Breaking News
light_mode
Trending Tags

Misteri di Balik Energi Salat Berjamaah

  • account_circle Hamzah Durisa
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 134
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di kampung-kampung Polewali Mandar, jamaah masjid biasanya saling mengenal. Ketika ada yang sakit, kabar cepat menyebar. Ketika ada yang kesulitan, bantuan datang tanpa banyak bicara. Salat berjamaah menjadi titik temu yang memperkuat jaringan sosial. Inilah 27 derajat dalam dimensi sosial: kebaikan yang berlipat melalui hubungan antarmanusia.

Masjid sebagai Pusat Energi Kehidupan

Masjid di Mandar, dulunya sering menjadi pusat kegiatan: belajar mengaji, musyawarah kampung, hingga diskusi membicarakan persoalan masyarakat. Ia bukan hanya ruang ibadah, tetapi ruang pembinaan karakter. Secara psikologis, ruang yang sering dipakai untuk aktivitas positif bersama akan membentuk asosiasi ketenangan dalam pikiran. Setiap kali seseorang melangkah masuk, hatinya lebih mudah tenang. Tubuhnya seperti mengenali tempat itu sebagai ruang aman.

Hukum getaran mengajarkan bahwa setiap pikiran, ucapan, dan tindakan membawa frekuensi tertentu. Ketika energi positif—seperti doa, dzikir, ketundukan, dan niat baik—diulang-ulang secara konsisten, ia tidak hilang begitu saja, melainkan membentuk pola yang menetap dalam diri. Dari sudut pandang psikologi, pengulangan perilaku yang sama dalam suasana yang sama akan membangun jalur kebiasaan di otak, menjadikannya lebih mudah dilakukan dan lebih dalam dirasakan. Dari sudut spiritual, pengulangan itu membersihkan hati secara perlahan, seperti air yang terus mengalir mengikis batu. Maka setiap langkah menuju masjid, setiap takbir yang dilafalkan bersama, setiap sujud yang disentuhkan ke bumi, sesungguhnya sedang menata ulang frekuensi batin kita—dari gelisah menjadi tenang, dari sibuk menjadi hening, dari egois menjadi peduli.

  • Penulis: Hamzah Durisa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aset Langit

    Aset Langit

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Sebagai akademisi akuntansi, saya melihat perlunya reposisi paradigma. Ramadhan bukan hanya periode akselerasi ibadah, tetapi momen restatement laporan hidup. Kita menilai kembali aset mana yang benar-benar produktif. Apakah jabatan? Apakah popularitas? Atau justru doa ibu yang selama ini kita abaikan? Dalam neraca langit, bisa jadi doa ibu itu adalah aset terbesar yang selama ini tidak […]

  • Pameran Seni “Sangkut Paut” Kolaborasi dan kreativitas dalam Residensi MTN Lab Gorontalo

    Pameran Seni “Sangkut Paut” Kolaborasi dan kreativitas dalam Residensi MTN Lab Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Pameran seni bertajuk “Sangkut Paut” resmi dibuka, Selasa (25/11/2025) di Hartdisk Studio, Bone Bolango. Pameran ini merupakan hasil proses kreativitas dari program MTN Lab Residence Gorontalo, yang menghadirkan 29 seniman dan 8 kurator dalam kerja kolaboratif selama dua minggu terakhir. Residensi ini memperlihatkan bagaimana gagasan tumbuh ketika praktik seni dirawat melalui kedekatan—antara seniman, kurator, ruang […]

  • Hizbut Tahrir Bangkit, Satkornas Banser NU: Saatnya Pemerintah Mengambil Langkah Tegas

    Hizbut Tahrir Bangkit, Satkornas Banser NU: Saatnya Pemerintah Mengambil Langkah Tegas

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Nulondalo – Organisasi terlarang yang telah dibubarkan pemerintah pada 19 Juli 2017 bernama Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) kembali bangkit di beberapa titik di Indonesia. Komandan Satuan Koordinasi Nasional Banser PP GP Ansor, H. Syafiq Syauqi menyampaikan bahwa HTI telah dibubarkan Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM karena bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, dan mengancam keutuhan NKRI. “GP […]

  • Tradisi Doa Tolak Bala di Hari Asyura

    Tradisi Doa Tolak Bala di Hari Asyura

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Mubarak Idrus
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Tepat pukul 20.00 wita, jamaah Tarekat Khalwatiyah mulai memadati halaman masjid Baitul Izzah yang terletak di Jl. Baji Bicara 7. Beberapa di antaranya menenteng makanan yang akan disajikan selepas acara doa asyura dan tolak bala. Doa Asyura dan Tolak Bala merupakan salah satu amalan yang rutin dilakukan oleh Tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf Al-Makassari. Seperti tahun-tahun […]

  • Fatimah bin al-Khattab: Pembuka Jalan Iman Umar bin Al-Khattab. (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #18)

    Fatimah bin al-Khattab: Pembuka Jalan Iman Umar bin Al-Khattab. (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #18)

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Ketika Umar tiba di rumah itu, Fatimah dan Sa’id sebenarnya sedang mempelajari ayat-ayat Al-Qur’an bersama seorang sahabat Nabi, Khabbab bin al-Aratt. Mereka sedang membaca lembaran ayat dari Surah Taha. Mendengar langkah Umar mendekat, Khabbab segera bersembunyi. Namun Umar sudah terlanjur masuk. Suasana tegang langsung terasa. Ia sebelumnya sempat mendengar sesuatu dari dalam rumah dan menuntut […]

  • Sorotan Kekayaan Kepala Daerah, Unggahan Pengasuh Ponpes di Pohuwato Jadi Perbincangan

    Sorotan Kekayaan Kepala Daerah, Unggahan Pengasuh Ponpes di Pohuwato Jadi Perbincangan

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Di tengah berbagai sorotan tersebut, unggahan Gus Aniq dinilai sebagai pesan moral yang menekankan pentingnya integritas, kesederhanaan, dan tanggung jawab seorang pemimpin. Unggahan yang dibuat pada 12 Maret 2026 itu memuat kutipan yang dinisbatkan kepada Umar bin Khattab: “بِئْسَ الوَالِي أَنَا إِنْ شَبِعْتُ وَالنَّاسُ جِيَاعٌ” “Seburuk-buruknya pemimpin adalah yang perutnya senantiasa kenyang sementara rakyatnya kelaparan.”— […]

expand_less