Breaking News
light_mode
Trending Tags

Media Thailand Sebut SEA Games ke-33 Ajang Paling Terlupakan dalam Sejarah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
  • visibility 78
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Surat kabar ternama Thailand, Thairath, secara terbuka mengakui bahwa SEA Games ke-33 yang digelar di negaranya sendiri merupakan salah satu ajang olahraga paling buruk penyelenggaraannya dan “tidak layak dikenang” dalam sejarah pesta olahraga Asia Tenggara.

Dalam artikelnya yang berjudul “SEA Games yang Tidak Layak Dikenang”, Thairath memisahkan secara tegas antara prestasi atlet dan kegagalan panitia. Media itu memuji habis perjuangan atlet Thailand yang sukses membawa negaranya menjadi juara umum, namun menilai penyelenggaraan turnamen sebagai kegagalan total.

“Jika menilai semangat dan tekad para atlet Thailand, nilai 10 tidaklah cukup. Kami memberi mereka lebih dari 100 poin,” tulis Thairath. Namun pujian tersebut langsung berbanding terbalik dengan penilaian terhadap panitia penyelenggara.
“Sandiwara ini telah resmi berakhir. Bertolak belakang dengan upaya para atlet, penyelenggaraan SEA Games kali ini mendapat nilai negatif mutlak. Hampir tidak ada yang dipersiapkan secara menyeluruh atau patut dipuji,” lanjut media tersebut.

Menurut Thairath, SEA Games ke-33 diwarnai kekacauan organisasi, kontroversi, dan kelemahan teknis, hingga menuai kritik tajam dari media internasional. Dari sisi tata kelola, ajang ini dinilai sebagai salah satu SEA Games paling mengecewakan sepanjang sejarah.

Kritik tersebut diperkuat oleh fakta bahwa Thailand sebagai tuan rumah tercatat tiga kali menyampaikan permintaan maaf resmi kepada delegasi Vietnam selama turnamen berlangsung. Permintaan maaf pertama muncul akibat kesalahan fatal pada upacara pembukaan, ketika panitia menampilkan peta Vietnam tanpa mencantumkan Kepulauan Paracel, Spratly, dan Pulau Phu Quoc yang berada di bawah kedaulatan Vietnam.

Permintaan maaf kedua terkait keputusan kontroversial di cabang bowling, ketika atlet Vietnam berusia 16 tahun, Tran Hoang Khoi, dipaksa mengulang pertandingan semifinal meski hampir memastikan kemenangan atas atlet tuan rumah. Insiden ketiga terjadi pada cabang Mobile Legends: Bang Bang, setelah atlet Thailand terbukti melakukan kecurangan dalam laga melawan Vietnam.

Selain soal organisasi, Thairath juga menyoroti kegagalan total sepak bola Thailand, yang untuk pertama kalinya dalam sejarah SEA Games gagal meraih satu pun medali emas.

“Sepak bola Thailand gagal memenangkan satu pun medali emas. Ini sungguh tidak dapat dipercaya. Untuk pertama kalinya kita berada dalam situasi ini,” tulis Thairath dengan nada kecewa.

Pengakuan terbuka dari media utama Thailand ini menjadi sorotan regional, menegaskan bahwa keberhasilan di klasemen medali tidak selalu sejalan dengan kualitas tata kelola dan sportivitas sebuah ajang olahraga internasional.

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belum Genap 100 Hari Bekerja, Adhan Dambea dan Indra Gobel di Demo Kasus Korupsi

    Belum Genap 100 Hari Bekerja, Adhan Dambea dan Indra Gobel di Demo Kasus Korupsi

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Terkait penanganan sejumlah kasus korupsi di Kota Gorontalo yang dinilai lamban, ratusan massa aksi seruduk Kantor Wali Kota Gorontalo, pada Senin (17/3/2025). Pemerintahan Wali Kota Adhan Dambea dan Wakil Wali Kota Indra Gobel diminta untuk tidak tinggal diam dalam penanganan kasus korupsi di Kota Gorontalo yang telah merugikan negara ratusan rupiah. Meski sibuk dalam penanganan […]

  • Pendidikan Kunci Utama untuk Memutus Rantai Kemiskinan

    Pendidikan Kunci Utama untuk Memutus Rantai Kemiskinan

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Akses terhadap pendidikan adalah hak mendasar dan kunci utama dalam memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi. Namun di Gorontalo, tantangan anak putus sekolah masih nyata. Faktor sosial-ekonomi keluarga menjadi penyebab utama anak putus sekolah. Masalah ini tidak bisa diselesaikan hanya dari sisi pendidikan semata, tetapi juga harus menyentuh aspek kesejahteraan, pengentasan kemiskinan, dan pemberdayaan sosial. Hal […]

  • Ketika Hujan Turun: Ini Doa dan Amalan yang Dianjurkan Rasulullah

    Ketika Hujan Turun: Ini Doa dan Amalan yang Dianjurkan Rasulullah

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Hujan merupakan rahmat dan berkah dari Allah SWT. Dalam ajaran Islam, turunnya hujan bukan sekadar fenomena alam, tetapi juga momen istimewa yang mengandung keberkahan dan doa yang mustajab. Rasulullah SAW banyak mencontohkan doa dan amalan yang bisa dilakukan saat hujan turun. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas Islam yang berpijak pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, turut […]

  • Peneliti Internasional Teliti Sampah Plastik di Gorontalo

    Peneliti Internasional Teliti Sampah Plastik di Gorontalo

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Tim riset Internasional Partnership for Australia–Indonesia Research (PAIR) Sulawesi khususnya grup peneliti Net Zero 2.5 sukses menggelar diskusi kelompok terpumpun bertajuk “Pengelolaan Sampah Plastik Sekali Pakai di Fasilitas Pelayanan Kesehatan”  di aula Prof. Abdul Sammadkadir, Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Kegiatan ini merupakan bagian dari riset kolaboratif Indonesia–Australia yang difasilitasi oleh Australia–Indonesia Centre (AIC). Melalui forum […]

  • DPR Setujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI

    DPR Setujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 142
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komisi XI DPR RI secara resmi menetapkan Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Penetapan tersebut diambil melalui rapat internal Komisi XI yang digelar usai pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada Senin (26/1/2026). Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengatakan keputusan tersebut didasarkan pada kesepakatan seluruh […]

  • Gusdur Dalam Memori  Mbak Yenny dan Gus Mus

    Gusdur Dalam Memori Mbak Yenny dan Gus Mus

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Riski Hidayat
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Oleh: Riski Hidayat, Mahasiswa Pasca Sarjana UAC Mojokerto Tulisan ini Merupakan Refleksi Penulis pada saat Menghadiri Acara Peringatan Haul Gus Dur ke 16 dan Tasyakuran Penganugrahan Gelar Pahlawan Nasional K.H Abdurrahman Wahid di Tebu Ireng Pada 17 Desember 2025. Berangkat dari pertanyaan yang dilontarkan oleh Mbak Yenny Wahid. Apa yang membuat Gus Dur begitu istimewa […]

expand_less