Abu Madhura; Muadzin Yang Semula Mengejek Azan (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #26)
- account_circle Pepi Al-Bayqunie
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 78
- print Cetak

Ilustrasi peristiwa ketika Nabi Muhammad ﷺ mendengar suara merdu Abu Mahdhurah, seorang pemuda Quraisy yang awalnya menirukan azan dengan nada bercanda. Setelah mengajarkan lafaz azan kepadanya, Nabi kemudian menunjuk Abu Mahdhurah sebagai muadzin di sekitar Ka'bah di Makkah pasca peristiwa Fathul Makkah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Suatu hari, sekelompok pemuda Quraisy sedang berada di sekitar jalan yang dilalui rombongan Nabi sepulang dari Hunain. Dari kejauhan mereka mendengar suara azan yang dikumandangkan oleh muadzin Nabi. Para pemuda itu kemudian menirukan suara azan tersebut. Mereka mengulang-ulang lafaznya dengan nada bercanda, bahkan cenderung mengejek. Bagi mereka, itu hanya permainan suara di antara para pemuda.
Di antara mereka ada Abu Mahdhurah.
Suara para pemuda itu ternyata terdengar oleh Nabi. Mereka pun dipanggil untuk menghadap. Para pemuda datang dengan perasaan tidak menentu. Nabi kemudian meminta mereka mengulangi lafaz azan yang tadi mereka tirukan. Satu per satu mereka diminta melafalkannya.
Ketika tiba giliran Abu Mahdhurah, ia mengucapkan lafaz azan dengan suaranya sendiri. Nabi mendengarkan dengan saksama. Ternyata suara pemuda itu bagus dan merdu.
Nabi lalu memanggilnya lebih dekat. Beliau mengusap bagian depan kepalanya, kemudian mengajarkan lafaz azan kepadanya dengan benar—kalimat demi kalimat. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Nabi juga memberinya sejumlah dirham. Namun yang paling membekas bagi Abu Mahdhurah bukanlah pemberian itu, melainkan sikap Nabi yang lembut dan penuh perhatian.
- Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Saat ini belum ada komentar