Breaking News
light_mode
Trending Tags

Going Concern Ibadah

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • visibility 267
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Almarhum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pernah memberi teladan bahwa humor adalah cara cerdas untuk menegur tanpa melukai. Kalau beliau masih bersama kita, mungkin beliau akan berkata, “Kalau iman cuma kuat di bulan Ramadhan, berarti dia kontrak bulanan, bukan pegawai tetap.” Kita tertawa, tapi dalam hati mengangguk pelan.

Dalam akuntansi, asumsi going concern diuji dengan indikator: arus kas, kemampuan membayar utang, dan prospek usaha. Dalam ibadah, indikatornya adalah konsistensi salat setelah Ramadhan, keberlanjutan sedekah, serta akhlak yang tetap teduh walau diskon sudah tidak ada. Jangan sampai kita rajin tadarus 30 juz, tapi 30 hari setelahnya kembali sibuk membaca komentar netizen dengan nada tinggi.

Ramadhan sejatinya adalah training camp ruhani. Ia bukan tujuan akhir, melainkan fase akselerasi. Di pesantren-pesantren NU, para kiai sering mengingatkan bahwa yang dicari bukanlah “Ramadhan yang ramai”, tetapi “pasca-Ramadhan yang istiqamah”. Sebab ukuran keberhasilan puasa bukan hanya pada jumlah takjil yang dibagikan, melainkan pada pengendalian diri yang dipertahankan.

Dalam perspektif akuntansi, kita mengenal prinsip matching: pendapatan harus dipertemukan dengan beban dalam periode yang sama. Dalam ibadah, pahala Ramadhan seharusnya dipertemukan dengan komitmen sebelas bulan berikutnya. Jangan sampai pendapatan pahala besar di bulan suci, tapi beban kemalasan menumpuk di bulan Syawal.

Kita juga mengenal istilah impairment, penurunan nilai aset. Dalam konteks spiritual, aset terbesar adalah hati. Jika setelah Ramadhan hati kembali keras, mudah marah, dan sulit memaafkan, mungkin telah terjadi impairment loss pada aset takwa. Dan sayangnya, standar akuntansi belum menyediakan jurnal pembalik otomatis untuk itu.

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pena, Buku, dan Nyawa yang Hilang: Catatan untuk Tragedi Ngada

    Pena, Buku, dan Nyawa yang Hilang: Catatan untuk Tragedi Ngada

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle -
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Kasus tragis di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, pada penghujung Januari 2026, ketika seorang siswa SD berusia 10 tahun berinisial YBS diduga mengakhiri hidupnya karena keluarganya tak mampu membeli buku dan pena, adalah tamparan keras bagi nurani bangsa. Membaca berita tentang seorang anak kecil yang memilih “pergi” selamanya hanya karena selembar buku dan sebatang pena […]

  • Dosen S2 Pendidikan IPA Gelar Sosialisasi Penggunaan Media Pembelajaran bagi Guru IPA SMP se-Bone Bolango

    Dosen S2 Pendidikan IPA Gelar Sosialisasi Penggunaan Media Pembelajaran bagi Guru IPA SMP se-Bone Bolango

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Faisal
    • visibility 60
    • 0Komentar

    “Melalui kegiatan ini para guru dibekali pemahaman mengenai pentingnya penggunaan media pembelajaran guna menciptakan proses belajar mengajar yang lebih efektif, menarik, dan mampu meningkatkan partisipasi siswa di kelas,” ungkapnya Kata ia, penggunaan media pembelajaran yang tepat menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di sekolah. “Guru saat ini dituntut untuk lebih kreatif […]

  • Covid-19 dan “Matinya” Agama

    Covid-19 dan “Matinya” Agama

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2020
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Corona Virus Disease (Covid-19) di Indonesia telah menyerang banyak jiwa manusia. Tidak mengenal yang tua maupun yang muda, laki-laki atau perempuan, bahkan anak-anak ikut menjadi korban dari ganasnya virus ini. Negara“kewalahan” melawan serangan virus corona. Beberapa program telah diberlakukan oleh pemerintah untuk menangani dan memutus mata rantai penyebaran virus yang mematikan ini. Sebut saja physical distancing (jaga jarak), […]

  • Komitmen Melayani: Kelurahan Baji Pamai Bagikan Beras dan Minyak Goreng kepada Warga

    Komitmen Melayani: Kelurahan Baji Pamai Bagikan Beras dan Minyak Goreng kepada Warga

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 324
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros— Pemerintah Kelurahan Baji Pamai Kecamatan Maros Baru kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat. Kelurahan Baji Pamai menyalurkan bantuan pangan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng kepada warga. Bantuan ini merupakan program dari Kementerian Sosial RI dan dibagikan langsung di kantor kelurahan. Pada penyaluran kali ini, bantuan didistribusikan ke warga […]

  • Resolusi 2026: Memindahkan energi, memperluas Jejaring Play Button

    Resolusi 2026: Memindahkan energi, memperluas Jejaring

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Periode 2019–2025, saat saya memimpin Balai Litbang Agama Makassar (BLAM), menjadi fase penting dalam pembelajaran kepemimpinan dan pengelolaan program pengembangan sumber daya manusia keagamaan. Berbagai program yang dilaksanakan—mulai dari MB Speak Up, Sekolah Penguatan Moderasi Beragama, hingga Klinik Moderasi Beragama—menjadi laboratorium bagi pengembangan strategi, inovasi, dan implementasi kebijakan moderasi beragama di tingkat operasional. Pengalaman memimpin […]

  • Akuntabilitas Langit

    Akuntabilitas Langit

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Kalau seorang akuntan melihat ini, mungkin ia akan berkata: “Wah, ini sistem pelaporan yang sangat progresif.” Namun persoalan manusia seringkali bukan pada sistem pencatatannya, tetapi pada kesadaran akuntabilitasnya. Dalam dunia organisasi, kita mengenal istilah accountability gap—jarak antara kewajiban melapor dan kesadaran untuk bertanggung jawab. Dalam kehidupan sehari-hari, gap ini sering muncul dalam bentuk yang sederhana. […]

expand_less