Breaking News
light_mode
Trending Tags

Koordinator Bidang Pendidikan dan Ekonomi DPP GENINUSA: Efisiensi Anggaran Tidak Harus Mengorbankan Lembaga Strategis

  • account_circle Redaksi Nulondalo
  • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
  • visibility 30
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Presiden Republik Indonesia, pada 22 Januari 2025 yang lalu telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, yang berfokus pada efisiensi belanja dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025. Inpres tersebut menyasar sejumlah kementerian di Kabinet Merah Putih, termasuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Faizal Habeba, kordinator bidang pendidikan dan ekonomi DPP Gerakan Santripreneur Nusantara (GENINUSA) menilai, bahwa Kebijakan efisiensi anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah menjadi perhatian publik dengan berbagai ragam respon. Salah satunya adalah soal efisiensi anggaran dibidang pendidikan yang di anggap sebagai malapetaka yang akan berdampak pada kualitas pendidikan. Salah satu komitmen besar presiden prabowo adalah menuju indonesia emas 2045 namun kebijakan yang dikeluarkan sangatlah tidak logis dan bertentangan dengan meningkatkan kualitas pendidikan menuju indonesia emas.

“Kebijakan efisiensi anggaran yang dikeluarkan oleh presiden prabowo akan menjadi malapetaka yang akan memperburuk kualitas pendidikan kita, kebijakan ini sangatlah tidak logis, dengan visi besar bapak presiden menuju indonesia emas 2045″, Ucap Faizal, kordinator bidang pendidikan dan ekonomi DPP GENINUSA kepada bakukabar id, 28 Februari 2025.

Asta Cita adalah misi besar presiden dan wakil presiden republik indonesia sebagai manifestasi menuju indonesia emas 2045, namun melihat kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah indonesia tidaklah merepresentasi asta cita di poin ke 4 yaitu Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM). Untuk meningkatkan SDM masyarakat indonesia tentunya pendidikan menjadi sangat penting, namun kebijakan efisiensi anggaran justru mengancam pendidikan dari berbagai aspek.

Danantara: Menumbuhkan Kesejahteraan atau Menambah Jurang Ketimpangan?

“Presiden dan wakil presiden punya visi besar yang di tuangkan dalam asta cita, di dalam asta cita salah satunya adalah memperkuat pembangunan sumber daya manusia. Bagaimana bisa untuk memajukan SDM bangsa ini tapi di lain sisi presiden mengeluarkan kebijakan efisiensi anggaran di bidang pendidikan, ini justru akan mengancam masa depan pendidikan kita di republik ini”, Tegas Faizal.

Putra asal Maluku Utara itu juga menegaskan, Efisiensi anggaran tidak harus mengorbankan lembaga pemerintah yang strategis apalagi pendidikan yang menjadi aset dan investasi republik indonesia, bangsa ini akan maju dan berkembang jika pemerintah terus melakukan langkah-langkah strategis dengan memperkuat kualitas pendidikanya lewat penganggaran sesuai dengan amanat konstitusi yaitu anggaran yang di peruntukan ke pendidikan sebanyak 20% dari APBN.

“Efisiensi anggaran tidak harus mengorbankan lembaga strategis, khususnya dunia pendidikan, karena pendidikan menjadi aset dan investasi republik ini. Justrus pendidikan harus di dorong dengan langkah-langkah strategis pemerintah untuk memperkuat kualitas pendidikan kita. Karena sesuai dengan amanat konstitusi anggaran pendidikan diperuhkan sebanyak 20% dari APBN kita, tutupnya.

  • Penulis: Redaksi Nulondalo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Madarudin Lapandewa Dianiaya, Pembina CLS-Yogyakarta, Haris: Ini Negara Demokrasi Berdasarkan Hukum

    Madarudin Lapandewa Dianiaya, Pembina CLS-Yogyakarta, Haris: Ini Negara Demokrasi Berdasarkan Hukum

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Salah satu anggota Constitutional Law Studies (CLS) Yogyakarta, Madarudin Lapandewa (Dewa) mengalami tindakan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Pj. Kepala Desa Ilath, Lutfi Masbait, Sekretaris Desa, Anwar Solisa, Ketua Pemuda Mulmam Wailusu, dan Babinsa Darman Wabula. Diketahui, penganiayaan berawal pada saat Dewa bersama beberapa temannya memberikan semangat terhadap peserta lomba puisi. Perlombaan baca puisi digelar […]

  • DPR RI Beberkan 4 Masalah Krusial Pascabencana di Sumatra, Ini yang Paling Mendesak

    DPR RI Beberkan 4 Masalah Krusial Pascabencana di Sumatra, Ini yang Paling Mendesak

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 47
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana (Galapana) DPR RI mengungkap empat permasalahan krusial yang masih menghambat penanganan dan pemulihan bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Temuan tersebut merupakan hasil koordinasi intensif Satgas Galapana DPR RI selama 1–5 Januari 2025 di daerah terdampak. Hal itu disampaikan perwakilan Satgas Galapana DPR RI, TA Khalid, dalam Rapat Koordinasi Satgas […]

  • Koalisi Masyarakat Gorontalo Nilai Gugatan Menteri Pertanian terhadap Tempo Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers

    Koalisi Masyarakat Gorontalo Nilai Gugatan Menteri Pertanian terhadap Tempo Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Sejumlah organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Gorontalo untuk Demokrasi menilai gugatan hukum yang dilayangkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terhadap majalah Tempo merupakan bentuk pembungkaman terhadap kebebasan pers sekaligus ancaman serius bagi demokrasi di Indonesia. Pandangan tersebut mengemuka dalam Diskusi Publik bertajuk “Pembungkaman Ruang Publik dalam Gugatan Perdata Menteri Pertanian terhadap Tempo” […]

  • Bayangkan Jika Anda Seorang LGBT: Sebuah Eksperimen Imajinasi dan Refleksi Sosial-Religius

    Bayangkan Jika Anda Seorang LGBT: Sebuah Eksperimen Imajinasi dan Refleksi Sosial-Religius

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Fanridhal Engo
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Bayangkan Jika Anda Adalah Seorang Waria Atau Bagian Dari Komunitas LGBT. Ya, saya tahu mungkin terdengar janggal untuk dibayangkan. Namun, saya mengajak Anda sejenak menanggalkan posisi normatif Anda, dan merenungkan situasi ini dengan empati. Apa yang Anda rasakan? Marah, resah, atau merasa didiskriminasi oleh dunia yang tampak semakin modern, namun masih sangat konservatif terhadap keberadaan […]

  • Masa Depan Partai Islam di Serambi Madinah oleh Dr. Funco Tanipu

    Masa Depan Partai Islam di Serambi Madinah oleh Dr. Funco Tanipu

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Partai-partai Islam di Indonesia rata-rata mengambil gambar Bulan sebagai lambang partainya masing-masing. Selain bulan, ada juga bintang sebagai bagian dari lambang partai. Selain partai, ada beberapa ormas yang menggunakan bulan sebagai lambang organisasi, seperti HMI, GP Ansor, dll. Bulan dan bintang memiliki makna keberanian, ketinggian, keteguhan, dan kekuatan politik yang menjamin tegaknya syariat Islam. Selain […]

  • PWNU Gorontalo Gandeng OJK, BEI, dan Phintraco Sekuritas Gelar Literasi Pasar Modal Syariah: “Benteng Keuangan Umat”

    PWNU Gorontalo Gandeng OJK, BEI, dan Phintraco Sekuritas Gelar Literasi Pasar Modal Syariah: “Benteng Keuangan Umat”

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Phintraco Sekuritas Gorontalo menggelar kegiatan Literasi & Inklusi Keuangan Pasar Modal Syariah dengan tema “Benteng Keuangan Umat” pada Rabu (13/8/2025). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Pengurus PWNU Gorontalo, […]

expand_less