Breaking News
light_mode
Trending Tags

LAUTRA Tingkatkan Konservasi Laut dan Kesejahteraan Masyarakat

  • account_circle Redaksi Nulondalo
  • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
  • visibility 53
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KBRN, Gorontalo –  Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar menyelenggarakan Rapat Koordinasi pelaksanaan program di wilayah kerja Kawasan Konservasi Perairan Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Juli 2025, di Kantor BPSPL Makassar, Sulawesi Selatan.

BPSPL merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk Komponen 1 Infrastructure and Capacity Building for Coral Reef and Conservation Area Management dalam proyek Oceans for Prosperity – LAUTRA

Hadir dalam rapat tersebut perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan DKP Provinsi Gorontalo beserta Satuan Unit Organisasi Pengelola (SUOP) Kawasan Konservasi Perairan Teluk Gorontalo.

“Rapat ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan pelaksanaan proyek yang didanai oleh Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN) Bank Dunia pada periode 2023–2028,” kata Plt. Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PRL dan PSDKP) DKP Provinsi Gorontalo, Hartaty Isma, Rabu (2/7/2025).

Hartaty menjelaskan Oceans for Prosperity Project atau Laut untuk Kesejahteraan (LAUTRA) merupakan inisiatif Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) yang bertujuan meningkatkan pengelolaan kawasan konservasi dan perikanan terumbu karang terpilih, sekaligus membuka akses ekonomi bagi masyarakat lokal.

Proyek ini didukung empat komponen utama:
1. Infrastruktur dan penguatan kelembagaan pengelolaan kawasan konservasi.
2. Perluasan ekonomi di dalam dan sekitar kawasan konservasi.
3. Pembiayaan berkelanjutan untuk kawasan konservasi dan mata pencaharian masyarakat.
4. Manajemen proyek.

Lokasi proyek mencakup 11 Provinsi dengan 20 Kawasan Konservasi terpilih, termasuk Teluk Gorontalo sebagai salah satu fokus utama.

Rapat ini membahas sejumlah agenda kunci, antara lain:

  • Reviu Rencana Pengelolaan Kawasan Konservasi.
  • Penyusunan Dokumen Kajian Daya Dukung dan Daya Tampung Kawasan.
  • Survei Populasi Ikan Dilindungi/Terancam Punah.
  • Patroli Kawasan Konservasi dan pelibatan stakeholder.
  • Peningkatan Kapasitas SDM pengelola kawasan.

“Seluruh provinsi peserta, termasuk Gorontalo, berkomitmen mendukung target perluasan kawasan konservasi perairan nasional seluas 30 juta hektar pada 2030,” ujar Hartaty.

Hal ini sejalan dengan prinsip Ekonomi Biru (Blue Economy) yang menekankan pengurangan kemiskinan, inklusivitas sosial, dan keberlanjutan sumber daya.

Rapat juga membahas roadmap konservasi jenis ikan terancam punah dan rencana aksi nasional, dengan fokus pada tiga pendekatan utama:
1. Perlindungan spesies dan habitat.
2. Pelestarian melalui kebijakan dan penegakan hukum.
3. Pemanfaatan berkelanjutan berbasis kemitraan dan pendanaan.

“Komitmen bersama dalam pengelolaan kawasan konservasi ini tidak hanya penting untuk mencapai target luasan, tetapi juga memastikan pengelolaan yang efektif agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan ekosistem,” tutur Hartaty.

Ia menegaskan bahwa proyek LAUTRA menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antar-pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, pengelola kawasan, dan masyarakat lokal.

Dengan terselenggaranya rapat ini, diharapkan implementasi Oceans for Prosperity Project – LAUTRA 2025 dapat berjalan optimal, mendorong pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Provinsi Gorontalo telah berkomitmen untuk membangun sektor kelautan berkelanjutan melalui program Agro-Maritim yang digaungkan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wagub Idah Syahidah. (mcgorontaloprov/yanto)

  • Penulis: Redaksi Nulondalo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Falaqiah, Tradisi Penentuan 1 Ramadhan di Desa Bobawa

    Falaqiah, Tradisi Penentuan 1 Ramadhan di Desa Bobawa

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Sebelum adanya kemudahan akses informasi seperti sekarang, masyarakat Desa Bobawa, kec. makian barat, kab. Halmahera Selatan, Maluku Utara, memiliki cara tersendiri secara tradisional dalam menentukan awal Ramadhan. Bapak Haji Said Ahmad selaku Imam desa bobawa menyampaikan ada dua metode utama yang digunakan di masa lalu yakni perhitungan falaqiah dan pengamatan pasang surut air laut. Menurut […]

  • Rentenir Tak Dilarang, Asal Tak Memukul: Wajah Baru Hukum Pidana Setelah KUHP 2026

    Rentenir Tak Dilarang, Asal Tak Memukul: Wajah Baru Hukum Pidana Setelah KUHP 2026

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Di gang sempit permukiman padat penduduk, praktik pinjam-meminjam uang masih berlangsung seperti biasa. Bunga mencekik, tempo singkat, dan penagihan yang membuat jantung berdebar. Bedanya, kini semua itu terjadi di bawah payung hukum pidana yang baru. Sejak 2 Januari 2026, Indonesia resmi meninggalkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana warisan kolonial. KUHP dan KUHAP versi terbaru mulai berlaku, […]

  • Al-Shifah binti Abdullah, Sang Guru Literasi, Ahli Rukiyah dan Manajer Pasar

    Al-Shifah binti Abdullah, Sang Guru Literasi, Ahli Rukiyah dan Manajer Pasar

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Lalyla binti Abdullah bin Abdu Syams al-Qurasyiyah al-Adawaiyah atau lebih dikenal dengan Al-Shifah binti Abdullah adalah perempuan Quraisy dari Bani ‘Adi yang masuk Islam pada fase awal dakwah di Makkah, lalu hijrah ke Madinah. Informasi tentang dirinya memang tidak sebanyak tokoh perempuan lain, tetapi data yang tersedia cukup jelas dalam beberapa sumber klasik seperti Al-Tabaqat […]

  • Dunia Berkabung: Paus Fransiskus, Simbol Perdamaian Lintas Agama, Telah Wafat

    Dunia Berkabung: Paus Fransiskus, Simbol Perdamaian Lintas Agama, Telah Wafat

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Dunia kembali berselimut duka. Sosok besar yang selama ini menjadi simbol perdamaian dan toleransi lintas agama, Paus Fransiskus, telah berpulang. Kabar wafatnya pemimpin tertinggi Gereja Katolik ini menggema hingga ke seluruh penjuru dunia, meninggalkan jejak haru di hati banyak orang—termasuk Menteri Agama Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Dalam pernyataannya kepada media, Nasaruddin menyampaikan […]

  • Panggung, Disabilitas, dan Kurikulum Berbasis Cinta (Catatan Review and Design in Islamic Education Ditjen Pendis Kemenag RI)

    Panggung, Disabilitas, dan Kurikulum Berbasis Cinta (Catatan Review and Design in Islamic Education Ditjen Pendis Kemenag RI)

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Saya cenderung skeptis terhadap doa dan pembacaan kitab suci dalam acara seremonial. Bukan karena keduanya kehilangan legitimasi religius, melainkan karena terlalu sering diposisikan sebagai ritual pembuka yang netral, steril dari relasi kuasa, dan seolah berada di luar politik representasi. Padahal, justru di awal acara itulah etika sebuah panggung bekerja. Acara ini dibuka dengan tilawah Al-Qur’an, […]

  • Keutamaan Shalat Subuh Menurut Syekh Nawawi al-Bantani

    Keutamaan Shalat Subuh Menurut Syekh Nawawi al-Bantani

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Syekh Nawawi al-Bantani, salah satu ulama besar Nusantara yang menjadi rujukan keilmuan di dunia Islam, banyak membahas keutamaan ibadah, termasuk shalat Subuh, dalam berbagai karya tulisnya, terutama dalam kitab Nihayatuz Zain, Tafsir Marah Labid (Tafsir Munir)_, dan Syarh Al-Muqaddimah Al-Hadramiyyah. Dikutip dari berbagai sumber, keutamaan shalat  Subuh menurut Syekh Nawawi al-Bantani, sebagaimana dijelaskan dalam kitab-kitabnya […]

expand_less