Breaking News
light_mode
Trending Tags

Misteri di Balik Energi Salat Berjamaah

  • account_circle Hamzah Durisa
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 136
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Masjid dalam konteks ini bukan hanya bangunan fisik, melainkan pusat getaran kebaikan yang terus diperbarui lima kali sehari. Di sanalah manusia berkumpul membawa beragam beban hidup, lalu berdiri sejajar tanpa sekat, menghadap arah yang sama. Getaran doa yang dilantunkan bersama menciptakan medan spiritual yang menghubungkan hati manusia dengan Tuhannya, sekaligus merajut kembali hubungan antarsesama. Ketika seseorang rutin hadir dalam lingkaran itu, ia perlahan menyerap suasana damai yang terbangun dari kebersamaan. Masjid menjadi ruang resonansi—tempat iman dikuatkan, niat diluruskan, dan persaudaraan diteguhkan—sehingga energi positif yang lahir di dalamnya tidak berhenti di sajadah, tetapi ikut mengalir ke rumah, ke pasar, ke laut, dan ke seluruh ruang kehidupan.

27 Derajat sebagai Peningkatan Kualitas Diri

Ketika senja kembali turun di pesisir Mandar, dan adzan dikumandangkan, orang-orang kembali melangkah ke masjid. Mereka mungkin tidak menghitung 27 derajat itu dengan angka. Namun mereka merasakannya dalam bentuk lain: hati yang lebih ringan, hubungan yang lebih erat, hidup yang lebih teratur.

Salat berjamaah bukan hanya perintah agama. Ia adalah sistem pembinaan manusia. Ia melatih sinkronisasi seperti awak sandeq di laut, disiplin seperti petani yang membaca musim, dan kesetaraan seperti saf yang rapat tanpa jarak. Di tanah Mandar, dari laut hingga gunung, 27 derajat itu menjelma menjadi peningkatan kualitas manusia seutuhnya—lebih dekat kepada Tuhan, lebih kuat bersama sesama, dan lebih selaras dengan hukum semesta yang menjaga keseimbangan hidup.

Wallahualam bissawab.

Penulis : Pegiat Literasi dan Penggerak GUSDURian

  • Penulis: Hamzah Durisa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Pupuk Subsidi Turun 20%, Tani Merdeka Gorontalo Diminta Awasi Distribusi hingga ke Petani

    Harga Pupuk Subsidi Turun 20%, Tani Merdeka Gorontalo Diminta Awasi Distribusi hingga ke Petani

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Pemerintah Prabowo Subianto  resmi menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen, mulai berlaku Rabu, 22 Oktober 2025. Kebijakan ini menjadi langkah bersejarah pertama di tingkat nasional, Rabu(22/10/2025). Penurunan harga tersebut dilakukan tanpa menambah anggaran subsidi dari APBN, melainkan melalui efisiensi industri dan perbaikan tata kelola distribusi pupuk. Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor […]

  • Keutamaan Hari Asyura: Hari Besar Penuh Hikmah dan Pelajaran

    Keutamaan Hari Asyura: Hari Besar Penuh Hikmah dan Pelajaran

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Dalam kalender Hijriyah, bulan Muharram dikenal sebagai salah satu bulan suci yang dimuliakan oleh Allah SWT. Di antara hari-hari di bulan ini, terdapat satu hari yang memiliki keutamaan luar biasa, yaitu Hari Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Asyura bukan hanya sekadar penanda waktu, namun ia sarat dengan nilai sejarah, spiritualitas, dan pelajaran moral […]

  • Ramadhan dan Semangat Temporal Beribadah

    Ramadhan dan Semangat Temporal Beribadah

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Berikut ini adalah salah satu contoh berpikir di ruang yang sempit : Jika ungkapan “Kun Rabbaniyyan Walaa Takun Ramadhaniyyan” ditarik ke wilayah akidah dengan konsep pemurnian tauhid yang diusung oleh kaum puritaniasme dengan pembahasan yang menggunakan patron tekstual dan kaku, maka kesimpulan yang muncul adalah siapa saja yang beribadah karena Ramadhan, maka dapat dikategorikan sebagai […]

  • Warga NU Tegaskan Fiqh al-Bi’ah dan Keberpihakan pada Kaum Mustadl’afin photo_camera 10

    Warga NU Tegaskan Fiqh al-Bi’ah dan Keberpihakan pada Kaum Mustadl’afin

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 117
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Di bawah rimbun pepohonan Ciganjur, Jakarta Selatan, Ahad (21/12/2025), suasana kediaman KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kembali menjadi saksi pertemuan penuh makna. Bukan sekadar forum temu warga, Musyawarah Besar Warga Nahdlatul Ulama (NU) kali ini menjelma ruang keprihatinan sekaligus harapan, tempat nilai-nilai jam’iyyah dirawat di tengah polemik PBNU. Dengan mengusung tema “Mengembalikan NU […]

  • Mengenang Kwik Kian Gie

    Mengenang Kwik Kian Gie

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Eka Putra B Santoso
    • visibility 87
    • 0Komentar

    (Penulis Akademisi Politik IAIN Sultan Amai Gorontalo) Kemarin Kwik Kian Gie berpulang. Ekonom dan mantan Menteri era Gusdur dan Megawati itu  meninggalkan banyak sekali pemikiran tentang dinamika ekonomi politik di Indonesia. Saya ingat dalam buku Kwik yang berjudul ” Gonjang ganjing ekonomi Indonesia ” Ia mengkritik doktrin Marxisme Ortodoks berupa penguasaan ekonomi oleh negara secara […]

  • Dugaan Kriminalisasi Warga di Kasus Tambang Banggai Tuai Kritik Aktivis Lingkungan

    Dugaan Kriminalisasi Warga di Kasus Tambang Banggai Tuai Kritik Aktivis Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 191
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Aktivitas pertambangan yang dilakukan PT Pantas Indomining di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, kembali menuai sorotan publik. Kali ini, isu dugaan kriminalisasi terhadap warga yang memprotes aktivitas tambang memicu kritik dari kalangan aktivis lingkungan. Aliansi Pemuda Peduli Lingkungan (APPLI) Sulawesi Tengah melalui ketuanya, Aulia Hakim, menyampaikan bahwa masyarakat setempat sejak awal telah […]

expand_less