Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Misteri di Balik Energi Salat Berjamaah

  • account_circle Hamzah Durisa
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 373
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Salat lima waktu mengajarkan manusia untuk selaras dengan ritme itu. Datang ke masjid tepat waktu berarti menata hidup sesuai keteraturan. Dalam ilmu perilaku, rutinitas yang konsisten membangun disiplin dan kestabilan mental. Ketika seseorang rutin berjamaah, hidupnya lebih terstruktur. Ia belajar mengatur waktu, menunda urusan dunia demi panggilan ibadah. Ini bukan sekadar pahala di akhirat, tetapi dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari. 27 derajat itu bisa dimaknai sebagai peningkatan kualitas hidup karena disiplin yang terlatih.

Siri’, Kesetaraan, dan Hukum Sebab-Akibat

Budaya Mandar mengenal nilai siri’—harga diri. Orang Mandar menjaga martabatnya dengan sungguh-sungguh. Namun di dalam masjid, semua berdiri sejajar. Tidak ada kursi khusus untuk orang kaya. Tidak ada saf istimewa untuk pejabat. Kesetaraan ini memiliki dampak sosial besar. Dalam sosiologi, pengalaman berdiri setara secara rutin akan mengurangi jarak sosial. Ia mencegah kesombongan dan memperkuat solidaritas.

Hukum semesta mengajarkan sebab-akibat: apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai. Dalam kehidupan sosial, kebersamaan yang dirawat dengan tulus akan kembali dalam bentuk pertolongan yang tak disangka-sangka. Ketika seseorang ringan melangkah ke masjid, menyapa jamaah lain, membantu membersihkan halaman, atau sekadar mendoakan saudaranya, ia sedang menanam benih kebaikan. Secara psikologis dan sosial, tindakan itu membangun jaringan kepercayaan. Orang yang merasa dihargai dan diperhatikan cenderung membalas dengan perhatian yang sama. Maka kebersamaan bukan hanya nilai moral, tetapi investasi sosial yang nyata hasilnya.

Di tanah Mandar, prinsip ini tampak sederhana namun kuat. Ketika seorang warga rutin hadir dalam salat berjamaah, ia bukan hanya memenuhi kewajiban ibadah, tetapi juga mengikat dirinya dalam simpul persaudaraan. Suatu hari ketika ia sakit, tertimpa musibah, atau menghadapi kesulitan, jamaah yang sama akan datang menjenguk dan membantu. Seperti ombak yang kembali ke pantai setelah berlayar jauh, kebaikan pun pulang kepada pemiliknya. Inilah sebab-akibat yang bekerja secara sunyi namun pasti—kebersamaan yang dirawat hari ini menjelma menjadi dukungan yang menguatkan esok hari.

  • Penulis: Hamzah Durisa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 20 Maret, Pemerintah Masih Menunggu Hilal

    Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 20 Maret, Pemerintah Masih Menunggu Hilal

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 727
    • 0Komentar

    Prediksi BRIN dan Data BMKG Berbeda dengan Muhammadiyah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Prediksi ini didasarkan pada analisis astronomi terhadap posisi hilal menjelang akhir Ramadan. Peneliti BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa pada saat pemantauan hilal 19 Maret 2026, posisi bulan […]

  • LPNU Gorontalo Gelar Buka Puasa Bersama, Bahas Tantangan Ekonomi Warga NU di Era MEA

    LPNU Gorontalo Gelar Buka Puasa Bersama, Bahas Tantangan Ekonomi Warga NU di Era MEA

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2019
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 137
    • 0Komentar

    nulondalo.com – PWNU Provinsi Gorontalo menginstruksikan kepada seluruh badan dan lembaga Nahdlatul Ulama di tingkat provinsi untuk mengisi bulan suci Ramadan dengan berbagai kegiatan keagamaan. Menindaklanjuti instruksi tersebut, Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dihadiri oleh jajaran pengurus LPNU serta sejumlah badan otonom (Banom) dan lembaga NU lainnya, […]

  • Aleg PKB Gorontalo Berharap Program Cek Kesehatan Gratis Prabowo Tidak Menyulitkan Warga

    Aleg PKB Gorontalo Berharap Program Cek Kesehatan Gratis Prabowo Tidak Menyulitkan Warga

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Program Kesehatan Gratis Pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk warga akan segera dijalankan mulai Senin 10 Februari 2025. Hal tersebut merupakan salah satu program yang ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia, khususnya di Gorontalo. Anggota Komisi IV DPRD Muhammad Dzikyan mengingatkan agar program tersebut dijalankan dengan mudah dan tidak menyulitkan warga masyarakat. Mengingat pendaftaran […]

  • NU dan PR Kesenjangan Kultur dan Struktur (Bagian 1)

    NU dan PR Kesenjangan Kultur dan Struktur (Bagian 1)

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Abdullah Aniq Nawawi
    • visibility 1.007
    • 0Komentar

    Fenomena ini menimbulkan persoalan lain. Tidak sedikit nahdliyyin struktural yang berhenti aktif dalam kegiatan NU ketika masa khidmat kepengurusannya berakhir. Setelah tidak lagi menjadi pengurus, mereka juga tidak lagi terlibat dalam aktivitas NU. Selain itu, keterlibatan sebagian nahdliyyin struktural terkadang juga diiringi oleh orientasi tertentu, seperti target jabatan atau kepentingan politik. Lalu bagaimana menjawab persoalan […]

  • Video Diduga Libatkan Oknum Aleg Kabgor Viral, PKB Siapkan Sanksi Tegas

    Video Diduga Libatkan Oknum Aleg Kabgor Viral, PKB Siapkan Sanksi Tegas

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 184
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sebuah video yang diduga melibatkan oknum anggota legislatif Kabupaten Gorontalo dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kembali beredar dan viral di media sosial pada Februari 2026. Video tersebut disebut-sebut merupakan rekaman lama yang diunggah ulang hingga memicu sorotan publik. Dalam cuplikan yang beredar, terlihat seorang pria yang diduga anggota DPRD Kabupaten Gorontalo tengah melakukan […]

  • Pasal Larangan Komunisme dan Marxisme dalam KUHP Baru Tuai Perhatian

    Pasal Larangan Komunisme dan Marxisme dalam KUHP Baru Tuai Perhatian

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 334
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Ketentuan mengenai larangan ajaran Komunisme dan Marxisme dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru kembali menjadi perhatian publik. Aturan tersebut tercantum dalam Pasal 188 KUHP, yang melarang setiap orang mengajarkan, menyebarkan, serta mengembangkan ajaran Komunisme, Marxisme, dan Leninisme dalam bentuk apa pun. Dalam pasal tersebut, pelanggaran terhadap ketentuan dimaksud dapat dikenai ancaman pidana […]

expand_less