Breaking News
light_mode
Trending Tags

Forum 17-an GUSDURian Polman Bahas Stoikisme dan Polemik Tarian Yahudi

  • account_circle Redaksi Nulondalo
  • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
  • visibility 26
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti pelataran rumah Imam Masjid Agung Syuhada, Annangguru Sayyid Ahmad Fadl Almahdaly, pada Senin malam, 28 April 2025. Malam itu, puluhan aktivis dari berbagai latar belakang berkumpul dalam Forum 17-an, sebuah diskusi lintas komunitas yang digagas oleh Komunitas GUSDURian Polman dan jejaringnya, termasuk Lembaga Inspirasi dan Advokasi Rakyat (LIAR) Sulbar, PMII Komisariat Unasman, Tofuzha, serta beberapa organisasi lainnya.

Tema yang diangkat dalam forum kali ini cukup unik dan menggugah pemikiran: Stoikisme dan Polemik Tarian Yahudi. Diskusi ini adalah respons atas kontroversi yang sempat viral di media sosial terkait sebuah tarian yang dikaitkan dengan budaya Yahudi. Polemik tersebut memicu perdebatan. Sebagian orang curiga dan sebagian lagi menyebarkan informasi tersebut tanpa menelaah lebih mendalam.

Sebagai tuan rumah, Annangguru Syyid Ahmad Fadl menyambut peserta dengan keramahan khasnya. Dengan nada bercanda, ia berkata, “Saya berharap kegiatan semacam ini sering dilakukan di sini. Jangan sungkan, karena aturan di rumah saya cuma satu, yaitu tidak ada aturan.” Gurauannya disambut tawa riuh peserta, menambah kehangatan suasana diskusi malam itu.

Dalam forum tersebut, Saprilah, Dewan Pembina GUSDURian Sulampapua, didapuk sebagai pembicara utama. Dengan gaya lugas dan reflektif, ia menguraikan bagaimana Stoikisme mengajarkan seseorang untuk memahami posisinya dalam kehidupan.

“Memahami Stoikisme berarti memahami posisi diri serta tidak mudah mengambil kesimpulan hanya dari satu sudut pandang,” ujar Saprilah.

Kepala Balai Litbang Agama (BLA) Makassar ini juga menyoroti fenomena perkembangan media sosial yang sering kali membuat seseorang menerima informasi secara mentah tanpa mempertimbangkan perspektif lain.  “Stoikisme mengajarkan kita untuk mendisiplinkan pikiran, niat, dan tindakan. Dalam kehidupan, ada hal-hal yang bisa kita kendalikan dan ada pula yang berada di luar kendali kita,” lanjutnya.

Diskusi mengalir dengan membahas berbagai topik, mulai dari toleransi, kemerdekaan berpikir, hingga pentingnya pengetahuan dalam menyikapi berbagai isu sosial. “Toleransi itu omong kosong tanpa pengetahuan,” tegas Saprilah, mengingatkan bahwa sikap terbuka harus disertai pemahaman yang mendalam.

Menjelang akhir acara, ia mengajak peserta untuk meneladani sikap Gus Dur dalam menghadapi persoalan hidup. “Menurut Gus Dur, ada dua jenis masalah di dunia ini. Pertama, masalah yang bisa diselesaikan dan tidak perlu dirisaukan, karena ada solusinya. Kedua, masalah yang tidak bisa diselesaikan dan tidak usah dipikirkan, karena memang tidak ada jalan keluarnya,” ujar Saprillah menirukan ucapan Gus Dur.

Saprillah mengingatkan agar tidak membuang energi untuk mengejar kesempurnaan yang mutlak, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah. Manusia hanya dapat berjuang menuju kesempurnaan; sebuah proses yang oleh sebagian orang dianggap sebagai bentuk ideal.

Menutup pemaparannya, ia mengutip pesan sahabat Gus Dur, Almukarram Angregurutta Sanusi Baco: “Kamu tidak akan pernah sempurna, tapi jalan menuju kesempurnaan adalah kesempurnaan itu sendiri.”

Malam itu, di Polewali Mandar, Stoikisme bukan sekadar teori dalam buku filsafat. Ia menjelma menjadi cermin bagi setiap peserta, mengajak mereka merenungkan cara berpikir, bertindak, dan memahami kehidupan dengan sudut pandang yang lebih luas.

  • Penulis: Redaksi Nulondalo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bappeda Gorontalo Gelar FGD Bahas Strategi Penanggulangan Anak Putus Sekolah karena Faktor Ekonomi

    Bappeda Gorontalo Gelar FGD Bahas Strategi Penanggulangan Anak Putus Sekolah karena Faktor Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Strategi Penanggulangan Anak Putus Sekolah SMP karena Faktor Ekonomi Keluarga di Provinsi Gorontalo”. Kegiatan ini berlangsung di kantor Bappeda Provinsi Gorontalo dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan, senin (27 Oktober 2025). Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris […]

  • Sudah Dibayar, Tetap Hangus: Aturan Kuota Internet Digugat

    Sudah Dibayar, Tetap Hangus: Aturan Kuota Internet Digugat

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 58
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sepasang suami istri, Didi Supandi dan Wahyu Triana Sari, mengajukan gugatan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait aturan penghangusan sisa kuota internet. Gugatan tersebut terdaftar dengan nomor perkara 273/PUU-XXIII/2025 dan menyasar Pasal 71 angka 2 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja yang mengubah Pasal 28 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 […]

  • Halal Bi Halal: Silaturrahmi Yang Membentuk “Kita”

    Halal Bi Halal: Silaturrahmi Yang Membentuk “Kita”

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Setiap lebaran tiba, ada satu momen yang selalu kita tunggu dengan antusias: Halal Bi Halal. Di banyak keluarga muslim Indonesia, tradisi ini berarti keliling dari rumah ke rumah, bersalaman, dan menyantap hidangan yang sensasi rasanya tak pernah gagal. Tapi lebih dari itu, ada suasana hangat yang selalu hadir: perasaan diterima kembali, (setelah) apapun yang terjadi […]

  • GUSDURian Mamasa Gelar Kegiatan “Jaga Jagat Kita” untuk Edukasi Ekologi Generasi Muda

    GUSDURian Mamasa Gelar Kegiatan “Jaga Jagat Kita” untuk Edukasi Ekologi Generasi Muda

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Guswandri
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Komunitas GUSDURian Mamasa kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan bertajuk “Jaga Jagat Kita”, yang dilaksanakan pada Jumat, 8 Agustus 2025 di Gereja Toraja Mamasa Jemaat Buntu Tanete. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Sekolah Jagat GUSDURian, yang sebelumnya diikuti oleh beberapa penggerak komunitas. Dalam sambutannya, Febry, perwakilan GUSDURian dan alumni Sekolah Jagat, menekankan […]

  • Media Thailand Sebut SEA Games ke-33 Ajang Paling Terlupakan dalam Sejarah

    Media Thailand Sebut SEA Games ke-33 Ajang Paling Terlupakan dalam Sejarah

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 32
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Surat kabar ternama Thailand, Thairath, secara terbuka mengakui bahwa SEA Games ke-33 yang digelar di negaranya sendiri merupakan salah satu ajang olahraga paling buruk penyelenggaraannya dan “tidak layak dikenang” dalam sejarah pesta olahraga Asia Tenggara. Dalam artikelnya yang berjudul “SEA Games yang Tidak Layak Dikenang”, Thairath memisahkan secara tegas antara prestasi atlet dan […]

  • Ketua CMMI Gorontalo: Ketua BKAD Popayato Sampaikan Informasi Hoax Terkait Status Badan Hukum Bumdesma

    Ketua CMMI Gorontalo: Ketua BKAD Popayato Sampaikan Informasi Hoax Terkait Status Badan Hukum Bumdesma

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Ketua Cendekia Muda Muslim Indonesia (CMMI) Provinsi Gorontalo, Amar, menyoroti pernyataan Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Popayato yang dinilai telah menyampaikan informasi tidak benar (hoax) dalam Musyawarah Antar Desa (MAD) pada hari ini ,  minggu (19/10/2025). Dalam forum tersebut, Ketua BKAD disebut menyampaikan bahwa Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Kecamatan Popayato telah […]

expand_less