Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Misteri di Balik Energi Salat Berjamaah

  • account_circle Hamzah Durisa
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 449
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Masjid dalam konteks ini bukan hanya bangunan fisik, melainkan pusat getaran kebaikan yang terus diperbarui lima kali sehari. Di sanalah manusia berkumpul membawa beragam beban hidup, lalu berdiri sejajar tanpa sekat, menghadap arah yang sama. Getaran doa yang dilantunkan bersama menciptakan medan spiritual yang menghubungkan hati manusia dengan Tuhannya, sekaligus merajut kembali hubungan antarsesama. Ketika seseorang rutin hadir dalam lingkaran itu, ia perlahan menyerap suasana damai yang terbangun dari kebersamaan. Masjid menjadi ruang resonansi—tempat iman dikuatkan, niat diluruskan, dan persaudaraan diteguhkan—sehingga energi positif yang lahir di dalamnya tidak berhenti di sajadah, tetapi ikut mengalir ke rumah, ke pasar, ke laut, dan ke seluruh ruang kehidupan.

27 Derajat sebagai Peningkatan Kualitas Diri

Ketika senja kembali turun di pesisir Mandar, dan adzan dikumandangkan, orang-orang kembali melangkah ke masjid. Mereka mungkin tidak menghitung 27 derajat itu dengan angka. Namun mereka merasakannya dalam bentuk lain: hati yang lebih ringan, hubungan yang lebih erat, hidup yang lebih teratur.

Salat berjamaah bukan hanya perintah agama. Ia adalah sistem pembinaan manusia. Ia melatih sinkronisasi seperti awak sandeq di laut, disiplin seperti petani yang membaca musim, dan kesetaraan seperti saf yang rapat tanpa jarak. Di tanah Mandar, dari laut hingga gunung, 27 derajat itu menjelma menjadi peningkatan kualitas manusia seutuhnya—lebih dekat kepada Tuhan, lebih kuat bersama sesama, dan lebih selaras dengan hukum semesta yang menjaga keseimbangan hidup.

Wallahualam bissawab.

Penulis : Pegiat Literasi dan Penggerak GUSDURian

  • Penulis: Hamzah Durisa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Neraca di Balik Peluru: Mengukur Efisiensi Akuntansi Perang Iran, AS, dan Israel

    Neraca di Balik Peluru: Mengukur Efisiensi Akuntansi Perang Iran, AS, dan Israel

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Angca Aldafa
    • visibility 370
    • 0Komentar

    Dampaknya, laporan keuangan pemerintah terlihat likuid dalam jangka pendek, padahal sesungguhnya menumpuk kewajiban tersembunyi yang akan membebani anggaran tahunan di masa depan. Dari sudut pandang akuntansi pemerintahan, model ini kurang efisien karena mengorbankan prinsip full cost recognition demi kecepatan operasional, sehingga risiko fiskal jangka panjang tidak terpetakan secara memadai dalam laporan pertanggungjawaban negara. Di sisi […]

  • Banggai Ring 1 Panen Nol, Dugaan Gagal Total Program CSR Migas di Kintom

    Banggai Ring 1 Panen Nol, Dugaan Gagal Total Program CSR Migas di Kintom

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Firman
    • visibility 872
    • 0Komentar

    nulondalo.com, BANGGAI – Dugaan kegagalan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sektor migas mencuat di wilayah Ring 1 Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai. Tiga desa penerima bantuan bibit jagung dilaporkan mengalami gagal panen total atau panen nol. Bantuan tersebut berupa 45 kilogram bibit jagung yang dibagikan kepada tiga kelompok tani di wilayah sekitar area operasi industri […]

  • Ikbal Kau Soroti Ketidakprofesionalan Disparprov Gorontalo dalam Mendukung Duta Daerah

    Ikbal Kau Soroti Ketidakprofesionalan Disparprov Gorontalo dalam Mendukung Duta Daerah

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Aktivis Gorontalo, Ikbal Kau, menyampaikan kritik keras kepada Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo (Disparprov) karena dinilai tidak profesional dan minim kreativitas dalam memberikan dukungan kepada mahasiswa serta duta daerah yang berkompetisi di tingkat nasional, Jumat (14/11/2025). Dalam pernyataannya, Ikbal menjelaskan bahwa selama empat bulan terakhir dirinya membangun komunikasi intens dengan pihak Disparprov. Ia mengajukan proposal, melengkapi […]

  • Pemkot Gorontalo Siap Menggelar Festival Green Tumbilote, Berikut Kriteria Lomba yang didanai

    Pemkot Gorontalo Siap Menggelar Festival Green Tumbilote, Berikut Kriteria Lomba yang didanai

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo akan menggelar Festival Green Tumbilotohe yang akan dipusatkan di Lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo. Sejumlah lomba pada Festival Green Tumbilotohe tersebut diantaranya lomba Koko’o, Vokalia Religi, Lomba Hamparan lampu antar kecamatan, lomba jalan paling tumbilotohe, Doorprise grebek rumah dan Festival ribuan lampu. Kepada bakukabar.id, Kepala Dinas Pariwitasa, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), […]

  • Prodi Magister Pendidikan IPA UNG  Gelar Task Force : Mantapkan Penyusunan Borang Akreditasi

    Prodi Magister Pendidikan IPA UNG Gelar Task Force : Mantapkan Penyusunan Borang Akreditasi

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Program Studi Magister Pendidikan IPA Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar Pertemuan Task Force untuk persiapan penyusunan borang akreditasi program studi, Jumat (21/11/2025). Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan ini adalah kriteria visi keilmuan program studi. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Diskusi Gedung Pascasarjana UNG tersebut melibatkan pimpinan pascasarjana, dosen, serta mahasiswa sebagai tim kerja khusus […]

  • Kapitalisme Modern Menghendaki Kita Egois dan Rapuh

    Kapitalisme Modern Menghendaki Kita Egois dan Rapuh

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Benteng penangkalnya adalah kebersamaan yang organik, melalui praktik-praktik hidup yang tidak transaksional, tapi didalamnya ada redistribusi kasih sayang, melalui relasi dan ritual yang belum disentuh oleh logika akumulasi. Sungai tidak meminum airnya sendiri. Pohon tidak memakan buah yang tumbuh di dahannya. Matahari tidak menikmati cahaya yang dipancarkannya. Bunga pun tidak mencium harum yang disebarkannya. Alam […]

expand_less