Going Concern Ibadah
- account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
- calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
- visibility 182
- print Cetak

Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak./Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Almarhum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pernah memberi teladan bahwa humor adalah cara cerdas untuk menegur tanpa melukai. Kalau beliau masih bersama kita, mungkin beliau akan berkata, “Kalau iman cuma kuat di bulan Ramadhan, berarti dia kontrak bulanan, bukan pegawai tetap.” Kita tertawa, tapi dalam hati mengangguk pelan.
Dalam akuntansi, asumsi going concern diuji dengan indikator: arus kas, kemampuan membayar utang, dan prospek usaha. Dalam ibadah, indikatornya adalah konsistensi salat setelah Ramadhan, keberlanjutan sedekah, serta akhlak yang tetap teduh walau diskon sudah tidak ada. Jangan sampai kita rajin tadarus 30 juz, tapi 30 hari setelahnya kembali sibuk membaca komentar netizen dengan nada tinggi.
Ramadhan sejatinya adalah training camp ruhani. Ia bukan tujuan akhir, melainkan fase akselerasi. Di pesantren-pesantren NU, para kiai sering mengingatkan bahwa yang dicari bukanlah “Ramadhan yang ramai”, tetapi “pasca-Ramadhan yang istiqamah”. Sebab ukuran keberhasilan puasa bukan hanya pada jumlah takjil yang dibagikan, melainkan pada pengendalian diri yang dipertahankan.
Dalam perspektif akuntansi, kita mengenal prinsip matching: pendapatan harus dipertemukan dengan beban dalam periode yang sama. Dalam ibadah, pahala Ramadhan seharusnya dipertemukan dengan komitmen sebelas bulan berikutnya. Jangan sampai pendapatan pahala besar di bulan suci, tapi beban kemalasan menumpuk di bulan Syawal.
Kita juga mengenal istilah impairment, penurunan nilai aset. Dalam konteks spiritual, aset terbesar adalah hati. Jika setelah Ramadhan hati kembali keras, mudah marah, dan sulit memaafkan, mungkin telah terjadi impairment loss pada aset takwa. Dan sayangnya, standar akuntansi belum menyediakan jurnal pembalik otomatis untuk itu.
- Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Saat ini belum ada komentar