Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Misteri di Balik Energi Salat Berjamaah

  • account_circle Hamzah Durisa
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 370
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di kampung-kampung Polewali Mandar, jamaah masjid biasanya saling mengenal. Ketika ada yang sakit, kabar cepat menyebar. Ketika ada yang kesulitan, bantuan datang tanpa banyak bicara. Salat berjamaah menjadi titik temu yang memperkuat jaringan sosial. Inilah 27 derajat dalam dimensi sosial: kebaikan yang berlipat melalui hubungan antarmanusia.

Masjid sebagai Pusat Energi Kehidupan

Masjid di Mandar, dulunya sering menjadi pusat kegiatan: belajar mengaji, musyawarah kampung, hingga diskusi membicarakan persoalan masyarakat. Ia bukan hanya ruang ibadah, tetapi ruang pembinaan karakter. Secara psikologis, ruang yang sering dipakai untuk aktivitas positif bersama akan membentuk asosiasi ketenangan dalam pikiran. Setiap kali seseorang melangkah masuk, hatinya lebih mudah tenang. Tubuhnya seperti mengenali tempat itu sebagai ruang aman.

Hukum getaran mengajarkan bahwa setiap pikiran, ucapan, dan tindakan membawa frekuensi tertentu. Ketika energi positif—seperti doa, dzikir, ketundukan, dan niat baik—diulang-ulang secara konsisten, ia tidak hilang begitu saja, melainkan membentuk pola yang menetap dalam diri. Dari sudut pandang psikologi, pengulangan perilaku yang sama dalam suasana yang sama akan membangun jalur kebiasaan di otak, menjadikannya lebih mudah dilakukan dan lebih dalam dirasakan. Dari sudut spiritual, pengulangan itu membersihkan hati secara perlahan, seperti air yang terus mengalir mengikis batu. Maka setiap langkah menuju masjid, setiap takbir yang dilafalkan bersama, setiap sujud yang disentuhkan ke bumi, sesungguhnya sedang menata ulang frekuensi batin kita—dari gelisah menjadi tenang, dari sibuk menjadi hening, dari egois menjadi peduli.

  • Penulis: Hamzah Durisa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kritik Pelindo atas Kemacetan Tanjung Priok, Wasekjen PII: Gagal dalam Manajemen Sistem Logistik

    Kritik Pelindo atas Kemacetan Tanjung Priok, Wasekjen PII: Gagal dalam Manajemen Sistem Logistik

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Panji Sukma Nugraha, menyampaikan kritik tajam terhadap manajemen PT Pelindo seiring kemacetan parah yang terjadi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok beberapa hari terakhir. Menurutnya, insiden ini merupakan bentuk nyata dari kegagalan perencanaan dan pengendalian sistem logistik nasional yang semestinya dapat diantisipasi sejak awal. “Ini bukan sekadar kemacetan lalu […]

  • Nu’aiman, Sahabat Nabi Yang Jenaka (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #2)

    Nu’aiman, Sahabat Nabi Yang Jenaka (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #2)

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Rasulullah SAW pun bertanya kepada Nu’aiman, “Bukankah engkau menghadiahkan ini kepadaku?” Nu’aiman dengan santai menjawab bahwa ia memang berniat memberikannya, tetapi ia sendiri tidak punya uang untuk membayar, sehingga beliau boleh saja membayar. Pendek cerita, ulah Nu’aiman yang lucu itu membuat Nabi SAW dan para sahabatnya tersenyum atau tertawa. Dalam versi lain dari tradisi populer, […]

  • Annaungguru Haji Baharuddin (Niaga yang Menyemai Cahaya)

    Annaungguru Haji Baharuddin (Niaga yang Menyemai Cahaya)

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Hamzah Durisa
    • visibility 517
    • 0Komentar

    Ia tetap sederhana. Tetap sosial. Ia hadir di tengah masyarakat bukan hanya sebagai ulama, tetapi sebagai sahabat. Jika ada warga yang sakit, ia datang menjenguk. Jika ada yang berduka, ia hadir melayat. Dakwahnya bukan hanya di mimbar, tetapi di kehidupan sehari-hari. Pada Selasa, 5 Februari 2008, pukul 18.00, waktu seakan berhenti. Baharuddin mengembuskan napas terakhirnya. […]

  • DPP PKB Tetapkan Abdullah Kadir Diko sebagai Ketua DPC PKB Pohuwato, Ini Profilnya

    DPP PKB Tetapkan Abdullah Kadir Diko sebagai Ketua DPC PKB Pohuwato, Ini Profilnya

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Selain aktif di parlemen, Abdullah Kadir Diko memiliki pengalaman panjang dalam pendampingan dan pemberdayaan masyarakat. Ia pernah menjabat sebagai Manajer Program Sarjana Membangun Desa Kementerian Pertanian pada 2011–2015, Fasilitator Desa Burung Indonesia pada 2015–2017, serta Community Participation Officer pada 2018–2019. Pengalaman tersebut membuatnya dekat dengan berbagai isu pemberdayaan masyarakat, konservasi lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan. Dari […]

  • Gus Men Kami: Kau Kecam, Kami Bela

    Gus Men Kami: Kau Kecam, Kami Bela

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2022
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Sahabat, karena kau berada di pihak pengecam, maka biarlah ku panggil kau dengan panggilan “Cam”. Assalamu ‘Alaikum Sahabat Cam, Begini Sahabat, Kementerian Agama itu adalah rumah besar bagi kami warga Kementerian Agama. Aku adalah bagian darinya. Di rumah ini aku mengabdi, berbakti sekaligus mengais rezki. He he. Oh ya Cam, perlu kau tahu bahwa kami […]

  • Pemerkosaan terhadap Teks: Gus Aniq Kritik Pembelaan Kurban Presiden dengan Dana APBN

    Pemerkosaan terhadap Teks: Gus Aniq Kritik Pembelaan Kurban Presiden dengan Dana APBN

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 1.415
    • 1Komentar

    Menurut Gus Aniq, jika sejak awal kurban tersebut dinyatakan sebagai kurban negara atau atas nama rakyat Indonesia, maka persoalannya bisa berbeda. Namun ketika dana publik digunakan untuk kurban atas nama pribadi, maka teks tersebut justru tidak relevan dijadikan dasar pembelaan. “Di sinilah problemnya. Teks Al-Fiqhul Manhaji malah memberi isyarat bahwa kurban atas nama pribadi dengan […]

expand_less