Breaking News
light_mode
Trending Tags

Misteri di Balik Energi Salat Berjamaah

  • account_circle Hamzah Durisa
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 240
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Salat lima waktu mengajarkan manusia untuk selaras dengan ritme itu. Datang ke masjid tepat waktu berarti menata hidup sesuai keteraturan. Dalam ilmu perilaku, rutinitas yang konsisten membangun disiplin dan kestabilan mental. Ketika seseorang rutin berjamaah, hidupnya lebih terstruktur. Ia belajar mengatur waktu, menunda urusan dunia demi panggilan ibadah. Ini bukan sekadar pahala di akhirat, tetapi dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari. 27 derajat itu bisa dimaknai sebagai peningkatan kualitas hidup karena disiplin yang terlatih.

Siri’, Kesetaraan, dan Hukum Sebab-Akibat

Budaya Mandar mengenal nilai siri’—harga diri. Orang Mandar menjaga martabatnya dengan sungguh-sungguh. Namun di dalam masjid, semua berdiri sejajar. Tidak ada kursi khusus untuk orang kaya. Tidak ada saf istimewa untuk pejabat. Kesetaraan ini memiliki dampak sosial besar. Dalam sosiologi, pengalaman berdiri setara secara rutin akan mengurangi jarak sosial. Ia mencegah kesombongan dan memperkuat solidaritas.

Hukum semesta mengajarkan sebab-akibat: apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai. Dalam kehidupan sosial, kebersamaan yang dirawat dengan tulus akan kembali dalam bentuk pertolongan yang tak disangka-sangka. Ketika seseorang ringan melangkah ke masjid, menyapa jamaah lain, membantu membersihkan halaman, atau sekadar mendoakan saudaranya, ia sedang menanam benih kebaikan. Secara psikologis dan sosial, tindakan itu membangun jaringan kepercayaan. Orang yang merasa dihargai dan diperhatikan cenderung membalas dengan perhatian yang sama. Maka kebersamaan bukan hanya nilai moral, tetapi investasi sosial yang nyata hasilnya.

Di tanah Mandar, prinsip ini tampak sederhana namun kuat. Ketika seorang warga rutin hadir dalam salat berjamaah, ia bukan hanya memenuhi kewajiban ibadah, tetapi juga mengikat dirinya dalam simpul persaudaraan. Suatu hari ketika ia sakit, tertimpa musibah, atau menghadapi kesulitan, jamaah yang sama akan datang menjenguk dan membantu. Seperti ombak yang kembali ke pantai setelah berlayar jauh, kebaikan pun pulang kepada pemiliknya. Inilah sebab-akibat yang bekerja secara sunyi namun pasti—kebersamaan yang dirawat hari ini menjelma menjadi dukungan yang menguatkan esok hari.

  • Penulis: Hamzah Durisa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Ibu Nasional: Momentum Memperkuat Solidaritas Perempuan, Bukan Seremonial Belaka

    Hari Ibu Nasional: Momentum Memperkuat Solidaritas Perempuan, Bukan Seremonial Belaka

    • calendar_month Kamis, 26 Des 2024
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Kabar Perempuan – Setiap tanggal 22 Desember adalah hari bersejarah buat kaum Ibu atau perempuan di Indonesia. Momentum tersebut diperingati setiap tahunnya. Namun sejauh mana pemaknaan orang-orang terhadap peringatan Hari Ibu Nasional 2024? Akankah perempuan sudah berdaya dan seperti apa problem perempuan hari ini? Redaksi mengulas khusus peringatan Hari Ibu Nasional 2024. Peringatan Hari Ibu Nasional […]

  • Wawancara Eksklusif: MUI Gorontalo Siap Gelar Musda, Siapa yang Layak Memimpin?

    Wawancara Eksklusif: MUI Gorontalo Siap Gelar Musda, Siapa yang Layak Memimpin?

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 118
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gorontalo akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) dalam waktu dekat. Forum resmi itu akan menetapkan program kerja dan memilih Ketua Umum yang baru. Lantas siapa pengganti KH. Abdurrahman Abubakar Bachmid selaku Ketua Umum MUI Gorontalo yang dinilai layak memimpin organisasi sebagai wadah berhimpun ormas keagamaan Islam dan cendekiawan di Gorontalo […]

  • Budaya Konsumtif dan Pemanasan Global: Tanpa Sadar Kita Sedang Merusak Bumi

    Budaya Konsumtif dan Pemanasan Global: Tanpa Sadar Kita Sedang Merusak Bumi

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle  Fadli Bina
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Mengonsumsi bukan lagi soal pemenuhan kebutuhan melainkan hanya soal hasrat agar tetap eksis. Dewasa ini mengonsumsi sepertinya merupakan hal yang mesti dilakukan agar kita dianggap tetap ada. Karena dalam budaya konsumtif nilai seseorang tidak diukur lagi dari kualitas pengetahuannya melainkan dari apa yang ia konsumsi. Hal ini juga terjadi dalam mengkonsumsi makananan. Meski kita tidak […]

  • Banjir Besar Landa Halmahera Barat, Dua Warga Tewas, Ribuan Mengungsi

    Banjir Besar Landa Halmahera Barat, Dua Warga Tewas, Ribuan Mengungsi

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 234
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Banjir besar melanda Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, akibat curah hujan berintensitas tinggi yang terjadi sejak Rabu dini hari, 7 Januari 2026, sekitar pukul 04.00 WIT. Hujan deras yang berlangsung cukup lama menyebabkan aliran sungai meluap dan menggenangi permukiman warga, sekaligus memutus akses jalan di sejumlah wilayah. Peristiwa ini berdampak signifikan terhadap […]

  • Universalitas Sepak Bola dan Identity Sports

    Universalitas Sepak Bola dan Identity Sports

    • calendar_month Minggu, 11 Des 2022
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Sejatinya sepak bola adalah simbol universalisme. Negara-negara yang telah ditetapkan dan telah memenuhi persyaratan sebagai peserta Piala Dunia 2022, ikut meramaikan even sepak bola paling bergengsi di seantero dunia ini.  Sudah barang tentu, negara peserta selalu didampingi oleh tim suporter fanatik dari negaranya masing-masing. Para pendukung ataupun simpatisan dari negara lainnya yang tidak masuk sebagai peserta […]

  • Ingatan, Emosi dan Ilusi Kebenaran Play Button

    Ingatan, Emosi dan Ilusi Kebenaran

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Ingatan manusia sering kali tertuju pada hal-hal yang dianggap penting. Jika pernyataan ini benar, maka muncul pertanyaan: apakah kecenderungan ini termasuk dalam ranah emosi atau hal yang bersifat rasional? Banyak yang berpendapat bahwa ini lebih berkaitan dengan emosi. Sebab, ketika seseorang lebih mudah mengingat hal-hal yang bermakna secara pribadi, emosional, atau bernilai subjektif, itu menunjukkan […]

expand_less