Detik-Detik Mencekam Kebakaran Panti Jompo Manado, Lansia Terpanggang Saat Tidur!
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 30 Des 2025
- visibility 47
- print Cetak

Sebanyak 16 lansia meninggal dunia dalam kebakaran hebat, sementara belasan lainnya selamat tetapi mengalami luka bakar dan trauma mendalam
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Malam Minggu (28/12/2025) menjadi malam yang penuh duka bagi Panti Werdha Damai, Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado. Sebanyak 16 lansia meninggal dunia dalam kebakaran hebat, sementara belasan lainnya selamat tetapi mengalami luka bakar dan trauma mendalam.
Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, menjelaskan bahwa pihak kepolisian dan Polda Sulut langsung menurunkan tim gabungan, termasuk Inafis Ditreskrimum, Bidlabfor, dan Tim DVI Bid Dokkes, untuk melakukan olah TKP dan identifikasi korban. “Kapolda telah memerintahkan penanganan cepat, termasuk evakuasi korban ke RS Bhayangkara Manado,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (29/12/2025).
Proses identifikasi menjadi tantangan besar karena 15 jenazah sulit dikenali secara fisik. Kabid Dokkes, AKBP dr. Tasrif, menambahkan, fase ante mortem dilakukan dengan mengumpulkan data medis, sidik jari, dan sampel DNA keluarga korban, yang akan dikirim ke Jakarta untuk dianalisis.
Beberapa penyintas mengenang momen mengerikan itu. Rolin Rumeen (64), salah satu penghuni panti yang mengalami stroke, berhasil keluar dari kamar menggunakan tongkat. “Saya lihat api sudah besar… teman-teman yang tidak tertolong, terus terbayang-bayang,” katanya sambil menahan haru.
Warga setempat juga turun tangan mengevakuasi penghuni panti melalui tembok belakang menggunakan meja dan tangga seadanya. Namun beberapa korban tidak sempat selamat karena kondisi fisik yang terbatas. Salah seorang warga, Steven Mokodompit, menceritakan mendengar suara teriakan minta tolong dan ledakan di bagian dapur saat proses evakuasi berlangsung.
Penyelidikan awal mengarah pada dugaan arus pendek listrik, tetapi polisi menegaskan belum bisa menarik kesimpulan final sebelum hasil uji laboratorium forensik keluar. Pemerintah Kota Manado menjamin seluruh biaya perawatan para penyintas hingga sembuh.
Tragedi ini menjadi salah satu kebakaran paling mematikan di Manado dalam beberapa tahun terakhir, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.
- Penulis: Redaksi
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar