Boidu melaksanakan program kerja yang memanfaatkan teknologi Climate Smart Agriculture. Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat Desa Boidu, khususnya Sanggar Tani pada hari Selasa (9/9/2025). Koordinator desa Nabil murtono menyampaikan bahwa Tujuan kegiatan ini di buat untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan teknologi untuk mengurangi […]

  • Jalan Poros Moncongloe–BTP Rusak Parah, Lubang Menganga Ancam Keselamatan Pengendara

    Jalan Poros Moncongloe–BTP Rusak Parah, Lubang Menganga Ancam Keselamatan Pengendara

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 108
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros – Kondisi Jalan Poros Moncongloe–BTP mengalami kerusakan parah dan memicu keluhan warga. Kerusakan tersebut berada tepat di sekitar Kantor Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, atau persis di depan SPBU 7490517. Pantauan di lokasi menunjukkan badan jalan utama dipenuhi lubang-lubang dalam yang menganga lebar. Saat hujan deras mengguyur, lubang tersebut tertutup genangan air […]

  • Menuju Moderasi Beragama Progresif

    Menuju Moderasi Beragama Progresif

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Oleh: Pepi Albayqunie – (Jamaah GUSDURian tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Tulisan ini merupakan refleksi dari pengalaman mengelola program moderasi beragama, selama 3-5 tahun belakangan. Saya mengamati Dan merasakan gerakan moderasi beragama telah menemukan momentum yang tepat tetapi membutuhkan varian gerakan yang lebih progressif. Gerakan Moderasi Beragama di Indonesia telah berkembang melalui berbagai diskusi, […]

  • Dari Masjid ke Lereng Bulusaraung: Doa Mengiringi Perjuangan Tim SAR Cari Korban ATR 42-500

    Dari Masjid ke Lereng Bulusaraung: Doa Mengiringi Perjuangan Tim SAR Cari Korban ATR 42-500

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, PANGKEP — Di tengah medan yang kejam dan cuaca yang sulit ditebak, perjuangan mencari korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), tak hanya mengandalkan peralatan, strategi, dan ketangguhan fisik. Ada ikhtiar lain yang tak kalah penting: mengetuk langit lewat doa. Selasa (20/1/2026) usai Shalat Zuhur, tim SAR gabungan […]

  • Pengurus Ansor Sulsel: Pekerja Praktis Vs Pekerja Keras

    Pengurus Ansor Sulsel: Pekerja Praktis Vs Pekerja Keras

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Dr. Mahmud Suyuti
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Konferensi Wilayah ke-16 Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Selatan menjadi ajang penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan. Dari 22 pemilik suara PC kabupaten/kota se-Sulsel, pertarungan berlangsung ketat antara dua kandidat utama: Ridwan Yusuf dan Salman. Dalam suasana penuh dinamika, Ridwan akhirnya terpilih sebagai Ketua GP Ansor Sulsel periode 2026–2030 dengan perolehan 12 suara, unggul […]

expand_less