Breaking News
light_mode
Trending Tags

Abu Sa’id al-Khudri dan Surah Al-Fatihah (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #24)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 14
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nama lengkapnya Sa‘d bin Malik bin Sinan bin ‘Ubayd bin Tha‘labah al-Khazraji al-Anshari. Ia berasal dari suku Khazraj, salah satu dari dua suku besar Anshar di Madinah bersama suku Aus. Karena berasal dari keluarga Bani Khudrah di lingkungan Khazraj, ia dikenal dengan nisbah al-Khudri.

Abu Sa’id lahir di Madinah sebelum kedatangan Nabi. Ayahnya, Malik bin Sinan, termasuk generasi awal kaum Anshar yang memeluk Islam setelah peristiwa Perjanjian Aqabah. Dengan demikian, Abu Sa’id tumbuh di lingkungan keluarga Muslim sejak masa awal terbentuknya komunitas Islam di Madinah. Ia masih sangat muda ketika Nabi berhijrah dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 M, sehingga masa pertumbuhannya berlangsung dalam kedekatan langsung dengan kehidupan Nabi dan komunitas sahabat.

Dalam literatur biografi sahabat, seperti al-Isti‘ab karya Ibn Abd al-Barr dan Usud al-Ghabah karya Ibn al-Athir, Abu Sa’id disebut sebagai sahabat yang mulai aktif meriwayatkan hadis setelah masa remaja. Kedekatannya dengan Nabi membuatnya menyimpan banyak ingatan tentang perkataan dan praktik Rasulullah. Karena itu, dalam tradisi ilmu hadis ia dikenal sebagai salah satu sahabat yang cukup banyak meriwayatkan hadis—sekitar 1.170 hadis menurut perhitungan para ulama. Riwayat-riwayatnya kemudian tercatat dalam kitab-kitab hadis utama, termasuk Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim, banyak di antaranya berkaitan dengan ibadah, etika sosial, dan berbagai peristiwa dalam kehidupan Nabi.

Salah satu riwayat Abu Sa’id al-Khudri yang paling dikenal adalah kisah tentang pembacaan Surah Al-Fatihah sebagai ruqyah. Riwayat ini menceritakan sebuah pengalaman ketika ia bersama beberapa sahabat sedang melakukan perjalanan.

Dalam perjalanan itu, mereka tiba di sebuah perkampungan Arab dalam keadaan kelelahan. Para penduduk tampak tidak terlalu peduli, sehingga para sahabat memilih beristirahat di pinggir kampung tanpa banyak berinteraksi dengan penduduk setempat.

Rupanya, kepala suku kampung tersebut tersengat binatang berbisa—dalam sebagian riwayat disebut kalajengking. Rasa sakit yang dialaminya sangat hebat, dan berbagai cara yang dicoba penduduk untuk mengobatinya tidak berhasil.

Dalam keadaan terdesak, penduduk kampung akhirnya mendatangi rombongan sahabat yang sedang beristirahat. Mereka bertanya apakah ada di antara para musafir itu yang mampu melakukan pengobatan.

Abu Sa’id al-Khudri kemudian bersedia membantu. Ia mengajukan satu syarat: jika orang yang tersengat itu sembuh, penduduk kampung memberikan beberapa ekor kambing sebagai imbalan. Penduduk kampung menyetujui syarat tersebut.

Abu Sa’id mendekati orang yang sakit itu dan mulai membaca Surah Al-Fatihah. Ia mengulanginya beberapa kali sambil meniupkan hembusan napas ringan, sebagaimana praktik ruqyah yang dikenal di kalangan sahabat.

Riwayat hadis menggambarkan bahwa setelah bacaan selesai, orang yang tersengat itu pulih. Ia bangkit dari tempatnya seakan-akan tidak pernah mengalami sakit sebelumnya. Penduduk kampung menepati janji mereka dan memberikan sejumlah kambing kepada para sahabat. Namun para sahabat merasa ragu apakah mereka boleh menerima imbalan tersebut.

Ketika mereka kembali ke Madinah, kisah ini disampaikan kepada Nabi. Mendengar cerita itu, Nabi tersenyum dan berkata:

“Bagaimana engkau tahu bahwa Al-Fatihah adalah bacaan pengobatan?”

Nabi kemudian membenarkan tindakan Abu Sa’id dan sahabatnya, serta membolehkan mereka menerima imbalan tersebut.

Riwayat ini tercatat dalam Sahih al-Bukhari (Kitab al-Tibb) dan Sahih Muslim (hadis no. 2201). Dalam tradisi keilmuan Islam, hadis ini menjadi salah satu dasar bahwa Surah Al-Fatihah dapat dibaca sebagai doa penyembuhan.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPW Tani Merdeka Indonesia Gorontalo Siap Hadiri RAPIMNAS di Jakarta, Tegaskan Dukungan terhadap Program Presiden Prabowo

    DPW Tani Merdeka Indonesia Gorontalo Siap Hadiri RAPIMNAS di Jakarta, Tegaskan Dukungan terhadap Program Presiden Prabowo

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Menjelang pelaksanaan Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) Tani Merdeka Indonesia di Jakarta, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Gorontalo menyatakan dukungan penuh dan memastikan kehadiran dalam agenda nasional tersebut. RAPIMNAS Tani Merdeka Indonesia akan digelar di Gedung Kementerian, Jakarta, pada 27–28 Agustus 2025. Forum ini menjadi ajang strategis konsolidasi nasional untuk memperkuat peran petani dalam […]

  • Orientasi Politik dan Muskerwil, PKB Gorontalo Target Bentuk Fraksi di DPRD 2029

    Orientasi Politik dan Muskerwil, PKB Gorontalo Target Bentuk Fraksi di DPRD 2029

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 191
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Gorontalo resmi mengukuhkan kepengurusan masa bakti 2026–2031 dalam rangkaian kegiatan Orientasi Politik dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil). Momentum ini menjadi titik awal konsolidasi besar partai untuk menghadapi kontestasi politik 2029. Kegiatan tersebut dihadiri anggota Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, yang juga menjabat Ketua […]

  • Halal Bi Halal: Silaturrahmi Yang Membentuk “Kita”

    Halal Bi Halal: Silaturrahmi Yang Membentuk “Kita”

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Setiap lebaran tiba, ada satu momen yang selalu kita tunggu dengan antusias: Halal Bi Halal. Di banyak keluarga muslim Indonesia, tradisi ini berarti keliling dari rumah ke rumah, bersalaman, dan menyantap hidangan yang sensasi rasanya tak pernah gagal. Tapi lebih dari itu, ada suasana hangat yang selalu hadir: perasaan diterima kembali, (setelah) apapun yang terjadi […]

  • GP Ansor Kota Gorontalo Gelar Pengajian Kitab Kifayatul Akhyar dan Fathul Qorib Peringati HUT RI ke-80

    GP Ansor Kota Gorontalo Gelar Pengajian Kitab Kifayatul Akhyar dan Fathul Qorib Peringati HUT RI ke-80

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Gorontalo menggelar pengajian kitab Kifayatul Akhyar dan Fathul Qorib dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2025, bertempat di Masjid At-Taubah, Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara. Pengajian diawali dengan pengantar dari Ketua GP Ansor Kota Gorontalo, […]

  • Dugaan Penganiayaan Oleh Oknum Anggota Korps Brigade di Kota Tual, Moh Yakub dan Abdul Kadir Komitmen Dorong Reformasi Polri

    Dugaan Penganiayaan Oleh Oknum Anggota Korps Brigade di Kota Tual, Moh Yakub dan Abdul Kadir Komitmen Dorong Reformasi Polri

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Founder dan Advokat Senior “HAM & Associate”, Moh. Yakub K. Salamun, S.H., M.H., bersama Abdul Kadir Z. Lakuy, S.H., angkat bicara terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Korps Brigade di Kota Tual yang menyebabkan seorang anak kecil meninggal dunia. Moh. Yakub Salamun menyampaikan bahwa peristiwa tersebut tidak seharusnya hanya dipandang sebagai […]

  • Kemenhaj Layaknya Santri Yang Baru Mondok

    Kemenhaj Layaknya Santri Yang Baru Mondok

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Orang NU punya prinsip sederhana: kalau niatnya ibadah, jangan dibuat ribet. Sayangnya, urusan haji yang jelas-jelas ibadah sering kali justru paling ribet urusannya. Maka ketika Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) lahir, umat pun berharap: “Alhamdulillah, semoga haji tak lagi seperti antre sembako menjelang lebaran.” Tapi apa daya, harapan sering kalah cepat dari realitas birokrasi. Sebagai […]

expand_less