Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Going Concern Ibadah

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • visibility 322
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Humor ala Gus Dur selalu menyentil tanpa menyakiti. Maka izinkan saya menyentil diri sendiri terlebih dahulu. Kadang kita ini seperti perusahaan yang rajin membuat laporan keberlanjutan (sustainability report), tapi praktiknya masih tambal sulam. Media sosial penuh unggahan ibadah, tetapi tetangga sebelah rumah belum tentu merasakan dampaknya. Padahal dalam tradisi NU, ibadah itu membumi—hablum minallah kuat, hablum minannas hangat.

Ramadhan mengajarkan disiplin waktu: sahur tepat, berbuka tepat, tarawih teratur. Ini sebenarnya latihan tata kelola (good governance) pribadi. Jika selama 30 hari kita mampu menahan lapar dan amarah, mestinya setelah itu kita juga mampu menahan diri dari korupsi kecil-kecilan—baik korupsi waktu, amanah, maupun kejujuran. Sebab going concern ibadah tak mungkin bertahan tanpa integritas.

Akhirnya, mari kita jadikan Ramadhan sebagai audit internal tahunan. Jika ada temuan, perbaiki. Jika ada kelemahan, tingkatkan. Dan yang paling penting, pertahankan asumsi bahwa ibadah ini akan terus berjalan sampai akhir hayat. Jangan sampai setelah Ramadhan, kita mengajukan “permohonan pailit spiritual”.

Karena pada akhirnya, hidup ini bukan sekadar menyusun laporan laba rugi duniawi, tetapi menyiapkan laporan pertanggungjawaban ukhrawi. Dan semoga ketika malaikat menjadi auditor terakhir kita, mereka bisa memberi opini: Wajar Tanpa Pengecualian atas Going Concern Ibadahnya.

Kalau belum sampai ke sana, minimal jangan sampai dapat opini: Disclaimer karena kurang bukti amal berkelanjutan.

Penulis : Intelektual Muda Nahdlatul Ulama

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aleg PKB Gorontalo Berharap Program Cek Kesehatan Gratis Prabowo Tidak Menyulitkan Warga

    Aleg PKB Gorontalo Berharap Program Cek Kesehatan Gratis Prabowo Tidak Menyulitkan Warga

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Program Kesehatan Gratis Pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk warga akan segera dijalankan mulai Senin 10 Februari 2025. Hal tersebut merupakan salah satu program yang ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia, khususnya di Gorontalo. Anggota Komisi IV DPRD Muhammad Dzikyan mengingatkan agar program tersebut dijalankan dengan mudah dan tidak menyulitkan warga masyarakat. Mengingat pendaftaran […]

  • Bagaimana jika Ramadan Bukan Bulan yang Paling Istimewa?

    Bagaimana jika Ramadan Bukan Bulan yang Paling Istimewa?

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Lebih dekat, saya hendak mengambil contoh di Gorontalo. Bagi kalangan Muslim tradisional di Gorontalo, Ramadan adalah bulan yang suci dan penuh keagungan, sehingga beberapa hari sebelum puasa pertama, mereka melakukan berbagai tradisi khusus penyambutan Ramadan. Pertama adalah Yimelu, atau tradisi silaturahmi masyarakat Gorontalo jelang ramadan yang identik dengan permintaan maaf. Yimelu bahkan diikuti membuat langgilo, atau pewangi pakaian […]

  • Belanja Non-Prioritas dalam APBN: Siapa yang Menentukan Skala Kepentingan?

    Belanja Non-Prioritas dalam APBN: Siapa yang Menentukan Skala Kepentingan?

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Rahma Diva Febryana
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Pada akhirnya, penentuan skala kepentingan dalam APBN tidak boleh hanya menjadi kewenangan pemerintah atau elite politik. Proses ini harus melibatkan partisipasi publik, berbasis data kebutuhan riil masyarakat, serta diawasi secara kritis oleh DPR. Anggaran negara seharusnya mencerminkan kepentingan seluruh rakyat, terutama kelompok yang paling membutuhkan perlindungan. Efisiensi anggaran memang penting, tetapi harus dilakukan secara selektif […]

  • Gagal Membawa Emas, Belanda Meninggalkan Misteri (4)

    Gagal Membawa Emas, Belanda Meninggalkan Misteri (4)

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Momy Hunowu
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Banyak orang mengetahui cerita tentang rumah peninggalan Belanda di Huludu Ayumolingo. Namun, hanya segelintir yang mengaku pernah berdiri di depannya. Tidak ada penunjuk jalan, tidak ada koordinat pasti, bahkan masyarakat setempat pun tidak berani menjamin dapat menemukannya kembali. Anehnya, rumah itu justru lebih sering ditemukan oleh mereka yang tidak sedang mencarinya.  Mari kita simak lanjutan […]

  • Mahasiswa Akuntansi UNUSIA Menggugat Trans 7: Kritik atas Tayangan “Exposed Uncensored”

    Mahasiswa Akuntansi UNUSIA Menggugat Trans 7: Kritik atas Tayangan “Exposed Uncensored”

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Tayangan Exposed Uncensored yang disiarkan oleh Trans 7 menuai gelombang protes dari kalangan akademisi muda Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), khususnya mahasiswa Program Studi Akuntansi. Mereka menilai konten tersebut telah melampaui batas etika penyiaran dan mencederai nilai-nilai keagamaan serta budaya bangsa. Asep Alfarizi Yulianto, mahasiswa Akuntansi UNUSIA semester V, menilai tayangan tersebut bukan sekadar hiburan, […]

  • Jejak Cengkeh, Luka Petani, dan Cahaya Gus Dur dari Masa Lalu

    Jejak Cengkeh, Luka Petani, dan Cahaya Gus Dur dari Masa Lalu

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Apriyanto Radjak
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Penulis: Apriyanto Rajak –  (seorang petani, nelayan dan pemain sepak bola amatir) Di penghujung Agustus 2025, saya bersama Rizki memutuskan untuk bekerja sama menyelesaikan pekerjaan di kebun masing-masing. Kebetulan kebun milik kami berdua tidak terlalu berjauhan. Adapun jarak dari kampung bisa diasumsikan dengan waktu tempuh 15 menit menggunakan sepeda motor. Lokasinya berada di pegunungan Landaso, Kecamatan Bolaang […]

expand_less