Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Misteri di Balik Energi Salat Berjamaah

  • account_circle Hamzah Durisa
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 374
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di kampung-kampung Polewali Mandar, jamaah masjid biasanya saling mengenal. Ketika ada yang sakit, kabar cepat menyebar. Ketika ada yang kesulitan, bantuan datang tanpa banyak bicara. Salat berjamaah menjadi titik temu yang memperkuat jaringan sosial. Inilah 27 derajat dalam dimensi sosial: kebaikan yang berlipat melalui hubungan antarmanusia.

Masjid sebagai Pusat Energi Kehidupan

Masjid di Mandar, dulunya sering menjadi pusat kegiatan: belajar mengaji, musyawarah kampung, hingga diskusi membicarakan persoalan masyarakat. Ia bukan hanya ruang ibadah, tetapi ruang pembinaan karakter. Secara psikologis, ruang yang sering dipakai untuk aktivitas positif bersama akan membentuk asosiasi ketenangan dalam pikiran. Setiap kali seseorang melangkah masuk, hatinya lebih mudah tenang. Tubuhnya seperti mengenali tempat itu sebagai ruang aman.

Hukum getaran mengajarkan bahwa setiap pikiran, ucapan, dan tindakan membawa frekuensi tertentu. Ketika energi positif—seperti doa, dzikir, ketundukan, dan niat baik—diulang-ulang secara konsisten, ia tidak hilang begitu saja, melainkan membentuk pola yang menetap dalam diri. Dari sudut pandang psikologi, pengulangan perilaku yang sama dalam suasana yang sama akan membangun jalur kebiasaan di otak, menjadikannya lebih mudah dilakukan dan lebih dalam dirasakan. Dari sudut spiritual, pengulangan itu membersihkan hati secara perlahan, seperti air yang terus mengalir mengikis batu. Maka setiap langkah menuju masjid, setiap takbir yang dilafalkan bersama, setiap sujud yang disentuhkan ke bumi, sesungguhnya sedang menata ulang frekuensi batin kita—dari gelisah menjadi tenang, dari sibuk menjadi hening, dari egois menjadi peduli.

  • Penulis: Hamzah Durisa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Intelektual Muda NU Dukung Pengembalian Konsesi Tambang ke Pemerintah

    Intelektual Muda NU Dukung Pengembalian Konsesi Tambang ke Pemerintah

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sejumlah intelektual muda di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) menyerukan agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera mengembalikan konsesi tambang yang diberikan pemerintah kepada organisasi. Mereka menilai bahwa kepemilikan dan pengelolaan tambang oleh ormas keagamaan seperti NU berisiko merusak marwah NU sebagai jam’iyah, dan dapat membawa mudharat yang jauh lebih besar dibanding manfaatnya, Minggu(7/12/2025). Salah satu […]

  • Pemkab Maros Serahkan SK 4.639 ASN P3K Paruh Waktu, Bupati: Ini Kekuatan Besar Pelayanan Publik

    Pemkab Maros Serahkan SK 4.639 ASN P3K Paruh Waktu, Bupati: Ini Kekuatan Besar Pelayanan Publik

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Dari sisi anggaran, Bupati mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Maros telah menyiapkan dana yang tidak sedikit. Sekitar Rp4 miliar per bulan atau setara Rp48 miliar per tahun dialokasikan untuk pembayaran gaji ASN P3K paruh waktu. Ia menegaskan, kebijakan ini lahir dari perencanaan matang dan komitmen kuat pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan aparatur dan kualitas layanan publik. […]

  • Skor SPI Anjlok ke 70,26: Integritas Maros Dipertanyakan

    Skor SPI Anjlok ke 70,26: Integritas Maros Dipertanyakan

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Kabupaten Maros kembali menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025. Dalam laporan tersebut, Maros hanya meraih skor 70,26, yang menempatkannya pada kategori merah atau berisiko tinggi dalam hal integritas. Maros pun berada dalam jajaran 13 daerah di Indonesia yang mendapat rapor merah tahun ini. Bupati […]

  • Karhutla Kalimantan Membara, Sakti dari Maros Desak Negara Perkuat Perlindungan Hutan dan Usut Tuntas Penyebab Kebakaran

    Karhutla Kalimantan Membara, Sakti dari Maros Desak Negara Perkuat Perlindungan Hutan dan Usut Tuntas Penyebab Kebakaran

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com, MAROS — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda sejumlah wilayah Kalimantan menjadi perhatian publik, termasuk dari Sulawesi Selatan. Bukan semata karena luas wilayah yang terdampak, tetapi juga karena ancamannya terhadap lingkungan, satwa, masyarakat, kesehatan, dan kualitas udara. Sakti, seorang warga asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, turut menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Ia […]

  • Tantangan Pemerintahan dalam Mengatasi Ketimpangan Sosial dan Ekonomi

    Tantangan Pemerintahan dalam Mengatasi Ketimpangan Sosial dan Ekonomi

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Yenti Sofia Marlita
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Selain itu, permasalahan ketenagakerjaan juga memerlukan perhatian serius. Tingginya angka kemiskinan serta dominasi sektorkasualmenunjukkan bahwa perlindungan tenaga kerja belum sepenuhnyaperingkat teratas. Pemerintah perlu memperluas lapangan kerja serta meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui berbagaiprogrampelatihan. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih siap menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif. Di sektor pendidikan dan kesehatan, pemerataan akses dan peningkatan […]

  • Yang Barangkali Luput dalam Perbincangan soal Sadaka

    Yang Barangkali Luput dalam Perbincangan soal Sadaka

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 1.617
    • 1Komentar

    Tentu saja, hukum sadaka yang “sukarela” dan “seikhlasnya” bisa digunakan manakala seseorang tidak mampu menunaikannya. Namun jikapun ia berani, apakah beban selesai? Tidak juga. Justru dua kata ini menjebak karena tidak ada ukuran pasti. Jika keikhlasan itu mewujud dalam nominal sadaka yang sedikit, maka itu berpotensi dibandingkan dengan pemilik hajatan lain dengan nominal sadaka yang […]

expand_less