Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Going Concern Ibadah

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • visibility 428
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Almarhum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pernah memberi teladan bahwa humor adalah cara cerdas untuk menegur tanpa melukai. Kalau beliau masih bersama kita, mungkin beliau akan berkata, “Kalau iman cuma kuat di bulan Ramadhan, berarti dia kontrak bulanan, bukan pegawai tetap.” Kita tertawa, tapi dalam hati mengangguk pelan.

Dalam akuntansi, asumsi going concern diuji dengan indikator: arus kas, kemampuan membayar utang, dan prospek usaha. Dalam ibadah, indikatornya adalah konsistensi salat setelah Ramadhan, keberlanjutan sedekah, serta akhlak yang tetap teduh walau diskon sudah tidak ada. Jangan sampai kita rajin tadarus 30 juz, tapi 30 hari setelahnya kembali sibuk membaca komentar netizen dengan nada tinggi.

Ramadhan sejatinya adalah training camp ruhani. Ia bukan tujuan akhir, melainkan fase akselerasi. Di pesantren-pesantren NU, para kiai sering mengingatkan bahwa yang dicari bukanlah “Ramadhan yang ramai”, tetapi “pasca-Ramadhan yang istiqamah”. Sebab ukuran keberhasilan puasa bukan hanya pada jumlah takjil yang dibagikan, melainkan pada pengendalian diri yang dipertahankan.

Dalam perspektif akuntansi, kita mengenal prinsip matching: pendapatan harus dipertemukan dengan beban dalam periode yang sama. Dalam ibadah, pahala Ramadhan seharusnya dipertemukan dengan komitmen sebelas bulan berikutnya. Jangan sampai pendapatan pahala besar di bulan suci, tapi beban kemalasan menumpuk di bulan Syawal.

Kita juga mengenal istilah impairment, penurunan nilai aset. Dalam konteks spiritual, aset terbesar adalah hati. Jika setelah Ramadhan hati kembali keras, mudah marah, dan sulit memaafkan, mungkin telah terjadi impairment loss pada aset takwa. Dan sayangnya, standar akuntansi belum menyediakan jurnal pembalik otomatis untuk itu.

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Udara Sulsel Memburuk, WALHI Desak Prabowo Hentikan Karhutla

    Udara Sulsel Memburuk, WALHI Desak Prabowo Hentikan Karhutla

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Makassar – Kualitas udara di Sulawesi Selatan memburuk dalam beberapa hari terakhir seiring meluasnya dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Asap yang terbawa angin hingga ke Sulawesi Selatan tidak hanya menurunkan kualitas lingkungan, tetapi juga  mengancam kesehatan masyarakat. “Sebagai kepala negara, kami mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk segera menghentikan karhutla […]

  • PWNU Gorontalo Sosialisasikan Rencana Pekan Ekonomi Syariah ke Kemenag Kabupaten Gorontalo

    PWNU Gorontalo Sosialisasikan Rencana Pekan Ekonomi Syariah ke Kemenag Kabupaten Gorontalo

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo melakukan silaturahmi ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gorontalo, Kamis (4/9/2025). Pengurus PWNU Gorontalo diterima langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gorontalo, H. Abdullah Pakaja. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka mensosialisasikan agenda Pekan Ekonomi Syariah Gorontalo, yang akan dicanangkan oleh PWNU pada Oktober 2025 mendatang. Ketua Tanfidziyah PWNU Gorontalo, […]

  • Ramadhan Momentum Menakar Diri

    Ramadhan Momentum Menakar Diri

    • calendar_month Minggu, 18 Apr 2021
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Pelan namun pasti, Ramadhan terus merangkak. Ada hari yang telah terlewati. Setuju atau tidak, Ramadhan adalah momentum terbaik untuk menakar dan mengukur diri. Pasti ada yang bertanya-tanya, mengapa harus Ramadhan ? Bukankah ada bulan lainnya. Muharram misalnya ? Alasannya sederhana. Meski baru beberapa hari menjalani kawah candradimuka Ramadhan, kuantitas dan kualitas ibadah kita  telah terukur […]

  • Akademisi UNUSIA Kecam Dugaan Penyalahgunaan 900 Identitas Petani dalam Kasus KUR di Jember

    Akademisi UNUSIA Kecam Dugaan Penyalahgunaan 900 Identitas Petani dalam Kasus KUR di Jember

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Aras juga mendesak pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian BUMN, serta seluruh perbankan nasional untuk melakukan audit menyeluruh terhadap mekanisme penyaluran KUR di seluruh Indonesia. Ia mengusulkan penguatan sistem verifikasi biometrik berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK), digital audit trail, audit forensik berkala, penerapan three lines of defense, serta pengawasan berbasis manajemen risiko guna mencegah penyimpangan […]

  • Work From Home sebagai Gerakan Nasionalisme

    Work From Home sebagai Gerakan Nasionalisme

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 418
    • 0Komentar

    Namun dunia pasca pandemi tidak pernah benar-benar stabil. Ia hanya berganti bentuk krisis. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah—khususnya antara Iran dan poros Amerika Serikat–Israel—menghadirkan kembali persoalan klasik: energi. Gangguan distribusi minyak, termasuk di jalur strategis seperti Selat Hormuz, memicu ketidakpastian global. Harga BBM pun melonjak cepat. Beberapa negara, termasuk negara ASEAN melakukan penyesuaian harga yang […]

  • Uwais Al-Qarni: Istimewa Meski Tak Bertemu Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 29)

    Uwais Al-Qarni: Istimewa Meski Tak Bertemu Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 29)

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 393
    • 0Komentar

    Yang paling menonjol dari hidupnya adalah baktinya kepada ibunya. Ia merawat ibunya yang lanjut usia dengan sabar dan penuh kasih sayang. Hampir seluruh hidupnya dihabiskan untuk mengurus dan melayani ibunya. Kepedulian dan pengabdian yang tulus inilah yang menjadi ciri khasnya, membuat Uwais berbeda dari banyak orang dan menjadi alasan utama Nabi memujinya. Data tentang bagaimana […]

expand_less